Anda di halaman 1dari 10

rhylla

Kerja :menghambat sintesa


proteinmikroba. Chlorampenicol
sub unit 50s (reversibel)
menghambat tahap peptidil
transferase
Spektrum luas, bersifar bakterisidal
Pemberian parenteral : larut air, in
vivo
farmakokinetik indikasi Efek samping

RiketsiA berat
50-100 mg/kg/hari Tifus dan Rocky
montain Gangguan saluran
Pada neonatus :25 cerna
mg/kg/hari (peroral) Pasien dengan
hipersesitivitas Gangguan sum sum
penisilin tulag

Distribusi luas (jar, Pada neonatus : Grey


Infeksi mata (secara baby sindrome
cairan tubuh, sist saraf
topikal)
pusat) Gelaja klinis : muntah,
sflaksid,hipotermi, syok

Aktif 10% dari dosis,


90% produk degradasi
yang tidak aktif
Eliminasi : urin dan
feses
1. Aminoglikosida terikat pada sub
unit 30 S dari ribosom sehingga
Dari segi kimia senyawanya
sub unit 70 S nya tidak terbentuk
merupakan gula amino dengan
maka terjadi inhibisi sintesis
ikatan glikosidik yang larut dalam
protein karena salah baca kode
air
genetik , 2. merusak membran sel
bakteri sehingga bakteri mati.

PENGHASIL : Srteptomyces dan


Micromonospora Secara in vitro senyawa
PERTAMA : Streptomyces griseUS aminoglikosida aktif terhadap
(43) bakteri gram neg aerob.

Diantara bakteri Gram positif


hanya Staphylococcus yang dapat
diinhibisi oleh aminoglikosida
EFEK SAMPING :
Pemberian : Alergi
1.Parenteral = Bentuk garam Potensinya untuk
menimbulkan alergi
sulfatnya diberikan secara rendah.
intraa muscular Kadar Kadang-kadang dapat
INDIKASI : puncak dalam plasma dicapai terjasi reaksi kulit
setelah ½ - 2 jam. memerah, eosinofilia,
Streptomisin SO4: demam, kelainan darah,
Tuberkulosis, pneumonia, Streptomisin seluruhnya dermatitis, angioudem,
bruselosis. Bentuk bubuk mcasuk ke dalam stomatitis dan syok
,Larutan plasma,hanya sedikit yang anafilaksis.
Neomisin SO4 : masuk ke eritrosit maupun Reaksi iritasi:
Infeksi mata, telinga, kulit, Reaksi iritasi berupa rasa
makrofag, sukar masuk ke nyeri di tempat
diare krn E.coli. dalam sel.
Bentuk salep, krem, penyuntikan.
2 Non sistemik = Neomisin, Suntikan diikuti radang
larutan, tablet, bubuk steril paromomisin dan framisetin dan peningkatan suhu
untuk i.m. Neomisin : 10 g selama 3 0,5-1,5 derajat C.
Kanamisin: hari. Dosis 4-8 g/hr kadar Misal: pada
Enteritis dan sirosis hati dalam darah sudah sama penyuntikan sreptomisin
Gentamsin dan dengan pemberian i.m.
tobramisin; parenteral.
Infeksi abdomen, jar. Halus, *Efek Ototoksik
Neomisin pada anak-anak *Efek Nefrotoksik
tulang, sendi, sal.kemih, harus dibatasi, dosis 100
pneumonia dan meningitis (gangguan pada ginjal)
mg/kg BB jangan lebih dari 3
minggu.
Kombinasi Interaksi
Aminoglikosida dg as. etakrinat Ototoksik meningkat
Aminoglikosida dg furosemid Ototoksik meningkat
Aminiglikosida/antikoagulan Produksi vit K di usus berkurang
Neomisin/Penisilin V Absorpsi penisilin berkurang
Aminoglikosida/relaksan otot Efek relaksan meningkat
rangka
Aminoglikosida/aminoglikosid Ototoksik dan nefrotoksik aditif
Gentamisin/Karbenisilin Inaktivasi gantamisin
Tobramisin/Heparin Aritmia jantung
Aminoglikodida/karbenisilin Nefrotoksik meningkat
Aminoglikosida/sefalodporin Nefrotoksik meningkat
Resistensi terhadap aminoglikosida
terhadap dapat
terjadi melalui 3 mekanisme yaitu:
a. Mutasi protein pada
ribosom bakteri
b. Kegagalan penetrasi
aminoglikosida
c. Inaktivasi aminoglikosida
oleh enzim bakteri.

Bakteri yang sudah resisten adalah:


* E.Coli,
* Pseudomonas
* Enterobacter dan
* Serratia.
KATZUNG, 2012
http/farmasi/obat/jenis-jenis-antibiotik-dan-manfaatnya
Pionas.pom.goid/books
ditjenpp.kemenkumham.go.id/inc/buka.php?..