Anda di halaman 1dari 47

SISTEM PERSYARAFAN

Nia Damiati, S.Kp., MSN


Materi
1. Anatomi & Fisiologi Sistem Persyarafan
2. Pengkajian pasien gangguan persyarafan
a. pengkajian Fisik
b. Pengkajian Lab
c. Pengkajian Diagnostik
3. Proses Penyakit pada Gangguan Sistem persyarafan
a. Tekanan intra cranial
b. Serangan Iskemik Sementara
c. Stroke
Materi
4. Proses Penyakit pada Gangguan Sistem Neurologik
a. Peradangan / infeksi pada sistem neurologi, meningtis,
encephalitis, GBS, Abses otak
b. Gangguan akibat degeneratif (Myastheniagravis, Parkinson,
Alzheimen, Multipel Scelerosis, aneurisma)
c. Keganasan pada Sistem Syaraf dan tumor
d. Cedera Kepala
Anatomi &Fisiologi Sistem Pernafasan
(Review)
• Pengertian
• Fungsi
• Struktur sel saraf
• Jenis sel saraf
• Sistem saraf
• Pembagian otak
• Pelindung otak
• Sumsum
• Saraf tepi (saraf perifer)
• Saraf otonom
Pengertian
• Sistem saraf adalah sistem yang mengatur dan mengendalikan
semua kegiatan aktivitas tubuh kita seperti berjalan,
menggerakkan tangan, mengunyah makanan dan lainnya.
• Sistem Saraf tersusun dari jutaan serabut sel saraf (neuron) yang
berkumpul membentuk suatu berkas (faskulum). Neuron adalah
komponen utama dalam sistem saraf.
Fungsi Sistem Syaraf
• Sistem saraf sebagai sistem koordinasi mempunyai 3 (tiga)
fungsi utama yaitu:
• Pengatur / pengendali kerja organ tubuh,
• Pusat pengendali tanggapan,
• Alat komunikasi dengan dunia luar
Sistem Syaraf
• Berdasarkan letak kerjanya Sistem Saraf terdiri atas 3 bagian yaitu :
1. Sistem Saraf Pusat
• Otak
• Sumsum Tulang Belakang
2. Sistem Saraf Perifer/ tepi
• 12 pasang saraf serabut otak (saraf cranial)
• 31 pasang saraf sumsum tulang belakang (saraf spinal)
3. Sistem Saraf Autonom/ saraf tak sadar
• Susunan saraf simpatik
• Susunan saraf parasimpatik
SISTEM SYARAF PUSAT
• OTAK
– Serebrum
• Hemisfer ka – korpus kalosum – hemisfer ki
• Lobus
– Frontalis : kepribadian, penilaian, berpikir abstrak, perilaku sosial, ekspresi bahasa,
gerakan
– Temporalis : pendengaran, pemahaman bahasa, menyimpan & mengingat memori
– Parietalis : rasa (suhu, nyeri, sentuhan, ukuran, bentuk, jarak)
– Oksipitalis : stimuli visual – Pusat broca : kontrol motorik fungsi bicara
– Area wernicke : menginterpretasi bicara
– Serebelum
• 2 hemisfer
• Fungsi : tonus otot, gerakan otot, dan keseimbangan
– Batang otak
• Pons : salah satu pusat pernapasan
• Mesensefalon (midbrain) : refleks auditorius dan visual
• Medula oblongata : respirasi, vasomotor, kardiak.
– Struktur primitive
• Talamus : nyeri, fokus perhatian
• Hipotalamus : suhu tubuh, selera makan, keseimbangan air, hormon, emosi, tidur/bangun
• MEDULA SPINALIS – Menghubungkan batang otak foramen magnum vertebra lumbalis ke2
Otak

 Diperkirakan otak terdiri atas 100milyar neuron


 Otak dibagi menjadi 6 divisi utama:
1. Serebrum forebrain/prosensefalon
2. Diensefalon
3. Serebelum
4. Midbrain
5. Pons Brain stem (batang otak)
6. Medula oblongata
Pelindung Otak
• TENGKORAK.
• RUAS-RUAS TULANG BELAKANG.
• TIGA LAPISAN SELAPUT OTAK (MENINGEN).
• DURAMETER : Bersatu dengan tengkorak (melekat pada tulang)
• ARACHNOID : Bantalan untuk melindungi otak dari bahaya kerusakan
mekanik, berisi cairan serobrospinal (cairan limfa)
• PIAMETER : Penuh dengan pembuluh darah, di permukaan otak, suplai
oksigen dan nutrisi, mengangkut sisa metabolisme.
OTAK BESAR : SEREBRUM (1)
 Merupakan bagian terbesar otak
 Fungsi : mengendalikan mental, tingkah laku,
pikiran, kesadaran, kemauan, kecerdasan,
kemampuan berbicara, bahasa
 Terdiri dari 2 hemisfer : kiri dan kanan
 Mengandung substansi/jaringan kelabu dan
putih
 Hemisfer dipisahkan suatu celah yang dalam
dan dihubungkan kembali oleh corpus
callosum
SEREBRUM (2)
 Sebelah kiri mengendalikan bagian sebelah kanan tubuh,
begitu sebaliknya
 Bagian luar substansi kelabu : korteks
 Korteks serebri bergulung2/berlipat tidak teratur  luas
permukaan >>
 Lekukan diantaranya : sulkus
 Sulkus yang terdalam membentuk fisura longitudinalis dan
lateralis
 Fisura dan sulkus membagi otak menjadi beberapa lobus, yg
letaknya sesuai dengan tulang yang berada di atasnya
SEREBRUM (3)
 Substansi putih terletak lebih dalam
 Korteks serebri juga terbagi bagian yang memiliki
fungsi sensorik dan sebagian fungsi sensorik
 Korteks serebri (cerebral cortex), sering hanya
disebut korteks, adalah lapisan luar materi abu-abu
(grey matter), sekitar 2 mm tebalnya, yang
menutupi seluruh permukaan belahan otak.
SEREBRUM (4)

 Serebrum Terbagi menjadi bagian2 :


LOBUS
1. Lobus frontalis
2. Lobus parietalis
3. Lobus oksipitalis
4. Lobus temporalis
SEREBRUM (5)
1. Lobus frontal
- pusat fungsi intelektual yang lebih tinggi, seperti
kemampuan berpikir abstrak dan nalar, motorik
bicara (area broca di hemisfer kiri), pusat penghidu,
dan emosi
- pusat pengontrolan gerakan volunter di gyrus
presentralis (area motorik primer)
- terdapat area asosiasi motorik (area premotor)
2. Lobus parietal
- pusat kesadaran sensorik di gyrus postsentralis
(area
sensorik primer)
- terdapat area asosiasi sensorik

24
SEREBRUM (6)
3. Lobus oksipital
- pusat penglihatan & area asosiasi penglihatan:
menginterpretasi & memproses rangsang
penglihatan dari nervus optikus & mengasosiasikan
rangsang ini dengan informasi saraf lain & memori
- merupakan lobus terkecil
4. Lobus temporal
- berperan dlm pembentukan & perkembangan
emosi
- pusat pendengaran

25
Ganglia Basal
• Merupakan kumpulan dari badan-badan sel saraf (nukleus).
• Berperan dalam mengontrol gerakan dgn cara:
(1) menghambat tonus otot,
(2) memilih & mempertahankan aktivitas
motorik bertujuan,
(3) memantau & mengkoordinasikan kontraksi
menetap yang lambat
• Penyakit Parkinson: gangguan pd Ganglia Basal, terutama
karena defisiensi neurotransmiter dopamin  peningkatan
tonus (kekakuan), tremor istirahat, & perlambatan inisiasi &
pelaksanaan gerakan yang berbeda

26
27 SSP_faal/ikun/2006
Thalamus
Fungsi:
• sbg stasiun relay & pusat integrasi sinaps untuk
pengolahan awal semua input sensori menuju korteks
• menyaring sinyal-sinyal tak bermakna
• bersama batang otak & area asosiasi mengarahkan
perhatian kita ke rangsangan yang menarik
• Menentukan kesadaran kasar bbg sensasi ttp tdk dpt
membedakan lokasi & intensitas
• Memperkuat perilaku motorik volunter yang dimulai
oleh korteks

28
Hipothalamus
• Merupakan area terpenting dlm pengaturan
lingkungan internal tubuh (homeostasis)
• Mengontrol suhu tubuh, rasa haus & pengeluaran
urin, lapar & kenyang, sekresi hormon-hormon
hipofisis anterior, menghasilkan hormon-hormon
hipofisis posterior, kontraksi uterus & pengeluaran
ASI.
• Merupakan pusat koordinasi sistem saraf otonom
utama
• Berperan dalam pola perilaku & emosi (respons
takut & berani; perilaku seksual)

29
30
SEREBELUM
Serebelum membandingkan antara informasi yg
diterima dari pusat pengontrolan yg lebih tinggi ttg
apa yg sebaiknya otot lakukan & sistem saraf perifer
ttg apa yg otot lakukan
 memberi sinyal umpan balik untuk mengoreksi
gerakan  dikirim ke serebrum mll thalamus 
gerakan yg lebih halus, cepat, terkoordinasi, &
terampil; mempertahankan posisi & keseimbangan

31
SEREBELUM
(1) Menerima perintah gerakan terencana bds informasi dr
korteks motorik & ganglia basal mll nukleus di Pons
(2) Menerima gerakan nyata
- dari reseptor propriosepsi mll traktus spinoserebellar
anterior & posterior
- dari reseptor vestibular di telinga mll traktus
vestibulocerebellar
- dari mata
(3) Membandingkan sinyal umum (perintah untuk
bergerak) dgn informasi sensorik (gerakan nyata)
(4) Mengirimkan umpan balik berupa sinyal korektif ke
nukleus di batang otak & korteks motorik mll thalamus

32
BATANG OTAK
•Midbrain (Mesensefalon)
* superior colliculi: pusat refleks gerakan
kepala & bola mata ketika berespons thd
rangsang visual
* inferior colliculi: pusat refleks gerakan
kepala & tubuh ketika berepons thd
rangsang suara

33
BATANG OTAK
• Pons
Pusat pernapasan:
- Pusat apneustik  mengontrol kontraksi otot inspirasi
- Pusat pneumotaksik  mengontrol relaksasi otot
pernapasan shg tjd ekspirasi
• Medula Oblongata
Pusat pernafasan:
Dorsal group  kelompok neuron yg membentuk
pernapasan
otomatis;
Ventral group  kelompok neuron yg mempersarafi otot2
pernapasan
Tdp kemoreseptor yg sensitif thd perubahan konsentrasi ion
H+ & konsentrasi CO2

34
Medula Oblongata
• Pusat pengaturan jantung:
cardioaccelerator center  meningkatkan denyut &
kekuatan kontraksi jantung (mll saraf simpatis) &
cardioinhibitori center  menurunkan denyut
jantung ke pacemaker N.vagus (saraf parasimpatis)
• Pusat vasomotor  mengontrol diameter pembuluh
darah mll saraf simpatis dlm pengaturan tekanan
darah
• Pusat refleks nonvital  refleks menelan, muntah,
batuk, bersin, & tersedak

35
BATANG OTAK

36
MEDULA SPINALIS
• Terdapat 31 pasang saraf spinal yang melalui medula spinalis 
nervus campuran yg berisi akson sensorik & motorik; berjalan di
kolumna spinal
• Semua akson sensorik masuk ke medula spinalis mll ganglion
akar dorsal.
- Traktus spinotalamikus lateral  menghantarkan impuls
modalitas nyeri & suhu
- Traktus spinotalamikus anterior  menghantarkan
impuls modalitas geli, gatal, sentuhan, & tekanan
- Traktus lemniscus medialis-kolumna posterior 
menghantarkan impuls yg membedakan 2 titik,
stereognosis, propriosepsi, membedakan berat, &
sensasi getaran

37
MEDULA SPINALIS

38 SSP_faal/ikun/2006
NEURON
• Setiap neuron terdiri dari satu badan sel yang di dalamnya
terdapat sitoplasma dan inti sel. Dari badan sel keluar dua macam
serabut saraf, yaitu dendrit dan akson (neurit).
• Dendrit berfungsi menangkap dan mengirimkan impuls ke badan
sel saraf, sedangkan akson berfungsi mengirimkan impuls dari
badan sel ke jaringan lain. Akson biasanya sangat panjang.
Sebaliknya, dendrit pendek.
Terdapat 3 Jenis Sel Syaraf berdasarkan fungsi
• Sel Saraf Sensorik (saraf Aferen)
• Berfungsi menghantarkan rangsangan dari reseptor (penerima rangsangan)
ke sumsum tulang belakang.
• Sel Saraf Motorik (saraf Eferen)
• Berfungsi menghantarkan impuls motorik dari susunan saraf pusat ke
efektor.
• Sel Saraf Penghubung/ intermediet/ asosiasi
• Merupakan penghubung sel saraf yang satu dengan sel saraf yang lain.
SIRKULASI DARAH
• Arteri karotis umum ka/ki  arteri karotis internal dan eksternal
ka/ki
• Arteri karotis eksternal  leher, kerongkongan, laring, faring, rahang
bawah, muka
• Arteri vertebralis
• Arteri karotis interna  masuk ke dalam tengkorak  sirkulus Willisi
 otak  arteri optik, arteri otak anterior, arteri otak tengah
Cairan Serebrospinal
• terdapat di dalam ventrikel otak
• dibentuk oleh : plexus choroideus
• Direabsorpsi di rongga Sub arachnoid
• penimbunan  HIDROCEPHALUS, krn – Obstruksi – Penurunan
reabsorpsi
• fungsi : - bantalan pengaman - metabolisme jaringan SSP
Pengkajian Sistem Persyarafan
• Keluhan Pasien utama : lumpuh (hemiplegi/tetraplegi/paraplegi),
nyeri, kesadaran menurun

• Pengkajian Fisik
1. Reflek Fisiologis
2. Reflek Patologis
3. N. Cranialis (12 nervus)
4. GCS
Pengkajian Sistem Persyarafan
• Pemeriksaan Penunjang
- Pencitraan neurologis
– Foto polos
– CT Scan (Computer Tomography)
– MRI (Magnetic Resonance Imaging)
– Angiografi
• Neurofisiologi klinis
– EEG (Elektro Enchepalo Grafi)
– EMG (Elektro Mio Grafi )
• Lumbal Pungsi
Penyakit/Gangguan Sistem Persyarafan
Tekanan Intra Cranial
• Pengertian: Tekanan intrakranial adalah tekanan di dalam ruang tengkorak
yang dilindungi dari tekanan luar.
• Tekanan ini dinamik dan berfluktuatif secara ritmis mengikuti siklus
jantung, respirasi, dan perubahan proses fisiologis tubuh
• TIK Normal : 0-15 mmHg
• Otak, darah, dan cairan serebrospinal (CSS) merupakan komponen yang
tidak dapat terkompresi, peningkatan salah satu komponen ataupun
ekspansi massa di dalam tengkorak dapat mengakibatkan peningkatan
tekanan intrakranial, teori ini lebih lanjut disebut doktrin Monro-Kellie
Tekanan Intrakranial (continue..)
• Nilai diatas 15 mmHg dipertimbangkan sebagai hipertensi intrakranial
atau peningkatan tekanan intrakranial. Tekanan intrakranial
dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu otak (sekitar 80% dari volume
total), cairan serebrospinal (sekitar 10%) dan darah (sekitar 10%)
(Joanna Beeckler, 2006).

Selanjutnya silahkan lihat artikel….. (pdf file)


Penugasan
Proses Penyakit pada system Persyarafan
a. Peradangan / infeksi pada sistem neurologi, meningtis,
encephalitis, GBS, Abses otak
b. Gangguan akibat degeneratif (Myastheniagravis, Parkinson,
Alzheimer, Multipel Sclerosis, aneurisma)
c. Keganasan pada Sistem Syaraf dan tumor
d. Cedera Kepala