Anda di halaman 1dari 15

Assalamualaikum

warahmatullahi wabarakatuh

Kelompok 6 :
Aldila rizka diana
Anggia pratama
Novita sari
Retno lestari
EPIDEMIOLOGI

LANGKAH-LANGKAH
PENYELIDIKAN WABAH
A. Pengertian
KBBI Wabah berarti penyakit menular yang
berjangkit dengan cepat, menyerang sejumlah
besar orang di daerah yang luas.
Depkes RI Direktorat Jenderal Pemberantasan
Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan
Pemukiman (1981)Wabah adalah peningkatan
kejadian kesakitan atau kematian yang telah
meluas secara cepat, baik jumlah kasusnya
maupun daerah terjangkit .
B. Langkah Investigasi Wabah
1. Persiapan Investigasi di Lapangan
Pada tahap ini harus dipersiapkan 3
kategori:
• Persiapan investigasi
• Persiapan administrasi
• Persiapan konsultasi
2. Konfirmasi kejadian KLB/wabah dan verifikasi
diagnosis
a. Konfirmasi kejadian KLB/wabah
• Pada situasi KLB/ wabah, umumnya diasumsikan
bahwa semua kasus-kasus yang muncul saling terkait
satu sama lain dan terjadi akibat hal atau sebab yang
sama.
• Jumlah kasus memang melebihi yang diperkirakan
(expected).
• Peningkatan jumlah kasus yang melebihi yang
diperkirakan tersebut bukan disebabkan oleh faktor-
faktor lain yang artifisal (diluar peningkatan insiden
penyakit yang sesungguhnya.
b. Verifikasi Diagnosis
Tujuan verifikasi diagnosis adalah:
• Memastikan bahwa penyakit/ masalah
kesehatan yang muncul memang telah
didiagnosis secara tepat dan cermat.
• Menyingkirkan kemungkinan kesalahan
pemeriksaan lab sebagai pendukung
diagnostik
3. Penentuan definisi kasus, identifikasi dan
penghitungan kasus dan pajanan
a. Penentuan definisi kasus
Definisi kasus adalah kumpulan (set) yang standar
tentang kriteria klinis untuk menentukan apakah
seseorang dapat diklasifikasikan sebagai penderita
penyakit tsb.
Berdasarkan derajat ketidakpastiannya diagnosis kasus
dapat dibagi menjadi:
1) Kasus definitif/ konfirmatif (definite/ confirmed case)
2) Kasus sangat mungkin (probable case)
3) Kasus mungkin/ dicurigai (possible/ suspected case)
b. Identifikasi dan penghitungan kasus dan pajanan
Informasi yang dapat digali dari setiap kasus adalah:
• identitas kasus dan karateristik demografis, misal;
nama, umur, jenis kelamin, suku, pekerjaan
• karateristik klinis, misal riwayat penyakit, keluhan
dan tanda sakit yang dialami, serta hasil lab
• karateristik faktor-faktor risikoyang berkaitan
dengan sebab-sebab penyakit dan faktor-faktor
pemajanan spesifik yang relevan dengan penyakit
yang diteliti.
• informasi pelapor kasus.
4. Tabulasi data epidemiologi deskriptif berdasarkan
orang, tempat dan waktu
berdasarkan karateristik orang untuk melihat apakah
karakteristik orang/ populasi tertentu memberikan
tingkat risiko tertentu untuk terjadinya penyakit.
Karateristik orang yang lazim diteliti adalah karakteristik
demografis, klinis dan pajanan.

berdasarkan karateristik tempat untuk memperkirakan


luasnya masalah secara geografis dan menggambarkan
pengelompokkan (clustering) dan pola penyebaran
(spreading) penyakit berdasarkan wilayah kejadian yang
nantinya dapat dijadikan petunjuk untuk mengidentifikasi
etiologi penyakit tersebut.
Berdasarkan waktuDeskripsi frekuensi distribusi
kasus berdasarkan karateristik waktu dilakukan
untuk beberapa tujuan berikut ini:
a. Mengetahui besarnya skala KLB/ wabah dan
kecenderungan waktu (time trend) dari
kejadian KLB/ wabah
b. Memprediksi jalannya KLB/ wabah di waktu-
waktu mendatang
c. Mengenal pola epidemi yang terjadi,
apakah common source atau propagated
5. Pengumpulan specimen dan analisis
laboratorium
Pengumpulan spesimen apabila
memungkinkan dan layak (feasible) dapat
membantu konfirmasi diagnosis, bahkan
untuk penyakit tertentu merupakan penentu
diagnosis, seperti misalnya pada kasus kolera,
salmonelosis, hepatitis dan keracunan logam
berat
6. Pembuatan Hipotesis
Dalam pembuatan suatu hipotesis suatu wabah,
hendaknya petugas memformulasikan hipotesis
meliputi sumber agens penyakit, cara penularan, dan
pemaparan yang mengakibatkan sakit.
7. Penilaian Hipotesis
Dalam penyelidikan lapangan, hipotesis dapat dinilai
dengan salah satu dari dua cara ini:
a. Dengan membandingkan hipotesis dengan fakta
yang ada, atau
b. Dengan analisis epidemiologi untuk
mengkuantifikasikan hubungan dan menyelidiki
peran kebetulan.
8. Perbaikan hipotesis dan penelitian tambahan
Dalam hal ini penelitian tambahan akan mengikuti
hal dibawah ini :
• Penelitian Epidemiologi
• epidemiologi analitik
• Penelitian Laboratorium dan Lingkungan
9. Pengendalian dan Pencegahan
Pengendalian seharusnya dilaksanakan secepat
mungkin upaya penanggulangan biasanya hanya
dapat diterapkan setelah sumber wabah diketahui.
10.Penyampaian Hasil Penyelidikan
Penyampaian hasil dapat dilakukan
dengan dua cara pertama laporan lisan
yang dilakukan di hadapan pejabat
setempat dan mereka yang bertugas
mengadakan pengendalian dan
pencegahan, dan yang kedua laporan
tertulis.