Anda di halaman 1dari 43

Disaster Plan RSMS

Dr.Paulus A Gozali M Si.Med


Pembina Utama Madya IV d
Anggota TPBRS
Purwokerto 2016
Email : dionisatria@yahoo.com
Macam disaster/musibah

I.Bencana alam (natural disaster): kejadian


mendadak ok kekuatan alam yang merusak
populasi ,nyawa dan harta benda : gempa
bumi,tanah longsor, banjir, tsunami, kemarau
panjang,letusan gunung berapi dsb.
II.Musibah masal: kej.mendadak dlm waktu
singkat mengakibatkan korban GD masal yg
memerlukan pertolongan
cepat,tepat,cermat.Terdiri atas:
a.Man made disaster : huru hara, teror bom,
pembajakan dsb.
b.Disebabkan faktor benda : kec. Udara, kereta
api,bis umum,kebakaran/pembakaran dsb.
c. Disebabkan bibit penyakit :
-Wabah /peny menular
keracunan makanan.
Disaster /bencana-musibah masal dengan korban GD
yang besar memerlukan peran penting petugas
kesehatan, termasuk RSD Prof Dr Margono S sbg RS
Pusat rujukan Jawa Tengah Barat Selatan dengan
dokter dan tim BSB nya.
Jenis Bencana Di RS

Bencana Eksternal

Bencana Internal
Bencana Eksternal
Hospital Disaster Plan (Eksternal dan Internal)
Dulu di Bawah SATKORLAK PB
Saat ini menjadi TPBRS
(Tim Penanggulangan Bencana RS)
Struktur Organisasi dan Tupoksi dalam proses.
TPBRS ada di bawah kendali Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB
:Perpres No. 08 Tahun 2008 )
Jenis Bencana Eksternal

Semua Bencana di wilayah Bakorlin III Jawa Tengah (Eks


Karesidenan Banyumas- Pekalongan)
Gempa Jabar2 Sept 2009 gempa tektonik
7,2 skala , 65 orang tewas,ribuan ngungsi

Gn. Slamet Jateng,25


Mei 09
Gempa Singkil Sumbar, 6 Sept 2011 dini
hari Banjir Bandang Pangkep Sulbar 4Sept
2011
Banjir Bangkok, 19 Oktober 2011, jutaan pengungsi, 386 orang
tewas
Kadafi terbunuh Kamis 20 Okt 2011
Jembatan Kutai Kartanegara putus Sabtu Sore 26 Nov 2011,
21 orang tewas , 19 masih hilang,
13 mobil terdeteksi Sonor ada di dasar Sungai Mahakam.
Pengungsi “letusan” Gn .Gamalama
Letusan kecil Minggu Sore 11 Des 2011
Maluku Utara
4 Des 2011, serba kekurangan logistik –
demo walikota Ternate
Jenis Bencana Internal
-Kebakaran
-Banjir
-KLB (rujukan masal, infeksi khusus :flu H1N1, flu burung,dsb)
-Gempa Bumi
Dsb
Pengertian/istilah
1.Disaster plan : suatu pokok rencana terpadu bagi setiap individu petugas suatu institusi
RS/pelayanan kesehatan utk melakukan tindakan dan cara-cara menghadapi bencana
sebelum saat dan sesudah nya.
2. Tujuan :penyelamatan jiwa,pencegahan kecacatan dan penanggulangan umum korban
bencana
3. Triase/seleksi :tindakan pemilahan penderita masal agar seluruh korban mendapat
penanganan sesuai kondisinya dan tak ada korban yang tidak mendapat perawatan medis.
Gol.I :tidak luka/gangguan jiwa,tidak memerlukan tindakan medik (simbol warna
Hasil triase
hijau)(NGND)
Gol.II : menderita luka /keadaan ringan ,hanya memerlukan tindakan bedah minor (simbol
warna kuning).(NGD)
Gol.III : gol operatif/non operatif yang terancam jiwa/resiko tinggi cacat (simbol warna
merah )(GD)
Gol. IV: mengalami kegawatan non darurat(simbol warna putih)(GND)
Gol.V :penderita sudah meninggal (simbol warna hitam ).
• Merah : gawat darurat
• Kuning : tidak gawat, tetapi darurat
• Hijau : tidak gawat tidak darurat
• Hitam : meninggal
TRIASE
• “YANG DATANG DULUAN, YANG DILAYANI”  TIDAK BERLAKU SAAT
BENCANA
• KARENA SEMUA KEMATIAN DISEBABKAN KEGAGALAN :
JALAN NAFAS  A- AIRWAY
PERNAFASAN  B- BREATHING
SIRKULASI  C- CIRCULATION
CNS/SSP  D- DISABILITY
• HARUS BERDASARKAN
• BERATNYA TRAUMA
• JUMLAH TRAUMA
• KEMAMPUAN SUMBER DAYA
• KEMUNGKINAN HIDUP DARI PENDERITA
PRIORITAS PENANGANAN KEDARURATAN
PD.KEADAAN BENCANA / TRIAGE SYSTEM

1. PRIORITAS : I ( WARNA MERAH ) GD

- Henti nafas
- Henti jantung
- Perdarahan besar
- Tidak sadar
- Luka terbuka di dada & perut
- Fraktur pd.daerah : * Pelvis, Dada, Cervical
- Syock
- Luka bakar ( yg.mengenai air way ).
18 / 19
KORBAN LABEL MERAH
KORBAN LABEL MERAH
2. PRIORITAS : II ( WARNA KUNING ) GND
• Luka Bakar luas : grade II > 30 %
grade III > 10 %
• Luka Bakar pd.daerah vital : Kemaluan, Air way Dll.
• Perdarahan besar
• Fraktur Spinal
• Luka di Kepala / Subdural hematom dengan :
- muntah
- perdarahan telinga / mulut / hidung
- nadi < 60 x / menit
- nafas tidak teratur
- lemah, reflek < , rangsangan - / <
21 / 19
KORBAN LABEL KUNING
3. PRIORITAS : III ( WARNA HIJAU ) NGND
• Fraktur ringan dgn. Perdarahan <<
• Lacerasi / benturan ringan
• Histeris
• Luka bakar ringan
• Sadar

23 / 19
5.PRIORITAS : IV ( WARNA HITAM )

• MENINGGAL DUNIA

24 / 19
KORBAN LABEL HITAM
Siaga I : korban 20-50 orang,pelaksana tim di IGD (24 jam)
Siaga II : korban 51-100 orang,pelaksana Siaga I dibantu oleh konsulen on duty
Estimasi juml korban & TT RSMS
Siaga III :korban 101-300 orang, pelaksana seluruh staf di RSMS (baik on maupun
off duty)
Siaga IV : korban  300 orang,pelaksana perlu melibatkan RS luar/sarana medik
yang lain termasuk Puskesmas
DISASTER PLAN RSMS
PMI
GUBERNUR JATENG
SATKORLAK PB
POLRES

SAT-LAK PB
UPTD TK II
DINAS KESH.
KAB
PWI

RS LAIN RSMS PKM


DI BANYUMAS (Direktur) SE-BMS

RSU RS ST
BANYUMAS ELISABETH
IGD TIM RS LAPANGAN
RS BUNDA RS HIDAYAH RSMS

KA IGD BRIGADE SIAGA


RS ISLAM RS SINAR RSMS BENCANA
PURWOKERTO KASIH
oDOKTER JAGA oDOKTER BSB
RS DKT RS WHISNU IGD oDOKTER SPESIALIS
HUSADA oPERAWAT JAGA oPERAWAT
oPARAMEDIS NON oPARAMEDIS NON
RS ANANDA RS MITRA PERAWATAN PERAWATAN
KELUARGA oAMBULANCE oAMBULANCE
oSATPAM oPERLENGKAPAN RS
: Garis Komando LAPANGAN (RS Tipe C)
: Garis Koordinasi
IGD RSMS
-Pilar terdepan dari RSMS, tempat rujukan korban musibah masal dan penanganan
definitif
-Siaga 24 jam
-Perlengkapan : dokter jaga on duty, perawat, paramedis non perwatan, satpam, jadual
semua konsulen on duty
-Fasilitas operatif dan non operatif
-Alkes dan obat-obatan sesuai standar RS Type B pendidikan
-Fasilitas Komunikasi (118, Radiomedik, HP,dsb)
Protap Penanggulaman Musibah massal
RSMS
-a. Informasi resmi terjadi musibah masal diterima petugas loket IGD
b. Informasi diteruskan ke dokter jaga IGD
c. Dokter jaga melapor via telpon /HP ke Ka BSB,mencakup : lokasi (RT/RW/Desa),jenis
musibah, estimasi jumlah korban.
d. Oleh Ka BSB(Ka IGD) ditindaklanjuti sbb :
d1.Lapor ke Direktur via telp/HP, isi idem ©
d2. Instruksi tim Pelaks lapangan on duty menuju lokasi dengan perlengkapan standard,
p.t.o
Protap Penanggulaman Musibah massal
RSMS
Disesuaikan estimasi jumlah korban.
e. Alkes dan obat yang minimal dibawa :IVFD lengkap, RKP set, Bidai set, First drug aids :
adrenalin, analgetik narkotik, diazepam injeksi,dsb
f.Ambulance, jumlah sesuai estimasi korban (bisa semua ambulance), masing masing dg
: supir, 1 orang perawat, O2 set.
g.Tugas pokok Tim : triase, stabilisasi, evakuasi & transportasi.
Protap Penanggulaman Musibah massal
RSMS
h. Ka Tim Pelaksana lapangan : secara periodik (setiap1-2 jam) lapor ke Ka BSB ttg :
sarana-prasarana yg masih kurang, hasil triase global,konsulen onduty yg perlu ke
lap,logistik petugas ,dsb
i.Melakukan kerjasama luwes dengan tim medis lain
j.Melakukan kerjasama dengan aparat keamanan, PMI, dsb.
k. Bertanggungjawab kepada Ka BSB
Dokter jaga IGD
1. Berperan seperti tugas se hari-hari(penanganan paripurna, konsultasi ahli terkait
dsb)
2. Bila dirasa perlu, usul agar personil ditambah kpd Ka IGD
3. Bertanggung jawab kepada Ka IGD
Ka IGD/BSB
1. Menginstruksikan hal-hal tambahan berdasar informasi tim lapangan
2. Menambah personil IGD dan atau Lapangan, dengan koordinasi Unit lain di RSMS
(IRNA, ICU,farmasi, gizi dsb)
3. Secara periodik melaporkan kondisi IGD dan Lapangan ke Direktur via HP
4. Tidak diizinkan meninggalkan kota sampai post bencana
5. Bertanggung jawab kepada Direktur RSMS
Direktur RSMS
1.Nara sumber tunggal terhadap media massa
2.Menampung seluruh laporan Ka BSB dan memberi
saran/instruksi relevan dan menyiagakan penuh
seluruh personil dengan instruksi cito (k/p) untuk
membantu kelancaran penanganan musibah
3. Koordinasi dengan Kadinkes TK I dan II tentang hal yang
masih belum mencukupi,utama obat dan alkes
4. Visite paripurna korban di IGD dan IRNA
5. Evaluasi parsial selama penanganan bencana
6. Bertanggung jawab kepada Gub (hirarkis)/Kadinkes Tk
II(fungsional)
Perawat Pelaksana
1. Melaksanakan semua instruksi dokter (baik di IGD maupun Lapangan)
2. Mengusulkan hal-hal yang relevan kepa dokter on duty (baik di IGD/Lapangan)
3. Bertanggungjawab kepada dokter pemberi instruksi.
1. Melaksanakan instruksi dokter lap
2. Memonitor,mengusulkan perlengkapan yang masih kurang
3. Supir Ambulance
Mematuhi semua rambu lalu lintas (ambulance sama dengan kendaraan umum)
4. Kecepatan yang diwajibkan :
-Keadaan kosong : 60 km/jam
- Keadaan isi : 40 km/jam
- Jalan bebas hambatan : sesuai aturan tol
5. Bertanggung jawab kepada dokter lapangan
STRUKTUR ORGANISASI
TIM PENANGGULANGAN BENCANA RUMAH SAKIT
( PBRS )
RSUD PROF. Dr. MARGONO SOEKARJO
PURWOKERTO

KETUA TIM
PBRS

BIDANG PELAYANAN

BIDANG
KEPERAWATAN
KONSULTAN
BIDANG PENUNJANG MEDIK ( SMF )
MEDIS
BIDANG PENUNJANG
SAR. PRAS

BAGIAN UMUM

KETUA TIM PBRS INTERNAL KETUA TIM PBRS EKSTERNAL


( RS LAPANGAN )

ANGGOTA TIM PBRS ANGGOTA TIM PBRS


INTERNAL EKSTERNAL

•DOKTER JAGA IGD •SATGAS PELAYANAN


•SATGAS GAWAT DARURAT MEDIK
•SATGAS RAWAT INAP •SATGAS PERAWAT
•PETUGAS CM IGD •SATGAS PENUNJANG
•PETUGAS FARMASI IGD •SATGAS SAR. PRAS
•PETUGAS SAR. PRAS •SATGAS AMBULANCE
•PETUGAS AMBULANCE •PETUGAS GIZI
•PETUGAS GIZI •SATGAS KEAMANAN
•PETUGAS INFORMASI
•PETUGAS KEAMANAN

SK Dir RSMS No.800/14274/X/2009


TUPOKSI PBRS

Melekat pada Tupoksi Struktural

Tenaga Fungsional bertugas sesuai


profesinya di RSMS
Info Google

Kebencanaan BNPB

HDP Bencana
kesehatan
Daftar pustaka
1. Djunaedi Arjono, Penanggulangan Penderita Gawat Darurat, Jakarta,1985
2. Kumpulan Makalah Diskusi Panel Yan Gawat darurat,Bandung Sept 1986
3. Depkes RI, Pedoman Gawat Darurat, Ed II,Jakarta 2005
4. http/www.google:BNPB (2April 2016)
5. http/www.google:HDP (2April 2016)
Ciptakan Generasi Bebas HIV