Anda di halaman 1dari 34

DISUSUN OLEH

Resti Ramadhani
PEMBIMBING
Dr. Laila Sylvia Sari,Sp.KJ
Suatu kelompok kondisi heterogen yang
meliputi semua sindroma demensia akibat
iskemik, perdarahan, anoksik atau hipoksik
otak dengan penurunan fungsi kognitif
mulai dari yang ringan sampai paling berat
, penurunanan penilaian, penalaran,
perubahan suasana hati, prilaku dan
kemampuan komunikasi yang kadang
disertai dengan gangguan memori.
Penyakit pembuluh darah
Penyakit gangguan sistem peredaran darah

Aterosklerosis
Trombus

Hipoksik,
Iskemik
Perdarahan
Infark
 Prevalensi demensia vaskular bervariasi antar
negara, tetapi prevalensi terbesar ditemukan di
negara-negara maju.
 Tingkat prevalensi demensia adalah 9 kali lebih
tinggi pada pasien yang telah mengalami stroke.
 The European Community Concerted Action on
Epidemiology and Prevention of Dementia
mendapatkan prevalensi berkisar dari 1,5/100
wanita usia 75-79 tahun di Inggris hingga
16,3/100 laki-laki usia di atas 80 tahun di Italia.
Usia

Jenis kelamin

Hipertensi

Diabetes mellitus

Aterosklerosis

Penyakit jantung

Penyakit arteri perifer

Plak pada arteri carotis interna

Merokok
Demensia vaskular Onset Akut

Demensia Multi infark

Demensia vaskular subkortikal

Demensia vaskuler campuran kortikal dan subkortikal

Demensia vascular lainnya

Demensia vaskuler yang tidak tergolongkan


Penyakit pembuluh darah
Penyakit gangguan sistem peredaran darah

Aterosklerosis
Trombus
Penyakit jantung iskemik
Infark tunggal pada
daerah otak

Infark lakunar

Aterosklerosis Infrak multiple


Trombus
Sindrom Binswanger
Penyakit
Jantung iskemik Angiopati amiloid
serebral

Hipoperfusi
Hematoma
(perdarahan)
 Infark girus angularis
Menimbulkan gejala afasia sensorik, aleksia,
agrafia, gangguan memori, disorientasi spasial
 Infark daerah distribusi arteri serebri posterior
Menimbulkan gejala amnesia disertai agitasi,
halusinasi visual, gangguan visual dan
kebingungan.
 Infark daerah distribusi arteri serebri anterior
Menimbulkan abulia, afasia motorik dan apraksia.
 Infark lobus parietalis
Menimbulkan gangguan kognitif dan tingkah laku
 Lakunar adalah infark kecil, diameter 2-15 mm,
disebabkan kelainan pada small penetrating
arteries di daerah diencephalon, batang otak
dan sub kortikal akibat dari hipertensi.
 Pada sepertiga kasus, infark lakunar bersifat
asimptomatik.
 Apabila menimbulkan gejala, dapat terjadi
gangguan sensorik, transient ischaemic attack,
hemiparesis atau ataksia.
 Bila jumlah lakunar bertambah maka akan
timbul sindrom demensia, sering disertai
pseudobulbar palsy.
 Demensia multi infark merupakan akibat dari
infark multipel dan bilateral.
 Terdapat riwayat satu atau beberapa kali
serangan stroke dengan gejala fokal seperti
hemiparesis/hemiplegi, afasia, hemianopsia.
Pseudobulbar palsy sering disertai disartria,
gangguan berjalan (small step gait), forced
laughing/crying, inkontinensia.
 Computed tomography imaging (CT scan)
otak menunjukkan hipodensitas bilateral
disertai atrofi kortikal, kadang-kadang
disertai dilatasi ventrikel.
 Sindrom Binswanger menunjukkan demensia
progresif dengan riwayat stroke, hipertensi
dan kadang-kadang diabetes melitus.
 Sering disertai gejala pseudobulbar palsy,
gangguan berjalan (gait) dan inkontinensia.
 Terdapat atrofi white matter, pembesaran
ventrikel dengan korteks serebral yang
normal.
 Faktor risikonya adalah small artery diseases
(hipertensi, angiopati amiloid), kegagalan
autoregulasi aliran darah di otak pada usia
lanjut, hipoperfusi periventrikel karena
kegagalan jantung, aritmia dan hipotensi.
Terdapat penimbunan amiloid pada
tunika media dan adventisia arteriola
serebral.

Insidensinya meningkat dengan


bertambahnya usia.

Kadang-kadang terjadi demensia


dengan onset mendadak.
 Henti jantung
 Hipotensi berat
 Hipoperfusi dengan/tanpa gejala oklusi
karotis
 Kegagalan autoregulasi arteri serebral
 Kegagalan fungsi pernafasan.

Kondisi-kondisi tersebut menyebabkan lesi


vaskular di otak yang multipel terutama di
daerah white matter.
Gejala fokal neurologik
• Gejala fokal neurologik dapat berupa gangguan motorik,
gangguan sensorik, dan hemianopsia.
Kelainan neuropsikologik
• Kelainan neuropsikologik berupa gangguan memori
disertai dua atau lebih kelainan kognitif lain seperti
gangguan atensi, bahasa, visuospasial dan fungsi
eksekutif.
Kelaianan neuropsikiatrik.
• Gejala neuropsikiatrik sering terjadi pada demensia
vaskular, dapat berupa perubahan kepribadian (paling
sering), depresi, mood labil, apatis, abulia, tidak adanya
spontanitas.
Diagnostic and Statistical Manual of
Mental Disorder edisi ke empat (DSM-IV)

Pedoman Penggolongan dan Diagnosis


Gangguan Jiwa (PPDGJ III).
Adanya defisit kognitif multiple yang dicirikan oleh
gangguan memori dan satu atau lebih dari gangguan
kognitif berikut ini

• Afasia, Apraksia, Agnosia, Gangguan fungsi eksekutif

Defisit kognitif pada kritria I yang menyebabkan


gangguan fungsi sosial dan okupasional yang jelas

Tanda dan gejala neurologik fokal atau bukti


laboratorium dan radiologi yang membuktikan adanya
perdarahan otak/ infark yang dapat menjelaskan
kaitannya dengan munculnya gangguan
• Terdapat gejala demensia

• Hendaya fungsi kognitif biasanya tidak merata(mungkin


terdapat hilangnya daya ingat, gangguan daya pikir,
gejala neurologis fokal). Daya tilik diri (insight) dan daya
nilai (judgment) secara relatif tetap baik.

• Suatu onset yang mendadak atau deteriorasi yang


bertahap, disertai adanya gejala neurologis,
meningkatkan kemungkinan diagnosa demensia vaskuler.
Pada beberapa kasus, penetapan hanya dapat dilakukan
dengan pemeriksaan CT-Scan atau pemeriksaan
neuropatologis.
• Ct Scan
Pencitraan • MRI

• darah tepi, LED, kadar glukosa,


Laboratorium • tes HIV,
• kolesterol, trigliserida, HDL,LDL

• echocardiography,
Pemeriksaan • arteriografi
Lain • EEG
Terapi untuk demensia vaskular ditujukan
kepada penyebabnya

mengendalikan faktor risiko (pencegahan


sekunder)

terapi untuk gejala neuropsikiatrik dengan


memperhatikan interaksi obat.

Selain itu diperlukan terapi multimodalitas


sesuai gangguan kognitif dan gejala
perilakunya.
Anti Psikosis
• Chlorpromazine  150 – 600 mg /hari
• Haloperidol  5-15 mg /hari
• Perphenazine  12-24 mg /hari
Anti Anxietas
• Diazepam  Oral = 10-30 mg /hari
• IV/IM = 2-10 mg /kali setiap
3-4 jam
• Alprazolam  0,25-0,5 mg /hari
Acetilcholinesterase
Inhibitor

NMDA ( N Metil D Aspartat)


Reseptor Antagonis
1. Obati hipertensi secara optimal
2. Obati diabetes mellitus

3. Tanggulangi hiperlipidemia

4. Anjurkan pasien untuk berhenti merokok dan batasi alkohol

5. Beri antikoagulan bila ada atrial fibrilasi

6. Beri terapi antiagregasi trombosit pada yang beresiko tinggi

7. Gunakan diet untuk mengontrol diabetes, obesitas, dan hiperlipidemia

8. Anjurkan mengubah gaya hidup

9. Intervensi dini pada stroke dan TIA

10. Sediakan rehabilitasi intensif setelah stroke


Demensia vaskuler adala suatu kelompok kondisi heterogen yang
meliputi semua sindroma demensia akibat iskemik, perdarahan,
anoksik atau hipoksik otak dengan penurunan fungsi kognitif mulai
dari yang ringan sampai paling berat yang kadangdisertai dengan
gangguan memori.

Demensia vaskular diakibatkan oleh adanya penyakit pembuluh


darah serebral (aterosklerosis atau trombus) dan gangguan
sistem peredaran darah (penyakit jantung iskemik) yang dapat
menyebabkan lesi hipoksia, iskemia, atau
adanya perdarahan di otak sehingga dapat mencetuskan
ternyadinya infark dan perdarahan otak.
Klasifikasi demensia vaskuler antara lain :

• Demensia vaskular Onset Akut


• Demensia Multi infark
• Demensia vaskular subkortikal
• Demensia vaskulea campuran kortikal dan subkortikal
• Demensia vascular lainnya
• Demensia yang tidak tergolongkan

Kriteria diagnosa demensia vaskuler dapat


ditegakan dengan menggunakan:
• Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder
edisi ke empat (DSM-IV)
• Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa
(PPDGJ III).
Pemeriksaan Penunjang dapat dilakukan
denan melakukan pencitraan,
pemeriksaan laboratorium dan
pemeriksaan lain seperti EKG, EEG,
Arteriografi, dan lain-lain.

Dengan pengendalian factor resiko,


pencegahan dan penatalaksanaan stroke
yang baik dapat menurunkan insidens
demensia vaskuler sehingga dapat
memperbaikan kualitas hidup pada
lanjut usia.
TERIMA KASIH