Anda di halaman 1dari 21

KASUS KECIL

SEPTEMBER 2017

Tahria Al Fadiyah
Pembimbing : dr. Tety Yuniarti Sudiro, Sp.PD

KEPANITERAAN KLINIK BAGIAN ILMU PENYAKIT DALAM


RUMAH SAKIT UMUM BAHTERAMAS
PROVINSI SULAWESI TENGGARA
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HALU OLEO
IDENTITAS PASIEN

Nama : Ny. AR
Usia : 68 Tahun
Pekerjaan : Pensiunan PNS
Alamat : BTN Kehutanan
No. RM : 51 09 30
Ruangan : R. Anggrek
Tgl Masuk RS : 14 September 2017
DPJP : dr. Topan Binawan, Sp.PD
ANAMNESIS
• Keluhan Utama :
Lemas
• Anamnesis Terpimpin:
Ny. AR, 75 tahun, masuk rumah sakit dengan keluhan lemas sejak
± 1 bulan terakhir namun memberat sejak 5 hari yang lalu. Lemas
dirasakan sepanjang hari. Keluhan disertai dengan penurunan nafsu
makan (+), demam (-), pusing (+), batuk (-), sesak (-), nyeri ulu hati (+),
mual (+), muntah (-), BAB dan BAK masih dalam batas normal. Riwayat
penyakit yang pernah dialami adalah rematik, namun lupa nama obat
yang sering dikonsumsi. Keluhan ini pernah dialami sebelumnya ± 1 tahun
yang lalu dan pernah ditransfusi darah.
Pemeriksaan Fisik
Status Present Tanda Vital
 KU : Sakit sedang  TD : 100/60 mmHg
 Status Gizi: Kurang  Nadi : 104 x/menit,
BB = 43 kg, reguler
TB = 158 cm, (IMT = 17,22 kg/m2)  Pernapasan : 22 x/menit
 Kesadaran: Compos Mentis  Suhu : 36,30C/axillar
STATUS GENERALIS
• Pucat (+), Ikterus (-),
Kulit • Sianosis (-)

Kepala • Simetris kiri kanan


• Deformitas (-)

Rambut • Berwarna hitam beruban, ikal.

Mata • Konjunctiva anemis (+/+)


• Sklera ikterik (-/-)
• Rinorhea (-), epitaxis (-)
Hidung • Deformitas (-)

• Otorhea (-)
Telinga • Nyeri tekan (-)
• Deformitas (-)

• Deviasi trakea (-)


Leher • Pembesaran KGB (-), tyroid (-)
• JVP tidak meningkat

• Bibir kering, sianosis (-)


Mulut • Perdarahan gusi (-)
• Lidah kotor (-)
Thoraks
• Inspeksi: simetris, tidak ada retraksi. Palpasi: vokal fremitus
simetris kiri dan kanan. Perkusi: sonor kedua lapang paru.
Auskultasi: vesikuler kiri dan kanan, Ronki -/-, wheezing -/-

Jantung
• Inspeksi: iktus cordis terlihat. Palpasi: iktus cordis teraba ICS
VI linea mid clavicularis sinistra. Perkusi: pekak, Auskultasi:
bunyi jantung I dan II reguler, murmur(-)

• Inspeksi: datar, tidak distensi, ikut gerak napas

Abdomen Auskultasi: peristaltik(+), kesan normal. Perkusi: timpani


(+), kesan normal, asites (-). Palpasi: Nyeri tekan
epigastrium, organomegali (-)

Ekstremitas • Kekuatan : 5/5


• Edema : (-)
WBC 1,04 x 103 ul
PEMERIKSAAN RBC 0,99 x 106 ul
LABORATORIUM HGB 2,9 g/dl
HCT 9,9 %
Darah rutin MCV 100 fL
MCH 29,3 pg
14 September 2017 MCHC 29,3 g/dl
PLT 32 x 103 ul
NEUT 22,1 %
LYMP 58,7 %
MONO 19,2 %
EO 0
BASO 0
Kimia Darah
14/9/2017
GDS 98 mg/dl
Ureum 15 mg/dl
Kreatinin 0,4 mg/dl
SGOT 21 U/L
SGPT 15 U/L
Makro Mikro

• Konsistensi : • Leukosit : Positif


Lunak/berlendir • Eritrosit : 5-10
• Warna : Kecoklatan • Epitel : Positif
• Bau : Spesifik • Lemak : Negatif
• Darah : Negatif • Bakteri : Positif
• Telur cacing : Ascaris
lumbricoides
RESUME
• Ny. AR, 68 tahun, mengeluh lemas yang memberat sejak 5 hari yang lalu. Lemas
dirasakan sepanjang hari.
• Keluhan disertai dengan penurunan nafsu makan (+), pusing (+), nyeri ulu hati (+),
mual (+). Keluhan ini pernah dialami sebelumnya ± 1 tahun yang lalu dan pernah
ditransfusi darah.
• Status generalis : Gizi kurang (17,22 kg/m2), kesadaran compos mentis,
• Tanda vital :TD : 100/60mmHg, Nadi= 104x/menit, Suhu= 36,30C, Pernapasan =22
x/menit.
• Pemeriksaan laboratorium : WBC 1,04 x 103 ul, RBC 0,99 x 106 ul, HGB 2,9 g/dl, HCT
9,9 %, PLT 32 x 103 ul (Kesan Pansitopenia)
• Pemeriksaan Parasitologi faeces : leukosit, epitel, bakteri, telur cacing Ascaris
lumbricoides
PENATALAKSANAAN
• Edukasi
 Melakukan upaya pencegahan, seperti mencuci tangan, menjaga kebersihan
makanan, memasak makanan hingga matang, menjaga sanitasi lingkungan,
dsb

• Farmakologi
 IVFD RL 20 tpm + drips Neurosanbe 1 amp/12j
 Transfusi PRC 400 cc/ hari hingga 1200 cc
 Pantoprazole 40 mg/24j/iv
 Pirantel pamoat 125 mg 1x4
 Alprazolam 0,5 mg 1x1
WBC 1,68 x 103 ul
PEMERIKSAAN RBC 4,06 x 106 ul
LABORATORIUM HGB 11,8 g/dl
HCT 34,9 %
Darah rutin MCV 86 fL
MCH 29,1 pg
18 September 2017 MCHC 33,8 g/dl
PLT 48 x 103 ul
NEUT 26,8 %
LYMP 49,4 %
MONO 22,0 %
EO 0,6 %
BASO 1,2 %
• Causal Agents
Ascaris lumbricoides is the largest nematode (roundworm) parasitizing the
human intestine. (Adult females: 20 to 35 cm; adult male: 15 to 30 cm.)
• Geographic Distribution:
The most common human helminthic infection. Worldwide distribution.
Highest prevalence in tropical and subtropical regions, and areas with
inadequate sanitation. Occurs in rural areas of the southeastern United
States.
• Clinical Presentation
Although infections may cause stunted growth, adult worms usually cause
no acute symptoms. High worm burdens may cause abdominal pain and
intestinal obstruction. Migrating adult worms may cause symptomatic
occlusion of the biliary tract or oral expulsion. During the lung phase of
larval migration, pulmonary symptoms can occur (cough, dyspnea,
hemoptysis, eosinophilic pneumonitis - Loeffler's syndrome).

https://www.cdc.gov/dpdx/ascariasis/index.html
Laboratory Diagnosis
• Morphologic Diagnosis
Microscopic identification of eggs in the stool is the most common
method for diagnosing intestinal ascariasis. Larvae can be identified in
sputum or gastric aspirate during the pulmonary migration phase
(examine formalin-fixed organisms for morphology). Adult worms are
occasionally passed in the stool or through the mouth or nose and are
recognizable by their macroscopic characteristics

https://www.cdc.gov/dpdx/ascariasis/index.html
Figure A: Unfertilized egg of A. lumbricoides. Figure B: Fertilized egg of A. lumbricoides Figure C: Fertilized egg of A. lumbricoides
Note the prominent mammillations on the outer in an unstained wet mount of stool, in an unstained wet mount of stool, 200x
layer undergoing early stages of cleavage. Image magnification. A larva is visible in the egg.
taken at 200x magnification

Figure D: Larva of A. lumbricoides Figure E: Adult female A. lumbricoides. Figure F: Close-up of the anterior end of an
hatching from an egg adult A. lumbricoides. Note the three 'lips.'

https://www.cdc.gov/dpdx/ascariasis/index.html
Life Cycle:

https://www.cdc.gov/dpdx/ascariasis/index.html
• Penatalaksanaan
Prevention & Control
The best way to prevent ascariasis is to always:
•Avoid ingesting soil that may be contaminated with human feces, including
where human fecal matter ("night soil") or wastewater is used to fertilize
crops.
•Wash your hands with soap and warm water before handling food.
•Teach children the importance of washing hands to prevent infection.
•Wash, peel, or cook all raw vegetables and fruits before eating, particularly
those that have been grown in soil that has been fertilized with manure.

Transmission of infection to others can be prevented by


•Not defecating outdoors.
•Effective sewage disposal systems.

https://www.cdc.gov/dpdx/ascariasis/index.html
Terima Kasih 