Anda di halaman 1dari 25

DISKRIPSI PROYEK PERUBAHAN

PENGENDALIAN ZONA INTEGRITAS WILAYAH BEBAS DARI KORUPSI


MELALUI OPTIMALISASI PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI
DENGAN PENGUATAN KOMITMEN BUDAYA KERJA
PETUGAS JEMBATAN TIMBANG

Project Leader :
SEPTANTYA ASMORO, ATD, M.Si

Coaching :
IR.BAMBANG BASUKI HANUGRAH, MM

DIKLAT PIM IIII ANGKATAN VII TAHUN 2014


PROVINSI JAWA TIMUR
a. Nama : SEPTANTYA ASMORO, ATD, M.Si
b. Tempat/Tgl/lahir : Surabaya, 8 September 1969
c. Nip : 19690908 199203 1 011
d. Jabatan : Kepala Seksi Fasilitas Operasional
Bidang Pengendalian Operasional LLAJ
a. Pendidikan : Diploma III LLAJ (Kemenhub)
Diploma IV Transportasi Darat (Kemenhub)
S-2 Ilmu Lingkungan (Univ. Diponegoro)
 Unit pelaksana Penimbangan
Kendaraan Bermotor adalah unit
pengawasan dan pengendalian
kelebihan muatan angkutan barang,
dimensi, tata cara muat barang.
 Keputusan Gubernur Jawa Timur
Nomor : 188/663/KPTS/013/2011
Tanggal 28 November 2011 tentang
Pembentukan Zona Integritas
1. Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 2010
tentang Grand Design Reformasi Birokrasi 2010-
2025
2. Peraturan Menteri PAN RB Nomor 39 Tahun 2012
tentang Pedoman Pengembangan Budaya Kerja
3. Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor:
188/663/KPTS/013/2011 Tanggal 28 November
2011 tentang Pembentukan Zona Integritas
Wilayah Bebas dari Korupsi
5
Budaya kerja atau Culture Set dalam Peraturan
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 39
Tahun 2012 tentang Pedoman Pengembangan Budaya
Kerja diartikan sebagai :
“Sikap dan perilaku individu dan kelompok yang
didasari atas nilai-nilai yang diyakini
kebenarannya dan telah menjadi sifat serta
kebiasaan dalam melaksanakan tugas dan
pekerjaan sehari-hari”
Merubah sikap dan
TUJUAN
perilaku SDM untuk
BUDAYA KERJA mencapai produktivitas
kerja yang lebih tinggi
dalam menghadapi
tantangan masa depan
MANFAAT BUDAYA KERJA
1. Meningkatkan produktivitas kerja dengan kualitas
yang lebih baik.
2. Membuka seluruh jaringan komunikasi.
3. Menumbuhkan keterbukaan, kebersamaan dan kerjasama dengan
sesama Petugas .
4. Menumbuhkan rasa nyaman dan kepuasan dalam bekerja.
5. Mempercepat penyesuaian diri dengan perkembangan dari luar
(eksternal), misalnya tuntutan pelanggan, ilmu pengetahuan dan
teknologi informasi.
 Petugas Jembatan Timbang
belum memiliki komitmen
bersama tentang penerapan
teknologi informasi dalam
mewujudkan Zona
Integritas Menuju Wilayah
Bebas Dari Korupsi di
Jembatan Timbang.
Dari kegiatan Benchmarking Ke Best Practice dari
provinsi Jawa Barat, ada Best Practice sangat terkait
dengan Operasional Jembatan Timbang dalam
mengatasi kelebihan tonase yaitu :

Penerapan sistem electronic enforcement


yang terpadu dengan Unit Pengujian
Kendaraan Bermotor Kabupaten/Kota.
(Berbasis IT)
Tujuan Jangka Pendek
(16 Juni – 29 Agustus 2014)
 Menyusun draft Surat Keputusan
Kepala Dinas Perhubungan dan LLAJ
Provinsi Jawa Timur tentang
Penerapan Budaya Kerja Petugas
Operasional Jembatan Timbang di
TUJUAN Jawa Timur
PROYEK
PERUBAHAN  Melakukan simulasi Rancangan
Implementasi Komitmen Budaya
Kerja petugas Operasional dalam
mengoptimalkan teknologi informasi
di 3 (tiga) Jembatan Timbang.
Tujuan Jangka Menengah
(Januari 2015 – Desember 2015)
 Mengusulkananggaran proyek perubahan dalam
DPA APBD Tahun Anggaran 2015 untuk
melanjutkan implementasi Proyek Perubahan
dengan membentuk Tim Penerapan Kelompok
Budaya Kerja dengan Surat Keputusan Kepala
Dinas.
1. Melakukan praktek keteladanan penerapan
nilai-nilai budaya kerja oleh para pimpinan
organisasi dengan Kepala Satuan Tugas yang
merupakan pimpinan dari regu operasional
akan menjadi panutan (role model).
2. Melalui penciptaan sistem pengendalian sikap
dan perilaku petugas Jembatan Timbang yang
dapat mengarahkan individu dalam organisasi
untuk menyesuaikan diri dengan nilai-nilai yang
mampu mengoptimalkan teknologi informasi.
Tim dalam Proyek Perubahan Instansional terdiri dari :
1. Kepala Seksi Fasilitas Operasional
2. Kepala Seksi Pengawasan dan Penertiban,
3. Kepala Seksi Bimbingan dan Keselamatan
4. Kepala Sub Bagian Tata Usaha Dinas Perhubungan dan LLAJ,
5. Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian pada UPT LLAJ,
6. Kepala Sub Bagian Tata Usaha pada UPT LLAJ,
7. Kepala Satuan Tugas Petugas Operasional Jembatan Timbang
8. Staf Bidang Pengendalian Operasional LLAJ.
OUTCOME
DARI PERUBAHAN YANG DIINGINKAN

Dengan penerapan komitmen Budaya Kerja Petugas


Operasional di UPPKB atau Jembatan Timbang, maka outcome
yang diperoleh adalah :
1. Terwujudnya komitmen bersama petugas operasional
Jembatan Timbang yang berlandaskan pada Budaya Kerja
untuk mengoptimalkan teknologi informasi dalam rangka
melaksanakan Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi.
2. Terwujudnya kualitas petugas operasional Jembatan Timbang
yang mengedepankan tugas dan tanggung jawabnya dalam
melaksanakan pengawasan dan pengendalian kelebihan
muatan angkutan barang’
3. Terwujudnya operasional Jembatan Timbang yang lebih
profesional dengan adanya perubahan perilaku petugas
operasional Jembatan Timbang yang secara utuh mendukung
komitmen untuk tidak melakukan pungutan liar.
1. Pemahaman terhadap makna bekerja;
2. Sikap terhadap pekerjaan atau apa
yang dikerjakan;
3. Sikap terhadap lingkungan pekerjaan;
4. Sikap terhadap waktu;
5. Sikap terhadap alat yang digunakan
untuk bekerja;
6. Etos kerja; dan
7. Perilaku ketika bekerja atau
mengambil keputusan
PENTAHAPAN (MILESTONE)
NO TAHAP UTAMA WAKTU
A. PERENCANAAN :

1. Terwujudnya rumusan komitmen bersama petugas Jembatan 16 – 17 Juni 2014


Timbang,sebagai dasar penerapan budaya kerja dalam upaya
optimalisasi unit pelaksana penimbangan kendaraan bermotor sebagai
Zona Wilayah Bebas Dari Korupsi ( 3 unit Jembatan Timbang )

2. Membentuk Tim Efektif yang merancang Draft Surat Keputusan


Kepala Dinas Perhubungan dan LLAJ Provinsi Jawa Timur tentang 18 – 20 Juni 2014
Penerapan Budaya kerja dan Kode Etik di Unit Pelaksana
Penimbangan Kendaraan Bermotor Provinsi Jawa Timur dan
monitoring implementasi penerapannya.

3. Penyusunan Draft Surat Keputusan Kepala Dinas Perhubungan


dan LLAJ Provinsi Jawa Timur tentang Penerapan Budaya kerja dan
23-24 Juni 2014
Kode etik di Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor
Provinsi Jawa Timur
PENTAHAPAN (MILESTONE)
NO TAHAP UTAMA WAKTU

B. PELAKSANAAN 25 Juni 2014


1. Membentuk Tim Pengendali Komitmen Bersama Penerapan
Budaya kerja. 26 Juni – 3 Juli 2014

2. Melaksanakan Simulasi rumusan Komitmen bersama


penerapan Budaya Kerja di 3 ( tiga ) Jembatan Timbang. 4 – 7 Juli 2014
3. Melakukan evaluasi terhadap rumusan Komitmen Bersama
penerapan budaya kerja
8 – 14 Juli 2014
4. Penetapan Keputusan tentang: Komitmen Bersama sebagai
dasar penerapan Budaya Kerja anti Korupsi oleh Kepala Dinas
15 Juli – 15 Agustus 2014
5. Pengawasan dan pengendalian pada penerapan Komitmen
bersama sebagai dasar Budaya kerja Anti Korupsi di 3 ( tiga )
Jembatan Timbang di Jawa Timur.

C. MONITORING DAN EVALUASI :


1. Penerapan budaya kerja dan kode etik petugas operasional 18 – 29 Agustus 2014
STAKEHOLDER
PROYEK PERUBAHAN
1. Kepala Dinas Perhubungan dan LLAJ Provinsi Jawa Timur
2. Sekretaris Dinas Perhubungan dan LLAJ Provinsi Jawa Timur
3. Kepala Bidang Pengendalian Operasional LLAJ
4. Kepala UPT LLAJ
5. Kepala Seksi Fasilitas Operasional
6. Kepala Seksi Pengawasan dan Operasional
7. Kepala Seksi Bimbingan dan Keselamatan
8. Kepala Sub Bagian Tata Usaha Dinas Perhubungan dan LLAJ
9. Kepala Sub Bagian Tata Usaha pada UPT LLAJ
10. Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian pada UPT LLAJ
11. Kepala Satuan Tugas Jembatan Timbang
12. Anggota Satuan Tugas Jembatan Timbang
13. Staf Bidang Pengendalian Operasional LLAJ
PERANAN PENGARUH
NO STAKEHOLDER FREKUEN
UTAMA PRIMER SEKUNDER TINGGI SEDANG RENDAH SI

1 Kepala Dinas √ √ 2
2 Sekretaris Dinas √ √ 2
3 Kabid Dalops √ √ 4

4 Ka. UPT LLAJ √ √ 2

5 Kasi Fasilitas Ops. √ √

6 Kasi Was Tib. √ √ 2

7 Kasi Bim Kes √ √ 2

8 Kasubag T.U √ √ 2

9 Kasi Wasdal UPT √ √ 2

10 Kasubag T.U UPT √ √ 2

11 Kasatgas JT √ √ 1

12 Anggota Satgas JT √ √ 1

13 Staf Dalops √ √ 1
PENTAHAPAN PROYEK PERUBAHAN
(Milestone)
Bulan Pelaksanaan
No. TAHAPAN
Juni Juli Agustus Septe
Terwujudnya rumusan komitmen bersama petugas
Jembatan Timbang,sebagai dasar penerapan budaya
kerja dalam upaya optimalisasi unit pelaksana
1 penimbangan kendaraan bermotor sebagai Zona
Wilayah Bebas Dari Korupsi ( 3 unit Jembatan
Timbang )
Mem bentuk Tim Efektif yang m erancang Draft Surat
Keputus an Kepala Dinas Perhubungan dan LLAJ Provins i
Jawa Tim ur tentang Penerapan Budaya kerja dan Kode
2 Etik di Unit Pelaks ana Penim bangan Kendaraan Berm otor
Provins i Jawa Tim ur dan m onitoring im plem entas i
penerapannya.
Penyusunan Draft Surat Keputusan Kepala Dinas
Perhubungan dan LLAJ Provinsi Jawa Timur tentang
3 Penerapan Budaya kerja dan Kode etik di Unit
Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor Provinsi
Jawa Timur

Membentuk Tim Pengendali Komitmen Bersama


4 Penerapan Budaya kerja.
Melaksanakan Simulasi rumusan Komitmen bersama
5 penerapan Budaya Kerja di 3 ( tiga ) Jembatan
Timbang.
Melakukan evaluas i terhadap rum us an Kom itm en
6 Bers am a penerapan budaya kerja
Penetapan Keputus an tentang: Kom itm en Bers am a
7 s ebagai das ar penerapan Budaya Kerja anti Korups i oleh
Kepala Dinas
Pengawas an dan pengendalian pada penerapan
8 Kom itm en bers am a s ebagai das ar Budaya kerja Anti
Korups i di 3 ( tiga ) Jem batan Tim bang di Jawa Tim ur.

Penerapan budaya kerja dan kode etik petugas


9 operas ional
Hasil Capaian
NO OUTPUT KINERJA AKSI KEGIATAN Pelaksanaan
Kegiatan
1 Terwujudnya rumusan komitmen bersama petugas Jembatan Timbang,sebagai dasar
penerapan budaya kerja dalam upaya optimalisasi unit pelaksana penimbangan
100 %
kendaraan bermotor sebagai Zona Wilayah Bebas Dari Korupsi (3 unit Jembatan
Timbang)
2 Membentuk Tim Efektif yang merancang Draft Surat Keputusan Kepala Dinas
Perhubungan dan LLAJ Provinsi Jawa Timur tentang Penerapan Budaya kerja dan
100 %
Kode Etik di Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor Provinsi Jawa Timur
dan monitoring implementasi penerapannya.
3 Penyusunan Draft Surat Keputusan Kepala Dinas Perhubungan dan LLAJ Provinsi
Jawa Timur tentang Pedoman Penerapan Budaya kerja pada Unit Pelaksana 100 %
Penimbangan Kendaraan Bermotor di Provinsi Jawa Timur
4 Membentuk Tim Pengendali Komitmen Bersama Penerapan Budaya kerja. 100 %
5 Melaksanakan Simulasi rumusan Komitmen bersama penerapan Budaya Kerja di 3 (
100 %
tiga ) Jembatan Timbang.
6 Melakukan evaluasi terhadap rumusan Komitmen Bersama penerapan budaya kerja 100 %
7 Penetapan Keputusan tentang: Komitmen Bersama sebagai dasar penerapan Budaya
100 %
Kerja oleh Kepala Dinas
8 Pengawasan dan pengendalian pada penerapan simulasi Komitmen bersama sebagai
100 %
dasar Budaya kerja Anti Korupsi di 3 ( tiga ) Jembatan Timbang di Jawa Timur.
9 Draft SK Penerapan budaya kerja dan petugas operasional Tahun 2015 100 %
REKOMENDASI

MELAKSANAKAN PENERAPAN KOMITMEN


BUDAYA KERJA DI SELURUH JEMBATAN
TIMBANG SECARA BERKELANJUTAN SESUAI
SURAT KEPUTUSAN KEPALA DINAS TENTANG
PEDOMAN PENERAPAN BUDAYA KERJA DI UNIT
PELAKSANA PENIMBANGAN KENDARAAN
BERMOTOR.
23