Anda di halaman 1dari 15

OBAT = RACUN

 OBAT : jika dosis tepat

 RACUN : jika melebihi dosis yg seharusnya

 TIDAK ADA MANFAAT :


: jika kurang dari dosis yg seharusnya
 menyebabkan resistensi
KRITERIA OBAT
 AMAN / Safety : Tidak Toksik
Uji Toksisitas
 KHASIAT / Eficaccy : Bermanfaat
Uji Praklinik & Klinik
 KUALITAS / Quality: Tidak Rusak
Uji Identitas, Kuantitatif,
Cemaran, Stabilitas

uji 1 n percobaan untuk mengetahui mutu sesuatu

analisis /ana·li·sis/ n 1 penyelidikan thd suatu peristiwa untuk mengetahui


keadaan yg sebenarnya; penjabaran sesudah dikaji sebaik-baiknya
Konsep Analisis
Standardisasi Bahan Alam
Semester Genap 2014/2015
Analisis

Kuantitatif Kualitatif
Analisis untuk menentukan Anallisis untuk mengetahui
jumlah (kadar) ada atau tidaknya suatu
analit dalam suatu sampel
Data Kualitatif & Kuantitatif

Kuantitatif Kualitatif
 Berupa ANGKA  Berupa DESKRIPSI
 Data yang dapat diukur.  Data dapat diamati tapi tidak
 Contoh: Panjang, tinggi, luas, diukur.
volume, berat, kecepatan, waktu,  Contoh: Warna, tekstur, bau, rasa,
suhu, kelembaban, suara tingkat, penampilan, kecantikan, dll
biaya, anggota, usia, dll  Kualitatif → Kualitas
 Kuantitatif → Kuantitas
Example 2: Latte Example 2: Latte

Qualitative data: Quantitative data:

*robust aroma *12 ounces of latte


*frothy appearance *serving temperature 1500 F.
* strong taste *serving cup 7 inches in height
*glass cup *cost $4.95
Example 3: Freshman Class Example 3: Freshman Class

Qualitative data: Quantitative data:

*friendly demeanors *672 students


*civic minded *394 girls, 278 boys
*environmentalists *68% on honor roll
*positive school spirit *150 students accelerated in
mathematics
Prosedur Analisis
 Prosedur Analisis merupakan serangkaian proses mulai dari penyiapan
sampel sampai evaluasi hasil pengukuran.
 Langkah/ tahapan prosedur analisis:
 Definisi Masalah
 Terkait dengan informasi analisis: tingkat akurasi, waktu, biaya, serta
ketersediaan alat dan bahan yg dibutuhkan untuk analisis
 Pemilihan Teknik dan Metode Analisis
 Apakah akan menggunkan kromatografi, spektrofotometri, titrimetri, atau
dengan metode lainnya
 Pemilihan metode mengacu pula pada Literatur acuan
 Pengambilan Sampel
 Harus dapat mewakili bahan yg akan dianalisis
 Pengukuran Analit
 Dapat dilakukan dengan cara identifikasi kualitatif atau pengukuran
kuantitatif atau keduanya
 Penghitungan dan Interpretasi Data Analisis
 Teknik statistik banyak digunakan dalam pengolahan data untuk
memperoleh hasil akhir analisis
Prosedur (FHI, 2008: xxix)

 Prosedur penetapan kadar dan pengujian diberikan untuk


menetapkan kesesuaian dengan persyaratan identitas,
kadar, mutu, dan kemurnian yang tertera dalam FHI
 Semua bahan resmi yg beredar apabil diuji menggunakan
prosedur yg telah ditetapkan dalam FHI harus memenuhi
persyaratan yg tercantum dalam monografi.
 Prosedur lain yg tidak tercantum dalam FHI dapat digunakan
asal dapat dibuktikan memberikan ketelitian dan ketepatan
yg paling sedikit sama dengan metode FHI. Apabila prosedur
lain atau metode alternatif memberikan hasil yg berbeda
dengan metode FHI, maka yg dianggap benar adalah hasil yg
menggunakan prosedur FHI.
KONSEP ANALISIS BAHAN ALAM
JENIS
Pengujian Kebenaran Bahan
JUMLAH/KADAR
Pengujian terhadap senyawa aktif & senyawa marker
Berhubungan dengan dosis
CEMARAN/KONTAMINAN
Harus sesuai dengan persyaratan (tidak boleh melebihi batas
maksimum)
Pengujian logam berat, cemaran mikroba, dll
KONSEP ANALISIS - FARMAKOPE
JENIS
Pengujian Kebenaran Bahan:
Reaksi Warna
KLT thd pembanding CEMARAN/KONTAMINAN
IR Pengujian Logam Berat:
JUMLAH/KADAR AAS
Pengujian terhadap senyawa Kadar Abu
aktif & senyawa marker: Cemaran Mikroba
Spektrofotometri Patogen
HPLC Non Patogen
Toleransi kadar (2, 5, 10%) Cemaran Klor
Contoh Toleransi Kadar
GLIBENKLAMIDA AMINOFILIN

 Glibenklamida merupakan obat  = Teofilin Etilendiamin


antidiabetes  Aminofilin merupakan obat yang
 Mengandung tidak kurang dari digunakan untuk mengobati
99% dan tidak lebih dari 101% beberapa penyakit pernapasan,
seperti asma, bronkitis, dan
Glibenklamid dihitung thd zat penyakit paru-paru kronis
anhidrat
 Mengandung tidak kurang dari
 Tablet: Tidak kurang dari 95% dan 84% dan tidak lebih dari 87,4%
tidak lebih dari 105% Glibenklamid teofilin anhidrat dihitung thd zat
dari jumlah yg tertera pada etiket anhidrat
 FI IV, 1995, 410 - 411  Tablet: Tidak kurang dari 93% dan
tidak lebih dari 107% teofilin
anhidrat dari jumlah yg tertera
pada etiket
 FI IV, 1995, 90 - 91
Buah Adas / Foeniculi Vulgaris Fructus
(FHI, 2008: 1)
 Buah adas adalah buah Foeniculum vulgare Mill., suku Apiaceae,
mengandung minyak atsiri tidak kurang dari 1,40% v/b dan trans-anetol tidak
kurang dari 0,60%
 Identitas Simplisia:
 Pemerian: Buah berbentuk memanjang, ujung pipih, gundul, bau khas, rasa
agak manis dan khas, warna cokelat kehijauan atau cokelat kekuningan
hingga coklat. Panjang sampai 10 mm, lebar sampai 4 mm.
 Mikroskopik: Fragmen pengenal adalah endokarp dengan sel-sel palisade,
endokarp, sel-sel endosperm, serabut, berkas pengangkut dan epikarp.
 Pola Kromatografi dengan KLT
 Susut Pengeringan: Tidak lebih dari 10% Kualitatif vs
 Abu Total : Tidak lebih dari 13,1% Kuantitatif
 Abu Tidak Larut Asam : Tidak lebih dari 2,7%
 Sari Larut Air : Tidak kurang dari 20%
 Sari Larut Etanol : Tidak kurang dari 8,6 %
 Kandungan Kimia Simplisia:
 Minyak atsiri (penetapan kadar minyak atsiri)
 dan trans-anetol (KLT-Densitometri)