Anda di halaman 1dari 25

KONSTRUKSI KAYU

Pertemuan ke-4
Ellysa, ST, MT
Perencanaan Batang Tekan
A. Pendahuluan
 Struktur tekan adalah komponen struktur yang
mengalami gaya batang tekan yang searah
dengan sumbu batangnya.
 Struktur tekan terjadi pada rangka batang dan
pada kolom.
 Perencanaan batang tekan lebih rumit dari
batang tarik karena adanya perilaku tekuk
lateral yang menimbulkan momen sekunder
selain gaya aksial tekan.
 Tekuk lateral dipengaruhi oleh nilai kelangsingan
(nilai banding antara panjang efektif dengan
jari-jari girasi).
Perencanaan Batang Tekan
A. Pendahuluan
 Jika nilai kelangsingan kecil
(kolom pendek), maka serat-
serat kayu akan gagal tekan
(crushing failure).
 Jika nilai kelangsingan tinggi
(kolom langsing), maka kolom
akan mengalami kegagalan tekuk
dan serat-serat belum mencapai
kuat tekannya bahkan masih
pada kondisi elestis (lateral
buckling failure).
 Kebanyakan kolom memiliki nilai
kelangsingan diantara nilai
ekstrim tersebut (intermediate
column).
Perencanaan Batang Tekan
B. Gaya Tekan Kritis
 Beberapa anggapan yang digunakan untuk
memperoleh gaya tekan kritis kolom adalah:
a. Kolom lurus
b. Gaya tekan bekerja pada titik berat
penampang
c. Perilaku bahan kayu bersifat linier
d. Defleksi lateral hanya akibat momen tekuk saja
e. Defleksi aksial sangat kecil
 Gaya tekan kritis ini dikenal dengan nama gaya
tekan Euler (Pe)
Perencanaan Batang Tekan
B. Gaya Tekan Kritis
 Gaya tekan kritis Euler (Pe)
• Tumpuan sendi-sendi
Dimana :
E = Modulus elastisitas
 2 EI
Pc  I = Momen Inersia
L 2 L = Panjang kolom

• Tumpuan jepit-jepit

4 2 EI
Pe 
L 2
Perencanaan Batang Tekan
B. Gaya Tekan Kritis
 Apabila L diganti dengan KeL,
dengan Ke faktor panjang tekuk
(Ke = 1 utk sendi-sendi, Ke = 0,5 jepit-jepit),
maka kuat tekan Euler :
Dimana :
 EI
2
Pe  E = Modulus elastisitas
K e L 2 I = Momen Inersia
L = Panjang kolom
Ke = Panjang faktor tekuk
Perencanaan Batang Tekan
C. Perencanaan Batang Tekan
 Komponen struktur tekan harus direncanakan
untuk memenuhi ketentuan:

Dimana:
Pu = Gaya tekan terfaktor (dalam N atau KN)
λ = Faktor waktu
Φc = Faktor tahanan tekan sejajar serat = 0,9
P’ = Tahanan tekan terkoreksi (dalam N atau KN)
Perencanaan Batang Tekan
D. Tahanan Kolom Prismatis
 Tahanan tekan kolom terkoreksi ditentukan
berdasarkan kelangsingan penampang kolom
pada arah yang paling kritis:

P  C p AF
,
c
*

 C p P0,
Dimana:
Cp = Faktor kestabilan kolom
A = Luas penampang bruto, mm2
Fc* = Kuat tekan sejajar serat yang terkoreksi (dalam N
atau KN)
Perencanaan Batang Tekan
D. Tahanan Kolom Prismatis
 Faktor kestabilan kolom (Cp):

1  c  1  c  c
2

Cp     
2c  2c  c
dengan :
s Pe
c 
c P0'
 2 E05
'
I  2 E05
'
A
Pe  
K e L 
2
 L
2

 Ke 
 r
Perencanaan Batang Tekan
D. Tahanan Kolom Prismatis
 Keterangan:
Pe = Tahanan tekuk elastis (Euler) pd arah yg ditinjau
P0’ = Tahanan tekan aksial terkoreksi //serat pada
kelangsingan kolom sama dg nol
E05’= Nilai modulus elastisitas lentur pd persentil ke-5
c = 0,80 untuk batang masif
Фc = faktor tahanan tekan = 0,90
Фs = Faktor tahanan stabilitas = 0,85
 Nilai modulus elastisitas terkoreksi pada
persentil ke-5 dihitung:
'
E05  1,03Ew' 1  1,645KVE  atau: E05 = 0,69 Ew
Perencanaan Batang Tekan
E. Panjang Efektif Kolom
 Panjang efektif kolom untuk arah yang ditinjau
harus diambil sebagai KeL dimana Ke adalah
faktor panjang tekuk untuk komponen struktur
tekan
 Nilai Ke tergantung pada kondisi ujung kolom
dan ada atau tidaknya goyangan
 Nilai Ke untuk beberapa jenis kondisi kekangan
ujung dapat ditentukan menggunakan hubungan
pada gambar berikut :
Perencanaan Batang Tekan
E. Panjang Efektif Kolom
Perencanaan Batang Tekan
E. Panjang Efektif Kolom
 Kelangsingan kolom:
KeL
r

 Jari-jari girasi penampang persegi:


Ix
r
A
r  0,289.h
 Jari-jari girasi penampang bulat:
r  0,25 D
Perencanaan Batang Tekan
F. Kolom Berspasi
 Pada kolom berspasi ada dua sumbu utama
yang melalui titik berat penampang, yaitu
sumbu bebas bahan dan sumbu bahan
 Sumbu bebas bahan adalah sumbu yang arahnya
sejajar muka yang berspasi (biasanya muka yang
lebih lebar) pada kolom, dan sumbu bahan
adalah sumbu yang arahnya tegak lurus arah
sumbu bebas bahan dan memotong kedua
komponen struktur kolom
Perencanaan Batang Tekan
F. Kolom Berspasi
Perencanaan Batang Tekan
F. Kolom Berspasi
 Pada kolom berspasi yang merupakan
komponen struktur tekan dari suatu rangka
batang, titik kumpul yang dikekang secara
lateral dianggap sebagai ujung dari kolom
berspasi, dan elemen pengisi pada titik kumpul
tersebut dipandang sebagai klos tumpuan
 Klos tumpuan dengan ketebalan minimum sama
dengan ketebalan kolom tunggal harus diadakan
pada atau dekat ujung kolom berspasi
 Klos tumpuan harus mempunyai lebar dan
panjang yang memadai
Perencanaan Batang Tekan
F. Kolom Berspasi
 Sedikitnya satu klos lapangan, klos yang terletak
diantara klos-klos tumpuan, dengan lebar sama
dengan lebar klos tumpuan harus dipasang di
tengah atau didaerah tengah kolom berspasi
 Perbandingan panjang terhadap lebar
maksimum:
1. Pada bidang sumbu bahan : l1/d1 ≤ 80
2. Pada bidang sumbu bahan : l3/d1 ≤ 40
3. Pada bidang sumbu bebas bahan : l2/d2 ≤ 50
Perencanaan Batang Tekan
F. Kolom Berspasi
 Alat sambung dimasing-masing bidang kontak
antara klos tumpuan dan komponen struktur
kolom di setiap ujung kolom berspasi harus
mempunyai tahanan geser:
Z’ = A1Ks
Dimana:
A1 = Luas komponen struktur tunggal (mm2)
Ks = Konstanta klos tumpuan (MPa) yang nilainya
bergantung pada l1/d1 dan berat jenis komponen-
komponen struktur yang disambung
Perencanaan Batang Tekan
F. Kolom Berspasi
 Tabel Konstanta klos tumpuan (Ks)

Berat jenis kayu (G) Ks(Mpa)*


G ≥ 0,60 ((l1/d1)-11)*0,143 tetapi ≤ 7 Mpa

0,50 ≤ G ≤ 0,60 ((l1/d1)-11)*0,121 tetapi ≤ 6 Mpa


0,42 ≤ G ≤ 0,50 ((l1/d1)-11)*0,100 tetapi ≤ 5 Mpa
G ≤ 0,42 ((l1/d1)-11)*0,074 tetapi ≤ 4 Mpa

* Untuk l1/d1 ≤ 11, Ks = 0; Tidak memerlukan klos lapangan


Perencanaan Batang Tekan
Contoh Soal :
Rencanakan batang tekan AC pada contoh soal
perencanaan batang tarik. Asumsikan bahwa buhul
pada struktur truss dapat dianggap sama dengan
dukungan sendi.

Penyelesaian:
Trial 1
Ukuran penampang batang adalah 50/120
(b = 50 mm, d = 120 mm)
Perencanaan Batang Tekan
Penyelesaian:
• L = (1252+1502)0,5 = 195 mm (Panjang batang AC)
• Jari-jari girasi (r) = 0,289.d = 34,68 mm
• Kelangsingan = (KeL)/r = (1x195)/34,68 = 5,62

Menghitung kuat tekan sejajar serat acuan (Fc) dan


modulus elastisitas lentur acuan (Ew) akibat rasio
tahanan mutu kayu A sebesar 0,8.

• Fc’ = 0,8 x 40 = 32 MPa


• Ew = 0,8 x 20000 = 16000 MPa

(rasio tahanan mutu kayu)


Perencanaan Batang Tekan
Penyelesaian:
Menghitung faktor kestabilan kolom (Cp):
• Fc* = Fc’CMCtCptCF
= 32 x 1,00 x 1,00 x 1,00 x 1,00
= 32 Mpa
• P0’ = A. Fc*
= 50 x 120 x 32
= 192 kN
• E05 = 0,69 Ew
= 0,69 x 16000
= 11040 MPa
• E05’ = E05CMCtCpt
= 11040 MPa
Perencanaan Batang Tekan
Penyelesaian:
Menghitung faktor kestabilan kolom (Cp):
 2 E05
'
A 3,14 2 x11040 x6000
Pe  2
 2
 20677,93kN
 Ke L  5,62
 
 r 
s Pe 0,85 x 20677,93
c    169,52
c P0 '
0,6 x0,9 x192
1   c 1  169,52
  106,58
2c 2 x0,8
1 c  1 c  c
2
169,52
Cp       106,58  106,58 
2
 0,99
2c  2c  c 0,8
Perencanaan Batang Tekan
Penyelesaian:
Menghitung tahanan tekan terkoreksi (P’):
• P’ = CpP0’
= 0,99 x 192
= 190 kN

Kontrol tahanan tekan terfaktor:


• Pu ≤ λФcP’
97,5 kN ≤ 0,6 x 0,9 x 190
97,5 kN ≤ 102,6 kN ……………….. (OK!)