Anda di halaman 1dari 42

Dr.

Dewi ratna sari


Puskesmas Kecamatan
Pasar Rebo
Identitas Pasien
 Nama : An. K
 Jenis kelamin : laki-laki
 Usia : 4 tahun 1 bulan
 No RM : 31/2205
 Alamat : Gang swadaya RT 12 RW 8 Kel. Pekayon
 Tgl berobat : 6 Maret 2017

 Nama Orang Tua : Ny. M


 Pekerjaan : Karyawan
 No Telp : 08579159xxxx

 Tinggal bersama nenek&kakeknya, bernama : Ny. B & Tn.


K
Keluhan Utama
Gatal dan bruntus-bruntus merah di sela-sela jari
tangan dan kaki sejak kapan?

Riwayat Penyakit Sekarang


Pasien datang dengan keluhan gatal dan bruntus-bruntus
merah di sela-sela jari tangan dan kaki sudah 2 minggu yang
lalu. Keluhan gatal dirasakan terutama pada malam hari.
Keluhan serupa dikeluarga ada, yaitu kakak pasien yang
tinggal satu rumah. Keluhan demam (-), batuk (-), pilek (-),
mual (-), muntah (-), BAB dan BAK dalam batas normal. Sudah
pernah diobati belum?
Riwayat Penyakit Dahulu Riwayat Penyakit Keluarga
• Riwayat Alergi (-) • Riwayat Alergi (-)
• Kakak pasien mengalami
Riwayat Alergi Obat : - keluhan serupa, timbul
bruntus-bruntus merah di
sela-sela jari tangan dan
kakinya  sudah
berobat?
Riwayat Kehamilan
dan Kelahiran

• Riwayat morbiditas
kehamilan (-), ANC di Riwayat Perkembangan
bidan teratur. • Tengkurap : 4 bulan
• Persalinan dibantu bidan • Duduk : 7 bulan
di Puskesmas, lahir
• Berdiri : 12 bulan
spontan cukup bulan. Berat
lahir 2.900 gram, panjang • Berjalan : 15 bulan
49 cm, langsung menangis, • Bicara : 15 bulan (kata)
tidak biru, tidak kuning. • Saat ini sudah dapat
bercerita singkat,
menggambar garis-garis
lurus dan lingkaran.
Riwayat Imunisasi Riwayat Nutrisi

 Imunisasi dasar  ASI eksklusif hingga usia


lengkap. 6 bulan
 Terakhir imunisasi
 Saat ini pasien makan
nasi atau penggantiya 2-
ulangan usia 2 tahun. 3x/hari, telur atau ikan
2x/hari, Pasien sulit
makan sayur. Snack
biskuit atau makanan
kemasan. Minum susu 1-2
x/hari.
• Pasien merupakan anak ke-4 dari 4 bersaudara
• Kakak pasien tinggal satu rumah
• Saat ini pasien tinggal bersama nenek dan kakeknya serta
ke-3 kakaknya di rumah yang padat penduduk. Rumah
seluas 6 m x 9 m, ventilasi dari jendela depan (2), pintu
depan (1), pintu belakang (1), jendela belakang (1),
jendela dikamarnya (1). Banyak tumpukan barang di
dalam rumah.

Riwayat Sosioekonomi
 Tampak sakit ringan  Status Gizi
 Kesadaran : Compos  BB : 18,8 kg
mentis  TB : 108 cm
 Tanda Vital  BB/U : Z score antara
 TD : tidak diperiksa 0 SD dan -2 SD = Baik
 TB/U : Z score antara
 HR : 112 x/menit, kuat,
0 SD dan -2 SD = Baik
reguler, isi cukup
 BB/TB Z score antara
 RR : 30 x/menit 0 SD dan 1 SD = Gizi
 Suhu 37 0C Baik
Kepala : Normosefal, tidak ada deformitas dan nyeri
tekan, UUB tidak menonjol maupun cekung
Rambut : Warna hitam, tersebar merata, tidak mudah
dicabut
Mata : Konjungtiva tidak pucat, sklera tidak ikterik,
tidak tampak cekung
Mulut : Mukosa lembab, uvula di tengah, tonsil T1/T1
Leher : Trakea ditengah, tidak teraba pembesaran
KGB
Paru
Inspeksi : Pernapasan abdominotorakal, dada tampak
simetris saat statis dan dinamis, tidak tampak
penggunaan otot bantu napas
Palpasi : Tidak dilakukan

Perkusi : Tidak dilakukan


Auskultasi : Vesikuler +/+, ronkhi -/-, wheezing -/-
Jantung
Inspeksi : Ictus cordis tidak terlihat
Palpasi : Tidak dilakukan
Perkusi : Tidak dilakukan
Auskultasi : Bunyi jantung I-II normal, tidak ada murmur dan
gallop
Abdomen

Inspeksi : Supple, venektasi (-), massa (-)

Palpasi : Nyeri tekan (-). Hepar dan Lien tidak


dapat diraba.
Perkusi : Tidak dilakukan

Auskultasi : Bising usus normal, 8 kali/ menit, bruit (-)

Ekstremitas : Akral hangat, CRT <2 detik


Status Dermatologis

Regio Manus dan Pedis bilateral

Efloresensi:
Tepatnya di sela-sela jari tangan dan kaki
tampak lesi papul-papul berukuruan milier
dengan dasar eritem dan tersebar diskret
regional simetris berbatas tegas disertai
erosi disekitarnya
Diagnosis Kerja :
SKABIES
 Scabimite cream (Permethrin 5%) dioleskan
diseluruh tubuh dari leher hingga ujung kaki,
diamkan selama 10 jam lalu bilas dengan air

 Ctm tab 2x1 (untuk gatal)


 Cara penggunaan obat oleskan pada seluruh tubuh
kecuali wajah dan scalp, terutama pada daerah
intertriginosa, genital, periungual, dan belakang telinga
 Meski terapi telah adekuat, merah dan gatal masih akan
ada hingga 2-4 minggu
 Obati seluruh keluarga yang tinggal satu rumah (seperti
kakaknya yang mempunyai keluhan serupa)
 Menjaga higenitas tubuh, rumah dan lingkungan sekitar
 Cuci semua pakaian, handuk, sprei, sarung bantal
dengan air panas
 Setrika baju sebelum digunakan
 Bersihkan karpet dan kasur, jemur dibawah terik
matahari
 Rapikan barang-barang yang menumpuk di dalam rumah
 Minum banyak (asupan cairan adekuat)
 Quo Ad Vitam : Bonam
 Quo Ad Functionam : Bonam
 Quo Ad Sanactionam : Bonam  bukan
dubia ad bonam? Penyulitnya dengan ada
anggota keluarga yang punya keluhan serupa
yang masih beresiko menularkan
Hasil Kunjungan Rumah (17 Maret 2017)

Alasan untuk dilaksanakan pembinaan pada keluarga


ini :
 Kondisi rumah yang banyak barang menumpuk di
dalamnya
 Kakak pasien yang tinggal satu rumah dengannya

mempunyai keluhan serupa


Genogram

Laki-laki

Perempuan

Data Dinamika Keluarga


 Bentuk keluarga : extended family
 Tahapan siklus keluarga : tahap 5
Fungsi Dalam Keluarga

Fungsi Keluarga Penilaian


Biologis • Pasien kurang mengerti mengenai penyakit yang dialami
• Nenek pasien yang merawat pasien kurang memahami
penyakit yang di alami cucunya
Psikologis • Pasien berinteraksi baik dengan keluarganya
Sosial • Hubungan pasien dengan keluarganya harmonis
• Hubungan dengan tetangga sekitarnya baik
• Hubungan dengan teman-temannya baik
Ekonomi • Sumber dana pasien hanya dari orang tuanya yang
bekerja sebagai karyawan di perusahaan swasta yang
berada di luar pulau yaitu di sumatera
Faktor Risiko Internal Keluarga
Perilaku Sikap & Perilaku Keluarga yang Menggambarkan Perilaku
Kebersihan • Pasien dan keluarga mandi dan berganti baju dua kali
pribadi & sehari
lingkungan • Pasien mencuci tangan sebelum dan sesudah makan
• Pasien mencuci tangan dan kaki setelah bermain di luar
rumah
• Di dalam rumah terdapat barang-barang yang menumpuk
• Nenek pasien mengaku tidak rutin beres-beres dirumah
• Kakak pasien yang tinggal satu rumah dengannya
mempunyai keluhan serupa
Gizi Keluarga • Nenek pasien memasak setiap hari untuk suami dan
cucunya
• Pasien makan teratur
• Makanan yang biasa dimakan: ayam goreng, sayur sop,
ikan tongkol, sayur bayam, tahu, tempe, telor dadar. Buah
dan susu jarang di makan oleh pasien
Latihan jasmani/ • Pasien jarang berolahraga
aktvitas fisik • Aktfitas sehari-hari hanya menonton tv, bermain di rumah
atau di lingkungan rumah dengan teman-temannya
Penggunaan • Pasien biasa berobat ke Puskesmas Kecamatan Pasar
pelayanan Rebo di MTBS
kesehatan • Pasien mempunyai BPJS
• Saat ini pasien berobat dengan BPJS
Kebiasaan • -
perilaku lainnya
yang buruk untuk
kesehatan
 Skabies  penyakit kulit yang disebabkan
oleh infestasi dan sensitisasi terhadap
Sarcoptes scabieivarian hominis dan
produknya.
Sarcoptes scabiei termasuk filum Arthopoda,
kelas Arachnida, ordo Ackarina, superfamili
Sarcoptes. Pada manusia disebut Sarcoptes
scabiei var. hominis.

• Telurnya (3-5 hari)  larva (2 -3 hari)  nimfa.


• Seluruh siklus hidupnya mulai dari telur sampai
bentuk dewasa memerlukan waktu antara 8 – 12
hari.
Skabies ditemukan di semua negara dengan prevalensi yang
bervariasi. Di beberapa negara yang sedang berkembang
prevalensi skabies sekitar 6%-27% populasi umum dan cenderung
tinggi pada anak-anak serta remaja.

 Banyak faktor yang menunjang perkembangan


penyakit ini, antara lain:
1. sosial ekonomi yang rendah
2. higiene yang buruk
3. hubungan seksual yang sifatnya promiskuitas.
Penyakit ini dapat dimasukkan dalam P.H.S.
(Penyakit akibat Hubungan Seksual).
 Bagian kulit yang diserang  kulit yang tipis dan lembab,
contohnya lipatan kulit pada orang dewasa. Pada bayi,
karena seluruh kulitnya masih tipis, maka seluruh badan
dapat terserang.
 Kelainan kulit dapat disebabkan tidak hanya oleh tungau
skabies, tetapi juga oleh penderita sendiri akibat garukan.
 Gatal  sensitisasi terhadap sekret dan ekskret tungau.
 Pada saat itu kelainan kulit menyerupai dermatitis dengan
ditemukannya papul, vesikel, urtika dan lain-lain.
 Dengan garukan dapat timbul erosi, ekskoriasi, krusta dan
infeksi sekunder. Kelainan kulit dan gatal yang terjadi
dapat lebih luas dari lokasi tungau
Mendingan ketik ulang ae sis
 4 Tanda Kardinal
◦ Pruritus nokturna
◦ Penyakit ini menyerang manusia secara berkelompok
◦ Adanya terowongan (kunikulus) pada tempat-tempat
◦ Menemukan tungau
Diagnosis dapat dibuat dengan menemukan 2 dari 4
tanda cardinal tersebut.
Mendingan ketik ulang ae sis
1. Kerokan kulit  ditetesi dengan KOH 10% lalu dikerok
dan dilihat dibawah mikroskop.
2. Usap (Swab kulit)
3. Mengambil tungau dengan jarum
4. Kuretasi terowongan (kuret dermal)
5. Burrow ink test  Identifikasi terowongan bisa dibantu
dengan cara mewarnai daerah lesi dengan tinta hitam.
6. Uji tetrasiklin
7. Epidermal shave biopsy
8. Pemeriksaan histopatologik
9. Biopsi irisan dengan pewarnaan HE
10. Menyikat
 Diagnosis skabies dapat ditegakkan
berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan
fisik. Pemeriksaan penunjang akan
semakin memperkokoh diagnosis skabies,
terutama bila ditemukan tungau dari
pemeriksaan langsung. Diagnosis dan
pengobatan skabies dapat dimulai setelah
ditemukan 2 dari 4 tanda kardinal, atau
ditemukan tungau pada pemeriksaan
penunjang.
Tingkat
Biaya keparahan
erupsi

Pengobatan
Usia
Pemilihan sebelumnya
Regimen
Terapi

Syarat obat yang ideal :


1. Efektif pada semua stadium
2. Tidak menimbulkan iritasi dan tidak toksik
3. Tidak berbau, kotor, tidak merusak dan mewarnai
pakaian
4. Mudah diperoleh, harga murah

Semua keluarga yang berkontak dengan penderita


harus diobati
TERAPI MEDIKAMENTOSA
Obat Fungsi Cara Pemakaian Efek samping

Diaplikasikan
Menghambat polarisasi dengan mengoleskan Jarang ditemukan
Permetrin 5
dinding sel -->paralise dari leher-->kaki 8-12 kecuali pada orang
%
parasit jam kedmudian yang hipersensitivitas
dibilas

Diaplikasikan
Antiskabietik, tidak dengan mengoleskan
Kadang menimbulkan
Sulfur 6-10% dapat membunuh dari leher-->kaki 24
iritasi dan berbau
stadium telur jam selam 3hari
berturut-turut

Benzil Sering menimbulkan


Neutoksik terhadap Aplikasi selama 24
Benzoat (20- dermatitis iritan dan
skabies jam
25%) dermatitis alergi
Obat Fungsi Cara Pemakaian Efek samping

Diaplikasikan ke
seluruh bagian Dapat menimbulkan
Krotamiton Antiskabies dan tubuh dari leher iritasi bila digunkan
10% amtigatal hingga kaki 2X dalam jangka waktu
sehari selama 5 hari panjang
berturut-turut

Dioleskan pada
seluruh bagian Bersifaft neurotoksik
Gameksan Insektisida yang
tubuh mulai dari dan kejang pada
(1%) merusak SSP tungau
leher hingga kaki anak
selama 12-24 jam

Terapi Medikamentosa:
Obat sistemik : Antihistamin untuk mengurangi rasa gatal
Obat topikal : Untuk membunuh tungau skabies
Kendali Lingkungan
• Cuci pakaian, linen pada suhu minimal 600C
• Pada bahan yang tidak dapat dicuci, dapat diisolasi dalam
kantong plastik minimal selama 72 jam
• Vacuum karpet dan tempat tidur
• Obati semua orang yang tinggal satu rumah baik dengan
gejala maupun tidak
Daftar Pustaka

 Suwandi MYS. Scabies: A skin disease which become community problem


especially for the rural community. Scabies. Watulimo, JawaTimur. 2004.
p. 331-3
 Iskandar T. Masalah scabies pada hewan dan manusia serta
penanggulangannya: Wartazoa; 2004. Volume 1 Nomor 1 Tahun 2004. p.
28-34
 Muzakkir. Faktor yang berhubungan dengan penyakit scabies pada
pesantren di kabupaten aceh besar tahun 2007. Aceh Besar: Universitas
Sumatera Utara; 2008.
 Atmaprawira MU. PrevalensiSkabiesdanFaktor-FaktorBerhubungan di
Pesantren X, Jakarta [postgraduate]. Jakarta:
FakultasPascaSarjanaUniversitas Indonesia, 2007.
 Djuanda A, Hamzah M, et.al. Ilmu Penyakit Dalam. 6th ed. Jakarta;
Penerbit Kedokteran Universitas Indonesia: 2010.
 Avila-Romay A, Alvarez-Franco M, Ruiz-Maldonado R. Therapeutic
Efficacy, Secondary Effects, and Patient Acceptability of 10% Sulfur in
Either Pork Fat or Cold Cream for the Treatment of Scabies. Pediatr
Dermatol. 2004;8:64-6.