Anda di halaman 1dari 31

z

FRAKTUR
FEMUR
z
TINJAUAN
PUSTAKA
z
ANATOMI TULANG FEMUR

• Kepala (masuk ke acetabulum)


• leher
femur • bagian terbesar dan kecil
• trokhanter batang

Sendi • kapsula fibrosa


• ligamen
panggul • otot

Suplai darah • arteri retikuler posterior


ke femur
z
z
FRAKTUR FEMUR

Fraktur : suatu patahan pada kontinuitas struktur


tulang

fraktur tertutup : tidak ada luka yang


menghubungkan fraktur dengan udara
luar/permukaan kulit /kulit diatasnya masih utuh

fraktur terbuka : luka yang menghubungkan


tulang yang fraktur dengan udara luar/
permukaan kulit yang cenderung untuk
mengalami kontaminasi dan infeksi
z
EPIDEMIOLOGI

fraktur subtrochanter femur : wanita > 60 tahun dimana


tulang sudah mengalami osteoporotik,(jatuh terpeleset
di kamar mandi), penderita muda kecelakaan.

fraktur batang femur, fraktur supracondyler, fraktur


intercondyler, fraktur condyler femur penderita laki –
laki dewasa :kecelakaan, jatuh dari ketinggian

fraktur batang femur pada anak terjadi karena jatuh


waktu bermain dirumah atau disekolah.
z
ETIOLOGI

• tulang dapat patah pada tempat yang terkena; jaringan lunak


kekuatan langsung juga pasti rusak

• tulang dapat mengalami fraktur pada tempat yang jauh dari


kekuatan tak langsung tempat yang terkena kekuatan itu
• kerusakan jaringan lunak di tempat fraktur mungkin tidak ada

Fraktur akibat peristiwa


trauma tunggal

Tekanan yang berulang-


ulang
• tulang itu lemah (misalnya oleh tumor) atau kalau tulang itu
Kelemahan abnormal sangat rapuh (misalnya pada penyakit paget)
pada tulang
z
Kekuatan dapat berupa

1.Pemuntiran (rotasi), yang menyebabkan fraktur spiral

1.Penekukan (trauma angulasi atau langsung) yang


menyebabkan fraktur melintang

1.Penekukan dan Penekanan, yang mengakibatkan fraktur


sebagian melintang tetapi disertai fragmen kupu – kupu
berbentuk segitiga yang terpisah

1.Kombinasi dari pemuntiran, penekukan dan penekanan


yang menyebabkan fraktur obliq pendek

Penatikan dimana tendon atau ligamen benar – benar menarik


tulang sampai terpisah
z
KLASIFIKASI
Fraktur
Fraktur collum
subtrochanter
femur
femur

trauma langsung :
penderita jatuh dengan
tipe 1 : garis fraktur satu
posisi miring dimana
level dengan trochanter
daerah trochanter mayor
minor
langsung terbentur dengan
benda keras (jalanan)

trauma tidak langsung


tipe 2 : garis patah berada
yaitu karena gerakan
1 -2 inch di bawah dari
exorotasi yang mendadak
batas atas trochanter minor
dari tungkai bawah

tipe 3 : garis patah berada


2 -3 inch di distal dari batas
atas trochanterminor
z
Fraktur batang femur
trauma langsung :KLL, jatuh dari ketinggian
perdarahan yang cukup banyak shock

Fraktur femur kanan Fraktur femur kanan


1/3 distal spiral 1/3 proksimal kominutif
displaced tertutup displaced tertutup
z
Fraktur Terbuka

Derajat I : terdapat hubungan dengan dunia luar


timbul luka kecil, biasanya diakibatkan tusukan
fragmen tulang dari dalam menembus keluar.

Derajat II : Lukanya lebih besar (>1cm) luka ini


disebabkan karena benturan dari luar.

Derajat III : Lukanya lebih luas dari derajat II,


lebih kotor, jaringan lunak banyak yang ikut
rusak (otot, saraf, pembuluh darah)
z

Fraktur • trauma langsung karena kecepatan tinggi


sehingga terjadi gaya axial dan stress
supracondyler valgus atau varus dan disertai gaya rotasi
femur

Fraktur • bentuk T fraktur atau Y fraktur


intercondyler
femur
• kombinasi dari gaya hiperabduksi dan
Fraktur condyler adduksi disertai dengan tekanan pada
femur sumbu femur keatas.
z
GAMBARAN KLINIK
 Look : Pembengkakan, memar dan deformitas (penonjolan yang
abnormal, angulasi, rotasi, pemendekan) mungkin terlihat jelas,
tetapi hal yang penting adalah apakah kulit itu utuh; kalau kulit
robek dan luka memiliki hubungan dengan fraktur, cedera terbuka
 Feel : Terdapat nyeri tekan setempat, tetapi perlu juga memeriksa
bagian distal dari fraktur untuk merasakan nadi dan untuk menguji
sensasi. Cedera pembuluh darah adalah keadaan darurat yang
memerlukan pembedahan
 Movement : Krepitus dan gerakan abnormal dapat ditemukan,
tetapi lebih penting untuk menanyakan apakah pasien dapat
menggerakan sendi – sendi dibagian distal cedera.
z
DIAGNOSIS

Tanda klinis
• Pemeriksaan dengan sinar x harus
Pemeriksaan
dilakukan dengan 2 proyeksi yaitu
penunjang
anterior posterior dan lateral
z
PENATALAKSANAAN

Terapi konservatif : Traksi yang dipasang pada leher, di


tungkai, lengan atau panggul,
 Proteksi
kegunaannya :
 Immobilisasi saja tanpa reposisi  Mengurangi nyeri akibat spasme
 Reposisi tertutup dan fiksasi otot
dengan gips  Memperbaiki dan mencegah
deformitas
 Traksi :Penyembuhan fraktur
bertujuan mengembalikan fungsi  Immobilisasi
tulang yang patah dalam jangka  Difraksi penyakit (dengan
waktu sesingkat mungkin penekanan untuk nyeri tulang
sendi).
 Mengencangkan pada
perlekatannya.
Traksi zManual
• Tujuan : Perbaikan dislokasi, Mengurangi fraktur, Pada
keadaan Emergency.
• Dilakukan dengan menarik bagian tubuh
Traksi Mekanik
 Traksi Kulit : Dipasang pada dasar sistem skeletal untuk
struktur yang lain, misalnya: otot. Traksi kulit terbatas untuk 4
minggu dan beban < 5 kg.
 Traksi Skeletal : traksi definitif pada orang dewasa yang
merupakan balanced traction. Dilakukan untuk
menyempurnakan luka operasi dengan kawat metal atau
penjepit melalui tulang/jaringan metal.
z
Terapi operatif
ORIF (Open Reduction internal fixation)
Indikasi
 Fraktur yang tidak bisa sembuh atau bahaya avasculair necrosis
tinggi
 Fraktur yang tidak bisa direposisi tertutup

 Fraktur yang dapat direposisi tetapi sulit dipertahankan

 Fraktur yang berdasarkan pengalaman memberi hasil yang lebih


baik dengan operasi
z
KOMPLIKASI

Early Late
 Lokal :  Malunion : Bila tulang sembuh
dengan fungsi anatomis abnormal
Vaskuler : compartement syndrome
(angulasi, perpendekan, atau rotasi)
Trauma vaskuler dalam waktu yang normal

Neurologis : lesi medulla spinalis atau  Delayed union : Fraktur sembuh


saraf perifer dalam jangka waktu yang lebih dari
normal
 Sistemik : emboli lemak
 Nonunion : Fraktur yang tidak
 Crush syndrome menyambung dalam 20 minggu
 Emboli paru dan emboli lemak 
z
LAPORAN KASUS

 Identitas
 Nama : Tn. D
 Umur : 27 tahun
 Jenis kelamin : Laki-laki
 Agama : Islam
 Pekerjaan : Wiraswasta
 Alamat : Titisan tunggang
 Tanggal masuk RS : 29 Januari 2018
Keluhan
z
utama
• Nyeri dan sulit menggerakkan tungkai kiri setelah KLL

Riwayat penyakit sekarang


• Pasien datang IGD RSUD Lubuk Basung dengan keluhan
nyeri pada tungkai kaki kiri sejak ± 1 jam SMRS. Nyeri
yang dirasakan ini sangat hebat terutama saat di tekan
dan saat di gerakkan sehingga membuat pasien tidak bisa
berdiri dan tidak bisa berjalan, namun pasien masih bisa
menggerakkan kaki bagian bawah. Keluhan ini juga di
sertai bengkak pada tungkai, namun tidak disertai memar
maupun luka terbuka di sekitar area yang dikeluhkan.
z
Riwayat penyakit sekarang
• Menurut keluarga pasien saat kejadian, sepeda
motor yang dikendarai pasien tiba-tiba terjatuh
ketika mengelakan batu. penderita terjatuh
dengan kepala dan tungkai kiri membentur aspal,
selama kejadian pasien tetap sadar.
• Terdapat luka robek di dahi kanan ukuran 7cm x
0,5 cm x 1 cm dan luka lecet di pipi kanan ukuran
4cm x 2cm. Pasien langsung dibawa ke rumah
sakit, keluhan pusing (+) mual (+) dan muntah (-).
Buang air kecil dan besar pasien lancar.
z

Riwayat penyakit dahulu


• Pasien tidak pernah mengalami
patah tulang sebelumnya
Riwayat penyakit keluarga
• Tidak ada dalam keluarga yang
menderita keluhan seperti ini
z
PRIMARY SURVEY
Airway (Jalan Nafas) : Sumbatan jalan napas (-), secret pada mulut (-)

Breathing (Pernafasan) : Napas spontan, respirasi 22x/menit

Circulation (Sirkulasi) : Tekanan darah 100/70 mmHg, Nadi 98 kali/menit

Deformity (Deformitas) : Trauma pada regio femur sinistra 1/3 medial.

Exsposure : Status Generalis

Keadaan Umum : Baik

Kesadaran : Compos Mentis

GCS : E4V5M6
z
SECONDARY SURVEY

 Keadaan Umum : Tampak sakit sedang


 Kesadaran : Komposmentis kooperatif GCS 15
 TD : 100/70mmHg
 Nadi : 98x/i
 Suhu : 36,7C
 Pernafasan : 22x/I
 VAS :6
z Status generalis
Kepala : normocephal Abdomen : Supel, distensi
(-), nyeri tekan
Mata : konjungtiva (-)
anemis -/- , sklera
ikterik -/- Regio : Tidak teraba
inguinal pembesaran KGB
Leher : pembesaran KGB
inguinal
(-) JVP 5-2
cmH2O
Thorak : Cor : Bunyi ekstremitas : Akral Hangat,
Jantung normal, CRT <2’
teratur, bising (-),
gallop (-)

Pulmo :
Vesikuler, simetris
kiri dan kanan,
z
Status lokalis :
a/r Femoralis sinistra
Look
• Tak tampak luka terbuka, terlihat deformitas berupa
pembengkakan
Feel
• Didapatkan adanya nyeri tekan setempat, suhu sama dengan
bagian yang normal, teraba hangat, sensibilitas (+), capillary
refill time < 2 detik.
Move
• Gerakan aktif dan pasif terhambat, sakit bila digerakkan,
tampak gerakan terbatas (+).
z Pemeriksaan radiologis

Rö Regio Femur sinistra:


Laboratorium
Fraktur os femur sinistra
 Hb :14 g/dL 1/3 tengah transverse
 Ht : 41 vol% displaced
 Leukosit : 17.400/mm3

 Trombosit : 174.000/mm3

 Waktu pendarahan : 3’

 Waktu pembekuan : 4’
z

Diagnosis Kerja Penatalaksanaan

 CK GCS 15 + Fraktur os  Istirahat


femur 1/3 medial (S)  IVFD Nacl 0.9% 20 tpm +
transverse displaced tertutup drip keterolak

 ATS
 Vulnus laseratum a/r frontal
dextra  Inj ceftriaxon 2 x 1gr

 Imobilisasi fraktur dengan


skin-traksi

 Rencana OK
z
Assessment

Telah dilaporkan sebuah kasus seorang laki laki berumur 27 tahun dengan diagnosis CK GCS 15 +
Fraktur os femur 1/3 medial (S) transverse displaced tertutup, Vulnus laseratum a/r frontl dextra

Dari anamnesis didapatkan pasien mengeluhkan keluhan nyeri pada tungkai kaki kiri sejak ± 1 jam
SMRS. Nyeri dirasakan sangat hebat terutama saat di tekan dan saat di gerakkan sehingga membuat
pasien tidak bisa berdiri dan tidak bisa berjalan, namun pasien masih bisa menggerakkan kaki bagian
bawah. Menurut keluarga pasien saat kejadian, sepeda motor yang dikendarai pasien tiba-tiba terjatuh
ketika mengelakan batu. penderita terjatuh dengan kepala dan tungkai kiri membentur aspal, selama
kejadian pasien tetap sadar. Terdapat luka robek di dahi kanan ukuran 7cm x 0,5 cm x 1 cm dan luka lecet
di pipi kanan ukuran 4cm x 2cm. Pasien langsung dibawa ke rumah sakit, keluhan pusing (+) mual (+) dan
muntah (-). Buang air kecil dan besar pasien lancar yang menunjukan tidak adanya suatu trauma di
bagian pinggang
z

Keluhan-keluhan ini mengarah adanya patah bagian tungkai


disertai dengan adanya luka robek pada daerah kepala yang
dilakukan pembesihan dan penjahitan luka serta pemberian ATS
dan antibiotik. Munculnya keluhan pada tungkai kiri yang tampak
deformitas berupa pembengkakan, adanya nyeri tekan
setempat, Gerakan aktif dan pasif terhambat, sakit bila
digerakkan, tampak gerakan terbatas pada tungkai kiri
menunjukan adanya fraktur pada femur sinistra sehingga
dilakukan pemeriksaan penujang rontgen femur didapatkan
kesan Fraktur os femur sinistra 1/3 tengah transverse displaced
lalu dilakukan tindakan sementara yaitu imobilisasi fraktur
dengan skintraksi sebelum dilakukan tindakan operatif.
z