Anda di halaman 1dari 89

MATERI INTI 1

Pelayanan KIA di Keluarga


SISTEMATIKA
• TPU dan TPK
• Pokok Bahasan 1 : Pelayanan Kesehatan Reproduksi,
Kehamilan, Persalinan, Nifas dan BBL
• Pokok Bahasan 2 : Keluarga Berencana
• Pokok Bahasan 3 : Imunisasi
• Pokok Bahasan 4 : Pemanfaatan Buku KIA
• Pokok Bahasan 5 : Instrumen Pendataan Pelayanan
KIA

2
TPU :
peserta mampu memahami pelayanan KIA di keluarga
TPK:
Peserta mampu :
1. Menjelaskan persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan, pelayanan
kesehatan reproduksi, Kehamilan, Persalinan, Nifas dan BBL, pengertian dan
manfaat pelayanan, Kelas Ibu, Program Perencanaan Persalinan dan
Pencegahan Komplikasi (P4K)
2. Menjelaskan pelayanan Keluarga Berencana, manfaat dan jenis-jenis alat
KB
3. Menjelaskan Imunisasi rutin ( Dasar Lengkap pada bayi (IDL), lanjutan pada
anak baduta, lanjutan pada usia sekolah dasar, lanjutan pada WUS)
4. Menjelaskan Pemanfaatan Buku KIIA
5. Menjelaskan hubungan antara Definisi Operasional Keluarga Sehat dengan
pelayanan KIA di keluarga

3
12 Indikator Keluarga Sehat
A Program Gizi, Kesehatan Ibu & Anak:
1 Keluarga mengikuti KB
2 Ibu bersalin di faskes
3 Bayi mendapat imunisasi dasar lengkap
4 Bayi diberi ASI eksklusif selama 6 bulan
5 Pertumbuhan balita dipantau tiap bulan
B Pengendalian Peny. Menular & Tidak Menular:
6 Penderita TB Paru berobat sesuai standar
7 Penderita hipertensi berobat teratur
8 Gangguan jiwa berat tidak ditelantarkan
C Perilaku dan kesehatan lingkungan:
9 Tidak ada anggota keluarga yang merokok
10 Keluarga memiliki/memakai air bersih
11 Keluarga memiliki/memkai jamban sehat
12 Sekeluarga menjadi anggota JKN/askes 4
INDIKATOR KELUARGA SEHAT:
IBU BERSALIN DI FASILITAS
KESEHATAN
Definisi Operasional Indikator
Ibu Bersalin di Fasilitas Kesehatan :
adalah jika di keluarga terdapat ibu pasca bersalin (usia bayi 0-
11 bulan) dan persalinan ibu tersebut, dilakukan di fasilitas
pelayanan kesehatan (Rumah Sakit, Puskesmas, Klinik, bidan
praktek swasta).
5
POKOK BAHASAN 1.
POKOK BAHASAN 1.
PELAYANAN
PELAYANAN KESEHATAN
KESEHATAN REPRODUKSI,
REPRODUKSI, KEHAMILAN,
KEHAMILAN,
PERSALINAN, NIFAS,PERSALINAN,
DAN BAYI BARU NIFAS, DAN
LAHIR (BBL)

BAYI BARU LAHIR (BBL)

6
A. PENGERTIAN DAN MANFAAT PELAYANAN
Strategi Pelaksanaan Pelayanan

Informasi APN
Kespro Pelayanan
Informasi Kelas Ibu Hamil KBPP Pelayanan Pelayanan
Kespro Buku KIA Nifas Neonatal
Pemberian TTD P4K Pelayanan Essensial
Buku Rapor Konseling KBPP Buku KIA

APN
Catin

Kesehatanku KBPP Imunisasi


ANC
PKPR

KN
KF
BBL &
Remaja Catin Bumil Bulin Bufas Neonatal

SETIAP IBU HAMIL HARUS BERSALIN DI FASILITAS PELAYANAN


KESEHATAN
KESEHATAN REPRODUKSI
Kesehatan reproduksi merupakan keadaan sehat secara fisik, mental, dan
sosial secara utuh, tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan
yang berkaitan dengan sistem, fungsi, dan proses reproduksi pada laki-laki
dan perempuan. (UU No.36 tahun 2009 ttg Kesehatan )

Ruang Lingkup Kespro meliputi: a. saat sebelum hamil, hamil, melahirkan,


dan sesudah melahirkan; b. pengaturan kehamilan, alat kontrasepsi,
dan kesehatan seksual; dan c. kesehatan sistem reproduksi.
1.Catin perlu mendapatkan pemeriksaan kesehatan untuk menetukan status
kesehatan agar dapat merencanakan dan mempersiapkan kehamilan yang
sehat dan aman.
2. Setiap pasangan perlu perencanaan kehamilan
3. Perencanaan kehamilan bertujuan untuk mencegah:
kehamilan 4 Terlalu yaitu terlalu muda (< 20 tahun) ,Terlalu tua (> 30
tahun), Terlalu dekat jarak kehamilan (<2 tahun), Terlalu sering hamil (> 3
anak)
STANDAR PELAYANAN ANTENATAL
1 kali TM I, 1 kali TM 2, 2 kali TM III
1 Timbang Badan dan Ukur Tinggi Badan
2 Ukur Tekanan Darah
3 Nilai Status Gizi (ukur LiLA)
4 (ukur) Tinggi Fundus Uteri
5 Tentukan Presentasi Janin dan Denyut Jantung Janin
6 Skrining Status Imunisasi TT (dan Pemberian Imunisasi TT)

7 Pemberian Tablet Besi (90 Tablet selama kehamilan)


8 Test Lab Sederhana (Hb, Protein Urin) dan atau berdasarkan indikasi (HBsAg,
Sifilis, HIV, Malaria, TBC dll)
9 Tata Laksana Kasus
10 Temu Wicara (Konseling) termasuk P4K serta KB PP
10
Kehamilan
Kehamilan
Persalinan
• Persalinan adalah suatu proses dimana janin
dan plasenta keluar dari uterus,
• Lebih dari 80% proses persalinan berjalan
normal, 15-20% terjadi komplikasi
persalinan.
• Komplikasi bisa terjadi kapan saja dan dapat
terjadi pada ibu hamil, bersalin dan ibu nifas

SETIAP IBU HAMIL HARUS BERSALIN DI


FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN
Ibu Bersalin
Ibu Bersalin
Masa nifas

Pelayanan kesehatan ibu nifas adalah pelayanan


kesehatan sesuai standar pada ibu mulai 6 jam
sampai 42 hari pasca bersalin oleh tenaga
kesehatan .
Kunjungan Nifas

1) 6 jam – hari ke 3
paska persalinan;
2) Hari 4 – 28;
3) Hari 29 – 42
Tanda Bahaya
pada Ibu Nifas
Bayi Baru Lahir 0-
28 hari
B. KELAS IBU
b
KELAS IBU HAMIL
merupakan sarana belajar kelompok bagi ibu hamil, dalam
bentuk tatap muka,
bertujuan untuk :
↑ pengetahuan, AGAR memahami tentang :
 menjaga kehamilan,
 persiapan persalinan,
 perawatan nifas, dan
 perawatan bayi baru lahir
dgn menggunakan Buku KIA.
KELAS IBU HAMIL
Paket Kelas Ibu Hamil

Sarana belajar kelompok Lembar Balik,


Pegangan Fasilitator,
Fasilitator : Bidan
Pedoman Pelaksanaan
Frekuensi : min 4 kali, 1 kali
didampingi suami Leaflet
Buku KIA
Materi
Format P4K
Kehamilan
Stiker P4K
Persalinan Perawatan nifas
Komplikasi pada kehamilan
Perawatan bayi
Tempat : RS, RB, Puskesmas, Polindes,
Posyandu, Desa, dll

AKI & AKB menurun


SASARAN
*Bumil (max 10 org)
*Suami/Keluarga Mendorong
Pencapaian K4, Pf
Meningkatkan pengetahuan
Mengubah sikap dan perilaku
ibu, suami & kel
KELAS IBU BALITA
Para ibu yg mempunyai anak usia antara 0-5 tahun
secara bersama-sama berdiskusi, tukar pendapat/
pengalaman tentang pemenuhan pelayanan
kesehatan, gizi dan pertumbuhan dan
perkembangannya,
dibimbing
oleh fasilitator
KONSEP KELAS IBU BALITA
 Peserta
ibu yg mempunyai anak usia antara 0–5 th
dgn pengelompokan: balita usia 0-1 th, 1-2 th
dan 2-5 th
 Jumlah Peserta
maksimal 15 orang ibu balita per kelas
 Waktu
waktu yg ideal untuk setiap sesi antara 45 sampai 60
menit atau disesuaikan dengan kondisi di tempat
C. PROGRAM PERENCANAAN PERSALINAN
DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI (P4K)
PENGERTIAN :
suatu kegiatan yg difasilitasi oleh bidan di desa dlm rangka peningkatan peran aktif
suami, keluarga, masyarakat dlm merencanakan persalinan yg aman dan pesiapan
menghadapi komplikasi bagi ibu hamil ; termasuk pencanaan penggunaan KB paska
perpersalinan dengan menggunakan stiker sebagai media notifikasi sasaran dalam
rangka meningkatkan cakupan dan mutu layanan kesehatan bagi ibu dan bayi baru
lahir.

KEBERHASILAN
ADANYA Pelaksanaan P4K di lapangan :
Pengisian dan penempelan stiker
Terisinya Amanat Persalinan
Terbentuknya Kelompok donor darah
Tersedianya Ambulan desa
Ibu bersalin di fasilitas kesehatan
PROSES P4K
Kenyataan Deteksi Pencatatan Asuhan Penggalangan Peran Persalinan
antenatal Serta Masyarakat oleh Nakes
Pertemuan Desa

Bidan Perencanaan Asuhan


Ibu Hamil Persalinan nifas
Stiker Taksiran persalinan Pendamping
Penolong persalinan Tabulin/
Tempat persalinan Jamkes
Pendamping
Buku KIA Pengantar Pengantar
Transportasi
Kontrasepsi pasca Kontrasepsi
Kartu Ibu persalinan
Antisipasi Transportasi
Dukun Calon Donor
Kedaruratan darah
Kohort Penolong
Tempat Komplikasi
Pendamping ditangani
Pengantar
Kader/ Amanat Transportasi
Toga/Toma Persalinan Biaya
Donor darah
Amanat Persalinan
Nama Ibu : Halimah
Taksiran persalinan : 21 - Juli - 200 7
Penolong persalinan : Bidan Sari
Tempat persalinan : Polindes Desa Ujung
Pendamping persalinan : Bp. Rahmat
Transportasi : Udin , Harto, Budi
Calon pendonor darah : Mumun , Abu , Ria

Menuju Persalinan Yang Aman dan Selamat


INDIKATOR KELUARGA SEHAT:
KELUARGA MENGIKUTI KB

Definisi Operasional Indikator


Keluarga mengikuti KB :
adalah jika keluarga merupakan pasangan usia subur, suami atau
isteri atau keduanya, terdaftar secara resmi sebagai
peserta/akseptor KB dan atau menggunakan alat kontrasepsi

30
POKOK BAHASAN
POKOK BAHASAN 2. 2.
KELUARGA BERENCANA (KB)
KELUARGA BERENCANA (KB)

31
Meningkatkan Permintaan/Kebutuhan

KIE dan Konseling KB


Ibu Bersalin
dan Nifasf
PUS
Remaja
Calon Ibu Hamil
Pengantin

Keberhasilan program KB ditentukan oleh pelayanan kesehatan yang


diberikan antara lain: 1) pendidikan kesehatan reproduksi pada
remaja; 2) konseling kesehatan reproduksi pada calon pengantin, 3)
konseling dan pelayanan KB pada PUS, 4) konseling KB pasca
persalinan pada Bumil, 4) pelayanan KB pasca persalinan pada
32
bulin/bufas 5) pelayanan KB interval.
Sistem kafetaria
Utamakan :
KONDOM

Apapun metode yang dipilih, berikan konseling yang baik


agar pemakaiannya berkesinambungan
MKJP
 Metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) adalah
metode kontrasepsi yang digunakan untuk menunda,
menjarangkan, serta menghentikan kesuburan, yang
digunakan secara jangka panjang
 Meliputi: AKDR, implan dan kontrasepsi mantap (MOP
dan MOW)

MOW MOP
AKDR IMPLAN
KB Pasca Persalinan
• KB Pasca persalinan yaitu:
pemanfaatan/ penggunaan metode
kontrasepsi dalam waktu 42 hari
pasca bersalin/masa nifas

• KB pascapersalinan menggunakan Metode KB


modern yang tidak mengganggu proses laktasi,
misalnya IUD, kondom, suntik progestin (3 bulanan),
pil progestin dan implan.
Penentuan Target Sasaran
• Sasaran KB pasca persalinan untuk konseling dimulai ketika ibu
tersebut hamil
• Sasaran Pelayanan KB pasca persalinan adalah:
pasangan usia subur yang isterinya sedang dalam kondisi masa
nifas (sampai 42 hari pasca persalinan) 
sasaran jumlah peserta KB pasca persalinan sama dengan
sasaran jumlah ibu bersalin
Tujuan KB Pascapersalinan
1) Menurunkan Missed Opportunity Pelayanan KB
(klien sudah kontak dengan nakes sejak ANC, bersalin
dan masa nifas), sehingga:
2) Menurunkan salah satu komponen EMPAT TERLALU
(terlalu sering)  menjaga jarak kehamilan 
meningkatkan kesehatan ibu dan anak
Faskes Yang Memberikan Pelayanan KB
Permenkes No 71 Tahun
2013

Puskesmas
atau yang Praktik Dokter
setara

FKTP Klinik Pratama RS D Pratama


atau yang atau yang
setara setara
Klinik Utama
atau yang
setara
FKRTL RS Khusus

RS Umum
INDIKATOR KELUARGA SEHAT :
BAYI MENDAPAT IMUNISASI DASAR LENGKAP

Definisi Operasional Indikator


Bayi mendapat Imunisasi Dasar Lengkap:
adalah jika di keluarga terdapat bayi (usia 12-23 bulan), bayi
tersebut telah mendapatkan imunisasi HB0, BCG, DPT-HB1,
DPT-HB2, DPT-HB3, Polio1, Polio2, Polio3, Polio4, Campak.

39
POKOK BAHASAN
POKOK BAHASAN 3.
IMUNISASI
3.
IMUNISASI

KEMENTERIAN KESEHATAN
4/14/2018 40
REPUBLIK INDONESIA
IMUNISASI

upaya untuk menimbulkan/meningkatkan


kekebalan seseorang secara aktif
terhadap suatu penyakit, sehingga dapat
mencegah/mengurangi akibatnya

Vaksin adalah bahan antigenik yg digunakan utk


menghasilkan kekebalan aktif
42
Manfaat Imunisasi
IMUNISASI MANFAAT
Hepatitis B Mencegah penyakit Hepatitis B dan kerusakan hati (sirosis dan
kanker hati)

BCG Mencegah penyakit Tuberkulosis (TB) berat pada bayi

Polio Mencegah penyakit Polio yang menyebabkan lumpuh layuh pada


tungkai dan atau lengan

DPT- HB-Hib Mencegah penyakit Difteri, Pertusis (Batuk Rejan), tetanus,


Hepatitis B, Pneumonia (radang paru) dan Meningitis (radang
selaput otak) yang disebabkan oleh bakteri Haemophylus
influenzae tipe b

Campak Mencegah penyakit campak yang dapat mengakibatkan


komplikasi radang paru, radang otak dan kebutaan
PENYAKIT-PENYAKIT YANG DAPAT DICEGAH DENGAN
IMUNISASI
Tuberculosis Difteri
Polio

Tetanus
Pertusis

Campak
Hep B 0 (HB 0)

-BCG
-Polio 1
-DPT-HB-Hib 1
-Polio 2
-DPT-HB-Hib 2
-Polio 3
-DPT-HB-Hib 3
CAMPAK
-Polio 4

0-7 hr

1 Bulan

2 Bulan

3 Bulan
4 Bulan
9 Bulan
Imunisasi lanjutan
DPT-HB-Hib: usia 18 bulan -DT Td
Campak : usia 18 bulan -Campak

1 SD 2 SD 3 SD

BULAN IMUNISASI ANAK SEKOLAH


POKOK BAHASAN
POKOK BAHASAN 4.
PEMANFAATAN BUKU KIA
4.
PEMANFAATAN BUKU KIA

47
Buku KIA adalah buku yang berisi berbagai informasi
dan catatan kesehatan ibu (hamil, bersalin, nifas) dan
anak (bayi baru lahir sampai usia 6 tahun)

Dibaca dan
• Oleh ibu dan keluarga
dimengerti
• Ketika ibu hamil, bersalin, nifas, dan anak
berkunjung ke fasilitas kesehatan ataupun
Selalu dibawa posyandu, kelas ibu balita, pos paud, maupun
BKB
Jangan rusak
dan hilang • Karena berisi informasi kesehatan ibu dan anak

Menjelaska • Tenaga kesehatan menjelaskan dan meminta untuk


n buku KIA menerapkan isi buku KIA kepada ibu dan keluarga
48
MANFAAT BUKU KIA
Ibu dan anak mempunyai catatan kesehatan yang
UMUM lengkap, sejak ibu mulai hamil sampai anak
berumur enam tahun
1. Ibu & Anak punya catatan kesehatan khusus
2. Instrumen pencatatan & pemantauan, informasi, komunikasi
dan penyuluhan tentang kesehatan, gizi dan standar pelayanan
KIA yang lengkap di tingkat keluarga termasuk rujukannya
3. Deteksi dini adanya gangguan atau masalah kesehatan ibu dan
anak
KHUSUS 4. Menanggapi kebutuhan & keinginan ibu hamil dan balita
5. Meningkatkan komunikasi antara ibu dan petugas dalam rangka
mendidik ibu/keluarga tentang perawatan dan pemeliharaan
KIA dan gizi di rumah.
6. Meningkatkan jangkauan pelayanan KIA berkualitas.
7. Memperbaiki sistem kesehatan dalam menerapkan manajemen
pelayanan KIA yang lebih efektif.
49
ISI BUKU KIA

50
PENGGUNA BUKU KIA

Tenaga Kesehatan Ibu & Keluarga Kader

Mencatat, Dibaca, Anjuran, Memahami,


Memahami, Sarana, Ingatkan, Dibawa Membahas, Memberi
Jawaban, Informasi, tanda (V), Informasi,
Komunikasi Merujuk

Cara Mengisi Buku KIA

Sebagai Media Komunikasi


51
POKOK BAHASAN5.5.
POKOK BAHASAN
INSTRUMEN
INSTRUMEN PENDATAAN
PENDATAAN
PELAYANAN
PELAYANAN KIAKIA

52
Definisi Operasional
Definisi Operasional dari Indikator yang menyangkut pelayanan KIA :
 Keluarga mengikuti program KB
adalah jika keluarga merupakan pasangan usia subur, suami atau
isteri atau keduanya, terdaftar secara resmi sebagai peserta/akseptor
KB dan atau menggunakan alat kontrasepsi
 Ibu melakukan persalinan di fasilitas kesehatan
adalah jika di keluarga terdapat ibu pasca bersalin (usia bayi 0-11
bulan) dan persalinan ibu tersebut, dilakukan di fasilitas pelayanan
kesehatan (Rumah Sakit, Puskesmas, Klinik, bidan praktek swasta).
 Bayi mendapat imunisasi dasar lengkap
adalah jika di keluarga terdapat bayi (usia 12-23 bulan), bayi tersebut
telah mendapatkan imunisasi HB0, BCG, DPT-HB1, DPT-HB2, DPT-
HB3, Polio1, Polio2, Polio3, Polio4, Campak. 53
PROFIL
KESEHATAN
KELUARGA
(PROKESGA)

54
PROFIL KESEHATAN KELUARGA (PROKESGA)
B.GANGGUAN KESEHATAN

Berlaku untuk Anggota Keluarga wanita berstatus menikah (usia 10-54 tahun) dan tidak hamil atau anggota
keluarga Laki-laki berstatus menikah (usia ≥10tahun)
11. Apakah Saudaramenggunakan alat kontrasepsi atau ikut program Keluarga Berencana?

1. Ya 2. Tidak
Berlaku untukI bu yang memiliki Anggota Keluarga berumur < 12 bulan

12. Apakah saat ibu melahirkan (NAMA)................................................. bersalin di fasilitas


pelayanan kesehatan?

1. Ya 2. Tidak
Berlaku untuk Anggota Keluarga berumur 12-23 bulan

14. Apakah selama bayi usia 0 – 11 bulan diberikan imunisasi lengkap? (HB0, BCG, DPT-HB1.
DPT-HB2, DPT-HB3, Polio 1, Polio 2, Polio 3, Polio 4, Campak)

1. Ya 2. Tidak 55
Hubungan antara Indikator KS dengan Pelayanan KIA
 Blok V bagian B (gangguan kesehatan)
1. pertanyaan no. 11 (apakah Saudara atau pasangan Saudara
menggunakan alat kontrasepsi atau ikut program KB?
Pertanyaan ditujukan untuk anggota keluarga wanita berstatus
menikah (usia 10-54 tahun) dan tidak sedang hamil atau anggota
keluarga laki-laki berstatus menikah (usia ≥ 10 tahun)
- Alat kontrasepsi yang digunakan dibedakan atas MKJP dan Non-
MKJP
-Bila dalam keluarga tersebut ada AK yang sudah menopause, atau
pengantin baru atau masih ingin puny a anak, maka kode jawaban
responden kedalam kotak ditulia “N”
56
Hubungan antara Indikator KS dengan Pelayanan KIA
 Blok V bagian B (gangguan kesehatan)
2. Pertanyaan no. 12 (apakah saat ibu melahirkan Saudara bersalin di
fasilitas pelayanan kesehatan?)
Pertanyaan ditujukan untuk anggota keluarga/ibu pasca bersalin
yang mempunyai anak usia < 12 bulan
- persalinan ibu tersebut dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan
(RS, RB, RSIA, Puskesmas, Praktik dokter, Paraktik bidan, Klinik
bersalin). Maka jawaban yang ditulis pada kolom adalah “Ya”

57
Hubungan antara Indikator KS dengan Pelayanan KIA
 Blok V bagian B (gangguan kesehatan)
3. Pertanyaan no. 14 (apakah selama bayi usia 0-11 bulan diberi
imunisasi lengkap (HB0, BCG, DPT-HB1, DPT-HB2, DPT-HB3, Polio1,
Polio2, Polio3, Polio4, Campak))
Pertanyaan ditujukan untuk bila ada anggota keluarga usia 12 – 23
bulan
- Bila imunisasi sudah lengkap mencakup HB0, BCG, DPT-HB1, DPT-
HB2, DPT-HB3, Polio1, Polio2, Polio3, Polio4, Campak. Maka
jawaban yang ditulis pada kolom adalah “Ya”

58
Contoh Kasus Keluarga
1. Ibu menggunakan alat kontrasepsi
2. Ada balita usia 12 bulan, imunisasi dasar tidak lengkap
3. Ada balita usia 12 bulan, mendapat ASI eksklusif
4. Ada balita usia 12 bulan tersebut, bulan lalu tidak dibawa ke Posyandu;
Ada balita usia 48 bulan, bulan lalu dibawa ke Posyandu
5.Tidak ada anggota keluarga menderita TB
6.Ayah tidak pernah didiagnosis hipertensi namun saat pengukuran sistole
diatas 140 mmHg; ibu dan anak usia 16 thn pernah didiagnosis hipertensi dan
minum obat secara teratur
7. Anak usia 16 thn menderita schizophrenia, tapi minum obat secara teratur
8. Ayah merokok, anggota keluarga lain tidak merokok
9. Semua anggota keluarga memiliki JKN
10.Terdapat air bersih dan semua anggota keluarga menggunakan air bersih
11. Terdapat jamban saniter dan semua anggota keluarga BAB di jamban
Hasil Perhitungan IKS Keluarga
Pertanyaan Ayah Ibu Anak Anak Anak Nilai
No Indikator Rumah Tangga (16 tahun) (48 bulan) (12 bln) Keluarga

A B C D E F G H
1 Keluarga mengikuti program KB
2 Ibu hamil melahirkan di fasyankes
3 Bayi usia 0-11 bulan diberikan imunisasi lengkap
4 Pemberian ASI eksklusif bayi 0-6 bulan Y 1

5 Pemantauan pertumbuhan balita T 0


Y
6 Penderita TB paru yang berobat sesuai standar N N N N
7 Penderita hipertensi yang berobat teratur T Y Y 0
8 Tidak ada anggota keluarga yang merokok T Y Y Y Y 0
9 Sekeluarga sudah menjadi anggota JKN Y Y Y Y Y 1
10 Mempunyai dan menggunakan sarana air bersih Y Y Y Y 1
11 Menggunakan jamban keluarga Y Y Y Y 1
12 Penderita gangguan jiwa berat berobat dengan benar Y 1
∑ indikator bernilai 1 /(12-∑N) 6/(12-2)
Indikator keluarga Sehat 0.600
Hasil Perhitungan IKS Keluarga
Pertanyaan Ayah Ibu Anak Anak Anak Nilai
No Indikator Rumah Tangga (16 tahun) (48 bulan) (12 bln) Keluarga

A B C D E F G H
1 Keluarga mengikuti program KB N*) Y 1
2 Ibu hamil melahirkan di fasyankes N
3 Bayi usia 0-11 bulan diberikan imunisasi lengkap T 0
4 Pemberian ASI eksklusif bayi 0-6 bulan Y 1
5 Pemantauan pertumbuhan balita Y T 0
6 Penderita TB paru yang berobat sesuai standar N N N N
7 Penderita hipertensi yang berobat teratur T Y Y 0
8 Tidak ada anggota keluarga yang merokok T Y Y Y Y 0
9 Sekeluarga sudah menjadi anggota JKN Y Y Y Y Y 1
10 Mempunyai dan menggunakan sarana air bersih Y Y Y Y 1
11 Menggunakan jamban keluarga Y Y Y Y 1
12 Penderita gangguan jiwa berat berobat dengan benar Y 1
∑ indikator bernilai 1 /(12-∑N) 6/(12-2)
Indikator keluarga Sehat 0.600
PAKET INFORMASI KESEHATAN KELUARGA (PINKESGA)
PELAYANAN KIA DI KELUARGA

62
REFERENSI
• PP 61 Th 2014 tentang Kesehatan Reproduksi
• PMK 25 Th 2014 tentang Upaya Kesehatan Anak
• PMK 97 Th 2014 ttg Pelayanan kesehatan masa sebelum hamil, masa hamil,
melahirkan, dan masa sesudah melahirkan, penyelenggaraan pelayanan
kontrasepsi serta pelayanan kesehatan seksual
• Permenkes No. 42 tentang Penyelenggaraan Imunisasi tahun 2013
• Buku Kesehatan Ibu dan Anak, 2016 Kementerian Kesehatan RI
• Buku Pedoman Pelayanan Antenatal Terpadu, 2015 Kementerian Kesehatan RI
• Paket Kelas Ibu Hamil, 2015 Kementerian Kesehatan RI
• Pedoman Pelayanan Neonatal Esensial, 2014 Kementerian Kesehatan
• Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi, PT Bina Pustaka Sarwono
Prawirohardjo, 2012
• Pedoman Pelayanan Keluarga Berencana Pasca Persalinan di Fasilitas Kesehatan,
Kemenkes 2012
• Buku PedomanProgram Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi(P4K)
dengan Stiker
63
Terima Kasih
65
Kasus Ibu X…
• Apa yang anda lihat?
• Apa yang terjadi?
• Mengapa hal ini terjadi?
• Apa yang akan kita
lakukan untuk mengatasi
masalah ini?
• Urutkan prioritas masalah
yang terbesar yang
dialami oleh ibu X
Mengapa Ibu X meninggal?
• Dokter mengatakan kondisi
Ibu X “pendarahan
antepartum”
Itu berarti Ibu X mengalami
pendarahan setelah
melahirkan karena posisi janin
rendah.

• Apakah anda merasa puas


dengan penjelasan tersebut
.........
• Mari kita telusuri lebih dalam lagi hidupnya
..........
Permasalahan
• Ibu X itu mengalami perdarahan
hebat, tapi dia hanya bisa hanya
menerima transfusi darah 500cc

SOLUSI
• Jika dia mencapai rumah sakit di
waktu yang tepat dan menerima
jumlah transfusi darah yang tepat
maka kehidupannya bisa
diselamatkan

Sebelum mengakhiri session ini, saya
mohon partisipasi Bapak/Ibu untuk
membuat prioritas masalah dengan
menggunakan kartu-kartu yang telah
diberikan…
Prioritas Masalah
Komunika
Keterjangk Dukungan
si dan Kondisi Konselin
auan/ Kesiapan Kompetens pd ibu
Informas Infrastr g/ temu Stigma
affordabilit layanan i nakes hamil s/d
i yg uktur wicara
y BBL
jelas
SPM Kesehatan dan Pendekatan
Keluarga Sehat
NO Indikator
1 Setiap ibu hamil mendapatkan pelayanan antenatal sesuai standar. (1) S
2 Setiap orang berisiko terinfeksi HIV mendapatkan pemeriksaan HIV sesuai standar.(12) P
3 Setiap penderita Diabetes Melitus mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar.(9) M
4 Setiap ibu bersalin mendapatkan pelayanan persalinan sesuai standar. (2) (2)
5 Setiap bayi baru lahir mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar. (3) (3)
6 Setiap balita mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar. (4) (4) (5)
7 Setiap anak pada usia pendidikan dasar mendapatkan skrining kesehatan sesuai
standar. (5)
S
P
8 Setiap warga negara Indonesia usia 15 s.d. 59 tahun mendapatkan skrining kesehatan M
sesuai standar. (6) &
9 Setiap warga negara Indonesia usia 60 tahun ke atas mendapatkan skrining kesehatan K
sesuai standar. (7) S
10 Setiap penderita hipertensi mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar. (8) (7)
11 Setiap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai
standar. (10) (12)
12 Setiap orang dengan TB mendapatkan pelayanan TB sesuai standar. (11) (6)
13 Keluarga mengikuti KB (1)
14 Tidak ada anggota keluarga yang merokok (8)
K
Definisi Operasional Capaian Kinerja

Capaian kinerja Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dalam memberikan


pelayanan kesehatan ibu hamil dinilai dari cakupan Pelayanan Kesehatan
Ibu Hamil (K4) sesuai standar di wilayah kabupaten/kota tersebut dalam
kurun waktu satu tahun.

KEMENTERIAN KESEHATAN
4/14/2018 74
REPUBLIK INDONESIA
4/14/2018 75
Pelayanan persalinan sesuai standar adalah:

persalinan yang dilakukan oleh Bidan dan atau Dokter


dan atau Dokter Spesialis Kebidanan yang bekerja di
fasilitas pelayanan kesehatan Pemerintah maupun
Swasta yang memiliki Surat Tanda Register (STR) baik
persalinan normal dan atau persalinan dengan
komplikasi.

KEMENTERIAN KESEHATAN
4/14/2018 76
REPUBLIK INDONESIA
KEMENTERIAN KESEHATAN
4/14/2018 77
REPUBLIK INDONESIA
Pernyataan Standar

Setiap bayi baru lahir mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar.

Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota wajib memberikan pelayanan kesehatan bayi


baru lahir kepada semua bayi di wilayah kerjanya dalam kurun waktu satu tahun.

Pengertian
1) Pelayanan kesehatan bayi baru lahir sesuai standar adalah pelayanan yang
diberikan pada bayi usia 0-28 hari dan mengacu kepada Pelayanan Neonatal
Esensial sesuai yang tercantum dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 25
Tahun 2014 tentang Upaya Kesehatan Anak, dilakukan oleh Bidan dan atau
perawat dan atau Dokter dan atau Dokter Spesialis Anak yang memiliki Surat
Tanda Register (STR).

2) Pelayanan dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan (Polindes, Poskesdes,


Puskesmas, Bidan praktek swasta, klinik pratama, klinik utama, klinik bersalin, balai
kesehatan ibu dan anak, rumah sakit pemerintah maupun swasta), Posyandu dan
atau kunjungan rumah

4/14/2018
Defenisi Operasional Capaian Kinerja

Capaian kinerja Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dalam memberikan


paket pelayanan kesehatan bayi baru lahir dinilai dari persentase jumlah
bayi baru lahir usia 0-28 hari yang mendapatkan pelayanan kesehatan bayi
baru lahir sesuai standar di wilayah kabupaten/kota tersebut dalam kurun
waktu satu tahun.
Definisi Operasional Capaian Kinerja
Capaian Kinerja Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dalam memberikan
pelayanan kesehatan balita usia 0-59 bulan dinilai dari cakupan balita
yang mendapat pelayanan kesehatan balita sehat sesuai standar di
wilayah kerjanya dalam kurun waktu satu tahun.

KEMENTERIAN KESEHATAN
4/14/2018 81
REPUBLIK INDONESIA
Pengertian

1) Pelayanan kesehatan usia pendidikan dasar adalah penjaringan kesehatan yang


diberikan kepada anak usia pendidikan dasar, minimal satu kali pada kelas 1 dan kelas
7 yang dilakukan oleh Puskesmas.
2) Standar pelayanan penjaringan kesehatan adalah pelayanan yang meliputi : a)
Penilaian status gizi (tinggi badan, berat badan, tanda klinis anemia);
b) Penilaian tanda vital (tekanan darah, frekuensi nadi dan napas);
c) Penilaian kesehatan gigi dan mulut;
d) Penilaian ketajaman indera penglihatan dengan poster snellen;
e) Penilaian ketajaman indera pendengaran dengan garpu tala;

3) Semua anak usia pendidikan dasar di wilayah kabupaten/kota adalah semua peserta
didik kelas 1 dan kelas 7 di satuan pendidikan dasar yang berada di wilayah
kabupaten/kota.
Defenisi Operasional Capaian Kinerja

Capaian kinerja Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dalam


memberikan pelayanan skrining kesehatan anak usia pendidikan
dasar dinilai dari cakupan pelayanan kesehatan pada usia
pendidikan dasar sesuai standar di wilayah kabupaten/kota
tersebut dalam kurun waktu satu tahun ajaran.

KEMENTERIAN KESEHATAN
4/14/2018 83
REPUBLIK INDONESIA
KEMENTERIAN KESEHATAN
4/14/2018 84
REPUBLIK INDONESIA
Pernyataan Standar
Setiap warga negara Indonesia usia 15–59 tahun mendapatkan
skrining kesehatan sesuai standar.
Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota wajib memberikan skrining
kesehatan sesuai standar pada warga negara usia 15–59 tahun di
wilayah kerjanya dalam kurun waktu satu tahun.
b. Pengertian

KEMENTERIAN KESEHATAN
4/14/2018 85
REPUBLIK INDONESIA
jaringannya (Posbindu PTM) serta fasilitas pelayanan kesehatan lainnya yang bekerja
sama dengan pemerintah daerah.
c) Pelayanan skrining kesehatan usia15–59 tahun minimal dilakukan satu tahun sekali.
d) Pelayanan skrining kesehatan usia 15–59 tahun meliputi :
(1) Deteksi kemungkinan obesitas dilakukan dengan memeriksa tinggi badan dan berat
badan serta lingkar perut.
(2) Deteksi hipertensi dengan memeriksa tekanan darah sebagai pencegahan primer.
(3) Deteksi kemungkinan diabetes melitus menggunakan tes cepat gula darah.
(4) Deteksi gangguan mental emosional dan perilaku.
(5) Pemeriksaan ketajaman penglihatan
(6) Pemeriksaan ketajaman pendengaran
(7) Deteksi dini kanker dilakukan melalui pemeriksaan payudara klinis dan pemeriksaan
IVA khusus untuk wanita usia 30–59 tahun.
2) Pengunjung yang ditemukan menderita kelainan wajib ditangani

KEMENTERIAN KESEHATAN
4/14/2018 86
REPUBLIK INDONESIA
Rumus Perhitungan Kinerja
Persentase warga negara usia 15–59 tahun mendapatkan skrining
kesehatan sesuai standar = Jumlah pengunjung usia 15–59
tahun mendapat pelayanan skrining kesehatan sesuai standar dalam
kurun waktu satu tahun x 100 %
Jumlah warga negara usia 15–59 tahun yang ada di wilayah kerja
dalam kurun waktu satu tahun yang sama.

KEMENTERIAN KESEHATAN
4/14/2018 87
REPUBLIK INDONESIA
j.JENIS
pemberian tandaPELAYANAN
LAYANAN STANDAR identitasMINIMAL
diri; dan
BIDANG KESEHATAN
k. merujuk kasus yang tidak dapat ditangani dalam kondisi stabil, tepat waktu ke fasilitas
pelayanan kesehatan yang lebih mampu.

Pasal 10
(1) Pelayanan neonatal esensial yang dilakukan setelah lahir 6 (enam) jam sampai 28
(dua puluh delapan) hari sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (2) huruf b meliputi
:
a. menjaga Bayi tetap hangat;
b. perawatan tali pusat;
c. pemeriksaan Bayi Baru Lahir;
d. perawatan dengan metode kanguru pada Bayi berat lahir rendah;
e. pemeriksaan status vitamin K1 profilaksis dan imunisasi;
f. penanganan Bayi Baru Lahir sakit dan kelainan bawaan; dan
g. merujuk kasus yang tidak dapat ditangani dalam kondisi stabil, tepat waktu ke fasilitas
pelayanan kesehatan yang lebih mampu.
(2) Pelayanan neonatal esensial sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan paling
sedikit 3 (tiga) kali kunjungan, yang meliputi:
a. 1 (satu) kali pada umur 6-48 jam;
b. 1 (satu) kali pada umur 3-7 hari; dan
c. 1 (satu) kali pada umur 8-28 hari.

Pasal 11
(1) Penanganan asfiksia Bayi BaruKEMENTERIAN
Lahir sebagaimana
KESEHATAN
dimaksud dalam Pasal 9 huruf i
4/14/2018 88
merupakan penanganan terhadap keadaan
REPUBLIK Bayi yang tidak bernafas secara spontan
INDONESIA
JENIS LAYANAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG KESEHATAN

DI KABUPATEN/KOTA NO JENIS LAYANAN DASAR MUTU LAYANAN DASAR PENERIMA LAYANAN DASAR PERNYATAAN STANDAR

1 Pelayanan kesehatan Sesuai standar Ibu hamil. Setiap ibu hamil


ibu hamil pelayanan antenatal. mendapatkan
pelayanan antenatal
sesuai standar.
2 Pelayanan kesehatan Sesuai standar Ibu bersalin. Setiap ibu bersalin
ibu bersalin pelayanan persalinan. mendapatkan
pelayanan persalinan
sesuai standar.
3 Pelayanan kesehatan Sesuai standar Bayi baru lahir. Setiap bayi baru lahir
bayi baru lahir pelayanan kesehatan mendapatkan
bayi baru lahir. pelayanan kesehatan
sesuai standar.
4 Pelayanan kesehatan Sesuai standar Balita. Setiap balita
balita pelayanan kesehatan mendapatkan
balita. pelayanan kesehatan
sesuai standar.
5 Pelayanan kesehatan Sesuai standar Anak pada usia Setiap anak pada usia
pada usia pendidikan skrining kesehatan pendidikan dasar. pendidikan dasar
dasar usia pendidikan mendapatkan skrining
dasar. kesehatan sesuai
standar.
6 Pelayanan kesehatan Sesuai standar Warga Negara Setiap warga negara
pada usia produktif skrining kesehatan Indonesia usia 15 s.d. Indonesia usia 15 s.d.
usia produktif. 59 tahun. 59 tahun
mendapatkan skrining
kesehatan sesuai
standar.
7 Pelayanan kesehatan Sesuai standar Warga Negara Setiap warga negara
pada usia lanjut skrining kesehatan Indonesia usia 60 Indonesia usia 60
usia lanjut. tahun ke atas. tahun ke atas
mendapatkan skrining
KEMENTERIAN KESEHATAN kesehatan sesuai
4/14/2018 89
REPUBLIK INDONESIA standar.