Anda di halaman 1dari 18

PROPOSAL PENELITIAN


HUBUNGAN MANAJEMEN WAKTU DENGAN PRODUKTIVITAS
KERJA PERAWAT PELAKSANA DI RUMAH SAKIT UMUM INSANI
TAHUN 2017

OLEH :

 BILLY HENDRAWAN MANIK


 NIM :130106114

PROGRAM STUDI S-1 KEPERAWATAN


 STIKES PUTRA ABADI LANGKAT
 ST A B AT
 2017
1.1. Latar Belakang
Waktu merupakan sumber daya yang unik. Waktu harus
dihabiskan pada angka 60 detik setiap menit. Waktu salah satu
sumber pendapatan yang tidak dapat diganti, tidak dapat
disimpan. Seseorang tidak mungkin mendapatkan waktu yang
dia butuhkan meskipun mengeluarkan biaya. Waktu hanya
dapat dimanfaatkan secara optimal atau disia-siakan oleh
seseorang, organisasi atau bangas.
Manajemen waktu dapat mengidentifikasi dan memusatkan
perhatian pada kegiatan yang dibutuhkan dalam
menyelesaikan tugas dan tujuan. Hal ini penting bagi perawat
dan manajer keperawatan, dimana perlu berorganisasi dan
menjadi produktif dalam waktu pribadi dan juga kebutuhan
untuk mengelola dan mengkoordinasikan pekerjaan orang
lain
Manajemen waktu yang baik merupakan motor
penggerak dan pendorong bagi perawat untuk bekerja,
sehingga sewaktu bekerja perawat akan lebih
bersemangat dan tidak lekas bosan dengan pekerjaan
yang dikerjakan dan seiring dengan hal ini dapat
meningkatkan produktifitas kerja .
Peningkatan produktivitas kerja perawat di rumah sakit
tidak hanya dilihat dari aspek kuantitas asuhan yang
dihasilkan, tetapi juga dapat dilihat dari aspek kualitas.
Ciri-ciri perawat yang produktif meliputi tindakan
konstruktif, percaya diri, mempunyai rasa tanggung
jawab, memiliki rasa cinta terhadap pekerjaannya,
mempunyai pandangan ke depan, mampu
menyelesaikan persoalan dengan memanfaatkan waktu
yang ada, serta dapat menyesuaikan diri dengan
lingkungan yang berubah, mempunyai konstribusi
positif terhadap lingkungan, dan mempunyai kekuatan
untuk mewujudkan potensinya
Meningkatkan produktivitas kerja perawat pelaksana menejer rumah sakit
perlu mengembangkan program-program peningkatan produktivitas. Program
peningkatan produktivitas kerja perawat yang bisa dilakukan menejer rumah
sakit melalui program kerjasama kelompok (tim), penggunaan metode-
metode asuhan keperawatan dalam melaksanakan kegiatan kerja, program
mekanisasi dan komputerisasi, program pemberian berbagai insentif, dan
program pelatihan dan pendidikan

 Manajemen waktu perawat dalam melakukan tugasnya dapat


mempengaruhi produktivitas kerja dimana manajemen waktu
yang baik menghasilkan produktivitas kerja yang produktif dan
manajeman waktu yang kurang baik menghasilkan produktivitas
yang kurang produktif. Kebiasaan mengatur atau mengelola waktu
merupakan upaya untuk memanfaatkan waktu sebaik-baiknya
dalam mengasilkan produktivitas kerja perawat.
1.2. Perumusan Masalah

Berdasarkan permasalahan di atas maka


peneliti ingin melakukan penelitian
tentang bagaimana hubungan
manajemen waktu dengan produktivitas
kerja perawat pelaksana di Rumah Sakit
Umum Insani tahun 2017.
1.3. Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui hubungan


manajemen waktu dengan
produktivitas kerja perawat
pelaksana di Rumah Sakit Umum
Insani tahun 2017.
2.1. Manajemen Waktu
 Manajemen waktu dalam keperawatan adalah
bagaimanakah seorang perawat bisa
menggunakan waktu seefektif dan seefisien
mungkin dalam melaksanakan tugas yang telah
diberikan untuk merencanakan, mengorganisir,
mengarahkan serta mengawasi sumber sumber
yang ada baik sumber daya maupun sumber
dana sehingga dapat memberikan pelayanan
keperawatan yang efektif dan efisien kepada
individu, keluarga dan masyarakat
2. 2 Produktivitas Kerja

Produktivitas kerja adalah hubunagn antara


keluaran atau hasil organisasi dengan
masukan yang diperlukan. Produktivitas
dapat dikuantifikasikan dengan membagi
keluaran dengan masukan. Menaikkan
produktivitas dapat dilakukan dengan
memperbaiki rasio produktivitas, dengan
menghasilkan lebih banyak keluaran atau
output yang lebih baik dengan tingkat
masukan sumber daya tertentu
2. 3 Perawat
Perawat adalah suatu profesi yang mempunyai fungsi
autonomi yang didefinisikan sebagai fungsi profesional
keperawatan. Fungsi profesional yaitu membantu
mengenali dan menemukan kebutuhan pasien yang
bersifat segera. Itu merupakan tanggung jawab perawat
untuk mengetahui kebutuhan pasien dan membantu
memenuhinya. Dalam teorinya tentang disiplin proses
keperawatan mengandung elemen dasar, yaitu perilaku
pasien, reaksi perawat dan tindakan perawatan yang
dirancang untuk kebaikan pasien
Jenis penelitian bersifat kuantitatif dengan desain
penelitian cross sectional dimana variabel dependen
dan variabel independen diukur pada waktu yang
bersamaan tentang hubungan manajemen waktu dengan
produktivitas kerja perawat pelaksana di Puskesmas Simpang
Kiri Aceh Tamiang
Variabel independen Variabel dependen

Manajemen Produktivitas Kerja


Waktu
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif
dengan desain penelitian cross sectional dimana
variabel dependen dan variabel independen
diukur pada waktu yang bersamaan. Populasi
dalam penelitian ini adalah seluruh perawat di
Rumah Sakit Umum Insani sebanyak 83 orang.
Data yang telah diolah akan dianalisa
secara rumus Chi Square Pada taraf
kepercayaan 95% (p < 0,05), melalui
Analisa Univariat dan Bivariat dihitung
secara manual kemudian disajikan dalam
bentuk tabel distribusi frekuensi dan
dinarasikan berdasarkan referensi yang
relevan dengan penelitian yang dilakukan
4.1. Manajemen Waktu

Tabel 4.2. Distribusi Frekuensi Manajemen Waktu Perawat Pelaksana


di Rumah Sakit Umum Insani tahun 2017
Jumlah
No Manajemen Waktu
Frekuensi (f) Persen (%)
Baik 19 44.2
Cukup 14 32.6
Kurang 10 23.3
Jumlah 43 100
Dari hasil penelitia manajemen waktu perawat pelaksana di Rumah Sakit
Umum Insani mayoritas baik sebanyak 19 orang (44,2%) sedangkan
minoritas kurang sebanyak 10 orang (23,3%).
4.2. Produktivitas Kerja

Tabel 4.3. Distribusi Frekuensi Produktivitas Kerja Perawat


Pelaksana Di Rumah Sakit Umum Insani tahun 2017

Jumlah
No Produktivitas Kerja
Frekuensi (f) Persen (%)
1. Baik 18 41.9
2. Cukup 15 34.9
3 Kurang 10 23.3
Jumlah 43 100

Dari hasil penelitia produktivitas kerja perawat pelaksana di Rumah


Sakit Umum Insani tahun 2017 mayoritas baik sebanyak 18 orang
(41,9%) sedangkan minoritas kurang sebanyak 10 orang (23,3%).
4.3. Hubungan manajemen waktu dengan
produktivitas kerja perawat pelaksana

Tabel 4.4. Hubungan manajemen waktu dengan produktivitas
kerja perawat pelaksana di Rumah Sakit Umum
Insani tahun 2017
 Produktivitas Kerja
Manajemen Baik Cukup Kurang Total
df Sig
Waktu
f % f % f % f %
Baik 8 18,6 4 9,3 7 16,3 19 44,2
Cukup 3 7,0 9 20,9 2 4,7 14 32,6
4 0,025
Kurang 7 16,3 2 4,7 1 2,3 10 23,3
Jumlah 18 41,9 15 34,9 10 23,3 43 100

Hasil uji statistik dengan menggunakan taraf signifikan 0,05 dan maka
diperoleh hasil uji statistik p.value menunjukan bahwa ada hubungan
manajemen waktu dengan produktivitas kerja perawat pelaksanan
dimana nilai p.value = 11,183 pada df = 1 dimana Sig < α (0,025 <
0,05).
 Kesimpulan penelitian ini adalah hubungan
manajemen waktu dengan produktivitas kerja
perawat pelaksana di Rumah Sakit Umum
Insani Stabat tahun 2017.

 Diharapkan kepada perawat dapat merubah


perilaku terhadap manajemen waktu yang
lebih baik sehingga dapat mengasilkan
produktivitas kerja yang baik.