Anda di halaman 1dari 43

PERKEMBANGAN BAYI -BALITA

”Milestone” Perkembangan Balita


USIA 4 BULAN
USIA 8 BULAN
USIA 12 BULAN
USIA 18 BULAN
USIA 24 BULAN
USIA 36 BULAN
USIA 48 BULAN
USIA 60 BULAN
Deteksi Dini Penyimpangan
Perkembangan
Asuhan sejak konsepsi sampai dengan
siap masuk sekolah dasar
Stimulasi yang memadai artinya merangsang
otak balita sehingga perkembangan
kemampuan gerak, bicara dan bahasa,
sosialisasi dan kemandirian balita
berlangsung secara optimal sesuai dengan
umur anak
Melakukan intervensi dini terhadap penyimpangan
tumbuh kembang
 melakukan tindakan koreksi dengan
memanfaatkan plastisitas otak anak untuk
memperbaiki penyimpangan tumbuh kembang
agar kembali normal atau penyimpangan tidak
terlalu berat
Mengapa intervensi stimulasi dini
diperlukan?

Bayi – anak masih dalam proses tumbuh


kembang pada periode zero to three
Adanya faktor resiko yang mempengaruhi
proses tumbuh kembang
Plastisitas otak Terbukti efektif untuk
meningkatkan perkembangan kognitif
Plastisitas otak
kemampuan susunan saraf untuk
menyesuaikan diri terhadap perubahan atau
kerusakan yang disebabkan oleh faktor
eksternal atau internal.
Penyesuaian  perubahan anatomi (
kemampuan sinap untuk regenerasi akson,
atau memperluas permukaan dendrit),
kemampuan neurokimiawi (peningkatan
kepekaan sinaps), atau perubahan metabolik
sel-sel neuron.
jumlah sel neuron, percabangan akson dan
dendrit serta jumlah sinap pada bayi awalnya
jauh lebih banyak daripada dewasa.
Plastisitas otak
lanjutan......
Struktur yang dimanfaatkan oleh bayi akan menetap
selamanya bahkan berkembang menjadi rangkaian
fungsional, tetapi bila tidak dimanfaatkan  akan
mengalami eliminasi.
diperlukan rangsangan yang terus menerus
 agar struktur yang masih ada dapat dioptimalkan
untuk mengambil alih fungsi struktur yang rusak.
tetapi bilamana kerusakan luas atau terjadi dalam awal
proses perkembangan maka jumlah struktur yang
terbentuk tidak akan mencukupi untuk mengambil alih
fungsi struktur yang rusak.
Bilamana terjadi keterlambatan
perkembangan, maka dilakukan
intervensi yang spesifik sesuai
dengan jenis keterlambatannya
Skrining Perkembangan
Anak dengan gangguan / penyimpangan
Umumnya sudah terlambat / sdh ada gejala

dirujuk RS.

Untuk menetapkan adanya penyimpangan tumbuh


kembang pada anak  instrumen
DIFINISI

Skrining:
suatu pengujian & pengukuran yang
dilakukan bilamana prevalensi penyakit atau
kelainan tinggi
Bukan untuk menegakkan diagnosis
Dikerjakan oleh: dokter
paramedis
kader/masy. terlatih
SYARAT
Validitas (mengukur secara benar)
Reliabilitas (benar jika diulang)
Sensitivitas (menemukan kelainan yang ada)
Spesifisitas (menyingkirkan kelainan yang tidak ada)
Sesuai umur, mudah, murah, aman, sederhana
Tujuan
 Upaya dini untuk mencari suatu penyimpangan
 Mencegah dampak negatif dari penyimpangan tsb. 
Tumbuh Kembang Optimal.
 Memberikan landasan kuat bila diduga retardasi (+)
 12-16% gangguan keterlambatan bicara & bahasa, RM,
gangguan belajar, gangguan emosi/perilaku  20-30%
terdeteksi saat masuk sekolah  intervensi
 Intervensi kualitas SDM , biaya 
+
lulus SMA, memiliki pekerjaan, hidup mandiri, kehamilan remaja (-),
kenakalan anak-anak (-) , korban kejahatan (-)
Alur tes perkembangan bayi s/d 3 tahun

Rujuk,evaluasi
+ multidisiplin
Risiko tinggi Skrining per-
kembangan ulang,interval
6-12 bulan
+

Risiko rendah kuesioner ulang, interval


preskrining ~ rekomendasi
(orang tua)
Pranatal:
-inf. TORCH/lain
-gangguan: kecelakaan
-hamil pertama 35 thn
-hamil kembar, abortus
-obat,rokok,alkohol
-tdk diingini

Natal:
-asfiksi berat
-umur kehamilan <37 minggu
atau >42 minggu
-BBL<2500g atau >4200g
-Lahir dgn tindakan
Bayi Risiko Tinggi

Pasca natal:
-kelainan bawaan
-hiperbilirubinemia >15g%
-rawat intensif, ventilator
Instrumen Deteksi Dini
Pada pelayanan Primer
 Kuesioner Pra skrining perkembangan ( KPSP)  DDST
 Kuesioner Perilaku Anak Prasekolah  30 pertanyaan dg
kategori cara menilai
 Tes daya lihat  Kartu E pada jarak 3 meter
 Tes kesehatan mata  pemeriksaan mata biasa
 Tes daya dengar  pertanyaan sesuai umur (Ya/Tidak)

Metode lain dengan instrumen lebih lanjut

 Denver II, ELM 2 ( spesialistis ) pelayanan tertier


Alur Tindak Lanjut pada Rujukan
(Tata Laksana)
POSYANDU / MASYARAKAT

PUSKESMAS/DOKTER PRAKTEK SWASTA

Deteksi Penyimpangan

normal Stimulasi  Evaluasi  mengejar deteksi lagi Tidak Normal

Intervensi
Perlu dirujuk pada ahli

KLINIK / RUMAH SAKIT

Diagnosis

Intervensi  Terapi/rehabilitasi/habbilitasi konseling

Follow Up  Konseling
KPSP
Daftar pertanyaan singkat utk orang tua
alat skrining pendahuluan perkembangan
anak usia 3 bulan - 6 tahun
10 pertanyaan utk tiap golongan umur
mengetahui adanya hambatan dalam
perkembangan anak
• hasil yang positif  perlu pemeriksaan
lebih lanjut
LANGKAH PELAKSANAAN
Teknik pelaksanaan
1. Sapa orang tua/ pengasuh dan anak dengan ramah
2. Jelaskan tujuan dilakukan tes .
3. Buat komunikasi yang baik dengan anak.
4. Hitung umur anak
- Instruksi umum: catat nama anak, tanggal lahir, dan tanggal
pemeriksaan pada formulir.
- Umur anak dihitung dengan cara tanggal pemeriksaan dikurangi
tanggal lahir.
(1 thn = 12 bulan; 1 bulan = 30 hari; 1 minggu = 7 hari)
Tahun Bulan Hari
Tgl pemeriksaan (11/3-04) …………04….……3………….11
Tgl lahir (5/1- 03)………….………………-03……...-1…...…….-5
Umur anak : …………………………….1……… .2…………..6

…………………………………..…………………14
………………………………………...…02…….…2……….…41
Tgl pemeriksaan (11/3-03)………….…03….……3…….…….11
Tgl lahir (20/7-02)……….……………..-02…...….-7…………-20
Umur anak………………………………..0……….7……...…..21
Petunjuk
Petugas membaca tiap pertanyaan dengan teliti
dan benar sesuai umur anak
Orang tua/pengasuh menjawab setiap pertanyaan
sesuai keadaan sebenarnya
Pilihlah salah satu dari 2 kemungkinan
☺ Ya : Anak dapat melakukannya dulu & sekarang
☺ Tidak: Anak tidak dapat melakukannya dulu &
sekarang atau anda tidak yakin bahwa anak dpt
melakukan
 Tulis hasilnya di Kartu Data Tumbuh Kembang
Anak
Cara menilai KPSP
Semua pertanyaan yang telah dijawab
Hitung jumlah jawaban Ya
Jumlah jawaban Ya = 9 atau 10  normal (N)
Jumlah jawaban Ya <9  teliti kembali:
 Cara menghitung usia anak ?
 Cara memilih pertanyaan KPSP (sesuai usia anak?)
Jumlah jawaban Ya = 7 atau 8  jadwal pemeriksaan ulang 1
minggu kemudian (U)  jika jawaban Ya tetap 7 atau 8 
pemeriksaan lanjut/dirujuk (TN)
Pertanyaan KPSP pada pemeriksaan ulang sesuai usia anak pada
tanggal pemeriksaan ulang tsb
Jumlah jawaban Ya ≤ 6  perlu pemeriksaan lebih lanjut/dirujuk
(TN)
Pemeriksaan ulang dengan KPSP

Dilaksanakan pada 3 keadaan sbb:


Hasil KPSP negatif atau jumlah jawaban Ya = 9
atau 10  pemeriksaan ulang:
1. Usia < 12 bulan  tiap 3 bulan
2. Usia 12 - 72 bulan  tiap 6 bulan
Jawaban Ya = 7 atau 8  pemeriksaan ulang 1
minggu setelah pemeriksaan pertama
Jawaban Ya < 7 atau pemeriksaan ulang tetap
7-8  rujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan
yang lebih lengkap
Cara mencatat hasil KPSP

Hasil KPSP dicatat dalam Kartu Data Tumbuh


Kembang
Tulislah Jawaban Ya atau Tidak pada kotak utk
tiap pertanyaan menurut golongan umur 
hitung jawaban Ya
Jawaban Ya = 9 atau 10  perkembangan anak
baik (N)
Jawaban Ya = 7 atau 8  meragukan  periksa
ulang 1 minggu lagi
Jawaban Ya < 7  positif  rujuk (TN)
PENILAIAN KUESIONER PRA SKRINING PERKEMBANGAN ( KPSP)
Usia datang Tgl. Nama :.................................................... Jumlah KESAN*
(bulan) Pemeriksaan No. CM :.....................................................
Tgl. Lahir :......................................................

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Ya tidak
(√) (x)

10

11

12

13

14

15

16

17-18

19

20

21

22

23

24

25-26

69-71

72-75

*Apabila jumlah jawaban ya = 9 atau 10 ( normal )


Apabila jumlah jawaban ya < 9 ulang 1 minggu bila tetap < 9 ( Tidak normal )  rujuk
TES DAYA LIHAT (TDL)
Alat dan sarana
1. Ruangan yang bersih, tenang
dengan penyinaran yang baik
2. Dua buah kursi
3. Poster huruf E, penunjuk
4. Guntingan huruf E
Cara melakukan tes daya lihat :
Pilihlah suatu ruangan yang bersih dan tenang, dengan penyinaran yang baik.
Gantungkan “ poster huruf E “ setinggi mata anak pada posisi duduk.
Letakkan sebuah kursi sejauh 3 meter dari “ poster huruf E “ , menghadap kearah
“ poster huruf E “.
Letakkan sebuah kursi lainnya disamping “ poster huruf E “ untuk pelaksanaan
tes.
Berikan “ guntingan huruf E “ untuk dipegang anak. Latihlah anak untuk
mengarahkan guntingan huruf E yang dipegangnya ke salah satu dari 4 arah
(atas/bawah/kiri/kanan) sesuai yang ditunjuk pada “ poster huruf E “ oleh
pemeriksa. Pujilah setiap kali anak mau melakukannya.
Anak diminta menutup sebelah matanya dengan buku atau benda lain.
Dengan menggunakan alat penunjuk, tunjuklah setiap huruf E pada poster, mulai
dengan huruf yang terbesar sampai yang terkecil yang maasih dapat terlihat.
Pujilah setiap kali anak dapat mencocokan posisi guntingan huruf E yang
dipegangnya sesuai huruf E yang ditunjuk pada poster.
Ulangi pemeriksaan tersebut diatas pada mata satunya dengan cara yang sama.
Tulislah nomor lajur E terkecil yang masih dapat dilihat pada kertas yang telah
disediakan :
Mata kanan : ………….. Mata kiri : …………….
Interpretasi :
Bila tidak dapat mencocokkan posisi “
guntingan huruf E “ dengan huruf E
pada poster sampai
baris ketiga dari atas, kemungkinan
anak mengalami gangguan daya lihat.
TES DAYA DENGAR ANAK (TDD)
Alat
1. Daftar pertanyaan
2. Gambar binatang (ayam, anjing, kucing),
manusia
3. Mainan (boneka, kubus, sendok, cangkir,
bola)
Cara melakukan tes daya dengar :
1. Jelaskan kepada orang tua :
Bahwa tujuan tes ini untuk mengetahui secara dini apakah
bayi/anaknya ada gangguan pendengaran atau tidak.
Tidak usah ragu-ragu atau takut menjawab, karena tidak untuk
menyalahkan orang tua.
2. Tanyakan tanggal lahir, hitung umur anak.
3. Pilih daftar pertanyaan yang sesuai umur anak.
4. Tes daya dengar pada anak umur kurang dari 24 bulan :
Semua pertanyaan harus dijawab oleh orang tua/pengasuh.
Bacakan pertanyaan dengan lambat, jelas dan nyaring, satu
persatu.
Tunggu jawaban dari orang tua/pengasuh
Jawaban “Ya” jika:
Menurut orang tua anak dapat melakukannya dalam satu bulan
terakhir.
Jawaban “Tidak” jika :
Anak tidak dapat/tidak mau melakukan perintah orang
tua/pengasuh.
Interpretasi :
1. Bila ada satu/lebih jawaban “Tidak”,
kemungkinan anak mengalami gangguan
pendengaran.
Intervensi :
Tindak lanjuti sesuai dengan buku
pedoman yang ada  evaluasi 2 minggu
Rujuk ke RS bila tidak dapat ditanggulangi.
Th 2010

90% balita diharapkan mengikuti


program stimulasi, DDTK dan intervensi
dini tumbuh kembang
Maka Bagaimana Dapat
Meningkatkan Tumbuh Kembang
Yang Optimal Supaya Seorang
Anak Sesuai Potensinya Dapat
Menjadi Sehat, Kuat Dan
Cerdas?
( Prof. Dr.Dr. Hariyono Suyitno, Spak )