Anda di halaman 1dari 20

I Nengah Kerta Besung

Partus 115 hari


Pada waktu beranak, induk gelisah

Pindah kandang
• Pemindahan induk yang sudah pernah beranak
Dipindahkan 2 – 3 hari sebelum melahirkan

• Belum pernah dipindahkan seminggu


Pada kelahiran yang normal ditandai adanya 3 stadium

Stadium Persiapan
 Perut turun ke bawah.
 Urat daging di sekitar vulva mengendor.
 Vulva membengkak, berwarna merah dan keluar lendir.
 Ambing mengeras, puting berwarna kebiruan.
 Nafsu makan menurun
 Induk mulai mengumpulkan sarang.
 Air susu akan keluar kurang lebih 12 jam sebelum induk
melahirkan.
Pada stadium ini rahim mulai berkontraksi
(mengerut).
tingkah lakunya, yaitu :
 Babi Nampak gelisah, tidur berdiri dan
memukul-mukulkan ekor /mengentak-entakkan
kaki.
 Enam jam sebelum melahirkan, induk sering
berbaring , dan tidak mau makan.
 Sebentar-sebentar kencing.
 Akibat kontraksi rahim, janin mencapai letak
yang tepat, di mana perut turun ke bawah dan
tubuh Nampak memanjang. Dan pada saat itu
cervix mulai terbuka lebar. Cervix yang tidak
bisa terbuka akan mempersulit kelahirkan dan
berbahaya.
Proses kelahiran biasanya berlangsung 1 – 12 jam. Jika lebih
dari 12 jam berarti ada suatu kelainan.
 Setelah mencapai stadium pembukaan yang
diikuti adanya kontraksi rahim beserta
kekejangan daging perut, kemudian janin
terdorong ke luar atau lahir.
 Babi yang sedang melahirkan selalu dalam
keadaan berbaring. Pada saat itu harus betul-
betul diciptakan situasi yang tenang, supaya
induk tidak terganggu.
 Apabila penundaan kelahiran disebabkan
kekurangan hormonal, maka perlu diinjeksi
oxytocin atau jenis obat lain dengan aktivitas
oksitoksik.
 Induk kanibal segera anaknya dipisahkan
 keluarnya placenta
 Biarkan berisitirahat sebentar.
 jangan sampai placenta termakan oleh
induknya
 Gangguan pd perut dan usus

 Induk bisa kanibalis, suka makan anaknya.

 Babi induk tersebut diusahakan jangan sampai


terlalu lama berbaring jadi tidak sehat
(kotoran/kencing)
Segera dibebaskan dari selaput lendir yang
menutupi lubang mulut dan hidung.
Tali pusar dapat putus dengan sendirinya.
Setelah tali pusar ini putus barulah bisa
dipotong sepanjang kurang lebih 2,5 cm
Sebenarnya lendir yang menutupi tubuh itu akan
menjadi kering sendirinya, demikian pula tali
pusarnya pun akan putus dengan sendirinya.
Anak babi yang baru lahir diusahakan segera bisa
menyusu, sebab air susu pertama (colustrum) :
kekebalan
Masa paling kritis.
 Anak babi mudah kedinginan
mudah menggigil kedinginan, perlu lampu, agar
ruangan menjadi hangat dan dengan adanya sinar
lampu anak babi akan merasa senang.
 Anak babi banyak mati tertindih atau terinjak
sangat lemah, belum lincah mudah tertindih
 Anak babi mati lemas
Induk sering kena infeksi agalactia atau konstipasi.
Sehingga ambing mengeras dan tidak
menghasilkan susu. Kegagalan air susu induk
berakibat anak babi mati lemas.
 Menjerit berarti ada masalah: lapar atau terinjak
 Diberi susu sapi/formula
Sering gagal karena tanpa kolostrum
 Dititipkan pada induk lain

Biasanya ditolak sehingga perlu diakalin :


Semua anak babi tempatkan dalam kotak
Diberi aroma
Kolustrum merupakan protein tinggi kaya
akan globulin berfungsi mencegah infeksi
Jenis air susu Lactose % Lemak % Protein % Abu %

Colustrum 4,5 8,5 17,0 1,0


Susu biasa (babi) 4,5 8,5 5,5 10

Zat-zat Air susu babi % Air susu sapi %

B.K 20 12,5
Protein 30 27
Lactosa 24 28
Lemak 42 29

colustrum babi kaya imunoglobulin (molekul antibodi), dan


pencernaan babi yang baru lahir, dalam waktu yang singkat bisa
mengabsorpsi molekul dalam jumlah yang sangat besar dan lebih
sempurna setelah berlangsung 6 jam.
colustrum ini merupakan pertahanan tubuh pada
kehidupan selama umur 10 – 14 hari.
Setelah umur tersebut kekebalan yang berasal
dari colustrum itu sangat menurun.
Dan sesudah anak babi itu mencapai umur 3
minggu, di dalam tubuhnya terbentuk
kekebalan yang diperoleh dari luar, yang
dimulai dengan sangat lambat.
 Mempermudah untuk mengetahui
pertumbuhan.
 Mempermudah mengadakan seleksi.
 Mempermudah melakukan pencatatan-
pencatatan administratif

Umur 3 minggu
Sistem kerat/lubang telinga
Sistem tatoo
 Anak babi butuh 0,5 l/ekor
 Produksi air susu meningkat pada minggu ke 3 dan mulai
menurun pada minggu ke 6, minggu ke 8 menurun drastis
 Mulai minggu ke 6 anak babi perlu asupan makanan tambahan

Penyebab tidak keluarnya air susu :


1. Udara terlampau panas atau dingin.

2. Diarhee atau konstipasi (tidak bisa buang kotoran) sama sekali.

3. Pergantian tempat yang mendadak.

4. Ransum yang tidak sempurna.

5. Kepayahan di waktu melahirkan.

6. Akibat penyakit alat kelamin atau penyakit mastitis, metritis.

7. Keturunan dari induk yang selalu sedikit menghasilkan air susu


Kastrasi yang dilakukan lebih awal akan lebih baik
daripada babi yang besar, karena babi yang besar akan
mengalami stress yang berat.
Tujuan kastrasi
 Untuk mempertahankan kualitas daging. Sebab babi
yang dikastrasi dagingnya akan lebih bagus, dan
penimbunan daging dan lemaknya lebih cepat.
 Agar pejantan yang tidak dipergunakan lagi untuk
bibit atau pemacek, dagingnya tidak berbau.
 Untuk menghindari babi jantan yang berkualitas jelek
mengawini calon-calon babi induk yang bagus.
 Untuk menjinakkan babi jantan yang mempunyai
sifat buas atau kanibalis.
Cara kastrasi
a) Cara tertutup dengan cara mengikat
(menutup) saluran yang menuju testes, atau
memberi zat kimia yang bisa mematikan sel
jantan atau betina dengan jalan injeksi.
b) Cara terbuka dengan melakukan pembedahan,
guna mengeluarkan testes atau ovary, yang
kemudian dipotong.
Penyapihan
Secara normal disapih umur 8 minggu (14 kg)
Ada juga disapih umur 6 minggu (beranak 3X
setahun)

Tergantung :
Faktor induk (terlalu kurus atau kesehatan)
Faktor anak (sehat pertumbuhan bagus)
Faktor peternak (ekonomi) diimbangi tata laksana
yang bagus
 Penimbangan anak
 Pemotongan gigi
 Penambahan zat besi (oral/injeksi)
 Obat cacing
 Vaksinasi
 Penanganan kesehatan
Jumlah kematian anak babi sebelum dipisahkan dapat
mencapai 30 – 50%. Sedangkan kematian sesudah
disapih 5 – 10%.
Faktor-faktor yang menyebabkan kematian anak babi:
1) Anak babi mati terimpit atau terinjak induknya.

2) Perlengkapan kandang kurang, misalnya tidak ada


kotak, dinding penghalang, sehingga anak babi tidur
bersama induknya terimpit badan induknya.
3) Air susu kurang, tidak keluar sama sekali, atau jumlah
anak yang lebih banyak dari puting induk.
4) Kekurangan zat-zat makanan, akibat ransum induk
yang kurang baik.
5) Sifat buas induk (kanibalis)