Anda di halaman 1dari 13

EFEKTIVITAS PEMBERIAN MADU TERHADAP PENURUNAN

KADAR GULA DARAH PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II


DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS NILAM SARI
KOTA BUKITTINGGI
TAHUN 2015
PROPOSAL

Oleh:

SELVI FEBRINA
NIM : 1214202162
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Diabetes Melitus merupakan keadaan hiperglikemia kronis


disebabkan oleh faktor lingkungan dan keturunan secara bersama-
sama, dan mempunyai karakteristik hiperglikemia kronis tidak dapat
disembuhkan tetapi dapat dikontrol.
Hasil laporan dari :
- World Health Organization (WHO 2008) (Indonesia menempati urutan ke-4 terbesar
dalam jumlah penderita diabetes melitus didunia).
- Laporan statistik dari International Diabetes Federation (IDF) menyebutkan bahwa
sekarang sudah ada sekitar 230 juta penderita diabetes.
- Di Amerika yang sudah maju sekalipun, angka kematian akibat diabetes bisa
mencapai 200.000 pertahun (Tandra, H. 2008,p.2).
- Angka prevalensi penderita diabetes tanah air berdasarkan data Deprtemen
Kesehatan pada tahun 2008 mencapai 5,7% dari jumlah penduduk Indonesia atau
sekitar 12 juta jiwa.
- Berdasarkan Diagnosis Dokter di Indonesia tahun 2013 prevalensi Diabetes
Melitus di Sumatra Barat adalah lebih tinggi dari Riau, Lampung, Sulawesi Barat,
Papua Barat dan Maluku. kurang lebih 90-95% penderita mengalami diabetes tipe II
(Riskesdas, 2013 , p.50).
- Berdasarkan data Riskedas Sumatra Barat 2007 didapatkan bahwa
penyakit Diabetes Melitus untuk wilayah bukittinggi dengan diagnosa
dengan gejala (d/g= 1,8%) lebih tinggi dibandingkan dengan wilayah
agam (d/g 1,0%) dan solok (d/g 1,2).

Solusi untuk menekan dan mengurangi kejadian


diabetes dan komplikasinya maka diperlukan pilar
penanganan berupa edukasi, terapi gizi medis, latihan
jasmani dan terapi farmakologi.
Madu merupakan cairan alami yang
umumnya mempunyai rasa manis,
dihasilkan oleh lebah madu dari
sari bunga tanaman atau bagian
lain dari tanaman atau ekskresi
serangga. Madu dibandingkan
Data dari Puskesmas
dengan dekstrosa menyebabkan
Nilam Sari tahun 2015
rendahnya kenaikan kadar
jumlah pasien
glukosa dalam plasma pada
Diabetes Melitus yang
subjek diabetes.
berobat ke Puskesmas
Nilam Sari dalam 2
penelitian telah dilakukan untuk bulan terakhir
melihat pengaruh pemberian berjumlah 22 orang.
madu terhadap penderita Dari sebagian kecil
diabetes dan hasil diperoleh mereka sudah pernah
dengan pemberian madu dapat mengkonsumsi madu
menurunkan kadar glukosa namun tidak secara
darah pada penderita diabetes teratur.
melitus (Widyawati 2013,p.3).
B. RUMUSAN MASALAH

untuk mengetahui apakah ada “Perbedaan Efektivitas pemberian madu


untuk penurunan kadar gula darah pada pasien Diabetes Melitus
tipe II Wilayah Kerja Puskesmas Nilam Sari Parak Congkak Kota
Bukittinggi di tahun 2015”.

C. TUJUAN PENELITIAN

1. Tujuan 2. Tujuan
Umum Khusus

- Diketahui rata-rata kadar gula


Untuk mengetahui perbedaan kadar sebelum
gula darah sebelum dan sesudah - Diketahui rata-rata kadar gula
pemberian madu pada pasien diabetes sesudah
melitus tipe II di Wilayah Kerja - Diketahui Perbedaan rata-rata
Puskesmas Nilam Sari Parak Congkak kadar gula sebelum dan sesudah
Kota Bukittinggi di tahun 2015 - Diketahui efektivitas rata-rata
kadar gula sebelum dan sesudah
D. MANFAAT PENELITIAN

Begi institusi Bagi


Bagi Peneliti
pendidikan Puskesmas
E. RUANG LINGKUP
PENELITIAN

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Perbedaan efektivitas


pemberian madu untuk penurunan kadar gula darah Pasien
Diabetes Melitus Tipe II di Wilayah Kerja Puskesmas Nilam
Sari Parak Congkak Kota Bukittinggi di tahun 2015. Penelitian
ini bertujuan untuk melihat hubungan antara dua variabel
yaitu variabel independen dan variabel dependen. Variabel
Independent dalam penelitian ini adalah efektivitas pemberian
madu dan Variabel Dependent adalah penurunan kadar gula
darah. Populasi penelitian ini adalah penderita diabetes
mellitus di Wilayah Kerja Puskesmas Nilam Sari Kota
Bukittinggi di tahun 2015 dengan menggunakan desain studi
Quasi Eksperimen.
BAB II
PEMBAHASAN

A. DIABETES MELITUS

Diabetes melitus adalah suatu jenis penyakit yang disebabkan


menurunnya hormon insulin yang diproduksi oleh kalenjer
pangkreas. Penurunan hormon ini mengakibatkan seluruh gula
yang dikonsumsi oleh tubuh tidak dapat di diproses secara
sempurna, sehingga kadar glukosa dalam tubuh meningkat.

Klasifikasi diabetes melitus :


DM tipe I : Diabetes Melitus tergantung insulin (DMTI) sama
dengan insulin dependent diabetes melitus (IDDM)
DM tipe II: Diabetes Melitus tidak tergantung insulin (DMTTI)
sama dengan Non insulin dependent diabetes melitus (NIDDM)
DM tipe II dibagi lagi menjadi:
Penderita tidak gemuk (Non-obese)
Penderita gemuk (Obese)
B. MADU

Madu merupakan bahan alami yang mempunyai


peranan penting dalam kehidupan dan kesehatan
karena mengandung banyak komponen yang
menyehatkan seperti glukosa, fruktosa, mineral dan
vitamin.
Zat dalam madu seperti Aksi flavonoid yang
bermanfaat pada diabetes mellitus adalah melalui
kemampuannya untuk menghindari absorpsi glukosa
atau memperbaiki toleransi glukosa. Efek anti
oksidan madu menjadikannya sangat bermanfaat
dalam manajemen diabetes mellitus.
Cara Pembuatan

1. Sediakan air hangat 2. Masukan madu murni yang


sebanyak 250 ml kedalam gelas telah disediakan sebanyak 90 gr
kedalam gelas yang berisi air
hangat

3. Aduk sampai tercampur antara


madu dan air hangat, lalu
diminum (Franz J 2008,p.40).
Menurut DR. David Rof, seorang dokter berkebangsaan Rusia pada
tahun 1915 melansir kesimpulan penelitiannya menjelaskan pemakaian
madu sangat berguna untuk penyakit diabetes pada kondisi-kondisi
berikut:
1. Sebagai pemanis yang tidak berbahaya
2. Sebagai unsur gula, tidak lebih.
3. Sebagai gizi tambahan bagi aturan gizi untuk orang sakit,

90 gr madu yang
dilarutkan dalam
segelas air hangat
DOSIS DAN CARA
PENGGUNAAN
(250 ml) setiap hari,
dianjurkan diminum 3
kali sehari ( Franz
J.2008,p.40).
BAB III
KERANGKA PENELITIAN

A. KERANGKA TEORI
Penderita Diabetes Melitus: Poliuria,
polidipsi, polifagi, Bb menurun, Cepat lelah,
Luka sulit disembuhkan, Impoten

Aktivitas : Pengobatan Herbal:


-Olahraga -Daun sambiloto
-Diet rendah lemak -Kumis kucing
-Melakukan senam kaki -Madu

Diabetes Melitus
Karena flavonoid menstimulasi pengambilan
Penurunan glukosa pada jaringan perifer, mengatur
kadar gula darah aktivitas dan ekspresi enzim yang terlibat
dalam jalur metabolism karbohidrat dan
bertindak menyerupai insulin, dengan
mempengaruhi mekanisme insulin signaling
memperbaiki resistensi insulin perifer,.
memperbaiki resistensi insulin perifer
B. KERANGKA KONSEP

PRE TEST INTERVENSI POST


TEST

Kadar Kadar
GulaDarahSebel GulaDarahSesud
Pemberian madu
umpemberian ah pemberian
madu madu