Anda di halaman 1dari 62

BBDM SKENARIO 1 Kelompok

12
 Ilma Nafia Leksananda 22010116140096
 Alifiyya Sarah P 22010116140099
 Nadia Safaningrum 22010116140101
 Nabilah Saniyya 22010116140109
 Eriska Retno 22010116140111
 MBY Habibie 22010116140113
 Riznadia Ramadhani 22010116140116
 Endya Maharani 22010116140117
 Hafidh Bagus A P 22010116140118
 Dimas M Ilham 22010116140120
ANATOMI
Cavum Thorax
 Thorax adalah bagian tubuh yang terletak antara lehe rdan
abdomen. Rangka dari thorax merupakan suatu sangkar
osseocartilangineus yang melindungi organ-organ penting
untuk respirasi dan sirkulasi.
 Thorax mempunyai bentuk conusy pipih dalam arah muka
belakang, dinding belakang lebih panjang daripada dinding
depan. Pada potongan melintang nampak bentuk ginjal
(ren), disebabkan penonjolan ke depan daripada corpus
vertebrae tulang belakang.
Seperti diketahui rongga thorax
(cavum thoracis )berisi antara lain:

Paru-paru kiri dan kanan, masing-masing diselubungi


oleh pleura dan dipisahkan oleh ruang mediastinum.
1. Jantung dengan selubungnya (pericardium).
2. Oesophagus (merupakan bagian dari tractus
digestivus).
3. Truncus syapathicus, n. vagus, dan n. prenicus.
4. Trachea yang melanjut sebagai bronchus
Cavea (skeleton thoracis)
 Pintu atas yaitu aperture thoracis superior dibatasi oleh
vertebra thoracica pertama, pinggir atas manubrium sterni,
costa I kanan/kiri dengan cartilage costaenya. Oleh karena
hubungan costa I dengan manubrium sterni lebih rendah
daripdada hubungannya dengan vertebra thoracica I, maka
pintu atas ini menghadap ke ventrocranial.

 Pintu bawah yaitu apertura thoracis inferior dibataai oleh


vertebra thoraolca XII dan oosta ke XII kanan kiri, juga costa
XI dan cartilago oootalis dari costa X. IX, VIII, VII, yang
membentuk arcus costalis
OTOT - OTOT DINDING THORAX.
Otot-otot dinding maupun dinding
abdomen tersusun dalam beberapa
lapisan yaitu:

 - Lapisan external : m. intercostalis externus


 - Lapisan medial : m.intercoatalis internus
 - Lapisan internal : m.subcostalis, m.Transversus thoracis.
1. Trakea
Adalah suatu tabung terdiri atas membran dan cartilago yang
merupakan lanjutan dari larynx. Trakea memanjang setinggi
vertebrae cervicalis VI sampai pinggir atas vertebrae Thorachal
V.
 Bagian cervical trachea terdapat didalam leher.
 Bagian thoracal trachea berada di dalam dada.
Trakea bercabang menjadi dua bronchus. Pada tempat
percabangan trakea menjadi 2 bronchus yaitu bifurcatio
trachea, terdapat suatu penonjolan atau peninggian yang
terletak dalam bidang sagital diantara kedua lubang menuju
bronchus yang disebut carina trachea.
2. Bronchial trees
 Trachea bercabang 2 setinggi bidang antara mediastinum
superior dan inferior menjadi bronchus principalis atau
primary bronchus.
 Bronchus principalis kemudian meberikan cabang yaitu
bronchus lobaris atau secondary bronchus di masing masing
sebelah kanan (3 cabang) dan kiri (2 cabang).
 Bronchus lobaris kemudian bercabang lagi menjadi bronchus
segmentalis atau tertiary bronchus. (10 cabang bronchus
segmentalis dexter dan 8 cabang bronchus segmentalis
sinister)
 Bronchi bercabang lagi hingga diameternya berkurang
sampai menjadi 1 mm atau lebih ecil, dimana sudah tidak
terdapat lagi cartilago dan glandula mucosa disebut
bronchiolus.
 Bronchiolus terminalis bercabang beberapa kali sehingga
tidak terdapat cilia, tetapi terdapat penonjolan pada
dindingnya yang menjadi alveoli. Bronchiolus dengan
penonjolan alveolair ini disebut bronchiolus respiratorius.
Tiap bronchiolus respiratorius berhubungan dengan
beberapa ductus alveolaris. Ductus alveolaris berhubungan
dengan beberapa sacculus alveolaris yang berhubungan
pula dengan alveoli pulmonis.
3. Alveoli
Pada akhir setiap dari banyak cabang kecil pohon bronkial, kita
menemukan bukaan ke kantung berukuran mikroskopis.
Setiap kantung kecil adalah alveolus, tunggal untuk alveoli.
Mungkin ada beberapa alveoli berasal dari salah satu saluran,
membentuk sedikit rumpun. Kelompok-kelompok dari alveoli
agak menyerupai sekelompok anggur yang semuanya
terpasang.
4. Pulmones
a. Apex

apex pulmonis yang membulat, menjulang sampai


collum costae 1. Diselubungi oleh pleura cervicalis, yang
diperkuat oleh membrana suprapleuralis (fascia sibson),
yaitu suatu perluasan fascia berbentuk kubah. Disebelah
depan ia melekat pad tepi dalam costae 1, dibelakang
melekat pada tepi depan proc. Tranversus vertebrae C
VII. Mebran ini masih diperkuat oleh serabut-serabut
musculair yang berasal dari mm. scaleni
b. Basis

Bagian ini konkaf sesuai dengan lengkung diaphragma.


Oleh karena cupula kanan diaphragma menjulang lebih
tinggi dan lebih convex drpd yang sebelah kiri, maka
pulmo kanan lebih pendek, dan basisnya lebih dalam
konkafnya daripada yang kiri.
Basis kanan melingupi hepar, sedangkan basis kiri
melingkupi hepar ventriculus dan lien.
c. Lobi dan fissura

 fissura obliqua, yang memotong fascies costalis dan fascies


medialis sampai sejauh radix pulmonis dan fascies
diaphragmatica.
 Pada pulmo kanan juga terdapat fissura horizontalis setinggi
cartilago costalis I, dari margo anterior ke belakang betemu
dengan fissura obliqua kurang lebih pada linea axillaris media
(midlateral line). Oleh karena itu, pulmo dextra memiliki 3 lobus,
yaitu lobus superior, lobus media, dan lobus inferior. Lobus
medius terletak didepan dada, apexnya mencapai linea axillaris
media.
 Bagian anteroinferior lobus superior sinister disebut lingula.
diatasnya terdapat insicura cardiaca (cardiaca notch).
HISTOLOGI
FISIOLOGI
Mekanisme Respirasi
Sistem Respirasi

Terdiri dari :

 Zona Respirasi
 Merupakan tempat pertukaran gas
 Terdiri dari bronkiolus, ductus alveolaris, dan alveolus

 Zona Konduksi
 Sebagai saluran lewatnya udara hingga ke tempat pertukaran gas
 Terdiri atas struktur respirasi lain, misalnya hidung, trakea, faring

 Otot Respirasi
 Diafragma
 Otot lain yang terlibat dalam respirasi, misalnya M. Intercostalis Externus
(untuk inspirasi) dan M. Intercostalis Internus (untuk ekspirasi)
Fungsi Struktur Respirasi yang
Terletak di Luar

 Menyediakan saluran untuk respirasi

 Menghangatkan dan melembabkan udara yang masuk udara


di cavum nasi dihangatkan oleh pleksus kapilaris (kiesselbach)

 Menyaring udara yang terhirup dan membersihkan dari benda


asing

 Sebagai rongga resonansi pembentukan bunyi

 Sebagai organ penghidu (reseptor olfaktorius)


Respirasi

 Respirasi mencakup 2 proses yang terpisah tapi berkaitan, yaitu :

1) Respirasi Eksternal
adalah seluruh rangkaian pertukaran O2 dan CO2 antara lingkungan
eksternal dan sel tubuh.

2) Respirasi Selular
adalah proses-proses metabollik intrasel yang dilaksanakan di dalam
mitokodria, yang menggunakan O2 dan menghasilkan CO2 selagi
mengambil energy dari molekul nutrient.
1. Udara secara bergantian dimasukkan ke dalam dan dikeluarkan
dari paru sehingga udara dapat dipertukarkan Antara atmosfer
(lingkungan eksternal) dan kantong udara (alveolus) paru melalui
proses bernapas atau ventilasi.

2. O2 dan CO2 dipertukarkan antara udara di alveolus dan darah di


dalam kapiler pulmonal melalui proses difusi.

3. Darah mengangkut O2 dan CO2 antara paru dan jaringan.

4. O2 dan CO2 dipertukarkan antara sel jaringan dan darah melalui


proses difusi menembus kapiler sistemik (jaringan).

Sistem respirasi hanya mencakup langkah 1 dan 2, sedangkan system


sirkulasi terlibat dalam langkah 2, dan melaksanakan langkah 3 dan 4.
Ventilasi Pulmonal
1) Inspirasi

 Proses masuknya udara ke paru-paru (menghirup napas) secara aktif,


menggunakan otot untuk mengembangkan rongga thorax.
2) Ekspirasi

 Proses keluarnya udara dari paru-paru secara pasif, tidak menggunakan


otot-otot pernapasan (kecuali ada sumbatan)
Fungsi Non-Respiratorik Sistem
Respirasi
 Rute untuk mengeluarkan air dan eliminasi panas

 Meningkatkan aliran balik vena

 Membantu menyeimbangkan asam-basa normal dengan mengubah


jumlah CO2 penghasil H+ yang dikeluarkan

 Memungkinkan untuk berbicara, menyanyi, dan vokalisasi lain

 Merupakan system pertahanan terhadap benda asing yang terhirup

 Hidung, sebagai organ respirasi, berfungsi juga sebagai organ penghidu.


Volume dan Kapasitas Paru-
paru
Volume Kapasitas
 Volume Tidal (VT)  Kapasitas Inspirasi (VT + VCR)

 Volume Cadangan Respirasi  Kapasitas Residu Fungsional (VCE


(VCR) + VR)

 Volume Cadangan Ekspirasi  Kapasitas Vital (VCR + VT + VCE)


(VCE)
 Kapasitas Paru Total (Kapasita Vital
 Volume Residu (VR) + VR)
Spirometri
Definisi :
 Spirometri adalah Alat untuk mengukur ventilasi dalam
bentuk volume statik dan volume dinamik paru dan tes
fungsi paru yang paling sering digunakan untuk menapis
(screening) penyakit paru.

 Indikasi lain penggunaan spirometri adalah untuk


menentukan kekuatan dan fungsi dada, mendeteksi
berbagai penyakit saluran pernapasan terutama akibat
pencemaran lingkungan dan asap rokok.
Prinsip Dasar :

Prinsip dasar spirometri: mengukur


volume dan flow rate

2 tipe : 1.volumetric spirometer


2.flow type spirometer
Tujuan :
 Menilai status faal paru (normal, restriksi, obstruksi, campuran)

 Menilai manfaat pengobatan

 Memantau perjalanan penyakit

 Menentukan prognosis

 Menentukan toleransi tindakan bedah


Fungsi :

Mendiagnosis paru-paru normal

Penyakit paru-paru obstruktif

Penyakit paru-paru restriktif


Biokimia Respirasi
Tujuan Respirasi

 Respirasi adalah proses pertukaran gas O2 dari


atmosfer dengan CO2 sebagai hasil samping
metabolisme dalam tubuh.

 Tujuan
1. Memperoleh O2 untuk metabolisme seluler
2. Mengeluarkan CO2 sebagai hasil samping
metabolisme
3. Regulasi pH darah
Terdapat 3 jalur pasokan atp
tambahan yang diperlukan

 1. Transfer dari fosfat berenergi tinggi dari kreatin


fosfat ke ATP
 2. Fosforilasi Oksidatif
 3. Glikolisis
Mekanisme
pertukaran gas
Protein pengikat o2

 Hemoglobin

 Myoglobin

 Cytochrome
Transport
O2 dan Co2
Keseimbangan asam basa darah

 Agar reaksi kimia dapat berjalan lancar pH darah harus


dipertahankan dalam kisaran 7.35 – 7.45

 Untuk mempertahankan kisaran pH tersebut maka berperan


1. sistem buffer
2. respirasi
3. ginjal

 Jika pH darah berada di bawah 7.35  acidosis


 Jika pH darah berada di atas 7.45  alkalosis
Gangguan keseimbangan asam dan
basa

 Alkalosis Respiratory
- disebabkan oleh hyperventilasi
- jumlah CO2 dalam plasma menurun  PCO2 menurun  pH naik
- tindakan : pemberian CO2 atau udara habis nafas
Alkalosis Metabolik

 Acidosis Respiratory
- disebabkan hypoventilasi
- jumlah CO2 dalam plasma meningkat  PCO2 meningkat  pH turun
- tindakan : pemberian HCO3 via intravena
Asidosis Metabolik
Terdapat 3 jalur pasokan atp
tambahan yang diperlukan

 1. Transfer dari fosfat berenergi tinggi dari kreatin


fosfat ke ATP
 2. Fosforilasi Oksidatif
 3. Glikolisis