Anda di halaman 1dari 21

Materi 2 :

1. Tarif PPN
2. Dasar Pengenaan Pajak
3. Hubungan Istimewa
4. Tempat Pajak Terutang
5. Saat Terutang PPN
Berapa Tarif PPN?
Perubahan Mulai TARIF
1- 04-2010
10% PENYER. BKP/JKP

PPN
(Ps. 7) EKSPOR BKP BERWUJUD

0% EKSPOR BKP TIDAK BERWUJUD

TARIF
PAJAK EKSPOR JKP

PENYER.
10% - 200% BKP TERGOL. MEWAH
PPnBM
(Ps. 8)

EKSPOR
0% BKP TERGOL. MEWAH
3
Tax = Tax Base x tariff

PPN terutang = DPP x tarif PPN


Apa yang dimaksud dengan Dasar
Pengenaan Pajak (DPP)?
Dasar Pengenaan Pajak adalah jumlah
Harga Jual, Penggantian, Nilai Impor,
Nilai Ekspor, atau Nilai lain yang dipakai
sebagai dasar untuk menghitung pajak
yang terutang

Pasal 1 angka 17 UU No 42 2009


No DPP Pengertian
1 Harga Jual nilai berupa uang, termasuk semua biaya yang diminta atau
seharusnya diminta oleh penjual karena penyerahan Barang
Kena Pajak, tidak termasuk Pajak Pertambahan Nilai yang
dipungut menurut Undang-undang ini dan potongan harga yang
dicantumkan dalam Faktur Pajak
2 Penggantian nilai berupa uang, termasuk semua biaya yang diminta atau
seharusnya diminta oleh pemberi jasa karena penyerahan Jasa
Kena Pajak, ekspor JKP, ekspor BKP TB, tidak termasuk pajak
yang dipungut menurut Undang-undang ini dan potongan harga
yang dicantumkan dalam Faktur Pajak
3 Nilai Impor nilai berupa uang yang menjadi dasar penghitungan bea masuk
ditambah pungutan berdasarkan ketentuan dalam peraturan
perundangundangan yang mengatur mengenai kepabeanan dan
cukai untuk impor Barang Kena Pajak, tidak termasuk Pajak
Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan Barang Mewah yang
dipungut menurut Undang-Undang ini

4 Nilai Ekspor berupa uang, termasuk semua biaya yang diminta atau
seharusnya diminta oleh eksportir
DASAR PENGENAAN PAJAK
(Ps. 1 angka 17 , 18, 19, 20, 26 UU PPN 1984 jo PMK No. 75/PMK.03/2010, jo PMK 75/PMK.03/2015,
PMK 102/PMK.011/2011; 30/PMK.03/2014

HARGA PENGGAN DPP


NILAI NILAI
JUAL TIAN IMPOR EKSPOR
EMAS PERHIASAN & JASA TERKAIT
EMAS PERHIASAN NILAI LAIN
20% X HARGA JUAL/N.PENGGANTIAN

PEMAKAIAN SENDIRI / PENY. BKP KPD PEDAG. PERANTARA


HARGA YG DISEPAKATI
PEMBERIAN CUMA-CUMA
HARGA JUAL/PENGGANTIAN -
LABA KOTOR PENY. BKP MELALUI JURU LELANG
HARGA LELANG
FILM CERITA
HASIL RATA-RATA PER JUDUL FILM
BIRO PERJALANAN WISATA & PENGIR. PAKET
PRODUK HASIL TEMBAKAU. 10% X JML YG (SEHARUSNYA) DITAGIH
HARGA JUAL ECERAN
penyerahan jasa pengurusan transportasi
PERSEDIAAN dan /AKTIVA YG MNRT TUJ.
(freight forwarding)
SEMULA TDK UTK DIPERJUALBELIKAN
10% X JML YG (SEHARUSNYA) DITAGIH
YG MSH TERSISA PD SAAT PEMBUB. PERUS.
HARGA PASAR WAJAR
PEMANFAATAN BKP TIDAK BERWUJUD DARI
PENY. BKP DARI PUSAT KE CAB. LUAR DAERAH PABEAN BERUPA FILM CERITA IMPOR
& SEBALIKNYA & ANTAR CAB. dan PENYERAHAN FILM CERITA IMPOR
8
HARGA POKOK PENJUALAN RP. 12 JT per Copy Film
CONTOH CARA MENGHITUNGPPN YANG TERUTANG
Penjelasan Ps. 9(1)

PENJUALAN TUNAI BKP OLEH PKP “A”


- HARGA JUAL = Rp. 25.000.000
- PPN TERUTANG 10% X Rp 25.000.000 = Rp. 2.500.000

PPN Rp. 2.500.000 MERUPAKAN :


* PAJAK KELUARAN YG DIPUNGUT OLEH PKP “A” DAN
* PAJAK MASUKAN YG DIBAYAR OLEH PEMBELI BKP

3. IMPOR BKP

- NILAI IMPOR = Rp.15.000000


- PPN TERUTANG 10 % X Rp.15.000.000 = Rp. 1.500.000

PPN Rp. 1.500.000 YANG DIPUNGUT MELALUI DJBC, MERUPAKAN PAJAK


MASUKAN YANG DIBAYAR OLEH PIHAK YANG MENGIMPOR BKP TSB.
Apa yang dimaksud Hubungan
Istimewa?
HUBUNGAN ISTIMEWA
Ps. 2 ayat (1)

DALAM HAL HARGA JUAL/PENGGANTIAN LEBIH RENDAH


DARI HARGA PASAR WAJAR KARENA PENGARUH
HUBUNGAN ISTIMEWA
MAKA

HARGA JUAL ATAU PENGGANTIAN

SEBAGAI DPP DIHITUNG ATAS DASAR

HARGA PASAR WAJAR

PADA SAAT PENYERAHAN BKP/JKP

DILAKUKAN
HUBUNGAN ISTIMEWA DIANGGAP ADA DALAM HAL
Ps. 2 ayat (2)

HARGA JUAL ATAU PENGGANTIAN


YANG MENJADI DASAR PENGENAAN PAJAK
DITEKAN LEBIH RENDAH DARI
HARGA PASAR WAJAR

YANG DISEBABKAN OLEH :

1. FAKTOR KEPEMILIKAN ATAU PENYERTAAN LANGSUNG ATAU TIDAK LANGSUNG


SEBESAR 25% ATAU LEBIH PADA PENGUSAHA LAINNYA, ATAU HUBUNGAN ANTARA
PENGUSAHA DENGAN PENYERTAAN 25% ATAU LEBIH

2. FAKTOR PENGUASAAN MELALUI MANAJEMEN


ATAU PENGGUNAAN TEKNOLOGI

3. FAKTOR HUBUNGAN KELUARGA, SEDARAH DAN


SEMENDA DALAM GARIS KETURUNAN LURUS
SATU DERAJAT DAN KESAMPING SATU DERAJAT
CONTOH FAKTOR
KEPEMILIKAN / PENYERTAAN
(DALAM HUBUNGAN ISTIMEWA)

PENYERTAAN
LANGSUNG (PL) PT D
PT A
> 25 %

P
> 50 %
L P
T
P L P
T PT B T
L L
P
> 50 %
L

PT C

PTL = PENYERTAAN TIDAK LANGSUNG


CONTOH FAKTOR
PENGUASAAN MANAJEMEN
DAN TEKNOLOGI
(DALAM HUBUNGAN ISTIMEWA)

APABILA LEBIH DARI SATU ATAU BEBERAPA PERUSAHAAN


BERADA DI BAWAH PENGUASAAN PENGUSAHA YANG SAMA
DALAM BIDANG MANAGEMEN DAN TEKNOLOGI, MAKA
DIANGGAP ADA HUBUNGAN ISTIMEWA

CONTOH :
- PT. A SELAKU PERUSAHAAN REAL ESTAT
MENEMPATKAN TENAGA AHLI PEMASARANNYA PADA
PT. B YANG JUGA PERUSAHAAN REAL ESTAT.
- ANTARA PT. A DENGAN PT. B DIANGGAP TELAH
TERJADI HUBUNGAN ISTIMEWA
CONTOH FAKTOR
HUBUNGAN KELUARGA
(DALAM HUBUNGAN ISTIMEWA)

SEDARAH SEMENDA

AYAH
MERTUA
+
PKP
IBU

10 10 KE ATAS 10 KE ATAS 10
KE KE
SAUDARA
SAM PKP + ISTRI SAM IPAR PKP
KANDUNG PING PING

10 KE BAWAH 10 KE BAWAH

ANAK ANAK
KANDUNG TIRI PKP

SEDARAH SEMENDA
Dimana tempat pajak (PPN)
terutang?
TEMPAT TERUTANGNYA PAJAK
Ps. 12 ayat (1), (3), (4)

PEMANFAATAN
BKP TDK BERWUJUD/
PKP IMPOR JKP DARI LUAR
DAERAH PABEAN

TEMPAT TINGGAL/
TEMPAT KEDUDUKAN/
• TEMPAT TINGGAL,
TEMPAT KEGIATAN
• TEMPAT KEDUDUKAN,
• TEMPAT KEGIATAN
TEMPAT BKP USAHA DARI
DIMASUKKAN ORANG PRIBADI/
USAHA DILAKUKAN,
DAN DIPUNGUT BADAN YG MEMANFAATKAN
• TEMPAT LAIN YANG DITETAPKAN
BKP TDK BERUJUD/
OLEH DIRJEN PAJAK MELALUI DJBC
JKP DARI LUAR
DAERAH PABEAN
TERSEBUT
Ps. 12 (1)
Ps. 12 (3) Ps. 12 (4)
PEMUSATAN TEMPAT
TERUTANGNYA PAJAK
Ps. 12 ayat (2)

APABILA PKP TERUTANG PAJAK PADA LEBIH DARI SATU TEMPAT KEGIATAN
USAHA, DAPAT MENGAJUKAN PERMOHONAN KEPADA DIRJEN PAJAK
UNTUK MEMILIH SATU TEMPAT ATAU LEBIH SEBAGAI TEMPAT
TERUTANGNYA PAJAK
Kapan saat terutangnya pajak
(PPN)?
SAAT TERUTANGNYA PAJAK
Ps. 11 ayat (1), (2), (4)

TERJADI PADA SAAT :

PENYERAHAN BKP/JKP
IMPOR BKP

11 (1) DIMULAINYA PEMANFAATAN BKP TDK BERWUJUD / JKP DARI


LUAR DAERAH PABEAN DI DALAM DAERAH PABEAN

EKSPOR BARANG KENA PAJAK

SAAT PEMBAYARAN APABILA PEMBAYARAN DITERIMA SEBELUM :


11 (2)

PEMANFAATAN BKP TDK BERWUJUD/JKP


PENYERAHAN
DARI LUAR DAERAH PABEAN DI DALAM
BKP / JKP
DAERAH PABEAN

11 (4) SAAT LAIN YG DITETAPKAN OLEH DIRJEN PAJAK


Terima Kasih....