Anda di halaman 1dari 37

MERUMUSKAN DIAGNOSA

MASALAH AKTUAL, DIAGNOSA


ATAU MASALAH POTENSIAL
• Proses manajemen kebidanan diawali dari
mengumpulkan semua data yang dibutuhkan
untuk menilai keadaan klien secara
keseluruhan. Berasal dari data-data dasar
tersebut baik subjektif maupun objektif
dilakukan interpretasi kemudian diproses
menjadi masalah atau diagnosis khusus.
• Diagnosa kebidanan adalah diagnosa yang
ditegakkan oleh bidan dalam lingkup praktek
kebidanan dan memenuhi standar diagnosa
kebidanan yang terdiri dari diakui dan telah
disyahkan oleh profesi, berhubungan langsung
dengan praktek kebidanan, memiliki ciri khas
kebidanan, didukung oleh clinical dalam
praktek kebidanan dan dapat diselesaikan
dengan pendekatan manajemen kebidanan.
• Rumusan diagnosa dan masalah keduanya
digunakan karena masalah tidak dapat
didefinisikan seperti diagnosa tetapi tetap
membutuhkan penanganan. Masalah sering
berkaitan dengan hal-hal yang sedang dialami
oleh wanita yang diidentifikasi oleh bidan
sesuai dengan hasil pengkajian. Masalah juga
sering menyertai diagnosa.
Merumuskan Diagnosa Atau Masalah
Aktual Masa Nifas
• Berasal dari data – data dasar yang di kumpulkan
menginterpretasikan data kemudian diproses
menjadi masalah atau diagnosis khusus. Kata
masalah dan diagnosis sama – sama digunakan
karena beberapa masalah tidak dapat
diidentifikasikan dalam mengembangkan rencana
perawatan kesehatan yang menyeluruh. Masalah
sering berkaitan dengan bagaimana ibu
menghadapi kenyataan tentang diagnosisnya dan
ini seringkali bisa diidentifikasi berdasarkan
pengalaman bidan dalam mengenali masalah
seseorang.
• Dalam perumusan diagnosa atau masalah
aktual pada masa nifas terbagi dalam
beberapa pokok bahasan diantaranya, nyeri,
infeksi, masalah cemas, perawatan perineum,
perawatan payudara, masalah ASI eksklusif,
masalah KB, gizi ibu nifas, tanda-tanda bahaya
pada masa nifas, senam nifas dan cara
menyusui.
. Masalah Nyeri
• Gangguan rasa nyeri pada masa nifas banyak
dialami meskipun pada persalinan normal
tanpa komplikasi. Hal tersebut menimbulkan
tidak nyaman pada ibu, ibu diharapkan dapat
mengatasi gangguan ini dan member
kenyamanan pada ibu. Gangguan rasa nyaeri
yang dialami ibu antara lain:
• a. After pains / keram perut. Hal ini disebabkan
kontraksi dalam relaksasi yang terus menerus
pada uterus. Banyak terjadi pada multipara.
Anjurkan untuk mengosongkan kandung kemih,
tidur tengkurap dengan bantal dibawah perut
beri analgestik.
b. Pembengkakan payudara.
c. Nyeri perineum.
d. Konstipasi.
e. Haemoroid.
f. Deuresis
• Nyeri setelah melahirkan disebabkan oleh :
1) Kontraksi dan relaksasi uterus berurutan
yang terjadi secara terus – menerus.
2) Penurunan tonus otot uterus secara
bersamaan menyebabkan intermitten (
sebentar – sebentar ). Berbeda pada wanita
primipara, yang tonus uterusnya masih kuat
dan uterus tetap berkontraksi tanpa relaksasi
intermitten.
• 3) Pada wanita menyusui, isapan bayi
menstimulasi produksi oksitosin oleh hipofisis
posterior. Pelepasan oksitosin tidak memicu
refleks let down (pengeluaran asi) pada
payudara, tetapi juga menyebabkan kontraksi
uterus.
• Nyeri setelah melahirkan akan hilang jika
uterus tetap berkontraksi dengan baik, yang
memerlukan kandung kemih kosong. Ibu harus
diingatkan bahwa pengisian kandung kemih
yang sering seiring tubuhnya mulai
membuang kelebihan cairan setelah
melahirkan akan menyebabkan kebutuhan
berkemih yang sering.
Potensial terjadi nyeri pada ibu nifas
• 1. Mules-mules sesudah partus.
2. Berlangsung 2-3 hari post partum.
3. Lebih terasa saat menyusui.
4. Timbul bila terdapat sisa-sisa selaput
ketuban, sisa plasenta, gumpalan darah dalam
cavum uteri.
Infeksi
• Infeksi nifas adalah infeksi-peradangan pada
semua alat genetalia pada masa nifas oleh
sebab apapun dengan ketentuan
meningkatnya suhu tubuh melebihi 38oC
tanpa menghitung hari pertama dan berturut-
turut selama dua hari.
• Sumber terjadinya infeksi kala nifas adalah
manipulasi penolong yang terlalu sering
melakukan pemeriksaan dalam dan penggunaan
alat yang kurang steril, infeksi nosokomial,
hubungan seks menjelang persalinan atau sudah
terdapat infeksi intrapartum, persalinan lama
terlantar, ketuban pecah lebih dari 6 jam,
terdapat pusat infeksi dalam tubuh (fokal infeksi).
Data dasar subjektif : luka yang semakin nyeri dan
badan panas dingin.
• Data objektif bisa diamati dari :
1. Vital sign (adanya peningkatan suhu,
frekuensi nadi, dan pernafasan).
2. Inspeksi : adanya tanda-tanda infeksi pada
luka jahitan.
a. Dolor : Perubahan Rasa (Nyeri).
b. Kalor : Perubahan suhu (meningkat).
c. Rubor : Perubahan warna kulit (memerah).
d. Functio laesa : Gangguan fungsi tubuh.
e. Tumor : Perubahan bentuk.
• Potensial yang terjadi secara umum pada infeksi
ibu nifas :
• 1) Demam merupakan gejala klinis terpenting
untuk mendiagnosis metritis, dan suhu tubuh
penderita umumnya berkisar melebihi 38oc –
39oc. Demam yang terjadi sering juga disertai
menggigil, yang harus diwaspadai sebagai
tanda adanya bakteremia yang bisa terjadi
pada 10-20% kasus. Demam biasanya timbul
pada hari ke-3 disertai nadi yang cepat.
• 2) Penderita biasanya mengeluh adanya nyeri
abdomen yang pada pemeriksaan
bimanual teraba agak membesar, nyeri,
dan lembek.
3) Lokhia yang berbau menyengat sering
disertai dengan timbulnya metritis, tetapi
bukan merupakan tanda pasti. Pada infeksi
hemolitik streptokokus sering disertai
lokhia bening yang tidak berbau.
• Selain tanda-tanda klinik diatas ada juga
infeksi lokal dan infeksi general.
Infeksi lokal:
a. Pembengkakan luka Episiotomi.
b. Bernanah.
c. Perubahan warna lokal.
d. Pengeluaran lokhea bercampur nanah.
e. Mobilitas terbatas karena rasa nyeri.
f. Temperatur badan dapat meningkat
• Infeksi general:
a. Tampak sakit dan lemah.
b. Temperatur meningkat diatas 39oc.
c. Tekanan darah dapat menurun dan nadi
menigkat.
d. Pernafasan dapat meningkat dan nafas terasa
sesak
e. Kesadaran gelisah sampai menurun dan koma.
f. Terjadi gangguan involusi uterus
g. Lokhea berbau, bernanah serta kotor
• Dengan gambaran klinis tersebut, bidan dapat
menegakkan diagnosis infeksi kala nifas. Pada
kasus dengan infeksi ringan, bidan dapat
memberikan pengobatan, sedangkan pada
infeksi kala nifas yang berat sebaiknya bidan
berkonsultasi atau merujuk penderita.
• 3. Masalah Cemas, Perawatan Perineum, Payudara,
ASI Eksklusif.
• a. Masalah Cemas
Rasa cemas ini sering timbul pada ibu masa nifas karna
perubahan fisik dan emosi masih menyesuaikan diri
dengan kehadiran bayi. Pada periode ini tersebut”
masa krisis”karena memerlukan banyak perubahan
perilaku, nilai peran. Tingkat kecemasan akan berbeda
antara satu dengan yang lain. Bidan harus bersikap
empati dalam memberikan support mental pada ibu
untuk mengatasi kecemasa
Potensial terjadi masalah cemas pada ibu nifas :
1) Postpartum Blues
– Reaksi depresi.
– SedihDisforia
– Menangis
– Mudah tersinggun atau iritabilitas, Cemas,
Labil perasaan, Cendrung menyalahkan diri
sendiri, Gangguan tidur dan gangguan nafsu
makan.
• Gejala afektif yang ringan terjadi mulai 2
sampai 3 hari post partum dan mencapai
puncaknya pada 5 sampai 7 hari post partum
dan mulai berkurang pada minggu ke 2
(ambulatory obstetri, 2001).
– Ditandai dengan gejala-gejala seperti reaksi
depresi/sedih/ menangis mudah tersinggung,
hilang nafsu makan, gangguan tidur
(irritabilitas) cepat lelah, cemas dan merasa
kesepian .
• 2) Depresi postpartum
Gejala yang menonjol dalam depresi post
partum adalah trias depresi yaitu:
– Berkurangnya energi.
– Penurunan efek.
– Hilang minat (anhedonia)
– Ling dan Duff(2001) mengatakan bahwa
gejala depresi post partum yang dialami 60%
wanita mempunyai karateristik dan spesifik
antara lain :
• 1. Trauma terhadap intervensi medis yang
terjadi.
2. Kelelahan dan perubahan mood.
3. Gangguan nafsu makan dan gangguan tidur.
4. Tidak mau berhubungan dengan orang lain.
5. Tidak mencintai bayinya dan ingin menyakiti
bayinya atau dirinya sendiri.
• 3) Post Partum Psikosa
Gejala yang sering terjadi adalah:
– Delusi
– Halusinasi
– Gangguan saat tidur.
– Obsesi mengenai bayi.
• b. Perawatan Perineum
Penentuan adanya masalah ini pada ibu nifas
didasarkan pada belum mampunya ia untuk
melakukan perawatan perineumnya secara
mandiri, Oleh karena itu, bidan berperan
menjelaskan pada ibu dan suaminya tentang
perawatan perineum selama masa nifas :
• 1) Anjurkan ibu untuk tidak menggunakan
tampon pasca partum karena resiko infeksi,
usahakan luka selalu dalam keadaan kering
dan hindari menyentuh luka dengan tangan.
2) Jelaskan perkembangan perubahan lochea dari
rubra ke serosa hingga menjadi lochea alba.
3) Anjurkan ibu untuk menyimpan dan
melaporkan bekuan darah yang berlebihan
serta pembalut yang dipenuhi darah banya
• 4) Ajari ibu cara mengganti pembalut setiap
kali berkemih atau defekasi dan setelah mandi
pancuran atau berendam.
5) Ibu dapat menggunakan kompres es segera
mungkin dengan menggunakan sarung tangan
atau bungkus es untuk mencegah edema.
6) Ajari ibu untuk menggunakan botol
perineum yang diisi air hangat.
7) Ajari pentingnya membersihkan perineum
dari arah depan kearah belakang untuk
mencegah kontaminasi.
8) Ajari langkah-langkah memberikan rasa
nyaman pada area hemorrhoid.
9) Jelaskan pentingnya mengosongkan kandung
kemih secara adekuat.
10) Identifikasi gejala ISK. Jelaskan pentingnya
asupan cairan adekuat setiap hari.
• c. Masalah Payudara
Data dasar subjektif pada masalah ini dapat
berupa keluhan nyeri pada payudara, badan
terasa demam dan dingin, atau pasien tidak
dapat menyusui karena putingnya masuk
kedalam, karena itu data dasar objektifnya
dapat berupa putting susu tidak menonjol,
adanya mastitis/abses payudara ataupun
payudara bengkak (bendungan ASI).
• Saat suplai susu masuk ke dalam payudara,
pembesaran payudara mulai terasa berat,
distensi, tegang dan nyeri tekan saat disentuh.
Puting payudara menjadi lebih keras dan
menyulitkan bayi untuk menghisapnya. Bagi
beberapa wanita nyeri tersebut dirasa sangat
menyakitkan ditambah bayi sulit menyusu atau
jika ia tidak menggunakan penyangga payudara
dengan baik.
• Tindakan menurunkan nyeri tergantung pada
apakah wanita menyusui. Untuk wanita yang
tidak menyusui, tindakan ditujukan terhadap
pemulihan ketidaknyamanan dan penghentian
laktasi misalnya dengan kompres hangat dan
bebat payudara.
• d. Masalah yang ada kaitannya dengan ASI
eksklusif
Bayi bingung puting
Tanda dan gejala :
1. Bayi menghisap puting seperti menghisap dot.
2. Menghisap sebentar-sebantar.
3. Bayi menolak menyusu pada ibu

• ASI eksklusif yaitu ASI yang diberikan kepada
bayi sejak umur 0 hari sampai 6 bulan tanpa
makanan tambahan apapun. Dalam
pelaksanaannya, program ASI eksklusif juga
akan ditemui beberapa masalah.
• Data dasar objektif dapat berupa :
1) Adanya kelainan pada payudara.
2) Pasien kurang semangat ketika dibimbing
cara menyusui yang benar.
3) Ekspresi wajah menunjukkan bahwa pasien
kurang suka diberikan bimbingan cara
menyusui yang benar.
4. Masalah KB, Gizi, Tanda Bahaya, Senam,
Menyusui.
• a. Masalah KB
Data dasar subjektif dapat berupa :
1) Pasien mengatakan tidak ingin memakai
alat kontrasepsi, tapi juga ingin menunda
kehamilan berikutnya.
2) Pasien mengatakan tidak tahu sama sekali
tentang alat kontrasepsi.
3) Pasien mengatakan pernah memakai
beberapa alat kontrasepsi, tapi rata-rata tidak
cocok.

Anda mungkin juga menyukai