Anda di halaman 1dari 49

Evaluasi Pengajaran Kimia 3 SKS

Drs. M. Nasir Mara, M.Si


Email: nasirmara@gmail.com

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan


Universitas Syiah Kuala

1
RUANG LINGKUP
PRINSIP-PRINSIP PENILAIAN

PENILAIAN AUTENTIK

TEKNIK DAN INSTRUMEN PENILAIAN

MEKANISME DAN PROSEDUR PENILAIAN

PENGOLAHAN NILAI

LAPORAN HASIL BELAJAR


LANDASAN HUKUM
Undang-Undang No.20 Tahun 2003 tentang
Sistem Pendidikan Nasional.
PP No.19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan dan perubahannya PP No.32 tahun 2013
Permendikbud No.54 Tahun 2013 tentang
Standar Kompetensi Lulusan
Permendikbud No.64 Tahun 2013 tentang Standar Isi
Pendidikan Dasar dan Menengah
Permendikbud No.65 Tahun 2013 tentang
Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah
Permendikbud No.66 Tahun 2013 tentang
Standar Penilaian Pendidikan
Permendikbud No.81A Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum
LATAR BELAKANG
 Penilaian hasil belajar oleh pendidik
dilakukan untuk memantau proses, kemajuan
belajar, dan perbaikan hasil belajar peserta
didik secara berkesinambungan, (PP 032 Thn 2013, Pasal
64 ayat 1)

 Penilaian digunakan untuk menilai


pencapaian kompetensi peserta didik; bahan
penyusunan laporan kemajuan hasil belajar;
dan memperbaiki proses pembelajaran, (PP 032
Thn 2013, Pasal 64 ayat 2)
LATAR BELAKANG
 Hasil penilaian oleh pendidik dianalisis lebih lanjut untuk mengetahui
kemajuan dan kesulitan belajar, dikembalikan kepada peserta didik
disertai balikan (feedback) berupa komentar yang mendidik
(penguatan) yang dilaporkan kepada pihak terkait dan
dimanfaatkan untuk perbaikan pembelajaran (Permen No 66, Bab II, E.1.a)
 Pemberian pembelajaran remedi dilakukan setiap saat setelah suatu
ulangan atau ujian dilakukan, hasilnya dianalisis, dan kelemahan
setiap peserta didik dapat teridentifikasi. Pemberian pembelajaran
diberikan sesuai dengan kelemahan peserta didik (Permen 81A, C.2.h)
 Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang
berkelanjutan. Berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih,
kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan KD yang telah
dimiliki dan yang belum, serta untuk mengetahui kesulitan peserta
didik (Permen 81A, C.4.e)
 Kompetensi Inti merupakan operasionalisasi SKL dalam
bentuk kualitas yang harus dimiliki peserta didik yang telah
menyelesaikan pendidikan pada satuan pendidikan
tertentu atau jenjang pendidikan tertentu, gambaran
mengenai kompetensi utama yang dikelompokkan ke
dalam aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang
harus dipelajari peserta didik untuk suatu jenjang sekolah,
kelas dan mata pelajaran.
 Penilaian otentik merupakan penilaian yang dilakukan
secara komprehensif untuk menilai mulai dari masukan
(input), proses,dan keluaran (output) pembelajaran
 Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk
memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang
proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan
secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi
informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan.
 Penilaian menggunakan acuan kriteria; yaitu
berdasarkan apa yang bisa dilakukan peserta didik setelah
mengikuti proses pembelajaran, dan bukan untuk
menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya.
 Penilaian Acuan Kriteria (PAK) merupakan penilaian
pencapaian kompetensi yang didasarkan pada kriteria
ketuntasan minimal (KKM)
RUANG LINGKUP ANALISIS PENILAIAN

Observasi
Penilian diri Tes lisan
Penilaian antar siswa Tes Tulisan
Jurnal Penugasan
SIKAP PENGETAHUAN

KETERAMPILAN
Tes praktik
Projek
Portofolio
TEKNIK & INSTRUMEN PENILAIAN
PENILAIAN SIKAP
• Observasi merupakan teknik penilaian yang dilakukan secara berkesinambungan dengan
menggunakan indera, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan menggunakan
pedoman observasi yang berisi sejumlah indikator perilaku yang diamati. (Instrumen:
daftar cek/skala penilaian)
• Penilaian diri merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk
mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya dalam konteks pencapaian kompetensi.
Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian diri. (Instrumen: daftar cek/skala
penilaian)
• Penilaian antarpeserta didik merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta
didik untuk saling menilai terkait dengan pencapaian kompetensi. Instrumen yang digunakan
berupa lembar penilaian antarpeserta didik. (Instrumen: daftar cek/skala penilaian)
• Jurnal merupakan catatan pendidik di dalam dan di luar kelas yang berisi informasi hasil
pengamatan tentang kekuatan dan kelemahan peserta didik yang berkaitan dengan sikap
dan perilaku. (Instrumen: catatan pendidik)
TEKNIK & INSTRUMEN PENILAIAN
PENILAIAN KOMPETENSI PENGETAHUAN
1. Instrumen tes tulis berupa soal pilihan ganda,
isian, jawaban singkat, benar-salah, menjodohkan,
dan uraian. Instrumen uraian dilengkapi pedoman
penskoran.
2. Instrumen tes lisan berupa daftar pertanyaan.
3. Instrumen penugasan berupa pekerjaan rumah
dan/atau projek yang dikerjakan secara individu
atau kelompok sesuai dengan karakteristik tugas.
TEKNIK & INSTRUMEN PENILAIAN
PENILAIAN KOMPETENSI KETERAMPILAN
• Tes praktik adalah penilaian yang menuntut respon berupa keterampilan
melakukan suatu aktivitas atau perilaku sesuai dengan tuntutan kompetensi.
• Projek adalah tugas-tugas belajar (learning tasks) yang meliputi kegiatan
perancangan, pelaksanaan, dan pelaporan secara tertulis maupun lisan dalam
waktu tertentu.
• Penilaian portofolio adalah penilaian yang dilakukan dengan cara menilai
kumpulan seluruh karya peserta didik dalam bidang tertentu yang bersifat
reflektif-integratif untuk mengetahui minat, perkembangan, prestasi, dan/atau
kreativitas peserta didik dalam kurun waktu tertentu. Karya tersebut dapat
berbentuk tindakan nyata yang mencerminkan kepedulian peserta didik
terhadap lingkungannya.
 Siapkan kisi-kisi instrumen penilaian
(pengetahuan, keterampilan, atau sikap)
 Lakukan analisis instrumen
 Gunakan format yang relevan dengan
instrumen (Jika penilaian sikap maka gunakan
format kartu telaah sikap, dst)
 Buatlah rekapitulasi hasil pengamatan kedalam
format
 Buatlah kesimpulan
Perbedaan antara Pengukuran dengan
Penilaian Wandt brown (1977)
• Pengukuran adalah suatu tindakan atau
proses untuk menentukan luas atau
kuantitas dari sesuatu (how Much?)
• Penilaian atau evaluasi : Tindakan atau
proses untuk menentukan nilai dari sesuatu
(what Value?).
Perbedaan Penilaian dengan Penelitian
Jenis Penilaian(Evaluation) Penelitian(Research)
Indikator
Dasar Senantiasa mendasarkan diri pada suatu Belum tentu mendasarkan diri
berpijaknya kriteria(tolok ukur) pada suatu kriteria
Tujuannya Bukan untuk menemukan dalil atau teori, atau Bertujuan menentukan dalil
menarik kesimpulan yang sifatnya berlaku atau teori, atau menarik
umum melainkan bertujuan untuk kesimpulan yang sifatnya
menentukan nilai dari sesuatu, atas dasar berlaku umum
kriteria yang telah ditentukan

Temanya Tema dari penilaian adalah melakukan Temanya melakukan


pengukuran untuk memperoleh data yang pengukuran dalam rangka
akan dibandingkan dengan kriteria yang ada. menemukan dalil, atau menarik
Memberikan interfretasi terhadap data hasil kesimpulan yang bersifat
pengukuran apakah sesuai ataukan umum.
menyimpang dari kriteria yang ada. Memberikan interfretasi
Menentukan pendapat dan mengambil terhadap data hasil
keputusan sebagai tindakan langsung hasil pengukuran.
penilaian Menarik kesimpulan hasil
penelitian dan membuat
prediksi
FUNGSI EVALUASI PENDIDIKAN
• Mengukur kemajuan
• Menunjang Penyusunan rencana
Secara
Umum • Memperbaiki/Menyempurnakan kembali

• Secara Psikologis
• Bagi peserta didik mengenal kapasitas dan status dirinya
Secara
Khusus • Bagi Pendidik: Kepastian tentang hasil usahanya

• Secara Didaktik
• Bagi peserta didik Dorongan perbaikan dan peningkatan prestasi
• Bagi Pendidk
• Fungsi dianostik
Secara • Funsi penempatan
Khusus • Fungsi seleksi
• Fungsi bimbingan
• Fungsi Instruksional
Tujuan MK Evaluasi

Membantu pendidik dan satuan pendidikan untuk:


1. meningkatkan pemahaman mengenai prinsip-prinsip
penilaian dan penilaian autentik;
2. merencanakan dan melaksanakan penilaian hasil belajar
peserta didik yang berkualitas sesuai dengan kompetensi
yang akan dicapai meliputi sikap, pengetahuan, dan
keterampilan;
3. mengolah hasil penilaian dan menindak lanjutinya;
4. menyusun laporan hasil belajar peserta didik secara
objektif, akuntabel, dan informatif.
PRINSIP-PRINSIP PENILAIAN
Sahih Akuntabel
Objektif Sistematis
Terpadu Edukatif
Ekonomis Berkesinam-
Transparan bungan

PENDEKATAN : PAP/PAK
ANALISIS SOAL
. Materi/Aspek
KUALITATIF Konstruksi
Bahasa

Validitas
Reliabilitas
KUANTITATIF Tingkat kesukaran
Daya Beda
Fungsi Distraktor
ANALISIS VALIDITAS
• Berkaitan dengan permasalahan apakah tes
yang dimaksudkan untuk mengukur sesuatu
itu memang dapat mengukur secara tepat
sesuatu yang akan diukur tersebut
Macam-Macam Analisis Validitas
Validitas Isi
(content validity)
Validitas Teoretis
Tes Totalitas (Rasional)
Validitas Konstruk
(construct validity

Validitas Ramalan
Validitas (predictive validity)
Tes Validitas Empirik
Validitas Bandingan
(concurrent validity)
Butir Soal
Validitas Isi (Content Validity)
• Validitas yang menpertanyakan bagaimana
kesesuaian antara butir-butir soal dalam tes
dengan deskripsi bahan yang diajarkan.
• Sering juga disebut validitas kurikuler
• Analisis ini dpt dilakukan sebelum dan
sesudah tes digunakan
• Caranya: Analisis Rasional
1. Buat kisi-kisi tes
2. Diskusi dg expert
Validitas Konstruksi
(Contruct Validity)
• Mempertanyakan apakah butir-butir soal
dalam tes itu telah sesuai dengan tingkatan
kompetensi atau ranah yang ada sesuai yang
dituntut dalam kurikulum
• Analisis ini dpt dilakukan sebelum dan
sesudah tes digunakan
• Caranya: Analisis Rasional
1. Buat kisi-kisi tes
2. Diskusi dg expert
Validitas Ramalan
• Meramal artinya memprediksi dan
memprediksi selalu mengenai hal yang akan
datang jadi sekarang belum terjadi.
• Sebuah tes dikatakan memiliki validitas
prediksi atau validitas ramalan apabila
mempunyai kemampuan untuk meramalkan
apa “yang akan terjadi pada masa yang akan
datang”
• Analisis validitas ramalan tes dilakukan
dengan cara mengkorelasikan antara nilai tes I
dengan kriterium atau tolok ukur (Tes II)
• Tes dikatakan memiliki validita ramalan yang
baik jika memiliki kesesuaian atau kesejajaran
arah antara tes yang sedang diselidiki atau
diuji validitasnya, dengan kriteriumnya.
Contoh: Tes ujian masuk Unsyiah dengan Tes
Smtr I
• Cara digunakan untuk mencari korelasi utk uji
validitas ramalan ini adalah dengan
menggunakan teknik analisis korelasional
Product Moment dari Karl Pearson
• Rumusnya:
Prosedur analisisnya:
1) Melakukan komputasi atau penghitungan
matematis untuk mencari harga koefisien r
Product Moment, dg langkah-langkah:
a) Menyiapkan tabel pernghitungan untuk mencari nilai
∑X, ∑Y, ∑X2, ∑Y2 dan ∑XY
b) Menghitung harga r Product Moment dengan rumus
2) Memberikan interpretasi terhadap harga
koefesien korelasi Pruduct Moment
Cth Tabel Analisisnya
Nama
X Y X² Y² XY
Siswa

∑X ∑Y ∑X² ∑Y² ∑XY


Memberi interpretasi:
Cara (1): Konsultasi pada patokan
Nilai r Kategori
• 0,80 – 1,00 Sangat tinggi
• 0,60 – 0,79 Tinggi
• 0,40 – 0,59 Cukup
• 0,20 – 0,39 Rendah
• 0,00 – 0,19 Sangat rendah
Cara (2) Konsultasi r tabel
• Kriteria apabila harga r hitung sama dengan
atau lebih besar dengan harga r tabel berarti
ada korelasi antara variabel X dengan varibel
Y yang berarti tes yang kita analisis memiliki
validitas.
• Untuk melihat harga r tabel perlu dicari
terlebih dahulu derajat kebebasan (degree of
freedom) atau disingkat df dengan rumus:
• df = N-nr, dimana N adalah banyaknya peserta tes
(testee) dan nr adalah banyaknya varibel yang
dikorelasikan.
• Pada contoh di atas banyak peserta tes (N) adalah
20 sedang banyak variabel yang dikorelasikan (nr)
adalah 2. Dengan demikian df = 20 – 2 = 18,
sedangkan taraf signifikasni untuk uji validitas ini
yang dipakai umumnya 5 %. Dengan df = 18 dan
taraf signifikansi 5 % diperoleh r tabel sebesar
0,444.
• Selanjutnya kita bandingkan antara harga r hitung
dengan r tabel. r hitung = 0,8517 ternyata jauh lebih
besar daripada r tabel = 0,444. Dengan demikian
terdapat korelasi antara variabel X dengan varibel Y,
yang berarti te masuk IAIN memiliki validitas
ramalan yang baik.
VALIDITAS BANDINGAN
• Disebut pula dengan istilah validitas sama saat,
validitas ada sekarang atau validitas pengalaman
• Dlm uji validitas bandingan/pengalaman, data hasil
tes yang diperoleh sekarang kita bandingkan dengan
data yang mencerminkan pengalaman yang
diperoleh pada masa lalu
• Jika hasil tes yang ada sekarang mempunyai
hubungan searah dengan hasil tes berdasar
pengalaman yang lalu, maka tes tersebut dapat
dikatakan telah memiliki validitas
bandingan/pengalaman dan sebaliknya.
ANALISIS VALIDITAS BUTIR SOAL

• Validitas (Ketepatan)
Terkait dengan sejauhmana sebuah butir soal secara
tepat mengukur apa yg hendak diukur

• Cara Analisis Validitas butir soal:


1. Analisis Teoretis
 Dilakukan sebelum soal digunakan/diujicobakan
 Caranya dg membuat kisi-kisi soal dan diskusi dg para ahli
atau teman sejawat
2. Analisis Empirik
– Dilakukan setelah soal digunakan/diujicobakan
– Caranya dengan mengkorelasikan skor tiap butir
yang dicapai oleh seluruh testee dengan skor total
seluruh butir soal.
– Teknik korelasinya dg menggunakan r product
moment atau Korelasi Point Bisserial
– Kriteria: Dikatakan valid jika hasilnya di atas 0,30
ANALISIS RELIABILITAS SOAL
• Reliabiltas (Keajegan/ketetapan)
Terkait dengan tingkat ketepercayaan yakni sejauhmana
butir-butir soal dpt mengukur sesuatu secara konsisten
dari waktu ke waktu.

• Cara Analisisnya : Analisis Empirik


– Dilakukan setelah soal digunakan/diujicobakan
– Caranya dengan berbagai Formula :
 Formula Alpha dari Crobach
 Formula Belah Dua dari Spearman-Brown
Reliabilitas : sejauhmana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya

Pendekatan Tes Ulang & Bentuk Pararel


Tes Ulang : Menyajikan Tes dua kali pada satu kelompok
subyek dengan tenggang waktu
Bentuk Paralel : Memberikan sekaligus dua bentuk tes
pararel satu sama lain, kepada sekelompok subyek
Reliabilitas: PENDEKATAN TES-ULANG & BENTUK PARAREL (Product Moment)

Skor Skor
Subyek Subyek
Ke-I Ke-II Ke-I Ke-II
Ali 20 22 Ali 100 104
Ani 19 20 Ani 99 99
Adi 22 22 Adi 107 109
Ami 17 18 Ami 110 109
Abdi 24 24 Abdi 109 111
Ina 17 16 Ina 98 100
Inu 20 21 Inu 111 113
Ima 15 17 Ima 100 102
Ira 24 23 Ira 100 100
Ida 19 19
r
N(  XY )( X .Y ) Ida 108 108
[( N  x (  x) ][ N  y (  y) ]
2 2 2 2
rxy = 0.933 rxy = 0.958
Reliabilitas PENDEKATAN KONSISTENSI INTERNAL: Cara Pembelahan Tes

• Random
Membelah tes menjadi dua bagian secara random dapat dilakukan
dengan cara undian
sederhana guna menentukan aitem-aitem nomor berapa sajakah yang
dimasukkan menjadi belahan pertama dan mana diikutkan menjadi
belahan ke dua. (Syarat: Aitem HOMOGEN)
• Gasal Genap
Seluruh aitem yang bernomor urut gasal dijadikan satu kelompok
menjadi belahan pertama dan seluruh aitem yang bernomor urut genap
dijadikan satu kelompok menjadi belahan kedua
• Matched Random Subset
Setiap dua aitem yang berdekatan (harga indeks aitem(p) dengan
korelasi antara aitem dengan skor tes (rix)) dapat diundi untuk
menentukan mana yang dimasukkan kedalam belahan pertama dan
mana yang diikutkan kedalam belahan kedua
Reliabilitas PENDEKATAN KONSISTENSI INTERNAL: Spearman-Brown
2(r12 ) 2(0.957 )
• Formula: S  B  rxx '    0.978
1  r12 1  0.957
Nomor Aitem Belahan
Subyek X
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2
A 1 1 2 2 1 0 1 1 2 2 2 2 9 8 17

B 0 0 2 1 0 0 2 2 1 2 0 1 5 6 11

C 0 0 2 2 0 0 1 0 2 2 0 0 5 4 9

D 2 2 2 2 1 0 0 2 2 2 1 0 8 8 16

E 2 2 2 2 1 2 2 2 1 1 0 0 8 9 17

F 0 0 2 2 2 2 1 1 1 1 2 1 8 7 15

G 1 0 1 1 2 2 0 1 0 0 0 0 4 4 8

H 0 0 0 0 1 1 1 1 1 0 0 0 3 2 5

I 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 12 11 23

J 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 4 3 7

Belahan 1 = Jumlah skor Nomor Aitem 1+3+5+7+9+11 (Gasal )


2 = Jumlah skor Nomor Aitem 2+4+6+8+10+12 (Genap)
Korelasi Belahan 1 dan 2 = r12 = 0.957
Reliabilitas PENDEKATAN KONSISTENSI INTERNAL: Rulon
• Formula: sd2 0.711
rxx '  1 2  1  0.978
sx 32.178
Nomor Aitem Belahan
Subyek d X
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2
A 1 1 2 2 1 0 1 1 2 2 2 2 9 8 1 17
B 0 0 2 1 0 0 2 2 1 2 0 1 5 6 -1 11
C 0 0 2 2 0 0 1 0 2 2 0 0 5 4 1 9
D 2 2 2 2 1 0 0 2 2 2 1 0 8 8 0 16
E 2 2 2 2 1 2 2 2 1 1 0 0 8 9 -1 17
F 0 0 2 2 2 2 1 1 1 1 2 1 8 7 1 15
G 1 0 1 1 2 2 0 1 0 0 0 0 4 4 0 8
H 0 0 0 0 1 1 1 1 1 0 0 0 3 2 1 5
I 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 12 11 1 23
J 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 4 3 1 7
Varians --------- 0.711 32.178
Reliabilitas PENDEKATAN KONSISTENSI INTERNAL: Koefisien Alpha ()
• Formula:  s12  s22   8.044  8.399 
rxx '    2 1    2 1   0.978
 32.178 
2
 sx 

Nomor Aitem Belahan


Subyek d X
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2
A 1 1 2 2 1 0 1 1 2 2 2 2 9 8 1 17
B 0 0 2 1 0 0 2 2 1 2 0 1 5 6 -1 11
C 0 0 2 2 0 0 1 0 2 2 0 0 5 4 1 9
D 2 2 2 2 1 0 0 2 2 2 1 0 8 8 0 16
E 2 2 2 2 1 2 2 2 1 1 0 0 8 9 -1 17
F 0 0 2 2 2 2 1 1 1 1 2 1 8 7 1 15
G 1 0 1 1 2 2 0 1 0 0 0 0 4 4 0 8
H 0 0 0 0 1 1 1 1 1 0 0 0 3 2 1 5
I 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 12 11 1 23
J 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 4 3 1 7
Varians --------- 8.044 8.399 32.178
Reliabilitas PENDEKATAN KONSISTENSI INTERNAL: Koefisien Alpha ()
  s 2j 
 k   3   4.899  4.899  3.599 
• Formula:    1 2     1   0.875
j

 k  1   s   3  1  32 .178 

 x


Nomor Aitem
Subyek 1 2 3 X
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

A 1 1 2 2 1 0 1 1 2 2 2 2 6 5 6 17
B 0 0 2 1 0 0 2 2 1 2 0 1 5 2 4 11
C 0 0 2 2 0 0 1 0 2 2 0 0 5 0 4 9
D 2 2 2 2 1 0 0 2 2 2 1 0 6 6 4 16
E 2 2 2 2 1 2 2 2 1 1 0 0 7 5 5 17
F 0 0 2 2 2 2 1 1 1 1 2 1 4 5 6 15
G 1 0 1 1 2 2 0 1 0 0 0 0 2 3 3 8
H 0 0 0 0 1 1 1 1 1 0 0 0 1 2 2 5
I 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 8 7 8 23
J 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 3 2 2 7
Varians --------- 4.899 4.899 3.599 32.178
Belahan 1 = Jumlah Skor Nomor Aitem 1+4+7+10
Belahan 2 = Jumlah Skor Nomor Aitem 2+5+8+11
Belahan 3 = Jumlah Skor Nomor Aitem 3+6+9+12
Reliabilitas PENDEKATAN KONSISTENSI INTERNAL: Kuder-Richardson
• Formula:  k   kp(1  p)   12   12(0.617 )(0.33) 
KR  21    1    1    0.824
 k  1  sx2   12  1   11.599 

Nomor Aitem
Subyek X
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

A 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 12
B 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 11
C 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 10
D 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 9
E 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 8
F 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 0 0 7
G 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 0 8
H 1 1 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 4
I 1 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 3
J 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 2
P 0.9 0.9 0.8 0.8 0.8 0.7 0.5 0.7 0.6 0.4 0.2 0.1 p = 7.4
(1-p) 0.1 0.1 0.2 0.2 0.2 0.3 0.5 0.3 0.4 0.6 0.8 0.9

p(1-p) 0.09 0.09 0.16 0.16 0.16 0.21 0.25 0.21 0.24 0.24 0.16 0.09 p(1-p) = 2.06
ANALISIS TINGKAT KESUKARAN SOAL

• Tingkat kesulitan (Item Difficulty):


merupakan suatu pernyataan tentang seberapa sulit
atau seberapa mudah sebuah butir soal bagi peserta
tes.
• Tingkat kesukaran ini umumnya dinyatakan dalam
bentuk indek yg kmd disebut dengan Indeks Tingkat
Kesukaran (ITK) : 0,00 – 1,00
• ITK dapat diperoleh dengan menghitung jumlah
peserta tes yang menjawab betul pada soal ttt dibagi
jumlah seluruh peserta.
Rumus:
B
ITK = ----------
N
ITK : Indeks Tingkat Kesukaran Soal
B : Jml peserta yg menjawab benar butir soal
N : Jml seluruh peserta yg ikut tes

Contoh:
Jumlah peserta tes ada 90 orang dan yang mengerjakan
dengan betul butir soal nomor 1 ada 60 orang. ITK ?

60
ITK = ------- = 0,67
90

Kriteria:
0,00 - 0,30 : Sukar
0,31 - 0,70 : Sedang
0,71- 1,00 : Mudah
ANALISIS DAYA BEDA SOAL
• Daya Beda Soal (item discrimination):
Suatu pernyataan tentang seberapa besar
daya sebuah butir soal dapat membedakan
kemampuan antara peserta kelompok tinggi
dan kelompok rendah.

• Indeks Daya Beda (IDB) Soal berkisar :


• -1,00 s.d. 1,00. Semakin tinggi IDB semakin
tinggi daya beda soal dan semakin baik soal
tersebut.
• Rumus:
BA - BB
IDB = -------------------
½N

IDB : Indeks Daya Beda


BA : Jml jawaban benar pada kelompok atas
BB : Jml jawaban benar pada kelompok bawah
N : Jumlah seluruh peserta tes

• CONTOH:
Jumlah peserta tes kelompok atas yg benar 20, jml peserta tes
kelompok bawah yang benar 8, Jml keseluruhan peserta 40
orang. Maka IDB Soal adalah …

20 – 8 12
IDB = --------- = ---- = 0,6
½ 40 20
• KRITERIA :
<0,20 : Poor (Jelek)
0,20 - 0,40 : Satisfactory (Sedang)
0,41 - 0,70 : Good (Baik)
0,71 - 1,00 : Excellent (Baik sekali)
Tanda negatif : Jelek sekali
FUNGSI DISTRAKTOR
• Distrkator
Alternatif jawaban salah pada tes PG yang
berfungsi sbg pengecoh/pengacau.
• Analisis fungsi distraktor dimaksudkan untuk
melihat seberapa efektif suatu distraktor
dapat berfungsi.
• Suatu distraktor dikatakan berfungsi secara
efektif bila dipilih minimal oleh 5 % dari
peserta tes