Anda di halaman 1dari 18

PERPAJAKAN

INTERNASIONAL

MATA KULIAH PILIHAN WAJIB – KONSENTRASI PAJAK


BUKU TEKS
PERPAJAKAN INTERNASIONAL

Referensi :
1. Anang Mury Kurniawan, Pajak Internasional Beserta Contoh
Aplikasinya, Edisi Kedua, Penerbit Ghalia Indonesia, 2015
2. Darussalam, John Hutagaol, Danny Septriadi, Konsep dan Aplikasi
Perpajakan Internasional, Danny Darussalam Tax Center, 2010
3. Gunadi, Pajak Internasional, Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi
Universitas Indonesia, 1997
4. Ketentuan Peraturan UU yang Berlaku
KONTRAK PERKULIAHAN & TATA TERTIB
UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS) : 30 %
UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS) : 40 %
QUIZ, TUGAS, PARTISIPASI KELAS : 20 %
KEHADIRAN = 14x TATAP MUKA + 2x UJIAN : 10 %
• PERPAJAKAN INTERNASIONAL, adalah MATA KULIAH PILIHAN WAJIB PENUNJANG TUGAS AKHIR
“KONSENTRASI PAJAK”.
• SEBELUM tatap muka kelas untuk tujuan konfirmasi pemahaman materi, mahasiswa diharapkan telah
mempersiapkan materi berdasarkan RPS melalui kelompok presentasi dan peserta.
o Peserta kelas WAJIB berpartisipasi secara verbal & paper (me-resume materi dengan tulisan
tangan).
• BATAS KEHADIRAN Masuk Kelas Maks. +/- 20 Menit
• SOPAN Bersikap, Berlaku & Bertutur
No Slippers
Properly Formal Dress
Silent HP During Class
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS)
PERPAJAKAN INTERNASIONAL
TM Tgl MATERI TM Tgl MATERI
1 21 Feb Latar Belakang Perpajakan Internasional 9 18 Apr Subjek Pajak pada Transaksi Internasional
2 28 Feb Azas Pemungutan (Taxing Rights) 10 25 Apr Objek Pajak pada Transaksi Internasional
Perpajakan Internasional
3 7 Mar Pajak Berganda dalam aspek Nasional 11 2 Mei Bentuk Usaha Tetap (BUT)
maupun Internasional
4 14 Mar Kedudukan Hukum Perjanjian 12 9 Mei Penanaman Modal Asing (PMA)
Penghindaran Pajak Berganda (P3B) dan
UU Perpajakan Indonesia dalam hal
Perpajakan Internasional
5 21 Mar Penghindaran Pajak Berganda di Indonesia 13 16 Mei Hak Pemajakan (Taxing Right) atas objek
berdasarkan P3B – Bag I
6 28 Mar Transaksi dengan Mata Uang Asing 14 23 Mei Hak Pemajakan (Taxing Right) atas objek
berdasarkan P3B – Bag II
7 4 Apr Review & Quiz 15 30 Mei Penghindaran Pajak secara Internasional

19-27
8 11 Apr UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS); 16 Juni
UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS);
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS)
PERPAJAKAN INTERNASIONAL
PENYAJI PESERTA
1. Menyajikan materi sesuai silabus/RPS bab yang telah ditetapkan 1. Membuat resume pribadi dalam bentuk
& disepakati bersama dalam waktu penyampaian maksimal 60 tulisan tangan dari materi yang ditampilkan
menit, sudah termasuk pertanyaan dari peserta & pada minggu tersebut, yang nantinya
respon/umpan balik dari penyaji sebelum UTS dan UAS disetorkan sebagai
2. Isi materi bersumber dari buku teks referensi, media online paper makalah sederhana (tidak perlu
terpercaya & contoh studi kasus di lapangan dijilid).
3. Bobot penilaian penyaji terletak pada : 2. Berdasarkan poin 1.1, mengajukan
3.1 isi materi (menggunakan kasus di lapangan kerja & contoh pertanyaan kepada tim penyaji saat
perhitungan; menjadi nilai tambah); presentasi, merupakan komposisi penilaian
3.2 kerjasama tim dalam distribusi pembagian tugas antara tambahan individu.
keaktifan, pelaporan & penyajian saat presentasi.
4. Handout dalam bentuk softcopy PPT dikirimkan by email :
murti.wijayanti@dsn.ubharajaya.ac.id paling lambat 1 hari
sebelum jadwal kuliah (dateline selasa jam 13).
5. Makalah presentasi diserahkan paling lambat 1 hari setelah
jadwal kuliah dalam bentuk laporan sederhana yang di staples
(tidak perlu dijilid).
KONSEP & LATAR BELAKANG
PERPAJAKAN INTERNASIONAL
PAJAK INT’L - MINGGU 1
LATAR BELAKANG
• Aspek Internasional :
PAJAK 1. Globalisasi ; Perdagangan Internasional (lintas negara :
barang, modal, tenaga kerja & jasa)
INTERNASIONAL
2. Hukum Pajak Penghasilan masing2 negara
• Ketentuan Domestik suatu negara : UU Domestik

Terjadi karena :
• Kedaulatan (soverenitas) masing2 negara :
1. Kedaulatan Nasional; berlaku untuk penduduk dan subjek
DOUBLE TAX
pajak dalam negeri suatu negara
2. Kedaulatan Wilayah; berdasarkan acuan dimana suatu
negara dapat menuntut pajak atas subyek pajak luar negeri
• Penerapan AZAS/PRINSIP pajak tiap2 negara

• Secara : Unilateral (UU Pajak & Peraturan Pelaksanaannya);


CARA Bilateral & Multilateral ( UU Domestik - P3B )
MENGHINDARI • Metode : 1. Pembebasan (Exemption Method); 2. Kredit (Credit
Method); 3. Lainnya – Pengurangan (Deduction Method)
LATAR BELAKANG TIMBULNYA PERPAJAKAN INTERNASIONAL

Economic Attachment Personal Attachment

• Negara Sumber (source of state) adalah • Negara Domisili (residence state) adalah
negara dimana sumber penghasilan berasal negara dimana subjek pajak didirikan
dan telah memberikan/ menyediakan atau bertempat kedudukan (atau subjek
tempat, barang, dan layanan publik, pajak badan), berdomisili atau bertempat
sehingga subjek pajak dapat memperoleh tinggal (atau subjek pajak orang pribadi).
penghasilan.
• Negara tersebut dapat mengenakan
• Dengan demikian, negara sumber dapat pajak atas penghasilan yang bersumber
mengenakan pajak karena hubungan erat diluar negaranya yang diperoleh subjek
antara negara dan aktivitas yang
pajak dalam negeri tersebut.
memberikan penghasilan disebut
economic attachment • Dengan demikian, keterkaitan hak
pemajakan antar negara karena
keterkaitan dengan subjek pajaknya
disebut personal attachment
AZAS / PRINSIP PEMAJAKAN
• Pajak dikenakan di negara tempat subjek pajak tersebut berdomisili
• Umumnya negara menerapkan prinsip world wide income, artinya penghasilan di
1. Domisili negara domisili akan dikenakan pajak, baik yang diperoleh dari dalam negeri maupun
luar negeri.

• Pajak dikenakan berdasarkan dimana sumber penghasilan berasal.


2. Sumber • Sumber penghasilan dilihat dari negara mana pembayaran atas penghasilan berasal

• Pajak didasarkan pada status kewarganegaraan seseorang, meskipun penghasilannya


3. Kewarganegaraan diterima dari negara lain
• Amerika menganut azas ini

4. Campuran • Negara yang menganut campuran dari beberapa azas diatas

• Pajak dikenakan atas penghasilan yang diperoleh di wilayah (territorial) suatu negara.
5. Teritorial • Dengan demikian, penghasilan yang diperoleh dari luar negara tersebut TIDAK
dikenakan pajak

Sumber : Prof. Rochmat Sumintro


ILUSTRASI PENERAPAN AZAS

Mr. John seorang WN Amerika berdomisili di Australia. Suatu saat Mr. John membuat kontrak
dengan PT. ABC yang berkedudukan di Indonesia dan memberikan jasa professional di salah satu
anak perusahaan PT. ABC yang berada di Singapura. Atas pemberian jasa tersebut, Mr. John
mendapat imbalan dari PT. ABC sebesar Rp 500 juta.

Azas Negara yang ber-Hak untuk memajaki


Kewarganegaraan Amerika; karena status warganegaranya
Domisili Australia; karena tempat tinggal/domisili
Teritorial Singapura; karena kegiatan untuk mendapatkan penghasilan
dilakukan di wilayah nya
Sumber Indonesia; karena sumber penghasilan diperoleh dari PT. ABC yang
melakukan pembayaran
INTI DALAM PERPAJAKAN INTERNASIONAL

Bagaimana pemajakan atas penghasilan orang asing atau


perusahaan (badan) asing yang diterima dari Indonesia,
dan
Bagaimana pemajakan atas penghasilan orang atau perusahaan
(badan) Indonesia atas penghasilan yang diterima dari luar
negeri ?
Berdasarkan UU Domestik dan UU Negara lain serta perjanjian
perpajakan (tax treaty)
DIMENSI PERPAJAKAN INTERNASIONAL
NEGARA DOMISILI ABC – ”SUBJEK PAJAK”

ABC • Pajak atas penghasilan world wide dari Subjek Pajak Dalam
“NEGARA DOMISILI” Negeri
• Dimensi “Taxing the Foreign Income”
• Wajib Pajak Indonesia : mekanisme self assessment
PENGHASILAN
MODAL

diterapkan

NEGARA SUMBER XYZ – ”OBJEK PAJAK”

• Pajak atas penghasilan yang bersumber di Indonesia


XYZ • Dimensi “Taxing the Foreigner’s Income/Taxing of Non
“NEGARA SUMBER” Resident”
• Wajib Pajak Luar Negeri : mekanisme with holding diterapkan
DIMENSI PAJAK INTERNASIONAL DALAM UU PPh

DIMENSI PAJAK
Taxing the Foreign Income Taxing the Foreigner
Subjek Pajak (SP) SP Dalam Negeri SP Luar Negeri BUT SP Luar Negeri Non BUT
Objek Pajak (OP) Psl 4 ayat (1) Psl 5 ayat (1) a,b, dan c Psl 26 ayat (1), (2) dan (4)
Pengurang Pasal 6 dan 9 Pasal 5 ayat (2) ------
Tarif Pajak Psl 17 ayat (1) a atau b Psl 17 ayat (1) b Psl 26 ayat (1), (2) dan (4)
Pelunasan Pajak Self Assesment Self Assesment & Withholding
Withholding
Penghilangan Pajak Pasal 24 (metode kredit
Berganda per county limitation) ------ ------
RUANG LINGKUP ASPEK INTERNASIONAL UU PAJAK
1. Taxing the Foreign Income derived by resident
(dengan penerapan prinsip worldwide income
Foreign

(2) (4) tax);


Perpajakan Ekstra
• Pengenaan pajak atas penghasilan yang
Internasional Territorial
diperoleh subjek pajak dalam negeri suatu
Income

negara atas penghasilan yang diperoleh


dari luar negeri.
Domestic

(1) (3)
Perpajakan Perpajakan 2. Taxing the Foreigner’s Income/Taxing of Non
Domestik Internasional Resident)
• Pengenaan pajak suatu negara atas subjek
Resident Non Resident pajak luar negeri yang memperoleh
penghasilan di negara tersebut.
Residency
KONSEP DASAR

PAJAK WP “DALAM NEGERI” PAJAK WP “LUAR NEGERI”


atas PENGHASILAN dari LN atas PENGHASILAN dari DN
• Pajak atas penghasilan LN • Pajak atas penghasilan
atau transaksi ke luar batas domestik/DN atau transaksi
negara (outward/outbound ke dalam batas negara
transaction), karena (inward/inbound transaction),
melibatkan ekspor modal ke karena melibatkan impor
manca negara modal dari manca negara.
• Dilakukan oleh negara domisili • Dilakukan oleh negara sumber
(residence country) (source country)
PENGHASILAN SEBAGAI OBJEK PAJAK INTERNASIONAL

Pengelompokkan penghasilan diperoleh dari, sebagai berikut :

1. Transaksi lintas batas negara dari perdagangan barang dan pemberian jasa
2. Transaksi lintas batas negara dari perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha di
lebih dari 1 negara (multinational company)
3. Investasi lintas batas negara yang dilakukan oleh individu/kelompok individu
4. Orang pribadi yang melakukan pekerjaan di luar negeri, baik sebagai karyawan
maupun profesional
SISTEM PERPAJAKAN INTERNASIONAL
(INTERNATIONAL TAX REGIME)
Tunggal Menguntungkan
(Single Tax Principle) (Benefit Principle)
• Penghasilan seharusnya dikenakan • Penghasilan dari kegiatan bisnis aktif,
pajak sekali saja, tidak lebih dan seharusnya dikenakan pajak di
tidak kurang. negara sumber penghasilan.
Sedangkan penghasilan dari kegiatan
investasi pasif, seharusnya dikenakan
pajak di negara dimana pihak yang
menerima penghasilan berdomisili
(negara domisili)
SEKIAN & TERIMA KASIH

KONSEP & LATAR BELAKANG PERPAJAKAN INTERNASIONAL - MINGGU 1

Latar Belakang Timbulnya Perpajakan Internasional – Azas/Prinsip Pemajakan – Dimensi Pajak Internasional