Anda di halaman 1dari 12

METODE

Informed consent
 Diperoleh dari 4 pasien yang menjalani insisi dan
kuretase untuk menghilangkan Chalazion
 Semua pasien berumur 18 tahun
 Eksklusi:
 Penderita chalasion sebelumnya
 Pasien yang pernah menjalani operasi kelopak mata

 Pasien yang mengkonsumsi analgetik secara teratur


karena suatu kondisi sistemik
Penilaian
 Nyeri
 0-10 pada sebelum dan setelah prosedur
 Kepuasan
 1-5(sangat buruk, buruk, cukup, baik, dan sangat baik)
Teknik Anestesi
 Campuran eutetic
lidokain 2,5% dan
prilocaine 2,5% (EMLA)
ditempatkan pada
chalazion selama 10
menit
 Ballooning konjungtiva
dapat terlihat selama
anestesi infiltrasi
 Setelah 10 menit, krim
EMLA dihapus dengan
cotton bud
 Chalazion ditandai
dengan spidol kulit
steril
 Selanjutnya injeksi
subkutan dekat
chalazion dilakukan
dengan chloroprocaine
HCl (Nesacaine) pada
jarum suntik TB dengan
jarum 27-gauge
 Pada posisi lateral
dari anestesi
sebelumnya, lidokain
2% dimasukkan
secara subkutan
dengan jarum 27-
gauge
 kelopak mata
terbungkus duk dan
kemudian disiapkan
dengan
Povidoneiodine
(Betadine)
 Chalazion diisolasi
dengan clamp
chalazion dengan
bibir eversi
 Tarsus superior dan
konjungtiva yang
berdekatan dibius
dengan aplikator
berujung kapas yang
direndam dalam
tetrakain selama
sekitar 30 detik
 Konjungtiva yang
berdekatan tarsus
diinjeksi dengan
lidokain 2% secara
subkonjungtiva
 selanjutnya, sayatan
dan kuretase
chalazion dilakukan.