Anda di halaman 1dari 31

SISTEM EVAKUASI

MEDIC

Kelompok 5
Sarifah Intan F 34403516139
Syahrul Hardiana 34403516140
Sifa Fauziah 34403515141
Tasya Lelita L 34403516142
Taufik Ilham R 34403516143
PENGERTIAN EVAKUASI
Evakuasi adalah istilah yang berasal dari bahasa
Latin yaitu evacuare. Secara harfiah, berarti
pengosongan. Evakuasi mengacu kepada orang-
orang yang meninggalkan daerah atau zona yang
terkena bahaya atau ancaman.

Evakuasi juga dapat berarti berpindahnya atau


pemindahan orang-orang dari zona yang terancam atau
berbahaya ke zona aman. Evakuasi dapat direncanakan,
dan orang-orang harus meninggalkan zona bahaya sesuai
dengan rencana dan prosedur.
DAPAT DISIMPULKAN…..

Sistem evakuasi medik adalah upaya


memindahkan atau membawa penderita
gawat darurat (orang yang terkena luka
cukup berat) ke tempat yang memiliki
fasilitas medis memadai untuk melakukan
perawatan terhadap korban agar tidak
meninggal
PENILAIAN LOKASI DAN KORBAN
Adapun tindakan
penilaian ini dilakukan
Ketika hendak memberikan dalam beberapa langkah
pertolongan pertama pada yaitu:
korban, maka hal
1. Penilaian Keadaan
terpenting yang harus
dilakukan terlebih dahulu 2. Penilaian Dini

adalah dengan melakukan 3. Memastikan Jalan


penilaian baik terhadap napas terbuka dengan
keadaan korban maupun baik
situasi dan kondisi secara 4. Untuk menilai
keseluruhan. pernapasan
5. Menilai denyut nadi

6. Hubungi Bantuan
1. PENILAIAN KEADAAN
Perhatikan:

 Bagaimana kondisi pada  Bagaimana


saat itu? cara/mekanisme cedera
 Lindungi diri sendiri  Berapa jumlah pasien
untuk tindakan  Bagaimana
pencegahan. mengatasinya?
 Nilai apakah lokasi aman
 Apakah dibutuhkan
untuk penolong dan bantuan
korban? tambahan/khusus
 Kemungkinan apa saja
yang akan terjadi?
2. PENILAIAN DINI

Kesan Umum Memeriksa Kesadaran

 Langkah ini Ada empat tingkatan kesadaran


digunakan untuk penderita, yaitu :
menentukan apakah  Awas = Alert
penderita merupakan  Suara = Voice
kasus trauma atau  Nyeri = Pain
kasus medis
 Tidak Respon = Un
Respon
3.
3. Memastikan Jalan napas
terbuka dengan baik

Jika penderita tidak respon gunakan


teknik angkat dagu dan tekan dahi.

4.
4. Untuk menilai pernapasan

1. Lihat (Look)
2. Dengar (Listen)
3. Rasakan(Feel)
PRINSIP TRANSPORTASI PASIEN

“Transportasi Pasien adalah sarana yang


digunakan untuk mengangkut penderita/korban
dari lokasi bencana ke sarana kesehatan yang
memadai dengan aman tanpa memperberat
keadaan penderita ke sarana kesehatan yang
memadai.”

Ada beberapa hal yang merupakan faktor


pendukung keberhasilan transportasi
penderita gawat darurat yang meliputi:
Akses
Masyarakat diharapkan Komunikasi
mampu melakukan Sarana komunikasi
akses kepada lembaga- merupakan faktor
lembaga atau anggota pendukung transportasi
masyarakat yang
memiliki fasilitas
transportasi

Stabilitasi
Merupakan tindakan yang harus dilakukan
terhadap penderita gawat darurat agar kondisi
penderita (ABCDE) tidak semakin buruk atau
meninggalkan cacat di kemudian hari.
 Sarana Transportasi
Sarana transportasi untuk penderita gawat darurat
dapat berupa kendaraan darat, laut, udara sesuai
dengan medan dimana penderita gawat darurat
ditemukan. Diutamakan memakai kendaraan ambulan,
yang dirancang khusus untuk mengangkut penderita
gawat darurat.

 Respon time
Merupakan waktu yang diperlukan dalam
penanggulangan penderita gawat darurat, baik dari
tempat kejadian sampai ke rumah sakit maupun
penanggulangan di rumah sakit itu sendiri.
Prinsip utama dalam penanggulangan penderita gawat
darurat adalah

“Jangan membuat penyakit / cidera


penderita menjadi lebih parah”
(Do not further harm).
Dicetuskan oleh Hypocrates dan dijadikan panduan
mulai dari penyakit sampai ke ruang operasi (ruang
perawatan) hingga pasien pulang.
STANDAR KENDARAAN
PELAYANAN MEDIK

Kepmenkes No. 0152/YanMed/RSKS/1987, tentang


Standarisasi Kendaraan Pelayanan Medik. Kepmenkes
No 143 / Menkeskesos/ SK/ II/ 2001, tentang Standarisasi
Kendaraan Pelayanan Medik.
Diperlukan standarisasi perlengkapan umum dan medik
pada kendaraan ambulans AGDT, khususnya untuk
keseragaman dan peningkatan mutu pelayaan rujukan
kegawatdaruratan medic. Memutuskan :
1. Keputusan menteri kesehatan dan kesejahteraan social
tentang standarisasi pelayanan kendaraan medic.
2. Jenis kendaraan pelayanan medic meliputi
a. Ambulans Transportasi
b. Ambulans Gawat Darurat
c. Ambulans Rumah Sakit Lapangan
d. Ambulans Pelayanan Medik Bergerak
e. Kereta Jenazah
f. Ambulans Udara
3. Spesifikasi setiap jenis kendaraan pada dictum Kedua
sebagaimana tercantum dalam lampiran keputusan ini.
4. Semua jenis kendaraan pelayan medic yang sudah ada,
harus segera dilengkapi dengan persyaratan masing-
masing paling lama dalam waktu 2 tahun sejak di tetapkan
keputusan ini.
TUJUAN PENGGUNAAN

Ambulans Ambulans Gawat


Transportasi Darurat

1. Pertolongan gawat darurat


Untuk penderita yang tidak pra rumah sakit
memerlukan perawatan 2. Pengangkutan penderita
khusus/ tindakan darurat gawat darurat yang sudah
untuk menyelamatkan stabil dari lokasi kejadian
nyawa dan diperkirakan ketempat tindakan definitif/
tidak akan timbul rumah sakit
kegawatan selama dalam 3. Sebagai kendaraan transport
perjalanan. rujukan
Ambulans Rumah Sakit Lapangan
 Dalam keadaan sehari-hari melaksanakan fungsi
ambulans gawat darurat
 Bila diperlukan, dapat digabungkan dengan
ambulans-ambulans sejenis dan ambulans pelayanan
medic bergerak membentuk sebuah rumah sakit
lapangan.

Ambulans Pelayanan Medik Bergerak


 Melaksanakan salah satu upaya pelayanan medic
dilapangan
 Dapat digunakan sebagai ambulans transportasi
Ambulans Gawat Darurat Sepeda
Motor
 Untuk pertolongan gawat darurat pra rumah
sakit

Ambulan Pengangkut Jenazah


 Pengangkutan jenazah

Ambulans Udara
 Untuk mengantarkan pasien gawat darurat via
udara (helicopter).
MACAM-MACAM TRANSPORTASI

“Emergency Ambulance (Ambulan Gawat Darurat)


adalah unit transportasi medis yang didesain khusus
dan berbeda dengan model transportasi lainnya.
Ambulan gawat darurat didesain agar dapat menangani
pasien gawat darurat, memberikan pertolongan pertama
dan melakukan perawatan intensif selama dalam
perjalanan menuju rumah sakit rujukan.”

Macam-macam kendaran yang digunakan sebagi ambulan


baik dalam keadaan emergency maupun pada
saat penanganan bencana:
1 .Van 4. Sepeda

2. SUV

5. Golf Car

3. Sepeda
Motor
7. Kapal boat
6. Fixed-wing aircraft

8. Kapal laut
MODA TRANSPORTASI
Moda transportasi merupakan istilah yang digunakan untuk
menyatakan alat angkut yang digunakan untuk berpindah
tempat dari satu tempat ke tempat lain.

Moda yang biasanya digunakan dalam transportasi dapat


dikelompokkan atas moda yang berjalan di darat, berlayar di
perairan laut dan pedalaman, serta moda yang terbang di
udara. Moda yang di darat juga masih bisa dikelompokkan
atas moda jalan, moda kereta api.
“Moda transport yang digunakan tergantung dari
kebutuhan klinis dan perlengkapan / alat transport yang
tersedia dan jarak transportasi .Semua obat harus dicek
terlebih dahulu , perhatikan ada /tidaknya label
sebelum pemberian (obat yang digunakan pada pasien
gawat darurat) dan harus didatakan.”

“Pada semua moda transportasi, stabilitas tanda vital,


jamin jalan nafas terbuka/ secure airway dan IV access,
amankan semua kateter terpasang, monitoring sebelum
berangkat.”
TRANSPORTASI PASIEN

Emergensi Non Emergensi

Dilakukan bila ada bahaya yang Situasinya tidak


mengancam bagi penderita dan membahaya-kan diri
penolong contohnya adalah: penolong & penderita.
1. Ada api, atau bahaya api atau Dalam keadaan ini dapat
ledakan dilakukan urutan
2. Ketidak-mampuan menjaga korban pekerjaan normal, seperti
gawat darurat terhadap bahaya
lain pada TKP (benda jatuh dsb). control TKP, survei
3. Usaha mencapai korban gawat lingkungan, dan
darurat lain, yang lebih urgen. stabilisasi kendaraan.
4. Ingin RJP korban gawat darurat, Selalu ingat kemungkinan
yang tidak mungkin dilakukan di patah tulang leher
tempat tersebut.
(servikal) bila korban
5. Ingat adanya kemungkinan patah
tulang leher/cedera cervical gawat darurat trauma.
Pemindahan Emergensi
(Transport Evakuasi Emergency)

Tarikan Baju a. Tarikan Selimut Tarikan Selimut


Tarikan Pemadam kebakaran
( fire fighter’ carry)

Merangkak

Tarikan
Kaki
Pack Strap Incline drag (one man drag)
2. Pemindahan Non-Emergensi (Transport
Evakuasi non Emergency)
 Korban sadar
 Penilaian dan penanganan ABC
 Pernafasan dan fungsi jantung/pendarahan stabil
 Perawatan darurat di lapangan & pemeriksaan
tanda vital telah diselesaikan.
 Korban dalam keadaan stabil, semua cedera telah
ditangani dengan baik.
 Kecurigaan fraktur servikal & spinal telah
diimobilisasi (dibidai).
 Tidak ada tanda-tanda cedera leher/tulang
belakang, mekanisme terjadinya cedera tidak ada
kemungkinan cedera leher/tulang belakang.
 Pengangkatan dan pemindahan secara langsung
Pemindahan tidak darurat Pick a back
oleh satu orang penolong : (menggendong)
Pemindahan tidak darurat oleh dua orang penolong
a. Memapah
Cara ditandu dengan kedua lengan
penolong (the two-handed seat).
Tehnik angkat langsung dengan tiga penolong
LANGKAH-LANGKAH UNTUK MENCEGAH
CEDERA SAAT MEMINDAHKAN PASIEN.

 langkah-langkah untuk mencegah cedera saat


memindahkan pasien ialah :
 Posisi kaki mantap

 Gunakan kekuatan kaki jangan punggung :


Punggung tetap tegak, tekuk lutut
 Jangan berputar

 Ketika mengangkat dengan satu tangan,


jangan mengganti tangan
 Pertahankan agar beban pasien ke tubuh
anda
 Saat menaiki tangga : Condong ke depan