Anda di halaman 1dari 18

istirahat

• Istirahat adalah suatu keadaan dimana keadaan jasmaniah menurun


yang berakibat badan menjadi lebih segar.
• istirahat merupakan keadan yang tenang, rileks tanpa tekanan
emosional dan bebas dari kegelisahan ( Wahit dan Nurul 2007).
• Beristirahat bukan berarti tidak melakukan aktivitas sama sekali
terkadang berjalan – jalan juga dikatakan suatu bentuk istirahat (
Hidayat 2006)
• Karakteristik: a. Keadaan tenang, b. Bebas dari gangguan dan
ketidaknyamanan, c. Mengakibatkan menjadi segar kembali
Tidur
• Tidur adalah perilaku penarikan diri secara terus menerus dari dan tidak
berespons terhadap lingkungannya yang bersifat reversibel (Carskadon &
Dement, 1994)
• Tidur didefinisikan sebagai suatu keadaan bawah sadar dimana seseorang
masih dapat dibangunkan dengan pemberian rangsang sensorik atau
dengan rangsang lainnya (Guyton & Hall, 2006).
• Sedangkan tidur oleh Johnson dianggap sebagai salah satu kebutuhan
fisiologis manusia. Tidur terjadi secara alami, dengan fungsi fisiologis dan
psikologis yang melekat merupakan suatu proses perbaikan tubuh. Secara
fisiologis, jika seseorang tidak mendapatkan tidur yang cukup untuk
mempertahankan kesehatan tubuh, dapat terjadi efek-efek seperti pelupa,
konfusi, dan disorientasi, terutama jika deprivasi tidur terjadi untuk waktu
yang lama.
Fungsi tidur Tanda Tidur Secara UmUM

• Menjaga keseimbangan mental • Aktivitas fisik minimal


dan emosional • Tingkat kesadarn yang bervariasi
• Mereview kembali kejadian – • Terjadi berbagai perubahan
kejadian yang dialami fisiologis tubuh
memproses dan menggunakan
untuk masa depan • Penurunan respon terhadap
rangsangan dari luar
KLASIFIKASI TIDUR
A. NONREM (Non Rapid Eye Movement) • Tidur NonREM ini terbagi menjadi 4 tahap :
gerakan mata tidak cepat. Pola tidur NREM 1) Tahap I
merupakan tidur yang nyaman dan dalam tidur
gelombang pendek, karena gelombang otak a) Tahap transmisi
selama NREM lebih lambat dari pada b) Berlangsung dalam 5 menit
gelombang alpha dan beta pada orang yang
sadar atau tidak dalam keadaan tidur. c) Beralih dari sadar menjadi tidur
Tanda – tanda tidur NREM adalah : d) Seseorang merasa kabur dan rileks
• 1) Mimpi berkurang e) Mata bergerak ke kanan ke kiri
• 2) Keadaan istirahat ( otot mula berelaksasi) f) Kecepatan jantung dan pernafasan turun
secara jelas
• 3) Tekanan darah menurun
g) Gelombang alpha sewaktu orang masih
• 4) Kecepatan pernafasan turun sadar diganti dengan gelombang beta yang
• 5) Metabolisme turun lebih lambat
• 6) Gerakan mata lambat h) Dapat bangun dengan mudah
2) Tahap II • Tahap III
a) Tahap tidur ringn • a) Denyut nadi dan frekuensi nafas
b) Proses tubuh terus menurun dan proses tubuh lainnya lambat
akibat dominasi
c) Mata masih bergerak – gerak • b) Sistem saraf parasimpatik
d) Kecepatan jantung dan pernafasan • c) Sulit dibangunkan
turun dengan jelas
e) Suhu tubuh dan metabolisme • d) Gelombang otak lebih teratur
menurun • e) Penambahan gelombang delta
f) Ditandai dengan gelombang “ sleep yang lambat
spindles”
g) Berakhir dari waktu 10 – 15 menit
h) Berlangsung pendek
• 4) Tahap IV B. REM (Rapid Eye Movement)
• o Tidur yang paling dalam. gerakan mata cepat. Tidur tipe ini disebut “
paradoksial” karena hal ini bersifat “paradoks” yaitu
• o Pada EEG dipenuhi Gel Deltha. seseorang dapat tetap tertidur walaupun aktivitas
• o Sangat sulit dibangunkan. otaknya nyata. Ringkasnya tidur REM atau Paradoks
ini merupakan pola atau tipe dimana otak benar –
• o Terjadi mimpi sehubungan dengan kejadian benar dalam keadaan aktif
sehari sebelumnya.
• Pola atau tipe tridur REM adalah :
• o Lamanya 5-15 menit
• 1) Bola mata bergerak dengan kecepatan tinggi
• o Terjadi perubahan fisik :
• 2) Terajdi kejang otot kecil, otot besar imobilisasi
• o Nadi & pernapasan melambat
• 3) Pernafasan tidak terartur
• o TD turun
• 4) Nadi ireguler
• o Otot-otot sangat rileks
• 5) Metabolisme meningkat
• o Basal metabolisme dan SB menurun
• 6) Lebih sulit dibangunkaN.
Proses Tidur
• RAS (reticular activating system) merupakan • Bila aktivitas Reticular Activity System ini
sistem yang mengatur seluruh tingkatan meningkat maka orang tersebut dalam
kegiatan susunan saraf pusat termasuk keadaan sadar jika aktivitas Reticular Activity
kewaspadaan dan tidur. RAS ini terletak dalam System menurun, orang tersebut akan dalam
mesenfalon dan bagian atas pons. Selain itu keadaan tidur.
RAS dapat memberi rangsangan visual, • Aktivitas Reticular Activity System (RAS) ini
pendengaran, nyeri dan perabaan juga dapat sangat dipengaruhi oleh aktivitas
menerima stimulasi dari korteks serebri neurotransmitter seperti sistem
termasuk rangsangan emosi dan proses pikir. serotoninergik, noradrenergik, kolinergik,
Dalam keadaan sadar, neuron dalam RAS akan histaminergik.
melepaskan katekolamin seperti
norepineprin.
• Demikian juga pada saat tidur, disebabkan
adanya pelepasan serum serotonin dari sel
khusus yang berada di pons dan batang otak
tengah, yaitu BSR (Bulbar Synchronizing
Region) : mengantuk
Perubahan Fisiologis saat Tidur
• Pernapasan : – RR ↓, Minute volume ↓, • Hormon :
ventilasi alveolar ↓, • – Melatonin dilepaskan dari kelenjar
• Kardiovaskular : – TD ↓, Resistensi pineal di bawah kendali Supra Chiasmatic
vaskuler sistemik ↓, HR ↓, CO ↓ Nuclei (SCN) dalam 4-5 jam, biasanya
• Otak : – CBF ↑, Cerebral metabolic rate, dimulai ketika awal petang (jam 9
konsumsi oksigen, dan neuronal discharge malamdihambat atau ditunda oleh
rate ↓ (NREM) dan mengalami paparan sinar terang dimalam hari.
peningkatan melebihi saat istirahat • – Hormon pertumbuhan sebagian besar
selama tahap REM disekresi
• – Konsentrasi prolaktin juga segera
meningkat pada saat permulaan tidur dan
mengalami penurunan saat terjaga
• – Sekresi kortisol menurun bersamaan
dengan permulaan
Faktor-faktor yang mempengaruhi tidur
• • Penyakit fisik
• • Obat-obatan dan substansi
• • Gaya hidup
• • Pola tidur yang biasa mengantuk yang berlebihan pada siang hari
• • Stres emosional
• • Lingkungan
• • Latihan fisik dan kelelahan
• • Asupan kalori dan makanan
• • Usia
Manfaat Tidur
• Tidur dipercaya mengkontribusi pemulihan fisiologis dan psikologis
• Tidur yang nyenyak bermanfaat dalam memelihara fungsi jantung
• Melepaskan hormon pertumbuhan manusia untuk memperbaiki dan
memperbaharui sel epitel dan khusus seperti sel otak
• sintesis protein dan pembagian sel untuk pembaharuan jaringan
seperti pada kulit, sumsum tulang, mukosa lambung, atau otak terjadi
selama istirahat dan tidur
• menyimpan energi
• pemulihan kognitif : REM : penyimpanan memori dan pembelajaran :
penyimpanan memori jangka panjang
Dampak Kurang Tidur
• Nafsu makan meningkat
• Imunitas berkurang
• Rentan terkena diabetes
• Stress meningkat
• Gelisah
• Tampak lebih tua
• Resiko kanker meningkat
• Resiko penyakit kardiovaskular
• Kerusakan otak
Kebutuhan Tidur
• Neonatus sampai dengan 3 bulan : tidur 16 jam/hari, 5-6 jam tidur siang dan 10-
11 jam malam hari.
• • Bayi : tidur 14 jam/hari, 2-4 jam tidur siang dan 10-11 jam malam hari.
• • Toddler : tidur 11-12 jam/hari, 1-3 jam tidur siang dan 9-10 jam malam hari.
• • Prasekolah : tidur 11 jam/hari, 0-1 jam tidur siang dan 10-11 jam malam hari.
Saat usia 5 tahun anak sudah tidak membutuhkan tidur siang.
• • Usia sekolah : tidur 10 jam pada malam hari.
• • Adolensia : tidur 8,5 jam pada malam hari.
• • Dewasa muda : tidur 7-8 jam/hari.
• • Usia dewasa pertengahan : tidur 7 jam/hari.
• • Lansia : tidur 5-8 jam/hari.
Fisiologi Tidur pada Lansia
• Pola tidur bangun ➢ Penurunan fase REM
• Gelombang otak berubah sesuai dengan bertambahnya usia ➢
Gelombang alfa ↓, gelombang delta ↓/hilang
• Perubahan siklus sirkardian ➢ Sering tertidur, sering terbangun
• Perubahan keadaan hormonal ➢ Pe ↓ hormon pertumbuhan,
prolaktin, tiroid, dan melatonin
Jenis gangguan tidur
• Insomnia dapat didefinisikan • Apnea tidur adalah gangguan
sebagai kesulitan untuk jatuh yang dicirikan dengan kurangnya
tertidur, sulit mempertahankan aliran udara melalui hidung dan
tidur, sering terbangun dari mulut selama periode 10 detik
tidur, atau tidur kronis atau lebih pada saat tidur
nonrestoratif • Parasomnia adalah suatu bentuk
• Narkolepsi adalah disfungsi kelainan yang menyebabkan
mekanisme yang mengatur penderitanya melakukan
keadaan bangun dan tidur : gerakan-gerakan yang tidak
jatuh tertidur tanpa bisa biasa saat sedang tidur.
dikendalikan pada waktu yang
tidak tepat
Penatalaksanaan Gangguan Istirahat dan Tidur
Pada Lansia
1. Pencegahan Primer Tindakan pencegahan primer lainnya antara lain adalah:
• Tidur seperlunya, tetapi tidak berlebihan, agar merasa segar • Kasur yang baik memungkinkan kesejajaran tubuh yang tepat.
dan sehat di hari berikutnya. Pembatasan waktu tidur dapat
memperkuat tidur; berlebihnya waktu yang dihabiskan di • Suhu kamar harus cukup dingin (kurang dari 24˚C) sehingga
tempat tidur tampaknya berkaitan dengan tidur yang cukup nyaman.
terputus-putus dan dangkal. • Asupan kalori harus minimal pada saat menjelang tidur.
• Waktu bangun yang teratur dipagi hari memperkuat siklus • Latihan sedang di siang hari atau sore hari merupakan hal
sirkadian dan menyebabkan awitan tidur yang teratur. yang dianjurkan.
• Jumlah latihan yang stabil setiap harinya dapat
memperdalam tidur; namun, latihan yang hanya dilakukan
kadang-kadang tidak dapat memperbaiki tidur pada malam
berikutnya.
• Bunyi bising yang bersifat kadang-kadang (mis. bunyi pesawat
terbang melintas) dapat mengganggu tidur sekalipun orang
tersebut tidak terbangun oleh bunyinya dan tidak dapat
mengingatnya di pagi hari. Kamar tidur kedap suara dapat
membantu bagi orang-orang yang harus tidur di dekat
kebisingan.
Pencegahan sekunder Pencegahan tersier
Catatan tersebut harus mencakup faktor-faktor • Jika terdapat gangguan tidur seperti
berikut ini: apnea tidur yang mengancam
• Seberapa sering bantuan diperlukan untuk kehidupan, kondisi pasien
memberikan obat nyeri, tidak dapat tidur, memerlukan rehabilitas melalui
atau menggunakan kamar mandi. tindakan-tindakan seperti
• Kapan orang tersebut turun dari tempat tidur. pengangkatan jaringan yang
• Berapa hari orang tersebut terbangun atau menyumbat di mulut dan
tertidur pada saat diobservasi oleh perawat mempengaruhi jalan napas. Data-data
atau pemberi perawatan. tersebut membantu menentukan
• Terjadinya konfusi dan disorientasi. pengobatan yang terbaik untuk
mengatasi kesulitan dan
• Penggunaan obat tidur. merehabilitasi lansia sehingga ia dapat
• Perkiraan orang tersebut bangun di pagi hari. menikmati tidur yang berkualitas baik
sampai akhir hidup.
Mengatasi Gangguan Tidur
• Mempertahankan jadwal harian yang sama • Mandi air hangat di waktu akhir sore atau
untuk berjalan-jalan, istirahat dan tidur. menjelang malam.
• Bangun di waktu biasanya ia bangun bahkan • Makan kudapan ringan karbohidrat dan lemak
jika tidurnya terganggu atau waktu tidurnya sebelum tidur.
berubah sementara.
• Menghindari minuman dan produk yang
• Melakukan ritual waktu tidur dan mengikuti mengandung kafein, khususnya menjelang
dengan patuh. waktu tidur.
• Melakukan olah raga setiap hari tetapi hindari • Mempraktikkan metode relaksasi seperti
olah raga yang terlalu berat pada malam hari. nafas dalam, masase, mendengarkan musik
• Membatasi tidur siang 1 dan 2 jam perhari, atau membaca bacaan yang merilekskan.
pada waktu yang sama setiap harinya. • Menghindari minuman beralkohol atau batasi
asupan alkohol pasien hingga sesedikit
• Menggunakan tempat tidur hanya untuk tidur. mungkin setiap harinya.
• Jika ia terbangun tengah malam selama lebih
dari 30 menit, bangkit dari tempat tidur dan
lakukan aktivitas yang tidak menstimulasi
seperti membaca.