Anda di halaman 1dari 20

Terapi MODALITAS

TERAPI MODALITAS
 Adalah berbagai pendekatan
penanganan klien gangguan
jiwa yang bervariasi, yang
bertujuan untuk mengubah
perilaku klien dengan gangguan
jiwa denga perilaku mal
adaptifnya menjadi perilaku
yang adaptif
Terapi Modalitas
( Perko & Kreigh, 1988)
 Suatu tehnik terapi dengan menggunakan
pendekatan secara spesifik
 Suatu sistem erapi psikis yang keberhasilannya
sangat tergantung pada adanya komunikasi
atau perilaku timbal balik antara pasien dan
terapis
 Terapi yang diberikan dalam upaya mengubah
perilaku mal adaptif menjadi perilaku adaptif
PENGOBATAN SOMATIK
Macam

• Pengekangan mekanik
• Isolasi
• Terapi elektro konvulsif

• Cara lama tapi masih di gunakan


Pengekangan mekanik
• Camisoles (jaket pengekang)
• Pengekang dengan manset untuk pergelangan
tangan
• Pengengakangan dengan manset untuk
pergelangan kaki
• Pengekangan dengan seprei

Pengekangan tindakan terakhir


Indikasi pengekangan
Indikasi
 Perlaku amuk yg membahayakan diri
sendiri atau orla
 Perilaku agitasi yg tidak dapat dikendalikan
dengan pengobatan
 Ancaman terhadap integrasi fisik yg b.d
penolakan pasien untuk istirahat, makan
dan minum
 Permintaan pasien untuk pengendalian
perilaku eksternal, pastikan bahwa tindakan
ini telah dikaji dan berindikasi terapeutik
Pengekangan dengan sprei
basah & dingin
Pasien dibalut dengan sprei seperti
mummi dalam lapisan seprei dan
selimut.

Indikasi
perilaku amuk dan agitasi yang
tidak dapat dikendalikan dengan
obat
Intervensi keperawatan
 Baringkan pasien dgn pakaian rumah sakit di atas tempat tidur yang
tahan air
 Balutkan sprei pada tubuh pasien dgn rapi dan pastikan bahwa
permukaan kulit tidak saling bersentuhan
 Tutupi seprei basah dengan selapis selimut
 Amati pasien dengan konstan
 Pantau suhu, nadi dan pernafasan, jika tampak sesuatu bermakna,
buka pengekangan
 Berikan cairan sesering mungkin
 Pertahankan suasana lingkungan yg tenang
 Kontak verbal dengan suasana yang menenangkan
 Lepaskan balutan setelah 2 jam
 Lakukan perawatan kulit sebelum membantu pasien berpakaian
Isolasi

 Adalah menempatkan pasien dalam suatu ruang dimana


dia tidak dapat keluar dengan kemauan sendiri
Indikasi
 Pengendalian perilaku amuk yang potensial
membahayakan pasien atau orang lain dan tidak dapat
dikendalikan oleh orang lain dengan intervensi
pengekangan yang longgar, seperti kontak interpersonal
atau pengobatan
 Reduksi stimulus lingkungan, terutama jika diminta oleh
pasien
Kontra indikasi
 Kebutuhan untuk pengamatan maslah medik
 Resiko tinggi untuk bunuh diri
 Potensial tidak dapat mentoleransi deprivasi
sensori
 Hukuman
Electro Convulsive Therapy
ECT
Terapi elektrokonvulsif (ECT)
adalah suatu pengobatan untuk
menimbulkan kejang grand mal
secara artifisial dengan melewatkan
aliran listrik melalui elektrode yang
dipasang pada satu atau dua
“temples”
Indikasi
 Penyakit depresi berat yang tidak berespon
terhadap obat antidepresan atau pada pasien
yang tidak dapat menggunakan obat
 Gangguan bipolar tidak berespon terhadap
obat
 Pasien dengan bunuh diri akut yg sudah
lama tidak menerima pengobatan
 Jika efek samping ECT yang diantisipasi
lebih rendah daripada efek pengobatan.
Prosedur ECT
 Berikan penyuluhan kpd pasien atau keluarga tentang
prosedur ECT
 Dapatkan persetujuan tindakan secara tertulis
 Puasakan pasien
 Minta pasien untuk melepaskan perhiasan, jepit
rambut, kacamata, alat bantu pendengaran, gigi palsu
 Pakaikan pakaian yg nyaman dan longgar
 Kosongkan kandung kemih pasien
 Berikan obat premedikasi
 Obat dan alat yang diperluan harus tersedia dan siap
pakai
 Bantu pelaksanaan ECT
 Buat pasien merasa aman
 Siapkan oksigen
 Berikan obat
 Letakkan pengganjal pada mulut
pasien untuk melindungi gigi pasien
 Letakkan elektrode kemudian berikan
syok
 Pantau pasien selama masa
pemulihan
 Bantu pemberian oksigen dan
penghisapan lendir sebagaimana
diperlukan
 Pantau tanda-tanda vital
 Setelah pernafasan pulih kembali, atur
pasien dengan posisi miring sampai sadar.
Pertahankan kelancaran jalan udara
 Jika berespon, orientasi pasien
Lanjutan …
 Gerakkan tubuh pasien dengan bantuan,
setelah mengecek kemungkinan hipotensi
postural
 Biarkan pasien tidur sesaat jika diinginkannya
 Berikan makanan ringan
 Libatkan dalam aktivitas sehari-hari seperti
biasa, orientasi sebagaimana diperlukan
 Tawarkan obat analgesik untuk sakit kepala
sebagaimana diperlukan