Anda di halaman 1dari 21

TRIGEMINAL NEURALGIA

Oleh :
Dianalia Nurarifany
16360033

Pembimbing :
dr. Denny Raharjono, Sp.S

KEPANITERAAN KLINIK SENIOR ILMU PENYAKIT SYARAF


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI
RSUD CIAMIS - JAWA BARAT
2017
ANATOMI NERVUS TRIGEMINUS
DEFINISI

International Association for the Study of Pain


(IASP) mendefinisikan Trigeminal neuralgia
sebagai nyeri yang tiba-tiba, biasanya unilateral,
tajam, hebat, singkat, dan berulang yang
berdistribusi pada satu atau lebih cabang dari
saraf trigeminal.
ETIOLOGI

Idiopatik

Demielini Trigeminal
Kompresi
sasi
Neuralgia

Genetik
PATOFISIOLOGI
Mekanisme Perifer Mekanisme Sentral

•Tumor
•Malformasi Multiple Sclerosis
vaskular (demielinisasi luas)
•kompresi
Mielin robek
/ rusak
Menekan nervus
trigeminus
Degenerasi
Akson
Mielin robek
/ rusak
Kerusakan saraf &
hilangnya inhibisi
Penyampaian saraf
impuls terhambat
Sensibilitas
Nyeri lebih kuat
KLASIFIKASI

Klasik

TRIGEMINAL
NEURALGIA

Simptomatik
GEJALA KLINIS

• Sensasi yang dapat muncul antara lain


rasa nyeri, tertusuk, terbakar seperti
tersengat listrik secara tiba tiba pada
wajah, dapat muncul secara mendadak.
• Setelah rasa nyeri biasa disertai dengan
periode bebas nyeri.
• Rasa ini dapat muncul oleh rangsangan
pada triger zone.
• Rasa nyeri dapat berlangsung detik
hingga menit.
DIAGNOSA

Anamnesa
Nyeri setidaknya bercirikan 4 sifat berikut:
• Menyebar sepanjang satu atau lebih cabang N trigeminus.
• Onset dan terminasinya terjadi tiba-tiba , kuat, tajam ,
superficial, serasa menikam atau membakar.
• Intensitas nyeri hebat , biasanya unilateral
• Nyeri dapat timbul spontan atau dipicu oleh aktifitas sehari-
hari
• Diantara serangan , tidak ada gejala sama sekali
PEMERIKSAAN FISIK
• Pada pemeriksaan fisik neurologi dapat ditemukan
sewaktu terjadi serangan, penderita tampak menderita
sedangkan diluar serangan tampak normal.

• Reflek kornea dan test sensibilitas untuk menilai sensasi


pada ketiga cabang nervus trigeminus bilateral.

• Membuka mulut dan deviasi dagu untuk menilai fungsi


otot masseter (otot pengunyah) dan fungsi otot
pterygoideus.
PEMERIKSAAN PENUNJANG

• CT scan kepala

• MRI kepala

• MRTA (high-definition MRI angiography)


DIAGNOSA BANDING
• Post Herpetic Neuralgia
• Cluster headache
• Glossopharingeal Neuralgia
• Kelainan Temporomandibuler (Conten’s Sindrom)
• Sinusitis
• Migrain
• Giant Cell Arteritis
• Atypical Facial Pain
PENATALAKSANAAN
• Farmakologi

Terapi lini pertama


 carbamazepin ( 200-1200mg sehari)
 oxcarbazepin ( 600-1800mg sehari )

Terapi lini kedua


 baclofen
 lamotrigin
• NON FARMAKOLOGI
Tindakan operatif 1. Dekompresi Mikrovaskular
2.GANGLIOLISIS
3. RADIOFREQUENCY RHYZOTOMY