Anda di halaman 1dari 30

SEMANGAT

ASSALAMU’ALAIKUM MANNUSIAAA… :D
IBU-IBUU…

HATI-HATI DANGER

MMM

BAHAYA
HALOGEN
???
Pembentuk Garam

Halogen disebut HALIDA


Halogen merupakan
golongan non-logam
yang sangat reaktif,
sehingga unsur-
unsurnya tidak dijumpai
pada keadaan bebas.
Flour

Clor

Brom

Iod

At
KITA BAHAS
NYOOK…
SEJARAH

SIFAT FISIK DAN KIMIA

SENYAWAAN
PEMBUATAN

KEGUNAAN
Sejarah Halogen

Schwandhard pada
Scheele (1774)
tahun 1670 1886
Maisson dan Davy Balard (1826)
(1810)

Bromos yang
fleure yang berarti chloros yang berarti “bau
aliran. berarti “hijau amis”.
pucat”.
Sejarah Halogen

(1940) DR. Corson,


Balard (1826) Courtois (1811) K.R. Mackenzie dan
E. segre

Bromos yang berarti Astatos yang


“bau amis”. Iodes yang berarti “tidak
berarti “violet”. stabil”
KEBERADAAN HALOGEN

Halogen tidak ditemukan di alam dalam keadaan


bebas, karena sangat reaktif.
Garam halida yang paling banyak adalah NaCl 2,8% berat air laut.

FLOU • Flourin terdapat dalam flourit (Ca F₂) dan Kriolit (Na₃AlF6)
R

• Ion klorida merupakan anion yang terkandung dalam plasma darah, cairan
CLOR tubuh, air susu,

• Diperoleh air garam alamiah dari sumber mata air di Michigan dan Arkansas
BROM

• . Iodin terdapat di alam dalam bentuk senyawa iodat dan iodida dalam lumut-
IOD lumut laut

• hasil pemboman Bismuth dengan partikel-partikel alfa


At
Sifat
Fisik Sifat Kimia
Sifat-sifat Unsur

F2 Cl2 Br2 I2 At
Nomor atom 9 17 35 53 85 SIFAT Fluor (F2) Klor (Cl2) Brom (Br2) Iodium (I2)

Massa atom relatif 18,99 35,5 79,90 126,90 (210)


Kelarutan
oksidator
Titik leleh (°C) -219,62 -100,98 -7,25 113,5 302

Kereaktifan
Titik didih (°C) -188,14 -34,6 58,78 184,35 337
(semakin berkurang sesuai dengan arah panah)
terhadap gas H2

Rapatan pada 25°C


Reaksi Tidak
(Gram/liter) 1,108 1,367 3,119 4,930 - X = Br dan I X=I
pengusiran pada X = Cl, Br, I dapat
Cl2 + 2KX Br2 + KX
senyawa F2 +2KX 2KF X2 mengusir
Warna Kuning Kuning- Merah tua Ungu-hitam
2KCl + X2 2KBr + X2
halogenida F, Cl, Br
muda Hijau -

Energi ionisasi 1681,0 1251,0 1139,9 1008,4 930 Reaksi dengan


3M + nX2 2MXn (n = valensi logam tertinggi)
(kJ/mol) logam (M)
Afinitas elektron 328,0 349,0 324,7 295,2 270
Dengan basa X2 + 2MOH MX + MXO + H2O (auto redoks)
(kJ/mol)
kuat MOH 3X2 + 6MOH 5MX + MXO3 + 3H2O (auto redoks
Keelektronegatifan 3,98 3,16 2,96 2,66 2,20
Pembentukan
Membentuk asam oksi kecuali F
asam oksi
Jari-jari ion 1,33 1,81 1,96 2,20 2,27
jari-jari atom 0,64 0,99 1,14 1,33 1,40 Catatan :
Biloks senyawa -1 +1, +3, +5, +1, +5 +1 +5, +7 - I2 larut dalam KI membentuk garam poli iodida
karbon +7 I2 + KI Kl3
I larut terhadap alkohol coklat
SENYAWAAN
HUUUSSTT..
PERHATIKAN
YANG DI
SAMPINGKU…
1. Bentuk Garam 2. Bentuk Asam
Garam dapat dibentuk dari : a. Asam Halida (HX)
a. Halogen + unsur logam garam Terbentuk dari halogen yang bereaksi
Br2 + 2 Na (s) 2 NaBr (s) dengan hydrogen membentuk hidrogen
halida.
3 Cl2 + 2 Fe (s) 2 FeCl3(l) H2 + X2 2 HX

Tabel 3. Sifat Hidrogen Halida


b. Asam halida + basa Garam Halida + air Asam Halida % Disosiasi

HF Sangat kecil
HCl + NaOH NaCl + H2O
HCl 0,0014

HBr + NaOH NaBr + H2O HBr 0,5

HI 33

HF < HCl < HBr < HI


Tabel 4. Bilangan oksidasi halogen, oksi halogen
dan asam oksi halogen
3. Asam Oksihalida (HXO) Biloks Oksidasi halogen Asam oksi halogen
Nama
Terbentuk hanya pada halogen yang F Cl Br I Cl Br I umum

mempunyai bilangan oksidasi positif yang Asam


hipohal
bereaksi dengan air +1 - Cl2O Br2O I2 O HClO* HBrO* HIO*
it
Cl2O + H2O 2 HCl
Cl2O3 +H2O 2 HClO2 Asam
+3 - Cl2O3 Br2O3 I2O3 HClO2* HBrO2* HIO2*
Cl2O5 +H2O 2 HClO3 halit

Cl2O7 +H2O 2 HClO4 Asam


+5 - Cl2O5 Br2O5 I2O5 HClO3* HBrO3* HIO3*
halat

Asam
perhala
+7 - Cl2O7 Br2O7 I2O7 HClO4* HBrO4* HIO4*
t
4. Senyawa Antarhalogen 7. Hidrogen halide
Halogen dengan keelektronegatifan besar dan Larutannya dalam air bersifat asam, sehingga sering
Halogen dengan Keeloktronegatiafan kecil. disebut asam halide. HF dikelompokkan sebagai
IF5, BrCl, BrCl3, CIF3, CIF, IF7 asam lemah, sedangkan HCl, HBr, dan HI merupakan
asam kuat, dan kekuatan asamnya meningkat dari
5. Oksida halogen HF ke HI.
Fluorin dapat membentuk oksida OF2 dan O2F2 8. Garam halida
yang dikenal sebagai oksigen fluoride. Oksida klorin Garam halida dapat terbentuk dari interaksi
lebih banyak jenisnya, yaitu Cl2O, Cl2O3, ClO2, Cl2O4, langsung antara logam dengan halogen, Perak
Cl2O6, dan Cl2O7. klorida dan perak bromida dapat larut dalam
ammonia dikarenakan membentuk ion kompleks
6. Senyawa Halida dengan reaksi sebagai berikut.
Senyawa halida merupakan senyawa halogen AgCl(s) + NH3(aq) [Ag(NH3)2] +(aq) + Cl- (aq)
dengan bilangan oksidasi -1 dan merupakan 9. Senyawa Oksihalogen
senyawa yang paling banyak di antara senyawa Asam oksi mempunyai struktur umum yaitu
halogen. H-O-X
PEMBUATAN
Berwarna, tak
berbau, tak
berasa, tak
beracun,
hamper inert.

Deret kimia gas


mulia.
Tidak bisa
Sifat diubah
bentuknya

Kimia
menjadi benda
padat hanya
dengan
menurunkan
Molekul-molekul
suhu
gasnya
mengembang
dengan cepat
ketika dipanaskan
ke suhu ruangan.
2. Neon

Sifat Kimia :
 Tidak mudah bereaksi (inert), tak berwarna.
 Dapat bersenyawa dengan fluor.
 Dalam tabung vakum yang melepaskan muataaan listrik, Neon
menyala oranye kemerahan.
 Memiliki kemampuan mendinginkan refrigerator 40 kali lipat dari
helium cair dan 3 kali lipat lebih dari hidrogen cair
3. Argon
Sifat kimia :
Argon larut dalam air, 2.5 kali lipat daripada nitrogen.

Memiliki kelarutan yang sama dengan oksigen

Merupakan campuran dari 3 isotop.

Bukan gas yang mudah terbakar.


Molekul argon hanya terdiri dari satu atom argon, yaitu
Ar.
Mudah larut dalam air.

Tidak berbau dan tidak berasa.

Argon tidak mudah ber-reaksi dengan elemen lain.


4. Kripton

Sifat Kimia:
 Krypton sebuah gas mulia yang tanpa warna, bau, dan rasa.
 Krypton memiliki sifat inert (tidak reaktif) dan stabil.
 Saat Krypton bercampur dengan Argon, ketika mengisi gas lampu
penghemat energi, Krypton dapat mengurangi voltase dan
konsumsi pengeluaran dan menghemat biaya dalam penerangan.
5. Xenon

Sifat kimia

Tidak
berwarna.
Sifat oksidatornya
yang sangat kuat.
Tidak berbau.
Tidak
beracun
6. Radon

Sifat kimia :
 Rn bersifat radioaktif dan mempunyai umur pendek sehingga
setelah terbentuk Rn akan kembali meluruh menjadi unsur lainnya.
 Pada suhu biasa, radon tidak berwarna tetapi ketika
didinginkan hingga mencapai titik bekunya radon
memancarkan fosforesens yang terang yang kemudian menjadi
kuning seiring menurunnya suhu.
 Radon berwarna merah sindur pada suhu udara cair
Senyawaan Gas Mulia

 Gas Mulia adalah gas yang sudah memiliki 8 elektron valensi dan
memiliki kestabilan yang tinggi
 Pada tahun 1962, para ahli masih yakin bahwa unsur-unsur gas mulia
tidak bereaksi. Kemudian seorang ahli kimia kanada bernama Neil
Bartlet berhasil membuat persenyawaan yang stabil antara unsur gas
mulia dan unsur lain, yaitu XePtF6. Keberhasilan ini didasarkan pada
reaksi:
PtF6 + O2 → (O2)+ (PtF6)-
 untuk pertama kalinya Bartlet mencoba mereaksikan Xe dengan PtF6
dan ternyata menghasilkan senyawa yang stabil sesuai dengan
persamaan reaksi:
Xe + PtF6 → Xe+(PtF6)-
 Setelah berhasil membentuk senyawa XePtF6, maka gugurlah
anggapan bahwa gas mulia tidak dapat bereaksi.
 melakukan penelitian dengan mereaksikan xenon dengan zat-zat
oksidator kuat, diantaranya langsung dengan gas flourin dan
menghasilkan senyawa XeF2, XeF4, dan XeF6.
 Xenon tetrafluorida adalah yang paling mudah dibuat diantara
ketiga fluorida.
 Seperti gas mulia lain, kripton kimiawi tidak reaktif. Namun, setelah
sintesis senyawa Xenon yang pertama sukses pada tahun 1962,
sintesis Kripton difluorida (KrF2) dilaporkan pada tahun 1963.
Kripton (Kr) dapat direaksikan dengan Flour (F2) dan menghasilkan
Kripton difluorida (KrF2) dengan rumus molekul:
Kr(s) + F2 (s) → KrF2 (s)
 Reaksi ini dihasilkan dengan cara mendinginkan Kr dan F2 pada
suhu -196 0C lalu diberi loncatan muatan listrik atau sinar X. Dari
kira-kira selusin senyawaan kripton yang dikenal, semuanya
merupakan garam kompleks yang diturunkan dari KrF2. Salah satu
contoh pembentukan garam adalah:
KrF2 + SbF5 → KrF+ + SbF6-
Tabel 2. Senyawaan Xenon
Tingkat Senyawaan Bentuk Titik Struktur Tanda-tanda
oksidasi didih
(oC)

IIII XeF2 Kristal tidak berwarna 129 Linear Terhidrolisis,


menjadi Xe + O2
; sangat larut
dalam HF (1)

IVIV XeF4 Kristal tidak berwarna 117 Segi-4 Stabil

VIVI XeF6 Kristal tidat berwarna 49,6 Kompleks liat Stabil


teks
Cs6XeF8 Padatan kuning Archim. Stabil pada 400o
Antiprisma
XeOF4 Cairan tidak berwarna −46 Piramid segi 4 Stabil

XeO3 Kristal tidak berwarna Piramidal Mudah meledak


higroskopik;
stabil dalam
larutan
VIII XeO4 Gas tidak berwarna Tetrahedral Mudah meledak

XeO64- Garam tidak berwarna Oktahedral Anion-anion


HXeO 3,H XeO 2-
Pembuatan Gas Mulia
1. Gas Helium
 Helium (He) ditemukan terdapat dalam gas
alam di Amerika Serikat. Gas helium
mempunyai titik didih yang sangat rendah,
yaitu -268,8 0C sehingga pemisahan gas
helium dari gas alam dilakukan dengan
cara pendinginan sampai gas alam akan
mencair (sekitar -156 0C) dan gas helium
terpisah dari gas alam.
2. Gas Argon, Neon, Kripton, dan
Xenon
- Gas mulia di industri diperoleh sebagai hasil samping dalam industri
pembuatan gas nitrogen dan gas oksigen dengan proses destilasi udara cair
- Pada proses destilasi udara cair, udara kering (bebas uap air) didinginkan
sehingga terbentuk udara cair.
- Pada kolom pemisahan gas argon bercampur dengan banyak gas oksigen
dan sedikit gas nitrogen karena titik didih gas argon (-189,4 0C)
- Untuk menghilangkan gas oksigen dilakukan proses pembakaran secara
katalitik dengan gas hidrogen, kemudian dikeringkan untuk menghilangkan
air yang terbentuk
- Gas neon yang mempunyain titik didih rendah (-245,9 0C)
- Gas kripton (Tb = -153,2 0C) dan xenon (Tb = -108 0C) mempunyai titik didih
yang lebih tinggi dari gas oksigen sehingga akan terkumpul di dalam kolom
oksigen cair di dasar kolom destilasi utama
Kegunaan Gas Mulia
7. Radon
 Radon dapat digunakan dalam
terapi kanker karena bersifat
radioaktif. Namun demikian, jika
radon terhisap dalam jumlah
banyak, malah akan
menimbulkan kanker paru-paru.
 Radon juga dapat berperan
sebagai sistem peringatan
gempa, karena bila lempengan
bumi bergerak kadar radon
akan berubah sehingga bisa
diketahui bila adanya gempa
dari perubahan kadar radon.
THANKS YOU 