Anda di halaman 1dari 25

HAKIKAT KERAGAMAN DAN

KESETARAAN MANUSIA
Manusia adalah:
 Makhluk individu (Pribadi) yang memiliki
perbedaan satu sama lain.
 Makhluk Sosial.
Keragaman : adanya banyak macam, banyak jenis.
Keragaman manusia ≠ manusia banyak ragamnya.
Keragaman manusia = setiap manusia memiliki
perbedaan.
Perbedaan ditinjau dari sifat pribadi (watak, kelakuan,
hasrat) manusia Sebagai
pribadi adalah unik dan beragam.
Sebagai manusia bentuk kelompok berdasarkan ras,
suku, budaya, ekonomi,
status sosial, asal daerah, dll
Membentuk keragaman dalam masyarakat.
MAKNA KESETARAAN MANUSIA
Kesederajatan(Kd)
Kesetaraan(Ks) (=tingkat/kedudukan,
pangkat)

Tingkatan, kedudukan
Ks/ yang sama, tidak lebih
Kd tinggi/rendah antara
satu dengan yang
lainnya.

Manusia diciptakan Tuhan dengan derajat, kedudukan/


tingkatan yang sama.
Kesederajatan adalah suatu sikap mengakui adanya
persamaan derajat, hak dan kewajiban sebagai sesama
manusia.
Tuhan dengan
Manusia Diciptakan
derajat, kedudukan/
tingkatan yang sama.

Kesederajatan

suatu sikap mengakui


adanya persamaan
derajat,hak dan kewajiban
sebagai sesama manusia.
KEMAJEMUKAN DALAM DINAMIKA SOSIAL
BUDAYA

Keragaman dalam masyarakat


kehidupan sosial majemuk

Majemuk

banyak ragam,
beraneka, berjenis-
jenis
Masyarakat majemuk
(plural society)
dikenalkan FURNIVAL
(1984) cirinya :

berkehidupan secara kelompok


yang berdampingan secara
fisik, tetapi terpisah oleh
kehidupan sosial dan tergabung
dalam sebuah suatu politik
Usman Pelly (1989)
masyarakat majemuk
berdasar 2 hal :

1.Pembelahan horisontal (etnik dan ras, bahasa


daerah, adat istiadat/ perilaku, agama, pakaian,
makanan,dan budaya material lainnya

2. Pembelahan vertikal (penghasilan/


ekonomipendidikan, pemukiman,
pekerjaan, kedudukan sospol)
UNSUR –UNSUR KERAGAMAN
 Ras
 Etnik

 Agama

 ideologi politik
RAS
UNSUR KERAGAMAN

Razza dikenalkan FRANQOIS BERNER


(Itali, Perancis)

Pembedaan manusia berdasarkan


kategori/kateristik warna kulit dan
bentuk wajah

Karakteristik fisik/biologis
RAS

Kaukasoid, Negroid, Australoid,


Polynesia, Melanesia,
. Micronesia, Ainu, Dravida dan
Bushman
ETNIS
F.BAART ETNIK
(1988)

adalah

Suatu kelompok masyarakat yang sebagian


besar secara biologis mampu berkembang biak
dan bertahan,punya nilai budaya sama, dan
sadar akan kebersamaan dalam suatu bentuk
budaya, bentuk jaringan komunikasi dan
interaksi sendiri dan menentukan sendiri ciri
kelompok. Yang diterima kelompok lain dan
dapat dibedakan dari kelompok populasi
lainnya
Ciri- cirinya

Natalitas/ Kesamaan
Kebersamaan Kesamaan Kesamaan
hubungan kepercayaan
bahasa adat istiadat mitologi
darah (realigi)

Indonesia suku bangsa – sistem


lingkaran. Hukum adat
BAGAIMANA CARA
MENINGKAT KAN
PEMAHAMAN
ANTAR BUDAYA
DAN MASYARAKAT
???

SEDAPAT MUNGKIN
HILANGKAN
PENYAKIT PENYAKIT
BUDAYA
PRASANGKA

RASISME

ETNOSENTERISME
STEREOTIP
DISKRIMINASI

SCAPE
GOATING
HAKIKAT NILAI
DAN MORAL
Menurut Bertens (2001)
ada 3 jenis makna etika :
1. Etika berarti nilai-nilai atau norma-norma
yang menjadi pegangan bagi seseorang/
kelompok dalam mengatur tingkah lakunya
2. Etika berarti kumpulan asas atau nilai
moral. Etika yang dimaksud adalah kode
etik
3. Etika berarti ilmu tentang baik dan buruk.
Etika yangdimaksud sama dengan nilai
filsafat moral

Nilai masuk dalam kawasan etika dalam kehidupan sehari-


hari selalu berkaitan dengan nilai
Hakikat, fungsi dan
perwujudan nilai, moral,
dan hukum
HAKIKAT NILAI DAN MORAL Menurut
Bambang
Daroeso

NILAI

Suatu kualitas /keadaan yang


bermanfaat bagi manusia
baiklahir maupun bathin.
Menyenangkan Memuaskan

Sesuatu dianggap
Berguna
bernilai bila Menarik
mempunyai sifat :

Menguntungkan
Keyakinan
Nilai
mempunyai
ciri :

3. Berfungsi
2. Normatif (yang
1. Sesuatu yang seharusnya, ideal,
sebagai daya
abstrak (tidak dorong manusia
sebaliknya,
(sebagai
dapat diinginkan/ das
motivator)
solen)
ditangkap ex : semua manusia
ex : siswa berharap
pandai, maka
melalui indra semua mengharap
siswa melalui
keadilan. Keadilan
tetapi ada) sebagai nilai adalah
berbagai cara
ex : lukisan untuk jadi
normatif
pendai
Moral

adat kebiasaan,
Mores
akhlak

bagian dari nilai-


nilai moral nilai
yang berkaitan
Moral dengan perilaku
manusia tentang hal
baik buruk
Norma bentuk konterisasi
dari nilai

ADALAH
PERWUJUDAN
DARI NILAI

Jadi setiap norma pasti mengandung nilai atau nilai


menjadi sumber dari norma. Tanpa ada nilai, norma
tidak terwujud. Tanpa dibuatkan norma maka nilai
yang hendak dijalankan mustahilakan terwujud
Hukum sebagai
norma

Norma HUKUM
hukum
Datangnya dari luar
Dilekati dengan diri kita (dari
sanksi pidana kekuasaan/ lembaga
secara fisik yang berwenang)

Perbedaan norma
hukum (hukum)
dengan norma
lainnya
Pelaksana eksekusi: aparat
negara norma hukum
dibutuhkan karena

Bentuk sanksi ketika Masih ada


norma belum cukup
umur memuaskan dan perilaku yang
efektif untuk melindungi perlu diatur
keteraturan
danketertiban di luar ketiga
masyarakat norma
Fungsi hukum
dalam masyarakat

Hukum Funsi kritis


Sebagai Sebagai
hukum yaitu
sebagai sarana penggerak
untuk dayakerja hukum
pengatur mewujudkan
pembanguna
tidak semata-
tertib n alat untuk
keadilan mata melakukan
membawa
hubungan sosial sifat,
masyarakat
pengawasan pada
ciri dan daya petugas saja
masyarak mengikat yang lebih
tetapi penegak
at memberikan maju dan
hukum termasuk
keadilan sejahtera
didalamnya