Anda di halaman 1dari 31

Titrasi kompleksometri

Mutia Rahayu 16334070


Rizki Amelia 16334076
Puji Lestari 16334080
Tantry Suattika 16334095
Pengertian Kompleksometri

Apa itu
kompleksometri?

Kompleksometri adalah suatu cara untuk penetapan


kadar zat – zat (kation) yang dapat membentuk
senyawa kompleks dengan suatu komplekson.
Prinsipnya adalah pembentukan senyawa kompleks
antara ion logam dengan EDTA.
Contoh reaksi titrasi kompleksometri
:
Ag+ + 2 CN–  Ag(CN)2
Hg2+ + 2Cl–  HgCl2
HOOC-CH2 CH2-COOH
.. ..
N-CH2-CH2-N

HOOC-CH2 CH2-COOH

• Kompleksnya dengan ion logam = senyawa


sepit (Chelat)

KOMPLEKSOMETRI 4
Beberapa jenis senyawa kompleks

1. Ligan monodentat: 2. Ligan polidentat:


terdapat 1 atom di terdapat lebih dari 1
dalamnya atom donor di dalmnya
Apa itu ion
logam ??

Apa itu ion Ligan???


Ion Logam
Iom Ligan adalah partikel
Ion logam dalam senyawa
donor elektronnya
kompleks disebut inti logam,

Jumlah ligan yang dapat diikat oleh suatu ion logam disebut
bilangan koordinasi
Ciri – Ciri Khas Ligan

• Kekuatan basa dari ligan,


• Sifat-sifat penyepitan (jika ada), dan
• Efek-efek sterik (ruang)
• H4Y = asam tetra protik dapat berdisosiasi 4
tahap seperti berikut ini :
1. H4Y H+ + H3Y- ; Ka1 = 1x10-2

2. H3Y- H+ + H2Y2- ;Ka2 = 2,2X10-3

3. H2Y2- H+ + HY3- ; Ka3 =6,9X10-7

4. HY3- H+ + Y4- ; Ka4 = 5,5X10-11

KOMPLEKSOMETRI 9
• Ion-ion mana yang terdapat dalam larutan (
H3Y- ; H2Y2-; HY3- atau Y4-) tergantung pada pH
larutan
• Pada pH = 10 ion yang terbanyak adalah Y4-
• Oleh karena asam bebas adalah H4Y ,
• sementara garam NaH3Y kurang larut baik
dalam air, maka pada umumnya dipakai garam
dinatriumnya yaitu : Na2H2Y (dinatrium EDTA)

KOMPLEKSOMETRI 10
• Adalah zat warna yang dapat membentuk komples
dengan ion logam yang berwarna pada daerah pH
tertentu
• Misal:
– Eriochrom black T ( untuk p.k Mg)
– Calcein (untuk p.k Ca)
– Xylenol orange (untuk p.k Bi)
– Murexide (untuk pk Ca)

KOMPLEKSOMETRI 11
Syarat-syarat bagi suatu indikator ion logam
reaksi warnanya harus spesifik atau
sekurang-kurangnya selektif.
1. Kompleks penunjuk logam harus
mempunyai kemantapan yang cukup,
2. Perbedaan warna antara penunjuk bebas
dan kompleks penunjuk logam harus
mudah diamati.
3. Penunjuk harus sangat peka terhadap ion
logam (terhadap pM) agar perubahan
warna terjadi sedapat mungkin dekat titik
setara
• Reaksi perubahan EBT pada berbagai pH:
pH pH
• H2In- HIn2- In3-
• Merah Biru Oranye
• pH 5,3-7,3 10,5-12,5
• Pada pH 7-10, indikator dalam bentuk HIn2-
(biru), dengan ion logam membeentuk kompleks
beerwarna merah
KOMPLEKSOMETRI 13
Kurang baik untuk ion Ca2+ denga EDTA , karena kompleks Ca-EBT
>Ca –EDTA)

Titik ekivalen terjadi terlalu cepat

Agar penentuan Ca2+ dengan EDTA dapat menggunakan


indikator EBT, maka perlu ditambah sedikit Mg2+ ke dalam EDTA
sebelum dilakukan standarisasi
Cara titrasi kompleksometri :

1. Titrasi langsung
• Ion logam yang ditentukan diatur pHnya dengan bufer
salmiak pH=10
• Ditambah indikator EBT & masking agent
• Dititrasi langsung dengan EDTA
• Perubahan warna pada titik akhir titrasi disebabkan
karena indikator terusir dari kompleks logam-
indikator
• Titrasi dilakukan sampai perubahan warna sempurna
2. Titrasi Kembali (tidak Langsung)

• Pada larutan ion logam ditambah EDTA berlebih


• Diatur pH larutan dengan bufer
• Kelebihan EDTA ditetrasi kembali dengan larutan baku ion
logam
• Cara ini digunakan bila :
– Dalam larutan terdapat ion lain selain ion logam yang ditentukan,
yang dapat mengendapkan ion logam yang ditentukan misal: OH-,
fosfat
• Tidak ada indikator yang cocok untuk logam yang ditentukan
• Reaksi ion logam- EDTA lambat
3. Titrasi substitusi (pengusiras)

• Larutan ion logam yang ditentukan ditambah Mg


atau Zn-EDTA
• Ion Mg2+ & Zn2+ yang dibebaskan dititrasi dengan
EDTA pada dekat perubahan warna indikator
TITRASI SUBSTITUSI (pengusiras

• Untuk logam yang membentuk kompleks


Logam-EDTA lebih stabil daripada ion logam
lain

Mn+ + MgY2- MY(n-4)+ + Mg2+

• Mg yang dibebaskan ekivalen dengan Mn+ ,


kemudian dititrasi dengan EDTA

KOMPLEKSOMETRI 18
4. TITRASI ASAM-BASA

• Prinsip reaksi:

• Mn+ + H2Y2- MY(n-4)+ + 2H+

• H+ yang dihasilkan ditetrasi dengan larutan


baku NaOH

KOMPLEKSOMETRI 19
Pengaruh pH
• H+ yang dilepaskan terlalu tinggi
Jika terlalu • maka hal tersebut dapat terdisosiasi
sehingga kesetimbangan pembentukkan
kompleks dapat bergeser ke kiri, karena
asam terganggu oleh suasana system titrasi
yang terlalu asam

Jika terlalu • maka kemungkinan akan terbentuk


endapan hidroksida dari logam yang
bereaksi.
basa • 𝑀𝑛+ + 𝑛(𝑂𝐻) → 𝑀(𝑂𝐻)𝑛 ↓
Larutan Dapar (Buffer)

Pengioanan EDTA sangat dipengaruhi oleh pH.

Jadi larutan dapar disini digunakan untuk menjaga agar pH


tidak turun

memilih pendapar (buffer) ada beberapa syarat antara lain:


Bahan pendapar (bbuffer)
1. tidak boleh mengganggu
2. Daya tahan pendapar (buffer) tersebut harus cukup besar
1. Larutan baku: ZnSO4 ; MgSO4
2. Larutan bufer pH 10 (salmiak)
88 mL NH4OH 25% + 13,5 g NH4Cl diencerkan dengan air
sampai 250 mL
3. Larutan baku sekunder : Na2EDTA.2H2O
(dinatrium EDTA)
4. Indikator: EBT (pengenceran 1:100 dalam NaCl
kering)

KOMPLEKSOMETRI 22
Penggunaan Titrasi Kompleksometri

• P.k Ca dalam susu


• P.k Zn
• Kesadahan air

Manfaat dari percobaan titrasi kompleksometri


adalah dapat menentukan kadar logam-logam
yang ada dalam suatu produk farmasi sehingga
tepat kadar (sesuai standar) dan tidak menjadi
toksik serta membahayakan konsumen.
KOMPLEKSOMETRI 23
Contoh soal

1) Suatu larutan mengandung ion-ion


tetrasianokuprat(I) [Cu(CN)4]3- dan
tetrasianokadmiat(II) [Cd(CN)4]2-, kedua-duanya
dalam konsentrasi 0,5M. Larutan ini mempunyai
pH 9 dan mengandung 0,1 mol/ltr ion sianida
bebas. Dapatkah tembaga(I) sulfida Cu2S
dan/atau cadmium sulfida CdS diendapkan dari
larutan dengan mengalirkan gas hidrogen
sulfide?
• Diketahui :
• Ksp Cu2S = 2 x 10-47
• Ksp CdS = 1,4 x 10-28
• Nilai tetapan ketidakstabilan :
Penyelesaian :

Untuk mengetahui apakah terbentuk endapan Cu2S


dan atau CdS atau tidak, harus dihitung terlebih
dahulu konsentrasi masing-masing ion. Setelah itu
dihitung hasil kali konsentrasi dan dibandingkan
dengan nilai Ksp masing-masing endapan. Bila hasil
kali konsentrasi lebih besar dari Ksp maka akan
terbentuk endapan, dan sebaliknya.
pH = 9, maka [H+] = 10-9
[S2-] = 10-23 / [H+]2 = 10-23 / 10-18 = 10-5
[Cu+]2 [S2-] = (2,5 x 10-24)2 x 10-5 = 6,25 x 10-53
Karena nilai hasil kali konsentrasi < Ksp, maka tidak akan
terbentuk endapan Cu2S

[Cd2+] [S2-] = (7 x 10-14) x 10-5 = 7 x 10-19


Nilai hasil kali konsentrasi > Ksp, maka endapan CdS akan
terbentuk.
Contoh soal
2. Konsentrasi Cl - dalam sampel air 100,0 mL
yang diambil dari segar Penyedia air yang
menderita perambahan air laut, ditentukan oleh
titrasi dengan 0,0516 M Hg (NO3)2. Sampel
diasamkan dan dititrasi ke titik akhir
diphenylcarbazone, membutuhkan 6,18 mL
titran. Laporkan
konsentrasi bagian Cl-in per juta.
Konservasi pasangan elektron mensyaratkan itu

Membuat substitusi yang tepat untuk mol Cl- dan Hg2 +

dan mengatur ulang meninggalkan kami

Menggantikan nilai dan pemecahan yang diketahui


Konsentrasi bagian Cl-in per juta, oleh karena itu, adalah

Akhirnya, masalah kuantitatif melibatkan banyak analit dan


titrasi balik juga
dapat diatasi dengan menerapkan prinsip konservasi
pasangan elektron.
Terimakasih