Anda di halaman 1dari 12

KEBIJAKAN

PERLINDUNGAN
TANAMAN
Kegiatan SLPHT Kelompok Tani Bina Tani Di
Kabupaten Sleman, Kecamatan Cangkringan, Desa
Argomulyo, Dusun Jiwan
Kelompok 501
Mytha Chaerunnisa (14229)
:
02 Nikke Indri (14231)

03
Shelsy Lorensa (14238)

04
Wahyu Aidil (14242)

05 Yosefin Vista (14244)

06 Agustina Kusuma W (14271)


07
Anastasia Verdilla (14435)
Narasumber

Pemandu SLPHT KT
Koordinator SLP
Bina Tani
HT
Bapak Dwiwo Sant
Bapak Haryadi
oso
OUTLINE
1. Latar Belakang S 5. Kelebihan
LPHT dan Kekuranga
n di Lapan
gan

2. Peraturan Perunda 4. Kegiatan SLPHT Kelo


ng – Undangan Perlin mpok Tani Bina Tani
dungan Tanaman

3. Kelembagaan Perlindu
ngan Tanaman
Latar Belakang


Sekolah Lapangan Pengelolaan Hama Terpadu (SLPHT)
Gebrakan revolusi hijau pada masa orde baru untuk meningkatkan
produksi pangan Indonesia didasarkan pada empat pilar penting
yaitu penyediaan air melalui system irigasi, pemakaian pupuk
kimia secara optimal, penerapan pastisida sesuai dengan tingkat
serangan organisme pangganggu dan penggunaan varietas unggul.
Akan tetapi penggunaan pupuk kimia dan pestisida secara terus

menerus menyebabkan dampak negative yaitu terjadinya ledakan hama
dan kerusakan lingkungan. Salah satunya yaitu ledakan hama wereng
coklat di pusat pertanaman padi yang terjadi pada tahun 1978/1979
sehingga pemerintah mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun
1986 tentang Pengendalian Hama Wereng Coklat Padi .
Peraturan Perundang-Undangan
Perlindungan Tanaman
INPRES No. 3/1986
Tentang Peningkatan
01 Pengendalian Hama Wereng
Coklat pada Tanaman Padi.

UU No. 12/1992
Tentang Sistem Budidaya
02 Tanaman 05

PP No. 6/1995
Tentang Perlindungan
03 Tanaman
Kelembagaan Perlindungan Tanaman

Pemerintah Pu Kabupaten da
Propinsi n Kecamatan Desa
sat
Kelembagaan di Kelembagaan di Kelembagaan di Kelembagaan di
tingkat pusat : tingkat propinsi : tingkat kab dan kec : tingkat desa :
1. Balai Besar 1. Brigade Proteksi 1. Kabupaten 1. Petani Pemandu
Peramalan OPT Tanaman (Koordinator 2. Regu Proteksi
2. Laboratorium Pengamat Hama) Tanaman
Pengamatan Hama 2. Kecamatan 3. Petani Pengembang
(Pengamat Hama APH
Penyakit dan
Penyuluh Pertanian)
KEGIATAN SLPHT KELOMPOK TANI
BINA TANI
SLPHT Kelompok Tani Bina Tani beranggotakan 25 orang yang didampingi dan
difasilitasi oleh tiga pemandu lapangan (PL). Kegiatan SLPHT berlangsung selama satu
musim tanam atau dilakukan 12 kali tatap muka dengan intensitas satu kali seminggu
di hari Rabu dengan komoditas yang dijadikan sebagai sarana belajar yaitu komoditas
padi.

Kegiatan SLPHT didasarkan pada 4 prinsip PHT yaitu :


1. Budidaya tanaman sehat
2. Melestarikan dan memanfaatkan musuh alami
3. Pengamatan secara berkala
4. Petani sebagai ahli PHT
SKEMA
KEGIATAN Mengalami
(Mengamati di sawah)

SLPHT
Menerapkan
Mengungkapkan
(Di lahan belajar dan
(Menggambarkan
di lahan masing-masing)
ekosistem)

Menyimpulkan Menganalisis
(Memutuskan (Diskusi Analisis
tindakan/pengendalian Agroekosistem)
yang perlu dilakukan)
KELEBIHAN DAN KELEMAHAN DI
LAPANGAN
KELEBIHAN KEKURANGAN

Kebutuhan air yang terus Penanaman padi secara tidak


tercukupi untuk mendukung serempak
kegiatan pertanian
Antusias petani masih tinggi Pengendalian dengan penggunaan
pestisida dan pemupukan tidak
sesuai anjuran

Add Contents Title Tidak adanya peraturan terkait


hal diatas
Dokumentasi Kegiatan Wawancara
Thank you