Anda di halaman 1dari 12

HAZARD FISIK

IKLIM KERJA
. PENGERTIAN IKLIM KERJA

 Menaker, 1999 :
Iklim kerja adalah hasil perpaduan
antara suhu, kelembaban,
kecepatan udara gerakan dan panas
radiasi dengan tingkat pengeluaran panas
dari tubuh tenaga kerja sebagai akibat dari
pekerjaannya
Ramdan, 2007:
 Iklim kerja adalah kombinasi dari suhu udara,
kelembaban udara, kecepatan gerakan dan suhu
radiasi. Kombinasi dari keempat faktor ini
dihubungkan dengan produksi panas oleh tubuh
yang disebut tekanan panas.

Iklim kerja adalah suatu kombinasi dari suhu kerja,


kelembaban udara, kecepatan gerakan udara dan
suhu radiasi pada suatu tempat kerja.
MACAM-MACAM IKLIM KERJA
1. IKLIM KERJA PANAS
Iklim kerja ini sangat erat kaitannya dengan
suhu udara, kelembaban, kecepatan
gerakan udara dan panas radiasi
2. IKLIM KERJA DINGIN
Pengaruh suhu dingin dapat mengurangi
effisiensi dengan keluhan kaku atau
kurangnya koordinasi otot.
3.SUHU TEMPAT KERJA
Tempat kerja yang nyaman merupakan
salah satu faktor penunjang gairah
kerja.Lingkungan kerja yang panas dan
lembab akan menurunkan produktivitas
kerja,juga akan membawa dampak negatif
terhadap kesehatan dan keselamatan
kerja.
PENILAIAN IKLIM KERJA
 Untuk mengetahui iklim kerja disuatu tempat kerja
dilakukan pengukuran besarnya tekanan panas
(heat strees). Salah satu caranya mengukur indeks
suhu basah dan Bola (ISBB).

 a.Untuk pekerjaan diluar gedung (ruang


terbuka) ISBB = 0, 7 x suhu basah + 0, 2 x suhu
radiasi + 0, 1 suhu kering

 b.Untuk pekerjaan di dalam gedung ISBB = 0, 7 x
suhu basah + 0, 3 x suhu radiasi
 Hasilpengujian kemudian dibandingkan dengan
standar. Standar iklim kerja di Indonesia ditetepkan
berdasarkan Surat Keputusan Menteri Tenaga
Kerja nomor: Kep-51/MEN/1999
NILAI AMBANG BATAS IKLIM
KERJA
 Tempat kerja adalah tiap ruangan atau
lapangan, tertutup, terbuka, bergerak
ataupun tetap dimana tenaga kerja
bekerja, atau yang sering dimasuki
tenaga kerja untuk keperluan suatu
usaha dimana terdapat sumber-sumber
bahaya (UU 1/1970 tentang Keselamatan
Kerja
 Untuk mengatasi permasalahan dengan
kondisi ini, Menteri Tenaga Kerja RI
mengeluarkan standar NAB (Nilai Ambang
Batas) untuk lingkungan fisik di tempat kerja,
yang salah satunya adalah NAB untuk iklim
kerja dengan menggunakan ISBB (Indeks
Suhu Bola Basah) adopsi WBGT (Wet Bulb
Globe Temperature Index) yang dikeluarkan
ACGIH(American Conference of
Governmental Industrial Hygienists).
ISBB SEBAGAI NILAI AMBANG
BATAS (NAB)

Pada pasal 2 di Kep-51.Men/1999 tentang


Nilai Ambang Batas Faktor Fisika di Tempat
Kerja, tertulis bahwa NAB iklim kerja
menggunakan parameter ISBB seperti
tercantum pada lampiran KepMen
dibawah ini :
Pengaturan waktu kerja setiap jam ISBB ( C)

Beban kerja

Waktu kerja Waktu istirahat Ringan Sedang Berat

Kerja terus - 3,0 26,7 25,0


menerus (8 jam)

75% 25% 30,6 26,7 25,9

50% 50% 31,4 28,0 27,9

25% 75% 32,2 29,4 30,0


. UPAYA PENGENDALIAN
IKLIM KERJA
 GENERAL CONTROLS
 JOB-SPESIFIC CONTROLS