Anda di halaman 1dari 23

UJI KOLIMASI PESAWAT SINAR-X KONVENSIONAL

MENGGUNAKAN COLLIMATOR DAN BEAM ALIGNMENT TEST TOOL


DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD DR. KANUJOSO DJATIWIBOWO
BALIKPAPAN

LILIS SEPTIANA ANDRIANI


1407045001

JURUSAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS MULAWARMAN
SAMARINDA
2018
Latar Belakang

Penggunaan Sinar-X untuk diagnostik

Uji Kesesuaian

ketidaksesuaian luas lapang cahaya kolimator


dengan luas lapang berkas sinar–X serta
penyimpangan titik pusat berkas sinar-X
Tujuan dan Manfaat
Praktek Kerja Lapangan
Manfaat
Tujuan
1. Memperoleh wawasan dan ilmu
1. Untuk melakukan uji kesesuaian luas lapang pengetahuan mengenai bagian-bagian,
cahaya kolimator dengan luas lapang fungsi serta penggunaan pesawat sinar-X
berkas sinar-X dan ketepatan titik pusat konvensional di instalasi radiologi RSUD Dr.
berkas sinar-X pada pesawat sinar-X Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan
konvensional merk Shimadzu di RSUD Dr.
Kanujoso Djatiwibowo menggunakan 2. Mengetahui mekanisme uji kolimasi yang
Collimator Tool dan Beam Alignment Test merupakan salah satu parameter uji
Tool. kesesuaian pesawat sinar-X

2. Untuk mengetahui kelayakan pesawat sinar- 3. Dapat memberikan informasi mengenai


X terkait, dengan membandingkan hasil uji kelayakan pesawat sinar-X konvensional
kolimasi yang didapatkan dengan standar dengan membandingkan hasil uji kolimasi
PERKA BAPETEN No. 9 Tahun 2011 yang didapatkan dengan standar PERKA
tentang Uji Kesesuaian Pesawat Sinar-X BAPETEN No. 9 Tahun 2011 tentang Uji
Radiologi Diagnostik dan Intervensional Kesesuaian Pesawat Sinar-X Radiologi
Diagnostik dan Intervensional
Deskripsi Mitra

RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo bertipe B dengan status non pendidikan, serta sebagai
Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) milik pemerintah Provinsi Kalimantan Timur
yang diresmikan pada tanggal 19 Agustus 1997

Berlokasi di di Jl. Letjend. M.T. Haryono Ring Road Balikpapan Utara, diatas tanah
seluas 24,2 Ha, Sumber Daya Manusia (SDM) RSUD Dr. Kanujoso memiliki tenaga
kerja sebanyak 1.245 orang
Visi dan Misi
RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo

Visi rumah sakit adalah menjadi rumah sakit bertaraf


Internasional dalam pelayanan dan pendidikan.

Misi rumah sakit adalah:


1. Memberikan pelayanan prima yang mengutamakan mutu dan keselamatan pasien.
2. Meningkatkan kinerja rumah sakit yang akuntable, efektif, efisien, transparan dan
beretika serta mensejahterakan karyawan.
3. Terwujudnya pendidikan, pelatihan dan penelitian dalam bidang kesehatan
berbasis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
4. Menjaga kualitas lingkungan rumah sakit yang baik dan sehat.
).

Proses Produksi Sinar-X

sinar-X Bremsstrahlung

Elektron dari
filamen

Atom tungsten
dalam tabung

Elektron dibelokkan
dengan penguragan EK

Gambar Sinar-X Bremstrahlung yang Dihasilkan Gambar Proses Terjadinya Radiasi Sinar-X
Interaksi Elektron dengan Inti Atom Target Karakteristik
Pesawat Sinar-X

Generator Panel kontrol

Tabung Sinar-X

Gambar Susunan Dalam Tabung Sinar-X


Kolimator

Kolimator

Bagian-Bagian Kolimator

Kolimator adalah alat pembatas radiasi dilengkapi dengan pembatas luas lapangan
penyinaran yang dapat diatur dan dapat dijadikan sebagai acuan untuk menentukan titik
tengah sinar-X yang keluar dari bidang target
Uji Kongruensi Kolimasi

Collimator Dan Beam Alignment Test Tool Hasil Uji Kongruensi Kolimasi

Perka BAPETEN : batas toleransi maksimum kongruensi kolimasi adalah (X1+X2),


(Y1+Y2) tidak boleh lebih dari 2% jarak fokus ke bidang film (FFD) dan [(X1+X2) +
(Y1+Y2)] tidak boleh lebih dari 3% jarak fokus ke bidang film (FFD).
Uji Penyimpangan titik pusat

Besarnya penyimpangan ketegak lurusan berkas dapat dihitung dengan persamaan


berikut, dengan 𝜃 adalah sudut penyimpangan:
𝑎𝑏
tan 𝜃 =
𝑎𝑒
𝑑𝑒×𝑎𝑐
𝜃 = 𝑡𝑎𝑛−1
𝑎𝑒×𝑐𝑒
PELAKSANAAN PKL

Waktu dan Tempat: Deskripsi Lingkungan Kerja:

Pelaksanaan (PKL) yaitu dari tanggal


15 Januari 2018 – 09 Maret 2018, di
Instalasi Radiologi RSUD Dr. • alur kerja di instalasi radiologi
Kanujoso Djatiwibowo, Balikpapan,
Kalimantan Timur.
• deskripsi lingkup kerja PKL
Pengambilan Data Uji Kolimasi
mulai

Persiapan alat

Memastikan kedataran
meja

Mengatur posisi tabung dan


kolimator

Mengatur jarak FFD


Pesawat sinar- X konvensional merk
Shimadzu model / Tipe 06/1.2P33306
Mengatur penyinaran lampu kolimator sesuai
dengan luas rectangular collimator test tool
dan titik pusat beam alignment test tool

Dilakukan ekspose

Mengukur penyimpangan

selesai
DATA DAN TABEL HASIL
Pembahasan
Data yang didapat berupa citra, dievaluasi dengan melihat dan mengukur selisih
garis tegas yang terbentuk oleh sumbu X dan sumbu Y hasil penyinaran dengan
garis rectangular (persegi) pada collimator test tool yang kongruen dengan
bidang cahaya kolimator saat pengambilan data. Dilakukan pula evaluasi
dengan mengukur besarnya penyimpangan titik pusat radiasi sinar-x.

Tabel 3.5 sampai 3.12 menunjukan analisis penyimpangan kolimasi bagian


horizontal (Xn) dan bagian vertikal (Yn), dimana pada jarak FFD 80 cm
didapatkan rata rata nilai penyimpangan XFFD adalah 1,458% FFD, untuk nilai
YFFD adalah 0,958% FFD, nilai (Xn + Yn) adalah 2,417% FFD. Pada jarak FFD
90 cm didapatkan nilai rata-rata penyimpangan XFFD adalah 1,092%FFD, untuk
nilai YFFD adalah 0,925% FFD, nilai (Xn + Yn) adalah 2,018% FFD . Pada jarak
FFD 100 cm didapatkan nilai rata-rata XFFD adalah 1,367% FFD, untuk nilai
YFFD adalah 0,833% FFD, nilai (Xn + Yn) adalah 2,20% FFD. Pada jarak FFD
110 cm didapatkan nilai rata-rata XFFD adalah 0,894% FFD, untuk nilai YFFD
adalah 0,651% FFD, nilai (Xn + Yn) adalah 1,545% FFD.
Dapat diketahui bahwa pesawat sinar-X konvensional di RSUD Dr. Kanujoso
Djatiwibowo mengalami penyimpangan kolimasi pada bagian sumbu horizontal
dan vertikal untuk setiap variasi FFD, namun besarnya penyimpangan XFFD,
YFFD, tidak melampaui batas toleransi maksimum yang ditetapkan BAPETEN
No. 9 Tahun 2011 yaitu tidak boleh lebih dari 2% FFD dan (Xn + Yn) tidak
melampaui batas 3% FFD.
Tabel 3.14 menunjukan perhitungan penyimpangan titik pusat berkas sinar-X.
Dimana didapatkan rata-rata sudut penyimpangan pada FFD 80 cm yaitu sebesar
0,724° ± 0,075°, pada FFD 90 cm yaitu sebesar 0,955° ± 0,075°, pada FFD 100
cm yaitu sebesar 0,902° ± 0,076°, dan pada FFD 110 cm yaitu sebesar 1,374° ±
0,078°. Dapat dilihat nilai penyimpangan titik pusat berkas sinar-X yang paling
besar yaitu pada FFD 110 cm..

Hasil pengujian pada semua variasi FFD menunjukan nilai penyimpangan pusat
titik berkas masih dibawah batas toleransi maksimum yang ditetapkan yaitu kurang
dari 3º.
Nilai KTP relative pengukuran cukup besar dikarenakan alat yang digunakan
(mistar) memiliki tingkat ketelitian yang cukup rendah serta keterbatasan penulis
dalam membedakan garis terkecil dari skala ukur pengukuran.

Sesuai dengan pengujian ini, maka pesawat sinar- X konvensional merk


Shimadzu model / Tipe 06/1.2P33306 di RS Dr. Kanujoso Djatiwibowo
Balikpapan, nilai penyimpangan luas lapang berkas sinar-x pada bagian sumbu
horizontal dan vertikal serta penyimpangan titik pusat berkas sinar-X yang masih
dibawah batas toleransi yang ditetapkan badan yang berwenang, sehingga dari
segi kolimasi dan penyinaran pesawat sinar-X tersebut dinyatakan dalam
keadaan baik
Kesimpulan

1. Uji kolimasi pada pesawat sinar-X konvensional merk Shimadzu di RS Dr.


Kanujoso Djatiwibowo dilakukan dengan Collimator dan beam alignment test tool
sebagai alat bantu untuk mengukur besarnya penyimpangan luas lapang berkas
cahaya kolimator dengan luas lapang berkas sinar-X dan menentukan sudut
penyimpangan titik pusat berkas sinar-X. Dengan variasi FFD 80 cm, 90 cm, 100
cm, 110 cm didapatkan rata-rata hasil penyimpangan kolimasi XFFD, YFFD pada
setiap variasi jarak FFD nilainya masih <2 % FFD, paling besar yaitu 1,458% FFD,
untuk (Xn + Yn) nilainya masih <3% FFD, paling besar yaitu 2,417% FFD. Selain
itu, didapatkan rata-rata penyimpangan titik pusat berkas sinar-X setiap variasi
FFD, nilainya <3º yaitu paling besar 1,374º.

2. Pada pesawat sinar-X konvensional ini, berdasarkan hasil uji kolimasi dapat
disimpulkan bahwa dari segi penyinaran kolimator, pesawat sinar-X tersebut
masih layak pakai karena penyimpangan luas berkas untuk XFFD, YFFD masih
dibawah standar toleransi maksmimum yang ditetapkan BAPETEN No. 9 Tahun
2011 yaitu tidak lebih dari 2 % FFD dan untuk (Xn + Yn) yaitu tidak lebih dari 3%
FFD. Serta besar sudut penyimpangan titik pusat berkas juga tidak melebihi
standar yang ditetapkan yaitu tidak melebihi 3º.
Saran

Untuk selanjutnya dapat digunakan parameter uji kesesuaian yang


lainnya seperti uji iluminasi, akurasi tegangan, kebocoran tabung
dan lain-lain, yang juga merupakan parameter yang menjamin
kualitas dan performa pesawat sinar-X konvensional.
Lampiran

Tabung sinar x

Kolimator

Meja pemeriksaan

Pesawat Sinar-X konvensional

collimator dan beam alignment


test tool

Pengambilan Data Uji Kolimasi


Komputer CR

Ekspose Di Ruang Kontrol


Sekian dan Terima kasih