Anda di halaman 1dari 71

DETEKSI DINI GIZI

BURUK DAN
PENANGGULANGANNYA
TUJUAN PENANGGULANGAN GIZI BURUK

 TUJUAN
 UMUM:
 Menurunkan prevalensi gizi kurang dan gizi buruk

 KHUSUS:
Mencegah kematian anak (Case Fatality Rate/ CFR)
Mencegah gangguan tumbuh kembang berkelanjutan
(growth faltering)
Mencapai garis pertumbuhan (growth trajectory)
anak
Status Gizi

ASUPAN INFEKSI Penyebab


GIZI PENYAKIT LANGSUNG

Perilaku/asuhan Pelayanan
Ibu dan Anak kesehatan

KEMISKINAN, PENDIDIKAN RENDAH, Masalah


KETERSEDIANAN PANGAN, KESEMPATAN KERJA UTAMA

Masalah
KRISIS POLITIK DAN EKONOMI DASAR
Dampak Gizi dan kesehatan terhadap
kualitas manusia

Gizi kurang &


infeksi Gizi cukup & sehat

“tumbuh kembang otak”


Anak cerdas
tidak optimal”
bersifat permanen dan produktif
Tak terpulihkan

MUTU SDM RENDAH MUTU SDM TINGGI

BEBAN ASET
PENYEBAB KEMATIAN BAYI DAN BALITA
Malaria
ISPA
5%
19% Diare
19%

KEP
54% Campak
7%

Lainnya
32%
Perinatal
18%
GIZI BURUK
Gizi Buruk/Gizi Kurang (KEP)
Keadaan kekurangan energi dan protein (KEP)
tingkat berat akibat kurang mengkonsumsi makanan
yang bergizi dan atau menderita sakit dalam waktu
lama. Ditandai dengan status gizi sangat kurus
(menurut BB terhadap TB) dan/atau hasil
pemeriksaan klinis menunjukkan gejala marasmus,
kwashiorkor atau marasmik kwashiorkor.
MENENTUKAN STATUS GIZI
 ANTROPOMETRI :
BB/U, TB/U, BB/ TB.

 KLINIS :
Kulit, otot, jar lemak, mata, lidah, bibir
Kurus, edema (+/-), otot atrofi, jar.lemak <, pucat,
bercak bitot’s, dermatitis

 LABORATORIUM :
Darah, kemih, tinja, cairan spinal

 ANALISA DIET /MAKANAN :


Frekuensi makan, jumlah makanan, jenis makanan,
Alergi dan intoleransi makanan.
KLINIS ANTROPOMETRI
(BB/TB-OB)
Gizi buruk Tampak sangat kurus < -3 SD *)
(Sangat Kurus) dan atau edema pada
kedua punggung kaki
sampai seluruh tubuh

Gizi kurang (Kurus) Tampak kurus - 3 SD - < - 2 SD


Gizi baik Tampak sehat - 2 SD – 2 SD
Gizi Lebih Tampak gemuk > 2 SD

Penentuan status gizi secara klinis dan Antropometri ( BB/TB-PB)

*) Mungkin BB/TB-PB > -3 SD bila terdapat edema berat (seluruh


tubuh)
Penyebab Kasus Balita Gizi Buruk
 Balita tidak mendapat ASI eksklusif, atau mendapat
makanan selain ASI sebelum umur 6 bulan.
 Balita disapih sebelum umur 2 tahun.
 Balita tidak mendapat Makanan Pendamping ASI
(MP-ASI) pada umur 6 bulan atau lebih.
 MP-ASI kurang dan tidak bergizi
 Setelah umur 6 bulan balita jarang disusui
 Balita menderita sakit dalam waktu lama, seperti
diare, campak, TBC, batuk, pilek
 Kebersihan diri kurang dan lingkungan kotor
Penggolongan Kasus Gizi Buruk
a. Marasmus :
– Anak sangat kurus,
Wajah seperti orangtua,
Cengeng dan rewel
– Rambut tipis, jarang,
kusam, Kulit keriput
– Tulang iga tampak jelas,
Pantat kendur dan
keriput, Perut cekung
b. Kwashiorkor
– Wajah bulat dan
sembab, Cengeng dan
rewel, Apatis
– Rambut tipis, warna
rambut jagung, mudah
dicabut tanpa rasa sakit
– Kedua punggung kaki
bengkak, Bercak merah
kehitaman di tungkai
atau di pantat
c. Marasmik-Kwashiorkor
– Gabungan tanda-tanda
marasmus dan
kwashiorkor : sangat
kurus, rambut jagung
dan mudah rontok,
perut buncit, punggung
kaki bengkak, cengeng.
Pengaruh Kasus Balita Gizi Buruk
• Menyebabkan kematian bila tidak segera
ditanggulangi oleh tanaga kesehatan
• Kecerdasan anak akan berkurang
• Berat dan tinggi badan pada umur dewasa
lebih rendah dari anak normal (Stunting)
• Sering sakit infeksi kronis, seperti: batuk, pilek,
diare , TBC, dll.
• Gangguan Tumbuh Kembang
Penelusuran Kasus Balita Gizi Buruk
Bila ditemukan balita yang dicurigai gizi buruk dari
masyarakat, segera lakukan :
• Penimbangan berat badan secara teratur
• Pengukuran panjang /tinggi badan dan/atau
pemeriksaan tanda khusus
• Pembandingan hasil pengukuran dengan buku
rujukan penilaian status gizi menurut BB/TB
• Bila kategori BB/TB sangat kurus dan/atau lebih
dari satu tanda klinis, maka balita disebut gizi
buruk.
Perawatan Kasus Balita Gizi Buruk

• Kasus balita gizi buruk dirawat sesuai prosedur


tetap yang berlaku di puskesmas, kemudian
dilakukan rujukan segera ke pusat pelayanan
gizi atau Rumah Sakit terdekat.

(dirangkum dari Brosur Pedoman Petugas


Direktorat Bina Gizi Masyarakat-Puslitbang Gizi, Depkes, 2007)
Penanganan Anak
Gizi Berdasarkan
4 Fase
1. Fase Stabilisasi

- Diberikan makanan F 75 bila tanda


kegawat daruratan telah teratasi
- Kebutuhan energi 80-100 Kkal/kgBB/hr,
protein 1-1,5 gr dan cairan 130 ml/kg/hr
atau 100 ml pd edema berat
- F 75 diberikan secara bertahap
- Bila ada diare diberikan ReSoMal
Resomal
(Rehydration Solution for Malnutrition)

Bubuk ORS-WHO untuk 1 liter : 1 bungkus


Gula pasir : 50 g
Larutan mineral : 20 ml
Ditambah air sampai : 2000 ml

Komposisi per liter larutan :


Na : 37,5 mEq
K : 40 mEq
Mg : 1,5 mEq
2. Fase Transisi

- Diberikan F 100
- Pemberian energi dinaikkan menjadi
100 – 150 kkal/kg BB/hr
- Pemberian protein 2-3 gr/kgBB/hr
- Pemberian cairan 150 ml/kgBB/hr
3. Fase Rehabilitasi

– Pemberian makanan untuk tumbuh


kejar
– Selain pemberian F100 juga diberikan
makanan sesuai dengan BB anak
– Energi 150 -220 kkal/kg BB/hr
– Pemberian protein 4 – 6 gr/kg BB/hr
4. Fase Tindak Lanjut

– Fase pemulihan gizi balita di rumah


– Penyuluhan gizi dan demo cara menyiapkan
dan memberikan makanan pemulihan yg
padat gizi
– Pemberian PMT pemulihan yg padat gizi
dengan kandungan 500 kkal
– Memberikan stimulasi tumbuh kembang
PENANGANAN ANAK GIZI
BURUK Berdasarkan 10
Langkah Tata Laksana
(Penanggulangan) Gizi Buruk
1. Mencegah / mengatasi Hipoglikemia
Hipoglikemia adalah suatu keadaan dimana
kadar glukosa darah yg sangat rendah
Anak gibur dianggap hipoglikemia bila kadar
glukosa darah < 3 mmol/lt atau < 54 mg/dl
Hipoglikemia biasanya jg tjd bersamaan dg
hipotermia
Tanda lain adl letargis (tdk sadar), nadi lemah,
dan kehilangan kesadaran
 Gejala : berkeringat dan pucat, sangat jarang
dijumpai pd anak gibur
 Kematian krn hipoglikemia pd anak gibur,
kadang2 hy didahului dg tanda seperti
mengantuk saja
 Di unit pelayanan kesehatan yg belum mampu
memeriksa kadar glukosa darah, setiap anak
gibur yg datang harus dianggap mengalami
hipoglikemia
 Karenanya hrs segera mdpt perawatan dan
penanganan sbg penderita hipoglikemia
2. Mencegah / mengatasi Hipotermia
• Hipotermia : suatu keadan tubuh dmn suhu tubuh < 36,5ºc
• Pertahankan suhu tubuh anak gibur agar tetap hangat, dg cara :
 Menyelimuti tubuhnya dg baik termasuk kepala, hindari hembusan
angin
 Pertahankan suhu ruangan 25 – 30ºc
 Jangan biarkan tanpa baju terlalu lama saat pemeriksaan &
penimbangan
 Tangan yg merawat harus hangat
 Segera ganti baju/peralatan tidur yg basah
 Segera keringkan badan setelah mandi
 Jangan gunakan botol air panas utk menghangati anak  kulit
terbakar/melepuh
Tindakan menghangatkan tubuh
adalah usaha penghematan
penggunaan cadangan energi anak
3. Mencegah / mengatasi Dehidrasi
• Renjatan/Syok adl keadaan berbahaya yg ditandai
tubuh yg sgt lemah, letargis, kehilangan kesadaran,
tangan dan kaki dingin serta nadi yg cepat dan lemah
• Penyebab dr renjatan yg paling sering adl diare yg
disertai dg dehidrasi, perdarahan
• Tanda Dehidrasi : Letargis, anak gelisah dan rewel, tidak
ada air mata, Mata cekung, mulut dan lidah kering, Haus,
kembalinya cubitan/ turgor kulit lambat
Tanda dehidrasi di atas kadang tidak tampak pada
anak gizi buruk
4. Memperbaiki Gangguan keseimbangan
Elektrolit
• Cairan dan elektrolit sangat diperlukan dalam rangka menjaga kondisi
tubuh tetap sehat. Keseimbangan cairan dan elektrolit di dalam tubuh
adalah merupakan salah satu bagian dari fisiologi homeostatis.
Keseimbangan cairan dan elektrolit melibatkan komposisi dan perpindahan
berbagai cairan tubuh.
• Cairan tubuh adalah larutan yang terdiri dari air ( pelarut) dan zat tertentu
(zat terlarut). Elektrolit adalah zat kimia yang menghasilkan partikel-
partikel bermuatan listrik yang disebut ion jika berada dalam larutan.
Cairan dan elektrolit masuk ke dalam tubuh melalui makanan, minuman,
dan cairan intravena (IV) dan didistribusi ke seluruh bagian tubuh.
• Keseimbangan cairan dan elektrolit berarti adanya distribusi yang normal
dari air tubuh total dan elektrolit ke dalam seluruh bagian tubuh.
• Keseimbangan cairan dan elektrolit saling bergantung satu dengan yang
lainnya; jika salah satu terganggu maka akan berpengaruh pada yang
lainnya.
5. Mencegah / mengobati infeksi

• Penyakit penyerta yg banyak diderita pada


kasus gibur
1. ISPA / Pneumonia
2. Diare Persisten
3. Cacingan
4. Tuberkulosis
5. Malaria
6. HIV / AIDS
6. Memperbaiki kekurangan Zat gizi
Mikro
• Anak gibur pada umumnya mengalami anemia
• Periksakan kadar Hb untuk memastikan apakah ada anemia
berat
• Fe diberikan setelah memasuki fase Stabilisasi atau hari ke 14
• Fe diberikan setiap hari selama 4 minggu atau lebih sampai
kadar Hb normal selama 2 bulan berturut-turut
• Dosis Fe : 1 – 3 mg Fe elemental/kg BB/hr
• Bila memungkinkan lakukan pemeriksaan Hb ulang setiap
bulan
7. Mulai Pemberian Makanan

 Berikan sesegera mungkin


 Gunakan F-75 : (Modisco ½)
 130 ml/kgBB/h (bila edema 100 ml/kgBB/h)
 Kalori : 80-100 kkal/kgBB/h
Protein : 0,9 gr/kgBB/h
 Small & frequent feeding : tiap 2 jam, selama 24 jam
 12 x pemberian
F-75 dan modifikasi
Bahan F-75 F-75 F-75 F-75 M½
(WHO) (1) (2) (3) (*)

Susu skim/g 25 25 - - 100


Susu fullcrim/g - - 35 - -
Susu cair/ml - - - 300 -
Gula/g 100 70 70 70 50
Minyak/ml 30 27 17 17 25
Tp Beras/g - 35 35 35 -
Lar.mineral/ml 20 20 20 20 -
Air s/d (ml) 1000 1000 1000 1000 1000
(*) : Modisco = Modified Diet Skim Milk Sugar Cotton Seed
8. Meningkatkan makanan untuk tumbuh kejar
(catc-up growth)

Gunakan F-100  Modisco I / II


Kalori 150-220 kkal/kgBB/h
berikan sesuai aturan / petunjuk pemberian
 Lihat pedoman pemberian
Pemberian bertahap (periode transisi) sesuai
toleransi pasien
Perhatikan kenaikan BB
F-100 dan modifikasi
Bahan F-100 F-100 M-I M-II
(WHO) (1) (*) (*)

Susu skim/g 85 - 100 100


Susu fullcrim/g - 110 - -
Susu cair/ml 50 50 50 50
Gula/g 60 30 50 -
Minyak/ml - - - 50
Tp Beras/g - - - -
Lar.mineral/ml 20 20 - -
Air s/d (ml) 1000 1000 1000 1000
(*) : Modisco = Modified Diet Skim Milk Sugar Cotton Seed
9. Memberikan Stimulasi untuk Tumbuh
Kembang Anak Gizi Buruk

• Anak gibur : keterlambatan perkembangan mental dan


perilaku, shg stimulasi mjd bagian penting dlm pengelolaan
gibur
• Berikan :
- Kasih sayang, perhatian, dan pendampingan
- Lingkungan yg ceria
- Terapi bermain terstruktur selama 15 – 30 menit/hr (ex : permainan
cilukba atau menggunakan APE)  dg permainan ini diharapkan tjd
stimulasi psikologi bg anak baik motorik, mental maupun kognitif.
- Aktifitas fisik segera setelah sembuh
- Keterlibatan ibu (memberi makan, memandikan, bermain dsb)
10. Tindak Lanjut

• Terapi Gizi
 kebutuhan energi dan protein sesuai BB dan
umur anak
• PMT Pemulihan
• Ditambah Makanan Keluarga
- makan aneka ragam makanan, porsi kecil dan sering
- Suapi balita dg sabar dan penuh kasih sayang
- Tetap beri ASI sampai 2 Tahun
- Pergunakan Minyak, Santan, Lemak
- Buah - buahan
Kriteria pemulangan
• Nafsu makan baik
• Gejala klinis baik
• Ada penambahan BB 50 g/kgBB perminggu
selama dua minggu berturut turut
Makanan untuk Pemulihan Gizi
a. Prinsip
1) Makanan untuk Pemulihan Gizi adl makanan padat energi yg
diperkaya dg vitamin dan mineral
2) Diberikan kpd anak gizi buruk selama masa pemulihan
3) Berupa : F 100, mak. Theurapeutic/gizi siap saji dan mak.lokal (cair,
lumat, lembik, padat)
4) Bahan dasar utama dlm F100 dan mak gizi siap saji  minyak, susu,
tepung, gula, kacang2an dan sumber hewani. Kandungan lemak sbg
sumber energi 30–60% dari total kalori
5) Makanan lokal dg kalori 200 kkal/Kg BB/hr, yg diperoleh dari lemak
30-60% dari total energi, protein 4-6 gr/Kg BB/hr
6) Apabila akan menggunakan makanan lokal tidak dilakukan scr
tunggal (makanan lokal saja) tetapi harus dikombinasikan dg
makanan formula
2. Makanan untuk Pemulihan Gizi lanjutan.........
b. Jumlah dan Frekuensi
Makanan untuk Pemulihan Gizi bukan makanan biasa tetapi merupakan
makanan khusus untuk pemulihan gizi anak yg diberikan secara bertahap:
1) Anak gizi buruk dengan tanda klinis diberikan scr bertahap :
 Fase Rehabilitasi awal 150 kkal/kg BB/hr yg diberikan 5-7 kali
pemberian/hr. Diberikan selama 1 minggu dlm bentuk makanan
cair (F100)
 Fase Rehabilitasi lanjutan 200-220 kkal/kg BB/hr, yg diberikan 5-7
kali pemberian/hr (F100)
2) Anak gizi buruk tanpa tanda klinis langsung diberikan fase rehabilitasi
lanjutan 200-220 kkal/kg BB/hr yg diberikan 5-7 kali pemberian/hr
(F100)
Rehabilitasi lanjutan diberikan selama 5 minggu dg pemberian
makanan scr bertahap dg mengurangi frekuensi makanan cair dan
menambah frekuensi makanan padat
Catatan :

 Bila BB anak < 7 Kg : diberikan makanan bayi (lumat)


 Bila BB anak > 7 Kg : diberikan makanan anak (lunak)

a. Pemberian makanan rehabilitasi lanjutan dpt


diteruskan bila kondisi anak gizi buruk masih
memerlukan makanan formula
b. Bagi anak yg status gizinya pulih (≥ -2 SD) maka
berangsur menuju ke makanan anak sehat sesuai dg
anjuran makan menurut kelompok umur (besar
porsi, macam makanan, frekuensi pemberian)
Cara pemberian
( makanan untuk Pemulihan gizi kepada anak di rumah)
• Cuci tangan dengan sabun sebelum menyiapkan makanan
• Berikan makanan kepada anak dg memperhatikan jarak
waktu makan
• Usahakan makanan tersebut dihabiskan sesuai dg porsi yg
ditentukan
• Berikan makanan dalam bentuk cair dg menggunakan
gelas, hindari menggunakan botol / dot
Makanan untuk Pemulihan Gizi :
a. Diberikan sebelum pemberian ASI bagi bayi yg masih
mendapat ASI
b. Diberikan sebelum pemberian makanan keluarga bagi
anak yg sudah mendapat makanan utama
Cara penyimpanan
• Makanan untuk pemulihan gizi dalam bentuk cair (F100)
harus segera diberikan dan dihabiskan  suhu ruang 2 jam
• Makanan dlm bentuk kering yg diracik scr terpisah oleh
petugas Puskesmas dapat disimpan maksimal 7 hari dan
disimpan di tempat yg dejuk dan kering, aman, tertutup
dan terhindah dari bahan cemaran dan binatang
pengganggu ( semut, tikus, kecoa, cicak, kucing, anjing,
unggas, dll)
• Makanan untuk pemulihan gizi dlm kemasan agar
diperhatikan masa kadaluarsa yg terdapat pada kemasan
On admission : 2 weeks later :
Sh, girl, 2yrs, W : 4.750 g
W : 3.875 g H : 67,4 cm
H : 67 cm W/H : < -3 SD
W/H : < -4 SD

4 weeks later : 5 weeks later :


W : 5.310 g W : 6.280 g
H : 67,7 cm H : 67,8 cm
W/H : ± -3 SD W/H : -2 SD
Hal-hal penting yang harus
diperhatikan :
1. Jangan berikan Fe sebelum
minggu ke 2 (Fe diberikan pada
fase rehabilitasi)
2. Jangan berikan cairan intra
vena kecuali syok atau
dehidrasi berat
3. Jangan berikan protein terlalu
tinggi pada fase stabilisasi
4. Jangan berikan diuretik pada
penderita kwaskhiorkor
FORMULA UNTUK GIZI BURUK

1.Larutan Gula
2.Resomal
3.F 75
4.F 100
LARUTAN GULA CARA MEMBUAT FORMULA 75
1 Sendok teh Susu Skin 25 gr
muncung dilarutkan Gula pasir 100 gr
kedalam air 50 cc Minyak sayur 30 gr
Mineral mix 20 ml ( 1 bks)
Air 1000 ml
CARA MEMBUAT RESOMAL
1 Bungkus Oralit
CARA MEMBUAT FORMULA 100
10 Gram Gula Pasir
8 ml mineral mix Susu Skin 85 gr
Gula pasir 50 gr
Air 400 ml
Minyak sayur 60 gr
Mineral mix 20 ml ( 1 bks)
Air 1000 ml
URT ( Ukuran Rumah Tangga)
PENUTUP
• Anak gizi buruk masih mjd masalah
• Gizi buruk harus ditangani secara
komprehensif
• Anak gizi buruk : karena kurangnya intake yg
umumnya disertai penyakit infeksi
• Kasih sayang, perhatian, kepedulian,
Kesabaran, keikhlasan dan ketelatenan
adalah kunci utama berhasilnya
penanggulangan gizi buruk
Pemenuhan
zat gizi
adalah hak
azasi
manusia yang
paling
mendasar
DETEKSI DINI KELAINAN
TUMBUH KEMBANG PADA ANAK
UNIK
AnakTumbuh Anak bukan
Dan miniatur orang
Berkembang dewasa
Tumbuh
Bertambah
besar Ukuran
Berat dan
Panjang
badannya
Kembang
Bertambah
fungsi dan
kemampuan
Tiga kebutuhan
• FISIK-BIOLOGIS
(untuk pertumbuhan otak,sistem sensorik dan
motorik)  ASIH

• EMOSI-KASIH SAYANG
(mempengaruhikecerdasan emosi, inter dan
intrapersonal)  ASUH

• STIMULASI DINI
(merangsang kecerdasan -kecerdasan lain  ASAH
INTERVENSI DAN RUJUKAN DINI
PENYIMPANGAN TUMBUH
KEMBANG ANAK
• Penyimpangan /masalah perkembangan anak
dipengaruhi oleh byk faktor : tingkat kesehtn
dan status gizi anak disamping pengaruh lingk
hdp dan tumbuh kembang anak.

• Apabila anak umur 0 – 5 th kurang mendpt


stimulasi di rumah, maka biasanya akan
memperlihatkan gejala-gejala yg mengarah pd
kemungkinan ada penyimpangan perkemb.
• Pada anak tsb apabila dilakukan intervensi dini
yg dilakukan secara benar dan intensif,
sebagian besar gejala-gejala penyimpangan
dpt diatasi dan anak akan tumbuh
berkembang normal spt anak sebaya lainnya.
Tujuan intervensi dan rujukan dini
perkembangan anak adalah :
• Untuk mengkoreksi, memperbaiki dan
mengatasi masalah atau penyimpangan
perkembangan shg anak dpt tumbuh dan
berkembang scr optimal sesuai dg potensinya.

• Waktu yg tepat utk melakukan intervensi dan


rujukan dini penyimpangan perkembangan
anak adalah sesegera mungkin ketika usia
anak msh di bawah 5 th.
1. Intervensi dini Penyimpangan
perkembangan anak
• Adalah tindakan tertentu pd anak yg
perkembangan kemampuannya menyimpang
karena tdk sesuai dg umurnya.
• Penyimpangan perkembangan bs tjd pd salah
satu atau lebih kemampuan anak yaitu :
kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara
dan bahasa, serta sosialisasi dan kemandirian
anak.
• Tindakan intervensi dini tersebut berupa :
Stimulasi perkembangan terarah yg dilakukan
scr intensif di rumah slm 2 mgg, yg diikuti dg
evaluasi hasil intervensi stimulasi
perkembangan.
A. Intervensi perkembangan
• Intervensi perkembangan anak dilakukan atas
indikasi yaitu :
1. Perkembangan anak meragukan (M) yaitu pd
pemeriksaan KPSP jawaban “YA” = 7 atau 8
2. Bila seorang anak mempunyai
masalah/penyimpangan perkembangan,
sedangkan umur anak saat itu bukan pd jadwal
umur skrining, maka lakukan intervensi perkemb
sesuai dg masalah yg ada.
B. Evaluasi intervensi perkembangan

• Setelah orang tua dan keluarga melakukan


tindakan intervensi perkembangan scr intensif
di rmh slm 2 mgg, maka anak perlu dievaluasi
apakah ada kemajuan/perkembangan atau
tidak.
2. Rujukan dini penyimpangan
perkembangan anak
• Rujukan diperlukan jika masalah / penyimpangan
perkemb anak tdk dpt ditangani meskipun sdh
dilakukan tindakan intervensi dini.
• Rujukan penyimpangan tumbuh kembang anak
dilakukan scr berjenjang sbb:
1. Tingkat keluarga dan masyarakat
2. Tingkat Puskesmas dan jaringannya
3. Tingkat RS rujukan
ALUR RUJUKAN DINI
Anak 0 – 6 tahun

Deteksi Dini Tumbuh Kembang


Tk. Pusk dan
jaringannya :
-Bidan
Sesuai Meragukan Penyimpangan
-Perawat

Stimulasi Tindakan Rujuk ke klinik


rutin di intervensi 2 tumbuh kembang RS
rumah mgg untuk penanganan
spesialistik
Evaluasi Hasil Intervensi setelah 2 mgg

sesuai Meragukan Penyimpangan

Stimulasi Tindakan Rujuk ke klinik


rutin di intervensi 2 tumbuh kembang RS
rumah mgg untuk penanganan
spesialistik

Tk. Puskesmas dan jaringannya


Tim Medis : Dokter, Bidan, Perawat, Nutrisionis, Nakes lain
Evaluasi Hasil Intervensi setelah 2 mgg

sesuai Meragukan Penyimpangan

Stimulasi
rutin di
Rujuk ke klinik tumbuh
rumah kembang RS untuk
penanganan spesialistik

Tk. RS rujukan Klinik Tumbuh Kembang :


Tim dokter spesialis, Nutrisionis, terapis, Laboratorium,
Pemeriksaan penunjang
Matur Nuwun…