Anda di halaman 1dari 53

By Yenny Okvitasari

Jahja (2013) kata remaja berasal dari bahasa Latin yaitu


adolescence yang berartigo grow atau to grow maturity.
Debrun mendefinisikan remaja sebagai periode
pertumbuhan natar masa kanak-kanak dan dewasa.
Papalia dan Olds masa remaja adalah masa transisi
perkembangan antara masa kanak-kanak dan dewasa
yang pada umumnya dimulai pada usia 12 atau 13 tahun
dan berakhir pada usia akhir belasan tahun atan awal dua
puluh tahun .
Sa’id (2015) remaja (al-murahaqah) dalam bahasa Arab
berasal dari kata “rahaqa” yang berarti mendekati,
sehingga dari segi bahasa masa remaja berarti usia
meninggalkan masa anak-anak dan mendekati masa
dewasa.
ilmu psikologi, remaja adalah munculnya kematangan
fisik, intelektual, psikologis dan sosial seorang anak.
Masa remaja dibedakan menjadi
 masa remaja awal (10-13 tahun),
 masa remaja tengah (14-16 tahun)
 masa remaja akhir (17-19 tahun).

 masa remaja merupakan masa peralihan dari masa


anak-anak ke masa dewasa, yang meliputi semua
perkembangan yang dialami sebagai persiapan
memasuki masa dewasa (Rohan & Siyoto, 2013)
Masa remaja adalah masa yang penting dalam
perjalanan kehidupan manusia. Golongan umur ini
penting karena menjadi jembatan antara masa kanak-
kanak yang bebas menuju masa dewasa yang
menuntut tanggung jawab. (Kusmiran, 2013)
Kusmiran (2013) bahwa remaja dapat ditinjau dari tiga sudut
pandang, yaitu :
 Secara kronologis, remaja adalah individu yang
berusia antara 11-12 tahun sampai 20-21 tahun
 Secara fisik, remaja ditandai oleh ciri perubahan pada
penampilan fisik dan fungsi fisiologis, terutama yang
terkait dengan kelenjar seksual
 Secara psikologis, remaja merupakan masa dimana
individu mengalami perubahan-perubahan dalam
aspek kognitif, emosi, sosial, dan moral, di antara
masa anak-anak menuju masa dewasa
Ciri-ciri masa remaja Sumiati dkk, (2009) ciri-ciri dari
remaja diantaranya adalah:
 Masa remaja adalah masa peralihan

yaitu peralihan dari satu tahap perkembangan ke perkembangan


berikutnya secara berkesinambungan. Pada masa ini remaja
bukan lagi seorang anak dan juga bukan seorang dewasa dan
merupakan masa yang sangat strategis, karena memberi waktu
kepada remaja untuk membentuk gaya hidup dan menentukan
pola perilaku, nilai-nilai dan sifat-sifat yang sesuai dengan yang
diinginkannya.
 Masa remaja adalah masa terjadi perubahan

Sejak awal remaja, perubahan fisik terjadi dengan pesat,


perubahan perilaku dan sikap juga berkembang. Ada empat
perubahan besar yang terjadi pada masa remaja, yaitu perubahan
emosi, perubahan peran dan minat, perubahan pola perilaku dan
perubahan sikap menjadi ambivalen (perasaan mendua/ ambigu).
 Masa remaja adalah masa yang banyak masalah
Masalah remaja sering menajdi masalah yang sulit
untuk diatasi. Hal ini terjadi karena tidak terbiasanya
remaja menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa
meminta bantuan orang lain sehingga kadang-kadang
terjadi penyelesaian yang tidak sesuai dengan yang
diharapkan.

 Masa remaja adalah masa mencari identitas


Identitas diri yang dicari remaja adalah berupa kejelasan
siapa dirinya dan apa peran dirinya di masyarakat.
Remaja tidak puas dirinya sama dengan kebanyakan
orang. Ia ingin memperlihatkan dirinya sebagai
individu, sementara pada saat yang sama ia ingin
mempertahankan dirinya terhadap kelompok sebaya.
 Masa remaja sebagai masa yang menimbulkan
kekuatan
 Ada stigma dari masyarakat bahwa remaja adalah anak
yang tidak rapi, tidak dapat dipercaya, cenderung
berperilaku merusak, sehingga menyebabkan orang
dewasa harus membimbing dan mengawasi kehidupan
remaja, dengan adanya stigma ini akan membuat masa
peralihan remaja ke dewasa menjadi sulit, karena peran
orang tua yang memiliki pandangan seperti ini akan
mencurigai dan menimbulkan pertentangan antara orang
tua dengan remaja serta menbuat jarak diantara keluarga.
 Masa remaja sebagai masa yang tidak realistik

 Remaja cenderung memandang kehidupan melalui


kacamatanya sendiri, baik dalam melihat dirinya maupun
melihat orang lain, mereka belum melihat apa adanya,
tetapi menginginkan sebagaimana yang ia harapkan.
 Masa remaja adalah ambang masa dewasa
Dengan berlalunya usia belasan remaja yang
semakin matang berkembang dan berusaha
memberi kesan seseorang yang hampir dewasa. Ia
akan memusatkan dirinya pada perilaku yang
dihubungkan dengan status orang dewasa, misalnya
dalam berpakaian dan bertindak.
Konsep balig dan mukallaf
 baligh adalah kondisi di mana seseorang sudah
mencapai usia dewasa secara biologis.
Titik tekan dalam fikih ini adalah kedewasaan secara
biologis yang lazimnya ditandai dengan berfungsinya
organ reproduksi secara sempurna. Kesempurnaan ini
bisa dilihat dari beberapa tanda fisik dan psikis. Bagi
perempuan, ovarium sudah bisa memproduksi sel
telur dan ketika sel ini tidak dibuahi, maka akan luruh
dalam wujud darah menstruasi. Bagi laki-laki, testis
sudah bisa memproduksi sel sperma. Biasanya, sperma
akan keluar sendiri ketika, misalnya, mimpi basah.
 Mukallaf adalah seseorang yang sudah mendapatkan
beban (taklif) berupa syariat.
Ia sudah berkewajiban menunaikan seluruh perintah dan
menjauhi larangan syariat Islam. Baginya, syariat sudah
berlaku, baik hukum yang bersifat taklifi (wajib, sunah,
mubah, makruh, dan haram) ataupun wadh’iy (mencakup
sah dan batal; rukhsah dan azimah; syarat dan rukun), dan
seluruh dimensi syariat. Ringkas kata, ia sudah menjadi
subjek hukum yang sempurna.
Sebagai subjek hukum yang sempurna, maka mukallaf
terikat dengan ketentuan syariat yang mengatur mana yang
boleh dan mana yang tidak, mana yang dianjurkan untuk
dilaksanakan dan mana yang dianjurkan untuk dijauhi. Ia
juga sudah mendapatkan hak dan kewajiban secara
sempurna. Setiap tindakannya sudah bisa dimintai
pertanggungjawaban secara hukum, baik dalam konteks
positif ataupun sebaliknya.
 Usia baligh adalah usia taklif (siap menerima beban
syariat). Jika seseorang telah sampai pada usia baligh,
maka dia telah bertanggung jawab sendiri di hadapan
Allah atas berbagai perintah dan larangan dalam Islam,
 “Yang menarik di fase ini (Baligh), shalat dan puasa telah
wajib. Konsep Islam menambahkan selain kewajiban
syariat tersebut, juga kewajiban dunia. Seorang anak laki-
laki sejak hari tersebut bertanggungjawab di rumah dan
masyarakatnya. Karena ia telah sampai pada usia sama
seperti laki-laki. Sehingga mereka akan bertindak dengan
cara yang sama dan mendapatkan tugas yang juga sama.
Seorang anak perempuan bertanggung jawab di rumah
(tempat utamanya), karena telah mencapai usia wanita
dewasa. Ia telah memasuki dunia wanita dewasa,
sehingga ia menjadi salah satu dari mereka dan
mendapatkan tugas yang sama dengan mereka.”
(Muhammad Quthub: Manhaj At Tarbiyah Al Islamiyah)
 Masa baligh masa yang tidak mudah bagi anak-anak.
sebagian akan merasa bingung dan gelisah
menghadapinya. Bahkan sebagian yang lain mungkin
tidak berani cerita kepada orang tua sendiri.
 Kenalkan tentang pemahaman baligh, apa itu baligh.
Kenalkan juga tanda-tandanya.
 Tanamkan kepada anak-anak bahwa setelah ia
memasuki baligh maka semua amal perbuatan akan
tercatat dan dimintai pertanggung jawaban, bahwa
dengan ini ia telah menjadi dewasa.
Rambu bagi orang tua dalam pendidkan seks bagi anak-
anak
Diantaranya:
 Minta ijin ketika masuk kamar orang tua, khususnya di tiga
waktu. An Nur: 59
 Mengajarkan untuk menjaga aurat sejak dini, begitu juga
untuk menundukkan pandangan. An Nur: 30-31
 Memisahkan tempat tidur. “suruhlah anak-anakmu
mengerjakan sholat pada usia 7 thn, dan pukullah pada
usia 10 thn jika mereka meniggalkannya, dan pisahkan
tempat tidur mereka”.
 Mengajarkan tata cara mandi besar berikut sunnah-
sunnahnya.
 Menanamkan rasa malu sejak dini.
 Berhati-hati dalam berinteraksi dengan lawan jenis.
 Mengajarkan keharaman zina dan terangkan bahaya juga
dosanya.
Persiapan bagi orang tua
 Penanaman Iman sejak dini.
 Menyiapkan pola pikir anak untuk menjadi dewasa
ketika ia sudah baligh. Jadi seimbang antara
perkembangan fisik yang matang, dengan akal yang
dewasa, yang disebut dengan aqil baligh.
 Mengajak berpikir dan berdialog tentang konsep hidup
sebagai seorang muslim.
 Mengajarkan nilai-nilai islam sejak dini, juga syariat
Islam hingga ketika baligh ia sudah terbiasa.
 Menanamkan tanggung jawab dengan memberikan
kepercayaan untuk melakukan suatu tugas.
 Mengajarkan kemandirian.
 Ciptakan kebebasan dan kenyamanan tetapi dalam batas
pengawasan orangtua.
Perubahan masa remaja, Sumiati dkk (2009)
perubahan masa remaja terdiri dari:
 Perubahan fisik
 Perubahan fisik berhubungan dengan aspek anatomi dan
aspek fisiologis, di masa remaja kalenjar hipofise menjadi
masak dan mengeluarkan beberapa hormon, seperti
hormongonotrop yang berfungsi untuk mempercepat
pematangan sel telur dan sperma, serta mempengaruhi
produksi hormone kortikortop berfungsi mempengaruhi
kalenjar suprenalis, testosterone, estrogen dan suprenalis
yang mempengaruhi pertumbuhan anak sehingga terjadi
percepatan pertunbuhan. Dampak dari produksi hormon
tersebut adalah ukuran otot bertambah dan semain kuat,
testosterone menghasilkan sperma dan estrogen
memproduksi sel telur sebanyak tanda kemasakan,
munculnya tanda-tanda kelamin sekunder seperti
membesarnya payudara, berubahnya suara, ejakulasi
pertama, tumbuhnya rambut-rambut halus disekitar
kemaluan, ketiak dan muka.
 Perubahan emosional
Pola emosi pada masa remaja sama dengan pola emosi
pada masa kanak-kanak. Pola emosi itu berupa marah,
takut, cemburu, ingin tahu, iri hati, gembira, sedih dan
kasih sayang. Perbedaan terletak pada rangsangan yang
membangkitkan emosi dan pengendalian dalam
mengekspresikan emosi. Remaja umumnya memiliki
kondisi emosi yang labil pengalaman emosi yang
eksterm dan selalu mendapatkan tekanan. Bila pada
akhir masa remaja mampu menahan diri untuk tidak
mengeskpresikan emosi secara eksterm dan mampu
mengekspresikan emosi secara terampil sesuai dengan
situasi dan kondisi lingkungan dan dengan cara yang
dapat diterima masyarakat, dengan kata lain remaja
yang mencapai kematangan emosi akan memberikan
reaksi emosi yang stabil.
 Perubahan sosial
Perubahan fisik dan emosi pada masa remaja juga
megakibatkan perubahan dan perkembangan remaja.
Dua bentuk perkembangan remaja yaitu memisahkan
diri dari orang tua dan menuju kearah teman sebaya.
Remaja berusaha melepaskan diri dari otoritas orangtua
dengan maksud menemukan jati diri. Remaja lebih
banyak berada di luar rumah dan berkumpul bersama
teman sebayanya dengan membentuk kelompok dan
mengeskpresikan segala potensi yang dimiliki. Kondisi
ini membuat remaja sangat rentan terhadap pengaruh
teman dalam hal minat, sikap penampilan dan perilaku.
Perubahan yang paling menonjol adalah hubungan
heteroseksual. Remaja akan memperlihatkan perubahan
radikal dari tidak menyukai lawan jenis menjadi lebih
menyukai. Remaja ingin diterima, diperhatikan dan
dicintai oleh lawan jenis dan kelompoknya.
Perkembangan masa remaja, Menurut Sa’id (2015)
perkembangan remaja terdiri dari:

 Perkembangan fisik
 Baliq yaitu berubahnya kondisi fisik seorang anak menjadi
lebih sempurna. Pada masa ini, organ reproduksi anak
menjadi lebih matang dan seorang anak memiliki hormon-
hormon seksualitas baru yang mengantarkannya menjadi
dewasa. Berikut ini hal-hal yang berkaitan dengan
persoalan balig:
 Rata-rata umur balig bagi anak perempuan adalah 12-13
tahun dan rata-rata umur baliq bagi anak laki-laki adalah
11-15 tahun.
 Organ-organ reproduksi bertambah besar sekitar 50%.
 Ukuran dada anak perempuan bertambah besar
 Tinggi badan bertambah 15-20 cm selama satu tahun dan
berat badan bertambah 18-22 kg selama satu tahun.
 Bertambahnya ukuran organ-organ seksual bagian tengah dan
dalam.
 Mimpi basah bagi laki-laki dan menstruasi bagi perempuan.
 Munculnya rambut di berbagai tempat di badan seorang remaja
 Bertambahnya gelegar suara pada laki-laki dan ekspresi pada anak
perempuan.
 Bertambahnya kemampuan bergerak seperti melompat kemampuan
merespons sesuatu, kemampuan beradaptasi serta kemampuan
berkonsentrasi.

 Perkembangan intelektual
 Matangnya kemampuan berpikir dan berkembangnya kecerdasan
secara umum
 Kemampuan menafsirkan kejadian yang dia hadapi dan memberi
penilaian terhadap kejadian tersebut.
 Munculnya kemampuan beradaptasi antara dirinya dengan
lingkungan yang ada disekitarnya.
 Bertambahnya potensi untuk mengerjakan tugas intelektual yang
berat.
 Bertambahnya kemerdekaan dalam berpikir secara detail
dan matang.
 Imajinasi remaja pada usia ini sangat luas dan tinggi yang
mengakibatkan munculnya apa yang disebut dengan
mimpi dalam kesadaran.
 Berkembangnya kemampuan mengingat berdasarkan
pemahanan dan pengalaman.
 Munculnya batasan-batasan dan prinsip-prinsip terhadap
pemikirannya
 Munculnya respons terhadap perilaku orang lain dengan
cepat dan segera ingin mengetahui hasil dari responsnya
tersebut.
 Pada perkembangan usia ini, remaja cenderung menyukai
cerita-cerita, kisah-kisah dan berita-berita yang popular.
 Perkembangan bahasa
 Kemampuan untuk mengungkapkan pendapat
dan perasaan semakin baik, saat dalam kondisi
susah maupun senang.
 Remaja menghabiskan waktu yang lama ketika
berbicara, khususnya saat berbicara tentang
sesuatu yang berkaitan dengannya.
 Berkembangnya kemampuan untuk berbicara
dengan diri sendiri, baik setuju atau tidak setuju
atau hanya berbicara dengan dirinya tentang apa
yang terjadi dengannya sepanjang hari.
 Kata-kata yang diucapkan tidak selalu mewakili apa
yang ada di pikirannya.
 Sering memakai ungkapan-ungkapan yang pendek
dan tanggapan yang tidak tenang ketika ia tidak suka
terhadap sesuatu.
 Topik pembicaraan yang sering diungkapkan adalah
tentang teman-teman dan keluarganya.
 Perkembangan sosial

 Perubahan yang nampak pada usia remaja dalam hal


perkembangan sosial antara lain:
 Munculnya seseorang sebagai sahabat dekat yang
sangat mungkin untuk berubah dari waktu ke waktu
 Cenderung terpengaruh oleh komunitas remaja di
mana ia berinteraksi, baik pengaruh positif dan
negatif.
 Suka terlibat dengan tanggung jawab orang tua,
seperti urusan kantor bagi remaja putra dan urusan
rumah tangga bagi remaja puteri.
 Memiliki kecenderungan yang kuat untuk
berkelompok dan suka bergabung dengan kelompok
remaja yang sejenis
 Hubungan yang baik atau tidak dengan orang dewasa
tergantung dari jenis pengalaman dan keadaan yang
terjadi antara mereka
 Memiliki kecenderungan terlibat dengan orang tua
dalam mengambil keputusan, seperti untuk
menentukan tempat-tempat yang akan dituju ketika
piknik, jalan-jalan dan sebagainya.
Perkembangan psikologis
 Perubahan yang nampak pada usia remaja dalam
hal perkembangan psikologis yaitu:
 Mampu mengungkapkan emosi positif (gembira)
dan emosi negatif (sedih) dengan jelas.
 Menyukai kebebasan, mengacuhkan nasihat
kedua orang tua dan muncul kepercayaan diri.
 Bertambahnya rasa kekhawatiran atau perasaan
cemas.
 Bertambahnya ekspresi emosi secara umum,
terutama saat merasa terancam (kekerasan yang
mungkin terjadi di sekolah, rumah, atau bersama
teman-temannya) atau tidak suka seperti
menggigit kuku atau menggigit bibir.
Faktor yg mempengaruhi perkembangan remaja
1. Lingkungan Keluarga
• Kelurga merupakan lingkungan pertama dan utama bagi
perkembangan anak Usia 4 – 5 tahun sebagai titik awal
proses identifikasi diri menurut jenis kelamin, sehingga
peraan orang tua sangat besar.
• Lingkungan yang dapat berpengaruh terhadap
perkembangan jiwa remaja
• Pola Asuh :
* Sikap orang tua otoriter : berpengaruh terhadap
kepribadian : menjadi penkut, tidak memiliki rasa
percaya diri, merasa tidak berharga, sehingga proses
sosialisasi menjad terganggu
* Permisif (selalu membolehkan) : ketergantungan dan
sulit menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial di luar
keluarga
*Sikap membanding-bandingkan : menumbuhkan
persaingan tidak sehat dan saling curiga antar keluarga
*Sikap ortu berambisidan menuntut : anak prustasi,
takut gagal dan merasa tidak berharga
*Demokratis : Menimbulkan kesimbangan antar
perkembangan individu dan sosial

Kondisi Keluarga
• Kondisi harmonis akan menumbuhkan kehidupan
emosional yang optimal terhadap kepribadian , sering
bertengkar akan menghambat komunikasi, keluarga
tidak lengkap mis perceraian dan ekonomi kurang
akan mempengaruhi perkembangan jiwa
Pendidikan moral, adalah upaya menanamkan nilai
akhlak atau budi pekerti yang mengandung nilai sebagai
berikut:
1. Keagamaan : menumbuhkan sikap anak yang
mampu menjauhi hal- hal yang dilarang dan
melaksanakan yang dianjurkan
2. Kesusilaan : meliputi nilai yang berkaitan dengan
orang lain, sperti sopan santun,kerja sama, tenggang
rasa, saling menghayati, menghormati, menghargai
3. Kepribadian : memiliki nilai dalam kaitan
pengembangan diri, mis keberanian, rasa malu,
kejujuran, kemandirian, dsb
2. Lingkungan Sekolah
Suasana sekolah :
- Kedisiplinan
- Kebiasaan belajar
- Pengendalian diri
- Bimbingan guru
3. Lingkungan teman sebaya
Di dalam kelompok sebaya, remaja berusaha
menemukan konsep dirinya, disini ia dinilai oleh
teman sebayanya tanpa memperdulikan sanksi- sanksi
dunia dewasa, ini letak berbahaya apabila nilai yang
dikembangkan adalah nilai yang negatif
4. Lingkungan masyarakat
Komponan lingkungan masyarakat :
a) Sosial budaya : kebudayaan memberikanpedoman
arah, persetujuan, pengingkaran, dukungan kasih
sayang, perasaan aman, tetapi mereka punya keinginan
untuk mandiri. Kebudayaan yang menyimpang disebut
youth culture, nilai dominan unggul dalam olah raga,
disenangi teman, hura- hura, pesta.
b) Media massa : Abad informasi kemajuan pesat tehnologi
informasi, hubungan manusi bergeser ke hubungan antar
mesin, kemajuan media elektronik, media massa
dimanfaatkan sebagai pengisi waktu luang untuk lebih
banyak meresapi nilai yang tidak sesuaisehingga
mempengaruhi kehidupan sehari- hari, keingin tahuan
tentang seksual mendorong untuk menggunakan media
informasi
Permasalahan yang terjadi pada remaja
• Cyber bullying and stalking
Internet disisi lain memudahkan tapi disisi lainbanyak
kejahatan yang terkadang dilakukan oleh orang yang
tidak dikenal atau orang terdekat, dan tampa sadar kita
jua melakukannya seperti komentar negatif, kritikan
 Free Sex
Informasi sangat mudah didapat, film, televisi, majalah,
internet
• Drugs dan alkohol
Narkoba semakin lama semakin gampang ditemui,
sering kali kita mengalami peer pressure dan berani
coba- coba karena tekanan teman
 Grade, Masalah sekolah, nilai merupakan masalah
yang sering dihadapi, hal ini berakibat stres dan ini
berakibat kesibukan belajar demi nilai yang tinggi
sehingga social life dilupakan
 Family Issue, Kesibukan orang tua,orang tua banyak
aturan, perceraian hal ini mengakibatkan stres
 Eating Disorder, tuntutan untuk kurus membuat diie
yang salah
 Depression, biasanya sudah mulai dihadapi sejak usia
13 tahun, banyaknya tekanan yang dialami di masa
peralihan bisa memunculkan keinginan untuk bunuh
diri dan tindakan negatif lainnya seperti fre seks dan
narkoba
 Smoking, dapat terjadi karena teman sebaya
Penyimpangan seks pada remaja
 Onani atau masturbasi, memanipulasi terhadap alat
genital dalam rangka menyalurkan hasrat seksual
untuk pemenuhan kenikmatan yang sering kali
menimbulkan gncangan pribadi dan emosi
 Homoseksual,laki – laki dengan laki- laki (male
sexuality) wanita dengan wanita (lesbian)terbagi 3 :
- aktif, bertindak sebagai pria dan tidak bergantung
kepada teman seks nya
- Pasif, yaitu bertindak sebagai wanita
- Campuran, kadng sebagai pria kadang sebgai
wanita
 Pelacuran
 Pornogrfi dan pornoaksi, hal- hal yang berusaha
untuk merangsang dorongan seks dengan tulisan dan
gambar
 Bestiality, mengadakan hubungan seks dengan
binatang
 Gerontoseksual, kecendrungan untuk melakukan
hubungan kelamin dengan wanita yang lebih tua atau
lanjut usia
 Incest, Hubungan kelamin terjadi antar dua orang
diluar nikahsedangkan ada hubungan kerabat yang
sangat dekat sekali
Faktor- faktor yang mempengaruhi permasalahan seksual
remaja :
1. Perubahan hormonal yang meningkatkatn hasrat seksual
2. Penyaluran tersebut tidak dapat egera dilakukan karena
adnya penundaan usia perkawinann, UU perkawinan,
persyaratan yang meningkat untuk perkawinan
3. Norma- norma agama yang berlaku
4. Kecendrungan pelanggrana makin meningkat adanya
penyebaran informasi dan rangsangan melalui media
massa
5. Orang tua, baik karena ketidak tahuan atau sifatnya yang
masih mentabukan pembicaraan tentang seks, sehingga
tidak terbuka untuk masalah ini
6. Adanya kecendrungan yang makin bebas antara pria dan
wanita dalam masyrakat, sebagai akibat berkembangnya
peran dan pendidikan wanita, sehingga kedudukan wanita
semakin sejajar dengan pria
Masalah kesehatan jiwa remaja
 Bingung Peran
Masalah yang dihadapi :
a. Keliru dengan peran dan tanggung jawab dirinya
sendiri
b. Sering merasa dirinya disalahkan
c. Merasa dirinya dilayani secara tidak adil
d. Tidak diperdulikan
e. Sukar memahami emosi dirinya sendiri
f. Susah membuat keputusan sendiri
Guna penyelesaian masalah , peran orang tua sangat
diperlukan, cara menjelaskan :
1. Menghormati dan menyediakan diri secara ikhlas
dalam menerima nasehat dan teguran orang tua
2. Berdiskusi masalah remaja dengan orang tua
3. Mengeluarkan perasaan dan pendapat secara terus
terang
4. Tunjukan kasih sayang remaja dan orang tua melalui
kata- kata atau perbuatan
5. Coba memahami masalah
6. Ingat bahwa orang tua sangat menyayangi dan
melakukan yang terbaik untuk anda
Cara menangani emosi labil:
a. Memahami emosi
b. Bila marah, tarik nafas dalam dan relaksasi
c. Berfikir rasional, tidak merugikan diri sendiri dan orang lain
d. Tanya pada diri sendiri, mengapa saya marah

Penyelesaian konfliks:
a. Kenali penyebab konflik dengan pasti
b. Tanyakan diri sendiri apa yang hendak disampaikan oleh
orang lain
c. Nyatakan apa yang remaja hendaki
d. Jangan menyalahkan orang lain
e. Fokus perhatian pada penyebab konflik
f. Tenangkan diri ketika remaja menjelaskan pendapatnya
g. Diskusikan cara penyelesaian masalah
h. Cari penyelesaian masalah yang mengntungkan kedua belah
pihak
 Kesulitan Belajar
Bahasa lain learning disabilitas (hambatan / gangguan
belajar pada anak /remajadi tandai adanya kesenjangan
yang signifikan antara taraf intelegensi dan kemampuan
akademik yang seharusnya dicapai
Faktor penyebab:
a. Internal: koqnitif (rendahnya kapasitas intelektual),
afektif (labil emosi dan sikap), dan psikomotor
(gangguan indra/ mata dan telinga)
b. Eksternal : Lingkungan keluarga, masyarakat dan
sekolah
Penanggulangan :
1. Penanganan bidang edukatif : remedial
2. Penanganan bidang medis : terapi obat dan
psikotherapi individu

Kenakalan remaja
• Adalah prilaku yang melampai batas toleransi orang
lain dan lingkungannyaa
• Ada 2: amoral/ asosial dan melanggar hukum
penyelesaiannya dengan UU
• Penyebab: genetik/ biologi, pola asuh orang tua, dan
psikososial
 Penatalaksanaan :
Program konseling bagi remaja, orang tua, dan keluarga
sangat penting agar orang tua menyadari bahwa remaja
dalam perkembangannya membutuhkan dukungan,
penekanan pentingnya komunikasi dua arah yang
terbuka dan mengubah interaksi sehingga keluarga
dapat menyelesaikan masalah dengan cara yang lebih
sehat
• Prilaku seks menyimpang
Masturbasi /onani, penanggulangan :
a. Beri penjelasan yang tepat
b. Anjurkan remaja beraktivitas positif , jangan
banyak berfantasi
c. Bila beban psikologis sangat mengganggu dapat
diberikan obat sesuai gejala yang mendasari
Penatalaksanaan :
Pendidikan seksual
1. Memberikan pengertian yang memadai mengenai
perubahan fisik
2. Menguragi ketakutan dan kecemasan sehubungan
dengan perkembangan dan penyesuaian seksual
3. Membentuk sikap dan memberikan pengertian terhadap
seks dalam semua manifestasi yang bervariasi
4. Memberikan pengertian bahwa hubungan antara
manusia dapat menbawa kepuasan pada kedua individu
dan kehiduan keluarga
5. Memberikan pengertian mengenai esensi kebutuhan
nilai moral untuk memberikan dasar rasional dalam
membuat keputusan berhubungan dengan prilaku
seksual
6. Memberikan pengetahuan tentang kesalahan dan
penyimpangan seksual agar dpat menjaga diri dan
melawan eksploitasi
7. Memberikanpengertian dan kondisi yang dapat
membuat individu melakukan aktivitas seksual secara
efektif dan kreatif dalam berbagai peran
ROKOK PADA REMAJA

• Rokok adalah salah satu produk tembakau yang dimaksudkan


untuk dibakar, dihisap dan/atau dihirup termasuk rokok
kretek, rokok putih, cerutu atau bentuk lainnya yang dihasilkan
dari tanaman nicotiana tabacum, nicotiana rustica dan spesies
lainnya atau sintetisnya yang asapnya mengandung nikotin dan
tar, dengan atau tanpa bahan tambahan (Kemenkes RI, 2013).

 Kebiasaan adalah sesuatu yang dilakukan secara terus menerus


dalam rentang waktu yang lama. Merokok adalah salah satu
bentuk kebiasaan (Melani, 2015). Menurut Kemenkes RI (2013)
dalam Siregar (2015) mengklasifikasikan kebiasaan merokok
menjadi perokok saat ini dan tidak merokok. Kebiasaan
merokok saat ini diklasifikasikan kembali menjadi perokok
setiap hari dan perokok kadang-kadang sedangkan kebiasaan
tidak merokok diklasifikasikan menjadi mantan perokok dan
bukan perokok
 Faktor-faktor yang mempengaruhi kebiasaan merokok
Widiansyah (2014) alasan mengapa remaja merokok
antara lain:
 Pengaruh keluarga
 Remaja perokok adalah anak-anak yang berasal dari rumah
tangga yang tidak bahagia, dimana orang tua tidak begitu
memperhatikan anak-anaknya, dibandingkan dengan remaja
yang berasal dari lingkungan keluarga yang bahagia. Remaja
yang berasal dari keluarga konservatif (sikap yang tidak
menginginkan perubahan, tetap melestarikan system) akan
lebih sulit untuk terlibat dengan rokok maupun obat-obatan
dibandingkan dengan keluarga yang permisif (serba
membolehkan) dan yang paling kuat pengaruhnya adalah
bila orang tua sendiri menjadi figur. Contoh yaitu perokok
berat, maka anak-anaknya akan mungkin sekali untuk
mencontohnya. Perilaku merokok lebih banyak didapati
pada mereka yang tinggal dengan satu orang tua (single
parent).
 Pengaruh teman
 Berbagai fakta mengungkapkan bahwa semakin banyak remaja
merokok maka semakin besar kemungkinan teman-temannya
adalah perokok juga dan demikian sebaliknya. Ada dua
kemungkinan yang terjadi dari fakta tersebut, pertama remaja
tersebut terpengaruh oleh teman-temanya atau sebaliknya.
 Pengertian teman sebaya
 Secara umum dapat disimpulkan bahwa teman sebaya adalah
orang yang memiliki status, pemikiran, usia, dan tingkat
kedewasaan yang hampir sama. Orang yang memiliki usia
yang hampir sama dengan temannya biasanya juga
mempunyai tingkat perkembangan atau tingkat kedewasaan
yang tidak jauh berbeda. Teman sebaya yang dipilih biasanya
adalah teman yang memiliki kesamaan status sosial dengan
dirinya. Misalnya siswa yang duduk di bangku SD kebanyakan
temannya juga sesama siswa, baik yang satu sekolah maupun
berbeda sekolah. Jarang ditemui seorang siswa SD berteman
akrab dengan orang yang berbeda status sosial dengan dirinya.
Teman sebaya tersebut merupakan orang yang sering terlibat
dalam melakukan tindakan secara bersama-sama dalam
pergaulan (Wicaksono, 2014).
 Faktor kepribadian
 Remaja mencoba untuk merokok karena alasan ingin tahuatau ingin
melepaskan diri dari rasa sakit da kebosanan. Satu sifat kepribadian
yang bersifat pada pengguna obat-obatan (termasuk rokok) ialah
konformitas sosial. Orang yang memiliki skor tinggi pada berbagai tes
konformitas sosial lebih menjadi perokok dibandingkan dengan
mereka yang memiliki skor yang rendah (Widiansyah, 2014).
Komformitas adalah jenis pengaruh sosial ketika seseorang mengubah
sikap dan prilaku agar sesuai dengan norma yang ada,
 Aspek kepribadian sebagai faktor internal individu. Aspek
kepribadian yang dimiliki seseorang sangat mempengaruhi perilaku,
baik secara individu maupun berkelompok. Seseorang yang
mempunyai kepribadian terbuka dan memiliki interaksi sosial yang
baik, memiliki kecenderungan kepribadian yang mudah dipengaruhi
oleh lingkungannya. Remaja yang memiliki kepribadiaan terbuka
lebih mudah untuk menjalin hubungan sosial terutama dengan teman
sebaya. Komunitas remaja yang lebih banyak pengguna rokok, dapat
mempengaruhi remaja yang memiliki kepribadian terbuka untuk ikut
merokok. Faktor lingkungan, pengaruh kelompok dari keluarga dan
teman-teman sebaya yang merokok juga dapat menyebabkan remaja
ikut merokok (Mariyati, 2015).
 Pengaruh iklan
 Melihat iklan di media massa dan elektronik yang
menampilkan gambaran bahwa perokok adalah
lambang kejantanan atau glamour, membuat remaja
seringkali terpicu untuk mengikuti perilaku seperti
yang ada dalam iklan tersebut (Widiansyah, 2014).
 Iklan, promosi, ataupun sponsor merupakan kegiatan
yang dilakukan oleh para produsen rokok untuk
mempermudah produsen rokok dalam mempengaruhi
remaja dan anak-anak. Pengaruh iklan sangat
mempengaruhi dalam kehidupan remaja. Terkadang
remaja yang menjadi perokok pemula tersebut akibat
melihat iklan rokok di lingkungan mereka, karena
remaja belum mengerti benar mengenai bahaya yang
disebabkan oleh rokok ataupun penyakit yang dapat
timbul karena rokok, sehingga orang tua dapat
memberi pemahaman terhadap anak-anaknya tentang
merokok (Ariani, 2011).
Pandangan Islam terhadap LGBT
(lesbian,gay,biseksual,transjender)
• Ada 2 istilah : liwath (gay) dan sihaaq (lesbian)
• Liwath adalah perbuatan yang dilakukan laki-laki
dengan memasukkan dzakar ke dubur laki-laki lain,
penamaan yang dinisbatkan pada kaum Nabi Luth
Alaihis salam yg pertama kali melakukan perbuatan
ini.
• Allah telah menamakan perbuatan ini dengan
perbuatan yang keji (fahisy) dan melampaui batas
(musrifun)
 Sebagai mana dalam AlQuran surat Al’Afar:80-81 :
“ Dan (kami juga mengutus) Luth (kepada kaumnya).
Ingat lah) tatkala dia berkata kepada mereka :”Mengapa
kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum
pernah dikerjakan oleh seorang pun (didunia ini)
sebelummu. Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki
untuk melampiaskan nafsumu (kepada mereka), bukan
kepada wanita, bahkan kamu ini adalah kaum yang
melampaui batas “(TQS Al’Araf:80-81)
 Shihaaq (lesbian)
 Hubungan cinta birahi antara sesama wanita, /dua orang
wanita saling menggesekgesekan anggota tubuh antara
satu dengan yang lainnya, hingga keduanya merasakan
kelezatan dalam berhubungan tersebut (Sayyid Sabiq,
Fiqhu as-sunah,juz 4/hal.51)
 Hukum sihaaq adalah haram berdasarkan dalil hadists Abu
Said Al-Khudriy
 Allah SWT dan Rasulullah saw benar- benar melaknat
perbuatan tersebut dan memasukkan dalam dosa besar
 Di tunjukkan dengan menghukum kaum Nabi Luthdengan
azab membalikkan tanah tempat tinggal dan diakhiri
hujan batu yang membumi hanguskan dalam Al Qur’an
Surat Al Hijr ayat 74. “Maka kami jadikan bagian atas kota
itu terbalik ke bawah dan kami hujani mereka dengan batu
dari tanah yang keras”
• Beberapa pendapat para ulama terkait hukuman bagi
para pelaku :
1. Dibunuh,
2. Di rajam
TERIMAKASIH