Anda di halaman 1dari 7

FINA FEBRIANA 1111160099

SEPTI PUTRI ASWINDA 1111160089


SITI MARIAM 1111140251
FONDA OCTABERLANI 1111160036
A. Islam dan Plularitas
Hubungan antara Islam dan Pluralitas Bangsa Indonesia, secara
normatif, selain tercermin dalam ajaran agama Islam, pada saat yang
bersamaan tercermin pula dalam Pancasila yang merupakan ideologi
terbuka dan konstitusi negara hukum Indonesia, yaitu UUD 1945.
Dalam pembahasan di sini akan ditampilkan model perspektif Islam,
yaitu Islam Madani, suatu model Islam yang dapat diterima oleh
masyarakat kontemporer yang pluralistik, khususnya di Indonesia.
Untuk membuktikan adanya hubungan antara Islam dengan
pluralisme ini terdapat tiga pendekatan. Pertama, pendekatan Nash,
baik berupa Alquran maupun Hadis Nabi saw; Kedua, pendekatan
sejarah Islam, dan ketiga pendekatan sosiologis. Oleh karena berbagai
keterbatasan, dan ada pada Q.S. Al-Anbiya ayat 107, yang artinya:
“Tidaklah kami mengutus Engkau (Muhammad) kecuali menjadi
rahmat bagi seluruh alam.” Dengan kata lain, pluralisme di sini akan
dilihat dari perspektif Islam sebagai agama rahmat bagi seluruh alam.
Tentunya hal ini tanpa bermaksud mengabaikan ayat-ayat lain.
 Tujuan rasul di utus dalam al-quran,yaitu sebagai
rahmat bagi segenap alam, sedangkan dalam hadis,
tujuan rasul di utus adalah untuk menyempurnakan
akhlak.
Tujuan tersebut memiliki kesamaan,yaitu menjadi
rahmat bagi seluruh alam, manusia sebagai subjek
atau khalifah fill ardhi memiliki akhlak mulia. Rahmat
allah adalah kebaikan bukan kelembutan hati karena
allah terbebas dari sifat makluknya. Melekat sifat- sifat
itu menunjukan mulianya sesuatu yg di sifatinya, yaitu
allah swt, nabi saw, al -quran, agama dan orang
mukmin.
Ruang lingkupnya adalah meliputi oleh orang
kafir,mukimin,dan makluk allah swt yg lainnya
 Indonesia adalah bangsa yang terdiri dari berbagai macam kultur, etnik
dan agama. Secara konsensus para tokoh agama dan bangsa pada waktu
itu sepakat untuk hidup bersama dan berdampingan dalam suatu wadah
NKRI sekarang ini yang lebih di kenal dengan lambang Bhineka
Tunggal Ika. Keberardaan konstitusi itu adalah kesepakatan umum atas
persetujuan di antara mayoritas rakyat yang di idealkan berkenaan
dengan negara.
 Sejarah awal mula islam masuk ke-indonesia,terdapat ada 3 teori, yaitu: teori
mekkah, Gujarat (india) dan persia. Menurut teori pertama di kemukakan oleh
Crawford, islam dibawa dan datang dari mekkah yaitu pada abad ke 7 M. teori yang
kedua dan ketiga yaitu Gujarat dan Persia pada abad ke 13 M. Buya Hamzah
seorang Ulama sekaligus sejarawan islam meyakini teori ini, bahwa pada abad ke-7
inidipusat kerajaan Sriwijaya telah di jumpai perkampungan-perkampungan
perdaganga arab.
 Menurut teori kedua islam bersala dari Gujarat. Di kemukakan oleh Mouquette
ilmuan belanda, menyatakan bahwa islam masuk ke indonesia sekitar abad ke 13 -
14 M. adanya tulisan batu nisan yang di temukan di samudra pasai yang berangkat
tahun 689 H / 1297 M. menurut pijnappel, batu nisan-batu nisan tersebut sama
dengan atu nisan yang ada di cambay, gujarat. Kedua tempat itu sama-sama
menganut mazhab Syafi’I. menurutnya pembawa islam di indonesia berasal dari
Gujarat dan Malabar. Menurut Morrison dan Arnold bahwa islam di indonesia
dibawa oleh orang-orang Coromandel dan Malabar.bukan hanya batu nisan saja
tetapi terdapat tulisan Marcopollo pedagang venesia.yang singgah di sumatra dalam
perjalanan pulang dari Cina pada tahun 1292.
 menurut teori yang ketiga, islam berasal dari persia, pada abad ke 13 M. menurut
Husein Djajadiningrat adanya kesamaan kultur budaya persia dan indonesia,
tradisi 10 muharam pengaruh bahasa yang di pakai di indonesia. Kesamaan kultur
dan budaya tersebut sampai sekarang melekat dikalangan islam NU yang
mayoritas islam di indonesia. KH. Abdurahman Wahid menyatakn bahwa NU
adalah model islam syiah kuluran tanpa immah. Maksudnya adalah ada kesamaan
kultur dan budaya antara islam di kalangan NU dengan islam Syiah di persia atau
iran sekarang.
 Kehadiran islam ini telah lama di indonesia
serta di anut oleh mayoritas bangsa indonesia,
perkembangan islam telah mempengaruhi
berbagai aspek kehidupan dan budaya, bangsa
indonesia, misalnya: pernikahan, seni, hukum,
pemikiran, organisasi dan politik bernegara.
Islam selalu dapat berkompromi baik dengan
kulturlokal, nasional maupun internasional.