Anda di halaman 1dari 35

HIV

PRESENTASI
KASUS
Anggota Kelompok B
– Rully Dwi Rintayani (KU) (20120310157)
– Wildan Farik Alkaf (KU) (20120310215)
– Amalia Fahmi W (KU) (20120310257)
– Mohammad Rizky Pratama (KU) (20120310078)
– Intan Hazimi P (KU) (20120310114)
– Putri Mediana A (KU) (20120310266)
– Lisdariyati (KU) (20120310270)
– Khanza Karina (KG) (20110340113)
– Ikhsanudin (KG) (20120340028)
– Irsyad Gani (KG) (20110340100)
IDENTITAS PASIEN
– Nama : Ny. Asti
– Umur : 47 tahun
– Jenis kelamin : perempuan
– Agama : Islam
– Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
– Status perkawinan : menikah
– Pendidikan terakhir : S1
Keluhan utama

BAB cair
seperti air
sejak 2 bulan
yang lalu
Keluhan Utama Dental

Pasien merasa sering


berdarah saat
menggosok gigi
Riwayat Perjalanan penyakit
2011 2015 2017

• Pada bulan juli Pasien


• Pasien mengantar suami cek TBC • Pasien dan suami
kembali untuk kontrol obat
dan HIV karena mantan pecandu memutuskan untuk tidak
serta periksa viral load dan
narkoba (putau)  suami (+) hiv memakai kondom saat
hasilnya terdeteksi viral,
CD4 = 4 dan TBC berhubungan seksual,
CD4 naik menjadi 400
• pasien diperiksa TBC dan HIV  selama berhubungan
pasien tidak mengeluhkan • Pada bulan oktober pasien
pasien (+) HIV CD4 = 280, dan datang untuk kontrol ,oleh
TBC (-) rasa sakit, gatal maupun
keluar cairan yang tida dokter obat pasien diganti
• Pasien tidak mengeluhkan apa dengan alovia dan
apa (penurunan berat badan -, normal
lamivudin
diare -, ) • Semenjak mengkonsumsi
• Pasien diberikan obat leviral dan alovia pasien mengeluhkan
neviral selama penggunaan obat bab menjadi cair seperti air,
tersebut pasien mengeluhkan berwarna coklat , tidak ada
kulit menjadi kering dan gatal ampas, tidak ada lendir
maupun darah. Dengan
frekuensi 2-3x sehari.
• Pasien mengeluhkan nyeri
dada hilang timbul kurang
lebih sejak 2 hari sebelum
kontrol .
Riwayat penyakit • Pasien terdiagnosis HIV sejak tahun 2011
• Disangkal penyakit TBC, HIPERTENSI, DM , GINJAL, JANTUNG
dahulu

Riwayat Penyakit • Keluarga tidak ada yang mengalami keluhan dan penyakit serupa
• Ibu meninggal sakit ginjal
• Ayah meninggal sakit DM
Keluarga • Suami TBC dan HIV

Riwayat • pasien belum pernah membersihkan karang gigi


• pasien rutin menggosok gigi 2x sehari pagi dan malam sebelum tidur
kesehatan gigi • pasien pernah melakukan perawatan penambalan gigi dan pencabutan ke dokter gigi pada
tahun 2005
Riwayat personal sosial

Kebiasaan buruk Gaya hidup Sosial

• Merokok (-) • Pola makan, makan -+ 2- • Hubungan dengan


• Alkohol (-) 3x sayur dan buah keluarga baik
• Hubungan seksual ganti- dengan porsi tidak • Pasien memiliki
ganti pasangan (-) menentu komunitas ODHA dan
• Pemakai narkoba (-) • Aktivitas  bersih-bersih sering bertukar informasi
rumah mengenai penyakitnya
• Hubungan dengan
masyarakat sekitar rumah
baik, pasien masih suka
ikut kegiatan di
kampungnya
Pemeriksaan fisik
VITAL SIGN
• TD 120/80 mmhg
• N 80x/ menit
• RR 20x/ menit
• T 36.6 derajat celcius

ANTROPOMETRI
• BB = 64 kg
• TB = 155 cm
• BMI = 26,66 ( overweight, WHO Asia Pasifik)

GIGI DAN RONGGA MULUT


• terdapat kalkulus supra dan sub gingiva pada semua regio
• terdapat missing tetth pada gigi 18, 17, 26, 27, 36, 37, 46, 47
• terdapat nekrose pada gigi 28
• terdapat gingivitis pada semua regio
Pemeriksaan fsik

Pemeriksaan Umum
• KEPALA : mata ca (-), SI (-)
• Hidung : sekret (-)
• Leher : pembesaran kelenjar getah bening (-)
• Dada : simetris, NT (-), sonor (+/+), vesikuler (+/+)
• Perut : distensi (-), jejas (-), BU (+) , NT (-), timpani
• Kulit : tidak ditemukan kelainan
• ekstremitas : akral hangat, CRT <2”, kekuatan 5
• anogenital : tidak dilakukan pemeriksaan
Penkes (-)
Kejang (-)

Review Sistem Nyeri


kepala (-)
Batuk (-)
Pilek (-)
Sesak nafas (-
)

Nyeri dada (-)


Berdebar-debar
(-) Mual (-)
Sianosis (-) Muntah (-)

Ikterik (-) Nyeri


ketika
berkemih
(-)
Sulit BAK
(-)

Akral hangat
(+)
Nadi kuat (+)
Oedem (-)
Diare (+)
Kesemutan (-)
Konstipasi (-)
Nyeri (-)
Pemeriksaan laboratorium

– Bulan oktober CD4 600


Diagnosis

HIV
Tatalaksana

– NON MEDIKAMENTOSA
• Istirahat yang cukup dan mengkonsumsi makanan yang mengandung nutrisi yang cukup.
• Melakukan hubungan seksual yang aman dengan tidak gonta-ganti pasangan dan memakai pengaman.
• Tidak menggunakan jarum suntik yang tidak steril dan sama dengan orang lain.
• Merawat lukayang baik dan benar agar tidak terjadi kontaminasi dan tidak menularkan kepada orang lain.
• Melakukan paliative care dengan beberapa prinsip berupa: menghargai setiap kehidupan, menganggap
kematian sebagai proses yang normal, menghargai keinginan pasien dalam mengambil keputusan, memberikan
dukungan yang diperlukan agar pasien tetap aktif dan tetap semangat melanjutkan pengobatannya.
• Memberikan KIE tentang cara menjaga kesehatan gigi dan mulut, menyarankan untuk tetap rutin kedokter gigi
6 bulan sekali.
• Disarankan untuk segera melakukan scalling
– MEDIKAMENTOSA
 PEMBERIAN ARV
STADIUM HIV
Gejala HIV
Kapan terapi dimulai??
Anjuran pemilihan Obat ARV
Lini Pertama
– Panduan lini pertama yang ditetapkan oleh pemerintah adalah:

– Mulailah terapi ARV dengan salah satu dari panduan dibawah ini:
– Lini pertama yang direkomendasikan bagi yang belum pernah mendapat terapi
ARV:
Efek Samping ARV
Kriteria Gagal Terapi
Alur Tatalaksana Gagal Terapi
Menurut Kriteria Klinis
Terapi ARV Lini Kedua
– Rekomendasi panduan lini kedua adalah:

– Paduan lini kedua yang direkomendasikan dan disediakan secara gratis oleh
pemerintah adalah:

– Pilihan terapi ARV lini kedua


GUIDELINE TERAPI
Komplikasi
– Candidiasis bronkus, trakea atau paru-paru
– Candidiasis oral
– Candidiasis esophagus
– Kriptokokosis ekstra paru
– Renitis CMV (Gangguan Penglihatan)
– Haerpes simplek, ulkus kronik (>1 bulan)
– Mycobacterium TB di pulmo atau ektra pulmo
– Ensefalitis toxoplasma
Prognosis
– Ad vitam : Malam
– Ad functionam : Malam
– Ad sanationam : Malam
Kesimpulan

– Pasien ini didiagnosis HIV. Riwayat suami sebagai mantan pengguna putau
(narkoba jenis suntik) merupakan sumber infeksi yang didapat oleh pasien. Oleh
karena itu, sangat dibutuhkan adanya edukasi tentang hubungan seksual yang
aman agar tidak terjadi mutan pada virus tersebut. Saat ini pasien sudah
mengkonsumsi ARV lini kedua karena saat dilakukan pemeriksaan viral load
bulan oktober lalu yang hasilnya meningkat sehingga pengobatan ARV pasien
harus digantikan dengan lini kedua. Untuk masalh gigi yang dialami pasien
disarankan untuk cek ke dokter gigi.
Manajemen kolaborasi

Non farmakoterapi
- Edukasi
Farmakoterapi
- Melakukan aktivitas fisik teratur minimal 30
- Alovia
menit perhari
- Lamivudin
- Mengkonsumsi buah dan sayur setiap hari
- HRV
-Kontrol ke pelayanan kesehatan , cek viral load
-KIE dan scalling
Nilai IPE pada kasus ini
Kolaborasi antar dokter dan Kolaborasi antar dokter gigi
perawat mengenai : dan perawat mengenai :
1. Manajemen HIV 1. perawatan gigi dan mulut

Kolaborasi antar dokter ,


Kolaborasi antar dokter dan
dokter gigi, perawat,
farmasi mengenai :
psioterapi, ahli gizi mengenai :
obat-obatan HIV nama, dosis,
apabila terjadi komplikasi
cara pemakaian dan efek
(penurunan berat badan
samping obat
ekstrim, TBC dll)
TERIMA
KASIH