Anda di halaman 1dari 37

DIABETES MELITUS

DIABETES MELLITUS

• suatu penyakit dimana kadar


glukosa di dalam darah tinggi
karena tubuh tidak dapat
melepaskan atau
menggunakan insulin secara
cukup.
DEFINISI

• Diabetes mellitus adalah suatu kelompok gangguan


metabolisme yang ditandai dengan oleh kondisi
hiperglikemia, yang berhubungan dengan abnormalitas
metabolisme karbohidrat, lemak dan protein
• Diabetes merupakan sindrom yang diakibatkan oleh
penurunan/ tidak adanya insulin baik secara relatif ataupun
secara mutlak
HOMEOSTASIS TUBUH TERKAIT PERAN
INSULIN DAN GLUKAGON DALAM
MENJAGA KESEIMBANGAN
KADAR GULA DARAH

Kadar gula darah turun Kadar gula darah naik

Kadar
gula darah
naik Sel α Pankreas Sel ß

glukagon Insulin

glukosa glikogen glukosa glikogen

Peningkatan konsumsi glukosa


oleh sel untuk energi
PANKREAS
• Mensekresikan hormon insulin
dan glukagon
• Berperan dalam menjaga
keseimbangan kadar gula darah
HOMEOSTASIS TUBUH TERKAIT GLUKOSA

• Saat kadar glukosa dalam darah tinggi, maka sel beta didalam pancreas akan
mendeteksinya
• Sel beta kmudian akan melepaskan insulin ke jaringan pembuluh darah
• Insulin selanjutnya akan berikatan dengan reseptor insulin yang berada di sel
membrane sehingga menyebabkan glukosa diserap oleh sel untuk
selanjutnya diubah menjadi energy bagi sel
• Glukosa yang tidak digunakan selanjutnya akan diubah menjadi glukagon
• Insulin ini ibaratnya adalah kunci untuk membuka pintu /chanel glukosa yang
terdapat pada permukaan membran
HOMEOSTASIS TUBUH TERKAIT GLUKOSA

• Keseimbangan kadar glukosa didalam darah sangat


bergantung pada
• sel beta pancreas,
• reseptor insulin pada membrane sel dan
• kualitas insulin yang dihasilkan oleh sel beta pankreas
Kriteria Diagnostik Gula darah (mg/dL)

Bukan Pra Diabetes


Diabetes Diabetes
Puasa < 110 110-125 > 126

Sewaktu < 110 110-199 > 200


TIPE DIABETES MELLITUS

• Diabetes Mellitus tipe 1 (diabetes yang tergantung kepada


insulin)
• Diabettes Mellitus tipe 2 (diabetes yang tidak tergantung
kepada insulin, NIDDM)
PATOFISIOLOGI
DM Tipe 1/ IDDM (Insulin-Dependent Diabetes Mellitus)
 Karakteristik utama : defisiensi insulin absolut karena destruksi sel β pankreas
(sekitar 80-90%). Kerusakan hingga 70% sel beta belum menimbulkan efek
klinis berupa hiperglikemia.
 Akibat :
Reaksi autoimun (juvenile diabetes atau immune-mediated diabetes)
 Reaksi non-autoimun (idiophatic diabetes)
10% dari semua kasus diabetes
 Biasanya terjadi karena genetis dan sejak anak-anak
 Cenderung berkembang menjadi diabetes ketoasidosis (DKA)
PATOFISIOLOGI
DM tipe 2/ NIDDM (Non-insulin Dependent Diabetes Mellitus)
 90-95% dari seluruh kasus diabetes mellitus
 Disebabkan oleh :
 Resistensi insulin (↑ lipolisis dan produksi asam lemak bebas, ↑ produksi
glukosa hepatik, ↓ pengambilan glukosa pada otot skelet)
 Defisiensi insulin relatif
 Pengaruh gaya hidup lebih besar dibandingkan genetis
Diabetes Mellitus
Diabetes Mellitus tipe 2
tipe 1

Penderita menghasilkan sedikit insulin atau sama Pankreas tetap menghasilkan insulin, kadang
sekali tidak menghasilkan insulin kadarnya lebih tinggi dari normal. Tetapi tubuh
membentuk kekebalan terhadap efeknya,
sehingga terjadi kekurangan insulin relatif

Umumnya terjadi sebelum usia 30 tahun, yaitu anak- Bisa terjadi pada anak-anak dan dewasa, tetapi
anak dan remaja. biasanya terjadi setelah usia 30 tahun

Para ilmuwan percaya bahwa faktor lingkungan Faktor resiko untuk diabetes tipe 2 adalah obesitas
(berupa infeksi virus atau faktor gizi pada masa dimana sekitar 80-90% penderita mengalami
kanak-kanak atau dewasa awal) menyebabkan obesitas.
sistem kekebalan menghancurkan sel penghasil
insulin di pankreas. Untuk terjadinya hal ini
diperlukan kecenderungan genetik.
90% sel penghasil insulin (sel beta) mengalami Diabetes Mellitus tipe 2 juga cenderung
kerusakan permanen. Terjadi kekurangan insulin diturunkan secara genetik dalam keluarga
yang berat dan penderita harus mendapatkan
suntikan insulin secara teratur
PENYEBAB DIABETES
LAINNYA

• Kadar kortikosteroid yang tinggi


• Kehamilan (diabetes gestasional), akan hilang setelah melahirkan.
• Obat-obatan yang dapat merusak pankreas.
• Racun yang mempengaruhi pembentukan atau efek dari insulin.
MEMBACA GEJALA
DIABETES

• Sering buang air seni


• Sering merasa haus
• Sering merasa lapar
• Lesu tidak bertenaga, ngantuk
• Mudah terkena infeksi
• Jika infeksi sulit sembuh
MEMBACA GEJALA DIABETES

• Gejala awalnya berhubungan dengan efek langsung dari kadar gula darah yang
tinggi.
• Jika kadar gula darah sampai diatas 160-180 mg/dL, maka glukosa akan dikeluarkan
melalui air kemih.
MEMBACA GEJALA
DIABETES

• Jika kadar gula darah lebih tinggi lagi, ginjal akan


membuang air tambahan untuk mengencerkan sejumlah
besar glukosa yang hilang.
• ginjal menghasilkan air kemih dalam jumlah yang
berlebihan, maka penderita sering berkemih dalam jumlah
yang banyak (poliuria).
• Akibat: penderita merasakan haus yang berlebihan
sehingga banyak minum (polidipsia).
MEMBACA GEJALA
DIABETES

• Sejumlah besar kalori hilang ke dalam air kemih, sehingga penderita mengalami
penurunan berat badan.
• Kompensasi: penderita seringkali merasakan lapar yang luar biasa sehingga banyak
makan (polifagia).
MEMBACA GEJALA
DIABETES

Gejala lainnya :
• pandangan kabur
• pusing
• mual dan
• berkurangnya ketahanan tubuh selama melakukan olah raga.
• lebih peka terhadap infeksi.
KETOASIDOSIS DIABETIKUM

Pada penderita diabetes tipe 1,


• Meskipun kadar gula di dalam darah tinggi tetapi sebagian besar sel tidak dapat
menggunakan gula tanpa insulin, sehingga sel-sel ini mengambil energi dari sumber
yang lain.
• Sumber untuk energi dapat berasal dari lemak tubuh. Sel lemak dipecah dan
menghasilkan keton, yang merupakan senyawa kimia beracun yang bisa
menyebabkan darah menjadi asam (ketoasidosis).

• setelah mulai menjalani terapi insulin, penderita diabetes tipe 1 bisa mengalami
ketoasidosis jika mereka melewatkan satu kali penyuntikan insulin atau mengalami
stres akibat infeksi, kecelakaan atau penyakit yang serius.
KETOASIDOSIS DIABETIKUM

Gejala awal :
 rasa haus dan berkemih yang berlebihan,
 mual, muntah, lelah dan nyeri perut (terutama pada anak-anak).
 Pernafasan menjadi dalam dan cepat karena tubuh berusaha untuk
memperbaiki keasaman darah.
 Bau nafas penderita tercium seperti bau aseton.

Tanpa pengobatan, ketoasidosis diabetikum bisa berkembang menjadi


koma, kadang dalam waktu hanya beberapa jam.
DIABETES TIPE 2

• Penderita diabetes tipe 2 bisa tidak menunjukkan gejala-gejala selama beberapa


tahun.
• Jika kekurangan insulin semakin parah, maka timbullah gejala yang berupa sering
berkemih dan sering merasa haus.
• Jarang terjadi ketoasidosis.
DIABETES TIPE 2

Jika kadar gula darah sangat tinggi (sampai lebih dari 1.000 mg/dL, biasanya terjadi
akibat infeksi atau obat-obatan), maka penderita akan mengalami :
• dehidrasi berat, yang
• bisa menyebabkan kebingungan mental, pusing, kejang
keadaan yang disebut koma hiperglikemik-hiperosmolar non-ketotik.
MENDIAGNOSIS DIABETES
MELLITUS

Diagnosis diabetes ditegakkan berdasarkan


• gejalanya yaitu 3P (polidipsi, polifagi, poliuri) dan
• hasil pemeriksaan darah yang menunjukkan kadar gula darah yang
tinggi (tidak normal). Untuk mengukur kadar gula darah, contoh
darah biasanya diambil setelah penderita berpuasa selama 8 jam
atau bisa juga diambil setelah makan
MENDIAGNOSIS DIABETES
MELLITUS

• Perlu perhatian khusus bagi penderita yang berusia di atas


65 tahun.
• Sebaiknya pemeriksaan dilakukan setelah berpuasa dan
jangan setelah makan karena usia lanjut memiliki
peningkatan gula darah yang lebih tinggi.
KOMPLIKASI DIABETES
KOMPLIKASI DIABETES

• Diabetes merupakan penyakit yang memiliki komplikasi (menyebabkan terjadinya


penyakit lain) yang paling banyak.
• berkaitan dengan kadar gula darah yang tinggi terus menerus, sehingga berakibat
rusaknya pembuluh darah, saraf dan struktur internal lainnya.
KOMPLIKASI DIABETES

• Zat kompleks yang terdiri dari gula di dalam dinding pembuluh darah menyebabkan
pembuluh darah menebal dan mengalami kebocoran.
• Akibat penebalan : aliran darah akan berkurang, terutama yang menuju ke kulit dan
saraf.
KOMPLIKASI DIABETES

• Kadar gula darah yang tidak terkontrol cenderung menyebabkan


kadar zat berlemak dalam darah meningkat, sehingga mempercepat
terjadinya aterosklerosis (penimbunan plak lemak di dalam pembuluh
darah).
• Aterosklerosis ini 2-6 kali lebih sering terjadi pada penderita diabetes.
KOMPLIKASI DIABETES

Sirkulasi darah yang buruk :


• melalui pembuluh darah besar (makro) bisa melukai otak, jantung, dan
pembuluh darah kaki (makroangiopati),
• Melalui pembuluh darah kecil (mikro) bisa melukai mata, ginjal, saraf
dan kulit serta memperlambat penyembuhan luka.
KOMPLIKASI DIABETES

• Penderita diabetes bisa mengalami berbagai


komplikasi jangka panjang jika diabetesnya tidak
dikelola dengan baik.
• Komplikasi yang lebih sering terjadi dan mematikan
adalah serangan jantung dan stroke.
KOMPLIKASI DIABETES

• Kerusakan pada pembuluh


darah mata bisa
menyebabkan gangguan
penglihatan akibat kerusakan
pada retina mata (retinopati
diabetikum).
KOMPLIKASI DIABETES

• Kelainan fungsi ginjal bisa


menyebabkan gagal ginjal
sehingga penderita harus
menjalani cuci darah (dialisa).
KOMPLIKASI DIABETES

Gangguan pada saraf :


Jika satu saraf mengalami kelainan fungsi (mononeuropati), maka
sebuah lengan atau tungkai biasa secara tiba-tiba menjadi
lemah.
Jika saraf yang menuju ke tangan, tungkai dan kaki mengalami
kerusakan (polineuropati diabetikum), maka pada lengan dan
tungkai bisa dirasakan kesemutan atau nyeri seperti terbakar
dan kelemahan.
KOMPLIKASI DIABETES
• Kerusakan pada saraf menyebabkan kulit
lebih sering mengalami cedera karena
penderita tidak dapat merasakan perubahan
tekanan maupun suhu.
• Berkurangnya aliran darah ke kulit bisa
menyebabkan ulkus (borok) dan semua
penyembuhan luka berjalan lambat.
• Ulkus di kaki bisa sangat dalam dan
mengalami infeksi serta masa
penyembuhannya lama sehingga sebagian
tungkai harus diamputasi.
DIABETES TIDAK DAPAT
DISEMBUHKAN

tindakan pencegahan, : tidak makan berlebihan, menjaga berat badan, rutin


melakukan aktivitas fisik.
Olahraga efektif mengontrol diabetes, antara lain dengan melakukan:
berjalan kaki, bersepeda, dan berenang.
Diet dipadu dengan olahraga merupakan cara efektif mengurangi berat
badan, menurunkan kadar gula darah, dan mengurangi stres.
Latihan yang dilakukan secara teratur dapat menurunkan tekanan darah,
kolesterol, dan risiko terkena serangan jantung, serta memacu pengaktifan
produksi insulin dan membuatnya bekerja lebih efisien.
KOMPLIKASI DIABETES
DAPAT MEMATIKAN

• Sekitar 12–20% penduduk dunia diperkirakan mengidap diabetes dan setiap


10 detik di dunia orang meninggal akibat komplikasi yang ditimbulkan.
• DM membunuh lebih banyak dibandingkan dengan HIV/AIDS.
• penyebab kematian 50% akibat penyakit jantung koroner dan 30% akibat
gagal ginjal.
• menyebabkan kecacatan.
• 30% penderita DM mengalami kebutaan akibat komplikasi retinopati
• 10% harus menjalani amputasi tungkai kaki.
KOMPLIKASI BISA DICEGAH

• dengan mengendalikan gula darah.


• Dokter tidak langsung meresepkan obat melainkan meminta pasien
agar merubah lifestylenya dengan : lebih aktif melakukan kegiatan
jasmani dan mengatur makanan