Anda di halaman 1dari 25

DAYA ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN JARAK PAGAR

(Jatropha curcas L) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI


Enterococcus faecalis

PROPOSAL SKRIPSI

Oleh
Karina Saraswati I (131610101006)

Pembimbing
Dosen Pembimbing Utama : drg. Yani Corvianindya R., M.KG.
Dosen Pembimbing Pendamping : Dr. drg. Atik Kurniawati., M.Kes.

Penguji
Dosen Penguji Ketua : drg. Pujiana Endah L., M.Kes
Dosen Penguji Anggota : drg. Achmad Gunadi, MS., Ph.D

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI


UNIVERSITAS JEMBER
2016
I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Salah satu kasus Preparasi


PSA Tahap
kesehatan gigi Sterilisasi
Tindakan PSA
Pengobatan -Mengambil jar.nekrosis Pengisian
Nekrosis pulpa –membersihkan &
membentuk sal.akar
Karena pulpitis dari bakteri Eliminasi bakteri
irreversibel yang tdk
dirawat / terjadi trauma Perawatan Saluran Enterococcus faecalis
Akar (PSA)

Cara eliminasi bakteri Batang


Ca(OH)2 Tumbuhan
Kimia Jarak Pagar Biji
Toksik, bukan bahan sterilisasi  Memiliki
Bahan Sterilisasi yg ideal untuk semua kasus aktivitas
Belum ada pemanfaatan Daun
secara optimal antibakteri
Alternatif: obat herbal  Kandungan
Alam flavonoid,terpe-
Efek samping minimal,
mudah didapat dan murah noid,alkaloid,
tanin
DAYA
ANTIBAKTERI
EKSTRAK
ETANOL DAUN
JARAK PAGAR
1.2 Rumusan Masalah 1.3 Tujuan Penelitian 1.4 Manfaat Penelitian

a) Apakah ekstrak • Mengetahui daya • Melengkapi informasi dan


daun jarak pagar antibakteri ekstrak sebagai bahan
memiliki daya pertimbangan bagi
antibakteri daun jarak pagar
terhadap terhadap masyarakat mengenai
pertumbuhan pertumbuhan daya antibakteri ekstrak
Enterococcus Enterococcus daun jarak pagar
faecalis? terhadap pertumbuhan
faecalis.
• Mengetahui Enterococcus faecalis.
b) Berapa
konsentrasi konsentrasi minimal • Digunakan sebagai dasar
minimal ekstrak ekstrak daun jarak penelitian lebih lanjut.
daun jarak pagar pagar yang efektif • Dapat diaplikasikan
yang mampu
menghambat dalam menghambat sebagai bahan alternatif
pertumbuhan pertumbuhan sterilisasi saluran akar,
Enterococcus Enterococcus setelah dilakukan
faecalis? faecalis penelitian lebih lanjut,
yang diharapkan memiliki
efek samping lebih kecil
dibandingkan obat yang
ada dipasaran.
II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1.1 Klasifikasi Jarak Pagar


2.1 Tinjauan Umum
2.1.2 Morfologi Daun Jarak Pagar
Jarak Pagar
2.1.3 Kandungan Daun Jarak Pagar
2.1.4 Manfaat Daun Jarak Pagar

2.2.1 Taksonomi E. faecalis


2.2 Bakteri
2.2.2 Morfologi E. faecalis
Enterococcus faecalis
2.2.3 Habitat E. faecalis
2.2.4 Patogenitas E.faecalis

2.3 Mekanisme Kerja Antibakteri


2.4 Mekanisme Antibakteri Kalsium Hidroksida
2.5 Metode Uji Daya Hambat Well Diffusion
2.6 Metode Ekstraksi Tanaman Obat
2.7 Interaksi Kandungan Kimia Ekstrak Daun Jarak Pagar dengan E. faecalis
2.8 Kerangka Konsep Penelitian
2.9 Penjelasan Kerangka Konsep Penelitian
2.10 Hipotesis
2.3 Mekanisme Kerja Antibakteri

Ada 4 kelompok:

a. Menghambat sintesis dinding sel bakteri

b. Mengganggu permeabilitas membran sel mikroba

c. Menghambat sintesis protein sel bakteri

d. Menghambat sintesis asam nukleat sel bakteri

2.4 Mekanisme Antibakteri Kalsium Hidroksida (Ca(OH)2

Kemampuan Kalsium Hidroksida dalam membunuh bakteri kontak langsung dengan


mikroorganisme dengan efek pH

Ca(OH)2 melepaskan ion hidroksil (OH) menciptakan lingkungan alkalis menghasilkan


karakteristik antimikroba
2.7 Interaksi Kandungan Kimia Ekstrak Daun Jarak Pagar dengan Entrococcus faecalis

Daun Jarak Alkaloid Flavonoid Terpenoid Tanin


Pagar
Menghambat Racun pada sitoplasma Koagulasi protein
Merusak dinding sel
Senyawa sintesis nukleat dinding sel
antibakteri

Pembentukan sel Menghambat enim Kebocoran materi Menghambat sintesis


terganggu intraselular penting dalam sel protein
2.7 Kerangka Konsep Penelitian

Infeksi Saluran Akar

Perawatan Saluran Akar

Eliminasi Bakteri Saluran


Akar

Penggunaan Obat Sterilisasi


Saluran Akar

Ca(OH)2 Ekstrak Daun Jarak Kandungan Senyawa Antibakteri


Pagar

Alkaloid : menghambat sintesis nukleat


Kekurangan Ca(OH)2: dari bakteri terganggunya
pembentukan sel bakteri
- Hanya dengan pH tinggi
dapat membunuh Flavonoid: bersifat racun pada sitoplasma
Enterococcus faecalis bakteri menghambat enzim
- Bukan bahan sterilisasi intraselular
yang ideal untuk semua
kasus infeksi saluran akar Saponin : merusak dinding sel bakteri
- Dapat mengganggu waktu kebocoran materi penting
setting zinc oxide sebagai dalam sel bakteri
semen saluran akar
Tanin : menyebabkan koagulasi protein
dinding sel menghambat
sintesis protein
Eliminasi mikroorganisme

(Enterococcus faecalis)
2.9 Hipotesis Penelitian

Ekstrak daun Jarak Pagar (Jatropha curcas L) memiliki daya antibakteri


terhadap pertumbuhan Enterococcus faecalis
III. METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian Eksperimental Laboratoris

3.2 Rancangan Penelitian The post-test only control group design

3.3 Tempat dan Waktu Penelitian


• Bag. Biomedik Lab. Mikrobiologi FKG UNEJ
September
• Lab. Botani Biologi FMIPA UNEJ
2016
• Lab. Biologi Farmasi Fakultas Farmasi UNEJ

3.4 Variabel Penelitian

Variabel Bebas Variabel Terikat Variabel Terkendali

Ekstrak daun jarak Zona hambat ekstrak a. Sterilisasi alat dan bahan
pagar (Japthropa daun jarak pagar b. Metode dan cara kerja
curcas L.) dengan (Japthropa curcas L.) c. Ekstraksi daun jarak pagar
konsentrasi 25%, terhadap pertumbuhan d. Suspensi Enterococcus
50%, 75 % dan Enterococcus faecalis faecalis
100%. e. Media pembiakan
Enterococcus faecalis
3.5 Definisi Operasional

3.5.1 Ekstrak Daun Jarak Pagar

Hasil ekstrak yang diperoleh dari daun jarak pagar segar yang dikeringkan kemudian
dihaluskan hingga berbentuk serbuk, lalu dimaserasi dengan larutan etanol 96 % selama 3
hari. Maserat dievaporasi sampai didapat ekstrak pekat dengan [100%], lalu dibuat
pengenceran ekstrak dengan konsentrasi 25%, 50%, dan 75%

3.5.2 Enterococcus faecalis

Galur murni Enterococcus faecalis yang berasal dari Laboratorium Analis Medis Fakultas
Kedokteran Gigi Universitas Airlangga kemudian dibiakkan di Laboratorium Mikrobiologi
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember serta sudah dilakukan uji identifikasi

3.5.3 Daya Hambat terhadap Pertumbuhan Enterococcus faecalis

Kemampuan suatu zat dalam menghambat pertumbuhan dan reproduksi Enterococcus


faecalis dengan cara mengukur diameter zona hambat di sekitar sumuran pada masing-
masing kelompok penelitian menggunakan jangka sorong digital
3.6 Sampel Penelitian

3.6.1 Besar Sampel


3.6.2 Pengelompokan Sampel
Rumus Steel dan
Torrie • Kelompok K+ : Kalsium Hidrokside
(𝑧𝛼 + 𝑧𝛽 )2 𝜎𝜌2 • Kelompok K- : aquades steril
𝑛=
𝛿2 • Kelompok E 100 : ekstrak daun jarak pagar [100%]
• Kelompok E 75 : ekstrak daun jarak pagar [75%]
(1,96 + 0,85)2 𝜎𝜌2
𝑛= • Kelompok E 50 : ekstrak daun jarak pagar [50%]
𝛿2
• Kelompok E 25 : ekstrak daun jarak pagar [25%]
2
𝑛 = 1,96 + 0,85

𝑛 = 7,8961 ≈ 8

Min. 8 sampel / kel. penelitian

Jumlah keseluruhan
besar sampel penelitian
dari 6 kel. penelitian
adalah sebanyak 48
sampel
3.7 Alat dan Bahan
3.7.1 Alat Penelitian 3.7.2 Bahan Penelitian

a. Brain Heart Infusion Agar/BHI-A


 Toples kaca bertutup  Mikropipet b. Brain Heart Infusion Broth/BHI-B
 Ayakan 80 mesh  Tip kuning c. Aquades steril
 Blender  Syringe d. CaOH
 Kompor gas  Oven e. Daun Tanaman Jarak Pagar
 Timbangan digital  Ose f. Bakteri Enterococcus faecalis
 g. Etanol 96%
 Neraca Gigaskrin
h. Alkohol 70%
 Beaker glass  Borer
i. Larutan PZ
 Tabung erlenmeyer  Incubator j. Minyak emersi
 Corong kaca  Spektofotometer k. Carbol gentian violet
 Petridish  Thermolyne l. Lugol
 Tabung reaksi  Laminar flow m. Safranin
 Bunsen  Desicator n. Selective decolorizer
 Cawan uap porselen  Hotplate
 Kertas saring  Autoclave
 Spatula kaca  Object glass
 Rotary evaporator  Deck glass
 Jangka sorong digital  Mikroskop
3.8 Prosedur Penelitian

3.8.1 Tahap Persiapan

a. Sterilisasi Alat
b. Persiapan Ekstrak Daun Jarak Pagar

 Identifikasi tanaman daun jarak pagar Lab. Botani Fak. MIPA Univ.Jember
 Pembuatan ekstrak daun jarak pagar

3 kg 205 gr
gr

Simplisia
diekstraksi
(maserasi)

Etanol 96%
1537 ml 23,14 gr
(1:7,5)
c. Pengenceran Ekstrak daun jarak pagar

• Dilakukan dengan menggunakan


aquadest steril di dalam laminar flow 1 2 3 4

• Pengenceran dilakukan dengan Keterangan :


menggunakan rumus : Ekstrak daun jarak
pagar
M1 . V1 = M2 . V2
: Aquadest steril
M1 = Konsentrasi ekstrak 100%
V1 = Volume ekstrak 100% E100 E75 E50 E25
M2 = Konsentrasi lar. yg akan dibuat E :150 μl E :100 μl E : 50 μl
V2 = Volume lar. ekstrak yg akan dibuat A : 50 μl A :100 μl A : 150 μl

d. Pewarnaan Gram Bakteri E.faecalis

1 ose isolat Object glass yg dicampur Carbon Larutan lugol


Enterococcus sudah ditetesi dan difiksasi gelatin violet (60”)
faecalis (60”) kemudian
larutan PZ
kemudian bilas dengan
bilas dengan air
air

Alkohol 70%
dikeringkan dan Safranin (II) (15”) kemudian
diamati dengan 60” kemudin bilas dengan air
perbesaran 1000X bilas dengan
air
e. Persiapan Media Cair BHI-B
Steril
3,7 gr BHI-B + diaduk dan dipanaskan disterilkan diinkubasi
24 jam Jernih
100 ml aquadest steril homogen dan mendidih autoclave

Pembuatan Media BHI-A

10,4 gr BHI-A + diaduk dan dipanaskan Ditutup kapas diinkubasi Steril


200 ml aquadest steril homogen dan mendidih 24 jam Jernih
disterilkan

f. Persiapan Suspensi Enterococcus


faecalis

1 ose isolat E.faecalis dimasukkan Pertumbuhan Tabung reaksi


Tabung reaksi ke desicator divibrasi dan
ditutup kapas dan diinkubasi Media diukur
Tabung reaksi yg berisi 24 jam Keruh absorbansinya
media BHI-B sbyk 2 ml

g. Pemberian Kode Label


pada Petridish
h. Inokulasi Suspensi E.faecalis pada Media BHIA-A

Dituang ke petridish Diinokulasikan 0,5 ml Diratakan dan


Media BHI-A
sebanyak 25 ml dgn suspensi E.faecalis dibiarkan hingga
hangat
ketebalan 6 mm pada media BHI-A menjadi padat

i. Pembuatan Lubang Sumuran 3.8.2 Tahap Perlakuan

E100 E100
K+
E75 E75
1
1
K+

E25 K- K- E50
E50

E25

• Dilakukan ketika media • Metode difusi sumuran


sudah memadat • Dilakukan di dalam laminar flow
• Menggunakan borer • Setelah diberi perlakuan, dimasukkan ke
berdiameter 5 mm desicator dan diinkubasi
3.8.3 Tahap Pengukuran Zona Hambat 3.9 Analisis Data

b mm
Data terkumpul dan disusun
dalam bentuk tabel

Diameter Analisa data


zona a mm
hambat Program SPSS

K
- Uji Normalitas
Kolmogorov-Smirnov

Uji Homogenitas
• Pengukuran dilakukan dengan menggunakan
jangka sorong digital Levene Test
• Diameter zona hambat diukur dari tepi ke tepi
zona hambat melewati pusat lubang sumuran. Uji statistik Uji statistik non
Jika terdapat pertumbuhan bakteri pada tepi parametrik parametrik
lubang sumuran, maka nilai diameter zona Independent One Kruskal-Wallis
hambat sebesar 0,00 mm Way ANOVA
• Jika terdapat zona hambat berbentuk lonjong Mann-Whitney
Least Square
maka pengukuran dilakukan dengan rumus(𝑎+𝑏)
Differences
𝑥=
2
Persiapan Alat dan Bahan
3.10 Alur Penelitian

Identifikasi Daun Jarak Membuat media cair


Pagar BHI-B

Pembuatan Ekstrak Persiapan suspensi bakteri


Daun Jarak Pagar
Membuat media agar
Pengenceran ekstrak BHI-A
100%, 75%, 50%,
Inokulasi suspensi
25%
Enterococcus faecalis pada
BHI-A

Buat 6 sumuran pada 8


petridisk setelah media berisi
Enterococcus faecalis

Pemberian Ektrak daun Jarak Pagar


pada sumuran

E100 E75 E50 E25 K+ K-

Petridisk dimasukkan dalam incubator


selama 1x 24 jam dengan suhu 37 0C
Pengukuran zona
hambat

Tabulasi data

Analisa data
DAFTAR PUSTAKA
Alcamo, I. J. 1983. Laboratory Fundamental of Microbiology. Farmingdale: Addison-Wesley Publishing.
Athanassiadis B, Abbott PV, Walsh LJ. The use of calcium hydroxide, antibiotics and biocides as antimicrobial
medicaments in endodontics. Australian Dent J 2007; 52: 64-82.
Baker NE, Liewehr FR, Buxton TB, Joyce AP. Antibacterial efficacy of calcium hydroxide, iodine potassium
iodide, betadine, and betadine scrub with and without surfactant against E faecalis in vitro. Oral
Surg Oral Med Oral Pathol Oral Radiol Endod 2004; 98: 359-364.
Brooks, G. F., Butel, J. S., dan Morse, S. A. 2007. Mikrobiologi Kedokteran Jawetz, Melnick, and Adelberg. 23th
edition. Jakarta: EGC.
Choiroh, N. 2006. “Perbedaan rebusan daun sirih (piper betle linn) dengan sodium hipoklorit sebagai bahan
irigasi saluran akar dalam menghambat pertumbuhan streptococcus viridans.” Tidak diterbitkan.
Skripsi. Jember: lembaga penelitian Universitas Jember.
Cwikla SJ, Belanger M, Giguere S, Progulske-Fox A, Vettuci FJ. 2005. Dentinal Tubule Desinfection using
Three Calcium Hydroxide Formulations. J Endod.31.
Dwi S .,Ovi Y., Sri W. 2009. Kajian Aktivitas Antioksidan dan Antimikroba Ekstrak Biji, Kulit Buah, Batang dan
Daun Tanaman Jarak Pagar (Jatropha curcas L.).
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 1995. Materia Medika Indonesia. Jilid VI. Jakarta:
Departemen Kesehatan Republik Indonesia
Distel JW, Hatton JF, Gillerspie MJ. Biofilm formation in medicated root canals. J Endod.2002;28: 689-93.
Ema Sarimole*, Martanto Martosupono, Haryono Semangun, Jubhar C. Mangimbulude. 2010. MANFAAT
JARAK PAGAR (JATROPHA CURCAS) SEBAGAI OBAT TRADISIONAL.
Evan M, Davies JK, Sundqvist G, Fidgor D. 2002. Mechanism Involved in the Resistance of Enterococcus
faecalis to Clcium Hydroxide. International J 35; 221:228.
Fisher K, Phillips C. The ecology, epidemiology and virulence of Enterococcus. Microbiology 2009;155: 1749–
57.
Ganiswarna, S. G. 1995. Farmakologi dan Terapi. Edisi ke 4. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas
Indonesia.
Gautam S, B. Rajkumar, SP Landge, Sdubey, P nehete, LC Boruah. 2011. Antimicrobial efficacy of Metaplex
(Calcium Hydroxide with Iodoform formulation) at different concentrations agains selected
microorganism: An invitro study. Nepal Med Coll J.13(4): 297-300
Goldberg, G. 2003. Plants : Diet and Health. I Owa State Press, Blackwell Publishing Company, 2121 State
Avenue, USA.
Gunadi, Praharani, Fatmawati, Wulandari, Lestari, dan Ernawati. 2012. Buku Petunjuk Praktikum Mikrobiologi.
Jember: Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember.
Hadioetomo, R. S. 1993. Mikrobiologi Dasar dalam Praktek. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Harborne, J. B. 1987. Metode Fitokimia. Institut Teknologi Bandung, Bandung.
Hardman, J. G. 2001. Goodman and Gillman’s The Pharmacological Basic of Therapeutics. Tenth Edition.
USA: The Mc Graw-Hill Companies, inc.
Hariyadi. 2006. Budidaya Tanaman Jarak Pagar (Jatropha curcas L.) sebagai Sumber Bahan Alternatif Biofuel.
Dikutip dari http://www.ristek.go.id
Harty, F. J. 2004. Endodontik klinis (terj), edisi 3. Jakarta : Penerbit Hipokrates
Hope, C. K., Garton, S. G., Wang, Q., Burnside, G., Farrelly, P. J. 2010. A Direct Comparison Between Extracted
Tooth and Filter-Membrane Biofilm Models of Endodontic Irrigation Using Enterococcus faecalis.
192 : 775- 781.
Hudzicki, J. 2009. Kirby-Bauer Disk Diffusion Susceptibility Test Protocol. [serial online]
http://www.microbelibrary.org/component/resource/laboratorytest/3189-kirby-bauer-disk-diffusion
susceptibility-test-protocol. [15 April 2016]
Isabela N R, Jose FS, Katia RNS. Association of Enterococcus faecalis with different forms of periradicular
diseases. J Endodon. 2004; 30(5): 315 -320.
Johnson, I. T. 2001. Antioxidant and Antitumour Properties. CRC Press. Cambridge, England.
Kayaoglu G, Ørstavik D. Virulence factors of Enterococcus faecalis :Relationship of endodontic disease. Crit Rev
Oral Biol Med 2004; 15(5) : 308-20.
Kundabala M, Suchitra U. Enterococcus faecalis: An endodontic pathogen. J Endod 2002; 11-3.
Lins, R. X., Andrade, A. D. O., Junior, R. H., Wilson, M. J., Lewis, M. A. O.,
Williams, D. W., Fidel, R. A. S. 2013. Antimicrobial Resistance and Virulance Traits of Enterococcus faecalis
from Primary Endodontic Infections. Journal of Dentistry. 41 : 779-786
Lleo MM. Resuscitation rate in different enterococcal species in the viable but non culture state. J Appl
Microbiol.2001;91: 1095-102.
Luis M, Marie T, Pezzlo, et al. Color Atlas of Medical Bacteriology. Washington DC: American Society for
Microbiology Press, 2004.
Meskin, M. S., W. R. Bidlack, A. J. Davies, S. T. Omaye. 2002. Phytochemicals in Nutrition and Health. CRC
Press, London- New York.
Mustafa Mohammad, Saujanya KP, Deepak Jain, Sangameswar S, Arum A, Laxmi U, Mahnoor K. 2012. Role of
Calcium Hydroxide in Enddodontic: A review. Global Journal of medicine and public health Vol
1(1). 66-70.
Naidu, A. S. 2000. Natural Food Antimicrobial System. CRC Press, USA. NCBI. 2003. Enterococcus faecalis.
[serial online]http://www.ncbi.nlm.nih.gov/Taxonomy/Browswr/wwwtax.cgi?id=226185[3 maret
2016]
Neogen. 2010. Brain Heart Infusion Broth. [serial online]
http://www.neogen.com/Acumedia/pdf/ProdInfo/7116_PI.pdf. [14 Maret 2016].
Nurcholis Muhammad., Sri Sumarsih. 2011. Jarak Pagar dan Pembuatan Biodisel Ed 5. Kaninus: Yogyakarta
Nurmillah O.Y. kajian aktivitas antioksidan dan antimikroba ekstrak biji, kulit buah , batang dan daun tanaman
jarak pagar (jatropha curcas l.). 2009. . available from: url: accessed: 22 april 2016
Nwadinigwe, A. O. Dan Onyeidu, E. G. 2012. Bioremediation of Crude Oil-Polluted Soil Using Bacteria and
Poultry Manure Monitores Through Soybean Productivity. Pol. J. Environ. Stud. 21 (1):171-176.
Onaolapo, 2007. Manfaat Tanaman Jarak Pagar. http://www.jarakpagarsumba.com/p/manfaat-tanaman-
pagar.html.
Parasuraman V, Bankers SM. 3 MIX MP In Endodontics-An Overview. IOSR of Dental and Medical Science Vol
3 Issue 1 PP 36-43.
Portenier I, Waltimo T M, Haapsalo M. Enterococcus faecalis- the root canal survival and star in post treatment
disease. Endodontic Topics.2003;6: 135-59.
Rahardjo, S. 2010. Pengaruh Hemodialisis Terhadap Kadar TNF- dan Prokalsitonin Pada Pasien Nefropati
Diabetik Stadium V. Tesis. Surakarta: Program Pendidikan Dokter Spesialis I Ilmu Penyakit Dalam
Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Surakarta.
Rollins DM, Joseph SW. BSCI 424 - Pathogenic Microbiology –Enterococcus Summary. (23 Agt 2009)
Sharma, A.K., Gangwar, M., Tilak, R., Nath, G., Sinha, A.S.K., Tripathi, Y.B. dan Kumar, D. 2012. Comparative
in vitro antimicrobial and phytochemical evaluation of methanolic extract of root, stem and leaf of
Jatropha curcas Linn. Journal of Pharmacognosy 4(30): 34-4
Suchitra U dan Kunbdabala M. 2006. Enterococcus faecalis:An Endodontic pathogen. medINDjournals.p.11-3
Sundqvist G and Fidgor D. Life as an endodontic pathogen: ecological difference between untreated and filled
root canal. Endodontic Topics.2003;6: 3-28.
Syah, A. 2006. Biodiesel Jarak Pagar: alternatif yang ramah lingkungan. Jakarta: Agro Media Pustaka.
Tronstad, L. 2009. Clinical Endodontics : a Textbook, 3rd rev ed. Georg Thieme Verlag : Stuttgart.
Valgas, Cleidson, et.al. 2007. Screening Methods to Determine Antibacterial Activity of Natural Products.
Brazillian Journal of Microbiology. 38: 369-380
Walton, R. E., Torabinejad, M . 2008. Prinsip & Praktik Ilmu Endodonsia, Ed 3 (Terj). EGC: Jakarta. 267; 324;
528
Wijayakusuma, H., Dalimartha S., dan Wirian A.S. 1993. Tanaman Obat di Indonesia Jilid 2. Jakarta: Pustaka
Kartini.
Wulandari, E. 2003. Daya Antibakteri Sodium Hipoklorit dan Buah Nanas (Ananas Comosus) terhadap
Streptococcus viridans. JID. 4 (2):125-129.
Zablotowitcz, R. M., R. E. Hoagland, S. C. Wagner. 1996. Effect of Saponin on The Growth and activity of
Rizophere Bacteria. CRC Press, USA.
Zeuthen, P. and L. B. Sorensen. 2003. Food Preservation Techniques. CRC Press. Cambridge, England.