Anda di halaman 1dari 61

KONTRAK-KONTRAK

DAGANG
SULISTIOWATI
Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum
menyusun kontrak
• Mengetahui dan memahami latar belakang kontrak
• Mengenal dan memahami para pihak
• Mengenal dan memahami obyek transaksi
• Mencari dan memahami sumber hukumnya
• Merancang isi kontrak
Bahasa kontrak
• Bahasa kontrak perlu disepakati karena mempunyai konsekuensi
hukum tertentu
• Bahasa kontrak hanya ada satu, terjemahan tidak bersifat mengikat
• Pemilihan kata dan kalimat harus jelas dan tidak memiliki pengertian
lain
• Hindari pemakaian kata-kata yang tidak jelas, misal antara lain, dan
sebagainya
Struktur kontrak
• Judul
• Pembukaan
• Komparisi
• Pertimbangan
• Isi kontrak (definisi, kewajiban & hak, pilihan hukum, penyerahan,
wan prestasi, force majeur, penyelesaian sengketa, perubahan,
bahasa)
• Penutup
judul
• Judul dituliskan di baris paling atas pada halaman pertama dari
kontrak
• Judul seharusnya menggambarkan substansi kontrak
• contoh:
- PERJANJIAN SEWA MENYEWA
- PERJANJIAN JUAL BELI
- PERJANJIAN LISENSI MEREK
PEMBUKAAN
• Tipe kontrak
Tipe kontrak yang dituliskan dalam pembukaan kontrak adalah sama
dengan judul kontraknya
• Penanggalan kontrak
Tanggal yang dituliskan dalam pembukaan kontrak dapat berupa tanggal
kontrak disusun dan tanggal ditandatanganinya kontrak oleh para pihak
Kalau para pihak tidak disebutkan di awal, maka identitasnya disebutkan
dalam pembukaan.
Contoh:
Perjanjian sewa menyewa ini disusun dan ditandatangani pada hari …..,
tanggal …. bulan …. tahun …. di Yogyakarta antara ……….
komparisi
• Komparisi mencakup identitas dan kedudukan para pihak
• Komparisi dalam kontrak berfungsi sebagai:
- identitas para pihak
- kedudukan para pihak dalam bertindak
- dasar kedudukan para pihak
- kecakapan dan kewenangan dalam bertindak
Contoh
• Tuan ----------, bertempat tinggal di Jalan Mangga, Nomor 20 Jakarta Pusat,
selanjutnya disebut sebagai Pihak Pertama.
• Istilah Pihak Pertama dan Pihak Kedua dapat diganti dengan istilah lain,
contoh:
Penjual – Pembeli
Franchisor - Franchisee
• Tuan ---------, Kepala Badan -----------, berkedudukan di Jalan ----------, Kota
Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, dalam hal ini bertindak dalam
jabatannya tersebut di atas dari dan oleh karena itu sah bertindak mewakili
Badan --------------, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor ---------,
Tahun --------, untuk selanjutnya disebut Pihak Pertama
pertimbangan
• Pertimbangan atau premise atau recitals dapat berisi rumusan
tentang berbagai ketentuan peraturan perundang-undangan atau
fakta-fakta atau alasan-alasan yang mendasari dibuatnya kontrak
• Diawali dengan kata Mengingat/whereas
• Contoh:
• Mengingat Pihak Pertama adalah Kepala Badan ---------- yang
mempunyai wewenang atas pengelolaan Kawasan --------- berminat
dan menyepakati untuk membangun dan mengelola Kawasan---------
sebagai Pedestrianisasi ----------
Isi kontrak
• Definisi
• Definisi pada umumnya diletakkan pada Pasal pertama dalam kontrak
• Definisi penting untuk menghindari para pihak memiliki penafsiran atau
pemaknaan yang berbeda atas kata-kata tertentu yang ada dalam kontrak
• Build Operate Transfer atau disingkat BOT adalah bentuk perjanjian
kerjasama, Pihak Kedua melaksanakan pembangunan dan pengelolaan
infrastruktur, dan menyerahkan kepada Pihak Pertama setelah masa
konsesi berakhir.
• Masa konsesi adalah jangka waktu perjanjian kerjasama selama 20 (dua
puluh) tahun.
Kewajiban dan hak
• Cara merumuskan kewajiban dan hak bergantung pada jenis kontrak
yang disusun
• Kewajiban dan hak dapat dituangkan dalam beberapa pasal atau satu
pasal
• Contoh
Pasal 10
Kewajiban pihak pertama
1. Mensosialisasikan kepada masyarakat tentang Rencana
Pembangunan dan Pengelolaan Kawasan -------------
2. Menjamin bahwa Pihak Pertama adalah pemegang hak atas tanah
yang sah dan hak atas tanah tersebut bebas dari tanggungan dan
beban lain serta dari segala tuntutan atau sitaan dan oleh karenanya
menjamin kenikmatan dan ketentraman penggunaan ruangan
tersebut selama berlangsungnya Pembangunan dan Pengelolaan
Kawasan -----------------
Pasal 11
hak dari pihak pertama
1. Menerima kontribusi dari Pihak Kedua sebesar Rp………
2. Menerima kontribusi dari Pihak Kedua untuk pertama kalinya
dilaksanakan selambat-lambatnya …………., terhitung sejak ……….,
dan penyetoran kontribusi selanjutnya dilaksanakan selambat-
lambatnya pada …… setiap tahun berikutnya.
Pilihan hukum
• Pilihan Hukum berisi sistem hukum yang digunakan dan berlaku
dalam kontrak
• Contoh:
• Pasal 21
• Perjanjian ini dibuat dan dijelaskan dengan Sistem Hukum Indonesia.
Penyerahan aset
• Pasal 20
1. Selambat-lambatnya ------ bulan sebelum jangka waktu perjanjian
kerjasama berakhir, Pihak Pertama dan pihak Kedua secara
bersama-sama membentuk Tim yang bertugas menyiapkan segala
sesuatu yang diperlukan dalam rangka penyerahan Pengelolaan
Kawasan -------------- dari Pihak Kedua kepada Pihak Pertama.
2. Seluruh bangunan yang dikelola oleh Pihak kedua sepenuhnya akan
diserahkan kepada Pihak pertama, etelah berakhirnya jangkan
waktu perjanjian kerjasama ini dalam keadaan utuh dan berfungsi
sebagaimana mestinya yang dilakukan dengan berita acara serah
terima.
Wan prestasi
• Contoh klausula wan prestasi
• Pasal 12
• Peristiwa cidera janji terjadi apabila, Pihak Kedua tidak melakukan
pembayaran atau terlambat melakukan pembayaran sebagaimana yang
dimaksud Pasal 10
• Dalam perjanjian ini.
• Contoh klausula sanksi wan prestasi
• Pasal 13
• Dalam hal Pihak Kedua terlambat melakukan pembayaran kepada Pihak
Pertama, Pihak Kedua dikenakan sanksi denda sebesar ---% dari seluruh
nilai transaksi.
Force majeur
• Contoh klausula Force Majeur
• Pasal 17
(1) Pihak pertama dan pihak Kedua dibebaskan dari pelaksanaan kewajiban
berdasarkan perjanjian ini yang disebabkan oleh keadaan atau kejadian di
luar kekuasaan atau kemampuan pihak pertama dan Pihak kedua yang
meliputi, tetapi terbatas pada: gempa bumi, banjir,badai, sabotase, huru
hara, pemogokan, perang, dan keadaan darurat yang diumumkan secara
resmi oleh Pemerintah, yang Pihak Pertama dan Pihak Kedua tidak
mampu mencegah dan mengambil tindakan pencegahan.
(2) Keadaan memaksa harus diberitahukan oleh pihak yang bersangkutan
secara tertulis kepada pihak lainnya paling lambat dalam jangka waktu
……… hari kerja setelah terjadi keadaan memaksa.
penyelesaian sengketa
• Contoh klausula Penyelesaian Sengketa
• Pasal 19
(1) Dalam hal timbul perselisihan dalam melaksanakan isi perjanjian ini, terlebih
dahulu diselesaikan secara musyawarah untuk mencapai mufakat.
(2) Dalam hal tidak tercapai mufakat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Pasal ini,
selanjutnya perselisihan tersebut diserahkan dan diselesaikan dalam tingkat
pertama dan terakhir menurut peraturan dan prosedur Badan Arbitrase
Nasional Indonesia (BANI) oleh arbiter-arbiter yang ditunjuk menurut peraturan
tersebut.
(3) Dalam hal salah satu pihak tidak mentaati putusan yang telah ditetapkan oleh
para arbiter yang ditunjuk berdasarkan peraturan BANI sebagaimana dimaksud
pada ayat (2) Pasal ini, Pihak pertama dan Pihak kedua sepakat menunjuk
Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk meminta pelaksanaan putusan tersebut.
perubahan
• Contoh klausula perubahan
• Pasal 22
• Perjanjian ini dapat diubah dan/atau ditambah atas kesepakatan
Pihak Pertama dan Pihak kedua dan dituangkan dalam Addendum
yang merupakan bagian yang mengikat dan tidak dapat dipisahkan
dengan Perjanjian ini.
penutup
• Contoh klausula penutup
• Pasal 23
• Perjanjian ini dibuat dan ditandatangani oleh Pihak Pertama dan
Pihak Kedua pada hari dan tanggal tersebut di atas dalam rangkap 2
(dua) dengan dibubuhi materai secukupnya, yang masing-masing
mempunyai kekuatan hukum yang sama.
Kontrak Lisensi Paten
- Lisensi adalah izin yang diberikan oleh Pemegang Paten kepada pihak
lain berdasarkan perjanjian pemberian hak untuk menikmati manfaat
ekonomi dari suatu paten yang diberi perlindungan dalam jangka
waktu dan syarat tertentu
Hak Paten
• Apa itu hak paten?
• Hak ekslusif yang diberikan oleh Negara kepada Inventor atas hasil
invensinya di bidang teknologi yang untuk selama waktu tertentu
melaksanakan sendiri invensinya tersebut atau memberikan
persetujuannya kepada pihak lain untuk melaksanakannya.

• Invensi seperti apa yang dapat diberi paten?


Hak Pemegang Paten
• Hak ekslusif untuk melaksanakan paten yang dimilikinya dan
melarang pihak lain yang tanpa persetujuannya
a. Dalam hal paten-produk: membuat, menggunakan, menjual,
mengimpor, menyewakan, menyerahkan, atau menyediakan untuk
dijual atau disewakan atau diserahkan produk yang diberi paten;
b. Dalam hal paten proses: menggunakan proses produksi yang diberi
paten untuk membuat barang atau tindakan lainnya sebagaimana
dimaksud dalam huruf (a)
Lisensi Paten
• Pemegang Paten berhak memberikan lisensi kepada pihak lain
berdasarkan perjanjian lisensi.
- Apakah perjanjian ini bersifat eksklusif?
Struktur Perjanjian Lisensi
1. Definisi
Memberikan definisi objek lisensi, dan hal-hal yang berkaitan
dengan pelaksanaan perjanjian.
• Contoh:
1. Epoksi Resin adalah aditif yang digunakan pada campuran aspal
panas
2. Produk lisensi mengacu pada formula, metode pengolahan dan
pelaksanan, dan hasil akhir.
3. Nilai Penjualan Bersih mengacu pada ….
2. Lisensi dari Hak Paten
• Sifat lisensi
• Objek yang dilisensikan
• Peruntukan lisensi

• Contoh
“X memberikan lisensi kepada Pemegang Lisensi secara tidak
eksklusif, untuk menggunakan EPOKSI RESIN…., hak paten untuk
menjual produk, menggunakan, menjual produk lisensi dengan
labelnya sendiri….”
3. Royalti, Record, dan Akuntansi
• Royalti: jumlah yang harus dibayarkan untuk penggunaan hak paten.
• Record: pencatatan transaksi dari penggunaan hak paten
• Akuntansi: audit yang ditunjuk pemilik paten ke usaha pemegang
lisensi.
4. Jangka Waktu
• Perjanjian berlaku efektif pada … dan berlangsung hingga …
5. Jaminan
• Jaminan diberikan oleh pemilik paten berupa pernyataan bahwa
pihaknya memiliki hak dan kuasa penuh untuk memberikan lisensi
kepada pemegang lisensi paten.
6. Penyelesaian Perselisihan
• Biasanya didahului dengan musyawarah untuk mufakat
• Arbitrase
• Pengadilan
7. Keadaan Memaksa
• Terjadi di luar kemampuan pemegang lisensi; pemegang lisensi tidak
mampu mencegah dan/atau mengambil tindakan pencegahan;
• Pemegang Lisensi wajib memberikan pemberitahuan tertulis atas
keadaan memaksa tersebut
• Perjanjian mengatur konsekuensi yang timbul akibat keadaan
memaksa bagi kedua belah pihak, terutama pemegang lisensi.
8. Hak Milik Intelektual
• Pemilik paten menyimpan dokumen paten, menjaga kelangsungan
dan memelihara Paten, menanggung biaya pendaftaran dan
pemeliharaan paten
9. Sanksi dan Ganti Kerugian
• Sanksi yang dikenakan apablia
• Pemegang lisensi tidak melaksanakan perjanjian sesuai dengan
ketentuan;
• Pemilik paten tidak melaksanakan perjanjian sesuai dengan
ketentuan;
• Terjadi keterlambatan pembayaran royalti
10. Berakhirnya Perjanjian
• Sesuai dengan tanggal yang diperjanjikan dalam peraturan
• Apabila salah satu pihak melanggar ketentuan;
• Akibat yang timbul karena berakhirnya perjanjian.
11. Hukum yang Berlaku
• Hukum Indonesia?
• Hukum negara lain?
12. Lain-lain
• Bahasa yang digunakan
• Kerahasiaan perjanjian
13. Perubahan
• Berdasarkan kesepakatan dua belah pihak
• Dituliskan dalam adendum

14. Penutup
• Berdasarkan kesepakatan dua belah pihak
• Dituliskan dalam adendum
Kontrak Jual-Beli Internasional
• Bagian Pembukaan Kontrak, terdiri dari:
• Judul (title)
• Paragraf Pembuka (Introductory Paragraph)
• Resital (preambule)
1. Title
• Ditulis di halaman sampul/bagian paling atas kontrak
• Misalnya: “Sales Agreement” “Joint Venture Agreement” “Leasing
Agreement”

2. Introductory Paragraph
• Tipe Kontrak (sama dengan judul kontraknya)
• Penanggalan Kontrak
• Identitas Asli Para Pihak
• Sebutan untuk Para Pihak: “seller” atau “buyer; “leasor” atau
“leasee”
3. Recitals (Preambule)
• Menjelaskan fakta fakta yang berhubungan dengan kontrak
• Tujuan para pihak, sifat dari kontrak, latar belakang munculnya kontrak
• Contoh:
Whereas,
A. The borrower proposes to borrow from the bank, and the bank
proposes to lend to the Borrower, an aggregate amount of USD
100,000 (one hundred thousand dollars);
B. The borrower intends to use the loan to improve its waste system;
C. …..
Batang Tubuh Kontrak
1. Definitions
2. Consideration
3. Condition Precedent
4. Representation and Warranties
5. Covenants
6. Indemnities atau guarantees atau releases, dan semacamnya
7. Events of default
8. Termination
9. Remedies
10. Boilerplate
1. Definition
• Berguna bagi kontrak bisnis internasional yang berasal dari dua atau
lebih negara yang berbeda dan memiliki system hokum yang berbeda
• Istilah harus urut abjad
2. Perjanjian Utama (Consideration)
• Kedua belah pihak dalam kontrak wajib memberikan sesuatu kepada pihak
lawannya; sekaligus berhak untuk menerima sesuatu (timbal-balik)
• Biasanya tidak diberi judul “consideration” tapi isinya menyiratkan adanya
hak dan kewajiban kedua belah pihak
• Contoh:
COMMITMENT
1. The Bank agrees to lend the Borrower an aggregate amount of USD
100,000 (one hundred thousand dollars)
2. The interest of the loan shall be…
3. The borrower shall repay the loan and the interest under the agreed
term
3. Syarat Pendahuluan
• Syarat yang harus dipenuhi sebelum kontrak dapat mengikat pra pihak
• Contoh:

CONDITIONS PRECEDENT
The obligation of the Bank to give Loan to the Borrower is subject to
condition that Bank receives no later than 31 December 2011 the three
executed copies of each of the documents listed below
A. A promissory note duly executed and delivered by the borrower
B. An Opinion of Counsel to the Borrower
C. Schedule of Liens and Other Encumbrances on Property of the
Borrower
4. Pernyataan Para Pihak (Representation and
Warranties)
• Representation: menyatakan fakta-fakta atau keadaan yang saat ini ada.
• Warranties: pernyataan untuk menyatakan bahwa fakta-fakta yang sedang
berlangsung (present) juga akan terus berlangsung di masa yang akan datang
• Contoh:

REPRESENTATIONS
The Borrower hereby represents that:
a. To the best knowledge of the Borrower, there are no actions, proceedings, or
claims which might have materially affect the financial condition of the
Borrower or impair its ability to perform its obligation under this Agreement
b. …….
5. Kovenan (Covenants)
• Janji untuk i) melakukan sesuatu atau ii) tidak melakukan sesuatu
• Contoh

COVENANTS
a. The borrower shall enable representatives of the Bank to examine
its property and records at any reasonable times;
b. The borrower shall promptly give notice to the Bank of each
Default;
6. Jaminan Perlindungan dari Pihak Ketiga
(Indemnity)
• Melindungi, menanggung, serta membebaskan pihak lainnya dari
segala kerugian, biaya, tanggung jawab, serta gugatan pihak ketiga
yang muncul akibat pelaksanaan kontrak bisnis mereka.
• Contoh

INDEMNITY
The seller shall hold harmless identify the Buyer against any losses,
liabilities, and claims arising out of or relating to this transaction.
Penjaminan (Guarantee)
• Perjanjian yang dibuat oleh guarantor yang menjamin bahwa
guarantor akan memenuhi kewajiban salah satu pihak dalam kontrak
bisnis jika pihak tersebut gagal memenuhi kewajiban kontraknya.
• Dibagi menjadi:
a. Guarantee of payment
b. Guarantee of collection
8. Kejadian Default dan Upaya Hukumnya
(Event of Default and Remedies)
• Kesepakatan para pihak tentang daftar kejadian yang mereka
kategorikan sebagai events of default
• Misalnya:
a. Kepailitan atau bangkrut
b. Dikeluarkannya saham perusahaan dari bursa
c. Restrukturisasi atau merger perusahaan
d. Diakuisisi oleh perusahaan lain
e. Wanprestasi
9. Boilerplate
• Biasanya tercantum di bagian akhir, dinamai “Lain-lain” atau
“Miscellaneous”
• Berisi ketentuan teknis, tentang:
a. Choice of Law g. Severability
b. Choice of Jurisdiction h. Integration
c. Language i. Amendment
d. Force Majeure j. Anti-waiver
e. Notice k. Counterpart
f. Duration/Term of Agreement l. Assignment
10. Penutup
• Berisi:
a. Kalimat Penutup
b. Blok tanda tangan
c. Lampiran-lampiran
Kontrak Pembangunan dan Pengelolaan
Kawasan (Build-Operate Transfer)…
• Pemanfaatan barang milik negara/daerah berupa tanah oleh pihak
lain dengan cara mendirikan bangunan dan/atau sarana berikut
fasilitasnya, dan setelah selesai pembangunannya diserahkan untuk
didayagunakan oleh pihak lain tersebut dalam jangka waktu tertentu
yang disepakati.
Keputusan Menteri Keuangan 248/KMK.04/1995
(Pasal 1)
 Bentuk perjanjian kerjasama antara pemegang hak atas tanah
dengan investor;
 Pemegang hak atas tanah memberikan hak kepada investor untuk
mendirikan bangunan selama masa perjanjian;
 Setelah masa perjanjian berakhir, investor mengalihkan kepemilikan
atas bangunan tersebut kepada pemegang hak atas tanah
Struktur Kontrak BOT: 1. Bagian Awal
1. Dasar Perjanjian
2. Pengertian (Definisi)
3. Lingkup Perjanjian
4. Objek Perjanjian
5. Bentuk Kerjasama : BOT
6. Jangka waktu perjanjian
7. Nilai Investasi
8. Jaminan Pelaksanaan
2. Hak, Kewajiban, dan Alokasi Resiko
1. Hak dan Kewajiban Pihak Pertama
2. Hak dan Kewajiban Pihak Kedua
3. Alokasi Risiko
Mengidentifikasi Risiko yang mungkin terjadi dan mitigasinya.
3. Jangka Waktu Pembangunan
• Kapan pembangunan mulai dilaksanakan
• Kapan pembangunan harus selesai
• Konsekuensi bila pembangunan belum selesai sesuai dengan waktu
yang diperjanjikan
4. Pemutusan atau Pengakhiran Perjanjian
• Penentuan tanggal berakhirnya perjanjian
• Prosedur apabila salah satu pihak ingin mengakhiri perjanjian
5. Penyampaian Laporan
• Laporan kemajuan (pembangunan)
• Laporan keuangan
• Audit oleh pemerintah
6. Penyelesaian Perselisihan
• Musyawarah Mufakat
• Arbitrasi
• Pengadilan Negeri
7. Penyerahan Aset
• Sebelum perjanjian kerjasama berakhir;
• Bangunan/infrastruktur diserahkan dalam keadaan utuh dan
berfungsi sebagaimana diperjanjikan;
• Penilaian sebelum penyerahan;
• Tanggung jawab perbaikan
8. Keadaan Memaksa
• Tindakan yang harus dilakukan apabila terjadi keadaan memaksa
• Para pihak dibebaskan dari kewajiban ketika keadaan memaksa
terjadi.