Anda di halaman 1dari 19

Oleh :

Nuraeni Faizah
NIM 20101440115.080

AKADEMI KEPERAWATAN KESDAM IV/DIPONEGORO SEMARANG


DIPLOMA III KEPERAWATAN
2018
LATAR
BELAKANG

Fraktur adalah patah tulang, biasanya disebabkan oleh


trauma atau tenaga fisik.Kasus fraktur disebabkan oleh
cedera antara lain karena jatuh,kecelakaan lalu lintas
benda tajam atau tumpul. Laporan Global status report
on road safety 2015, dari 180 negara dengan jumlah
kematian akibat lalu lintas di seluruh dunia telah
mencapai 1,25 juta pertahun, dengan kematian tertinggi
di Negara berpenghasilan rendah.Di Indonesia pada
tahun 2013 jenis cedera didominasi oleh luka lecet/
memar sebesar 70,9 persen.
Pasien post operasi seringkali mengeluh kandung
kemihnya terasa penuh dan tidak mampu berkemih,
salah satu cara untuk mengeluarkan urine, kompres
hangat. Kompres hangat. Efek kompres pemberian
kompres hangat terhadap tubuh dapat menyebabkan
vasodilatasi pembuluh darah dan meningkatkan
sirkulasi kemudian dapat menyebabkan adanya reflek
berkemih

Mengapa Kompres
hangat dapat
menyebabkan reflek
berkemih ?
TUJUAN STUDI
KASUS
Bagaimana penerapan
Menganalisis penerapan pemberian intervensi kompres
pemberian kompres hangat hangat dapat memulihkan
terhadap pemulihan reflek reflek berkemih pada pasien
berkemih pada pasien post post operasi ekstremitas
operasi ekstremitas bawah. bawah?

MANFAAT
STUDI KASUS

Pengembangan Ilmu Penulis


Masyarakat
dan Teknologi
MENURUT PENELITIAN

sopiyatun, faridah aini dan yuliaji tentang, Pengaruh pemberian


kompres hangat terhadap pemulihan reflek berkemih pada pasien post
operasi ekstremitas bawah dengan spinal anestesi” didapat rata-rata
pemulihan kandung kemih dengan waktu tercepat 145 menit (2,4
jam), dan terlama 280 menit (4,6 jam). Pemulihan reflek berkemih dari
15 responden pada kelompok intervensi 100% normal karena waktu
pemulihan < 8 jam.

Penelitian lain dengan judul “ Perbedaan efektifitas pemberian kompres


hangat dan mobilisasi dini terhadap pemulihan kandung kemih pada
ibu post section caesarea di RSUD SALATIGA ” Menunjukkan bahwa
kompres hangat lebih efektif untuk proses pemulihan kandung kemih,
dengan waktu pemulihan paling cepat adalah 68 menit dan pemulihan
kandung kemih paling lama adalah 244 menit.
FRAKTUR EKSTREMITAS BAWAH

PENGERTIAN

Fraktur adalah gangguan dari


kontinuitas yang normal dari
suatu tulang,jika terjadi fraktur
maka jaringan lunak disekitarnya
juga sering kali terganggu. ETIOLOGI

Penyebab fraktur tulang yang


paling sering adalah trauma,
Jatuh dan cedera olahraga
adalah penyebab umum
traumatik.
FRAKTUR EKSTREMITAS BAWAH

Jenis Fraktur

1. Fraktur tertutup
2. Fraktur terbuka
 Derajad 1
 Derajad 2 Komplikasi
Fraktur
 Derajad 3
1. Komplikasi awal
 Syok
 Kerusakan arteri
 Infeksi
2. Komplikasi lama
 Delayed union
 Non-union
 Mal-union
Deformitas Pembengkakan Memar

Spasme otot Nyeri Kehilangan fungsi


KOMPRES HANGAT

PENGERTIAN Indikasi pemberian

• Klien yang kedinginan


Memberikan rasa hangat
• Klien dengan perut kembung
dengan menggunakan
• Klien yang punya penyakit
cairan atau alat yang dapat
peradangan
menimbulkan hangat pada

bagian tubuh yang


Kontraindikasi
memerlukan
• Tidak dilakukan pada pasien

dengan luka terbuka di kulit.


KOMPRES HANGAT

TUJUAN:
 Memperlancar sirkulasi
darah
 Menurunkan suhu tubuh
Tekhnik Prosedur Terapi
 Mengurangi rasa sakit
Kompres Hangat
 Memperlancar proses
berkemih
Ambil beberapa potong
kassa/waslap ,lalu masukkan ke
dalam waskom berisi cairan
hangat, peras sedikit lalu
letakkan pada area yang akan
dikompres
ELIMINASI URINE
PENGERTIAN
Faktor yang
Berkemih (micturition) mempengaruhi eliminasi
urine
adalah pengeluaran urine
dari tubuh. Berkemih
1. Pertumbuhan dan
terjadi sewaktu sfingter
perkembangan
uretra internal dan
2. Faktor psikologis
eksternal di dasar
3. Medikasi
kandung kemih
4. Tonus otot dan aktifitas
berelaksasi
ELIMINASI URINE
Tahap eliminasi
urine

PERUBAHAN
ELIMINASI URINE
1. Filtrasi
2. Reabsorpsi
Retensi urine
3. Ekskresi
Retensi didefinisikan sebagai
ketidakmampuan berkemih.
Inkontinensia urine
pengeluaran urine yang tidak
dapat dikontrol
BAB III
METODE PENELITIAN
RANCANGAN STUDI KASUS

Deskriptif dengan menggunakan metode pendekatan studi kasus

SUBYEK STUDI KASUS


Kriteria inklusi
Dua orang pasien dengan post operasi ekstremitas bawah.
Pasien post operasi setelah 1 jam
Pasien yang mengalami retensi urine.

Kriteria eksklusi
Pasien dirawat diruang intensive care
Pasien tidak bersedia menjadi responden atau mengundurkan diri.
Pasien dengan luka atau kerusakan di area suprapubik

FOKUS STUDI
pemulihan reflek berkemih pasien post operasi ekstremitas bawah
dengan spinal anestesi setelah diberikan intervensi dengan tekhnik
kompres hangat.
Definisi Operasional Fokus Studi

Tekhnik kompres hangat


tindakan untuk mempertahankan suhu tubuh dengan
menggunakan cairan atau alat yang dapat menimbulkan hangat
atau dingin pada bagian tubuh,
Pemulihan reflek berkemih
Pemulihan reflek berkemih adalah kembalinya kondisi ingin
berkemih setelah dilakukannya operasi,
Fraktur ekstremitas bawah
Fraktur adalah patah tulang, biasanya disebabkan oleh trauma
atau tenaga fisik.

INSTRUMEN STUDI KASUS


adalah kolom pemantauan observasi, yang dapat memantau kondisi
pasien setelah dilakukan tindakan dan SOP kompres hangat

Metode Pengumpulan Data


Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan observasi
dan wawancara terhadap kemampuan berkemih pada pasien post
operasi ekstremitas bawah.
Langkah pengumpulan data :

Menyiapkan proposal Mengajukan surat ijin


Mengurus perijinan
danMenjelaskan tujuan penelitian ke tempat
ke institusi terkait dan waktu penelitian penelitian

Mengisi identitas
Mengajukan surat
Menentukan kriteria responden dan mengisi
permohonan menjadi
inklusi dan eksklusi responden
hasil pemeriksaan awal
pada lembar observasi

Memberikan
Mengisi lembar pengumpulan semua
kompres hangat
observasi setelah data hasil
pada bagian
dilakukan tindakan pengukuran
suprapubik
Lokasi dan Waktu Studi Kasus

Lokasi penelitian ini dilakukan di RST DR.Soedjono Magelang dari


bulan 30 April 2018 sampai 12 Mei 2018.

ANALISIS DAN PENYAJIAN DATA

Dalam studi kasus ini menggunakan analisis data menggunakan


analisis deskriptif. Analisis deskriptif adalah digunakan untuk
menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau
menggambarkan data yang telah terkumpul
ETIKA PENELITIAN

Beneficience atau berbuat baik

Justice atau keadilan

Nonmaleficience atau tidak merugikan

Confidentiality atau menjaga kerahasiaan

Veracity atau kejujuran


T
E
R
I
M
A

K
A
S
I
H