Anda di halaman 1dari 19

ERITRASMA

M.HAQQUL SYIFA’ M H
1710211091
Eritrasma
• Infeksi superfisial, ditandai oleh makula eritematosa
hingga kecoklatan, berbatas tegas, di daerah lipatan
(intertriginosa), atau dapat berbentuk fisura dengan
maserasi putih di sela-sela jari
• Infeksi dangkal kronik yang biasanya menyerang daerah
yang berkeringat
Gejala
Lesi berupa Lesi biasanya
makula bersifat
eritomatosa- asimtomatik,
coklat, kecuali di
berbatas Tempat Ko-eksistensi
daerah
tegas, predileksi eritrasma
selangkanagn
skuama halus daerah dengan
(gatal dan
diatasnya intertriginosa, kelainan kulit
menyengat)
terutama aksila, akibat
genito-krural dermatofita dan
dan sela jari ke- kandida dapat
4 dan ke-5 ditemikan pada
lesi interdigital
Etiologi
Corynebacterium minutissimum Kingdom: Bacteria

• Bakteri batang pendek Gram positif Phylum: Actinobacteria

• Bergranula subterminal Order: Actinomycetales

• Ditemukan di daerah iklim tropis Suborder: Corynebacterineae

Family: Corynebacteriaceae

Genus: Corynebacterium

Species: minutissimum
Epidemiologi

Umur Jenis Kelamin


Ras Iklim
Frekuensi pria
Dewasa Daerah tropis
dan wanita
muda Hitam dan subtropis
sama
Faktor Resiko
• Banyak berkeringat terutama di daerah lipatan tertutup
• Kegemukan
• Debilitas
• DM
• Peminum alkohol
• Daerah beriklim panas, lembab dan hangat
• Higiene yang buruk
• Hiperdrosis
• Usia lanjut
• Imunosupresi
Diagnosis (Amanesis)
Dimulai dengan daerah eritema miliar, selajutnya meluas
ke seluruh regio, menjadi merah dan teraba panas
Diagnosis (Px Fisik)
• Lipat paha bagian dalam
Lokasisasi sampai skrotum, aksila dan
intergluteal

• Eritema luas berbatas tegas


Efloresensi dengan skuama halus dan
terkadang erosif
Diagnosis (Px Penunjang)
Pewarnaan Pemeriksaan
Lampu Wood
Gram KOH
• Flouresensi • Tampak bakteri • Menampakkan
berwarna batang Gram bakteri bentuk
merah coral/ Positif batang
oranye akibat • Menunjukan
porfirin hifa pada
infeksi
dermatofit
Gambaran Histopatologi
Hiperkeratosis, parakeratosis, akantosis serta pelebaran
ujung-ujung pembuluh darah dan sebukan sel-sel
polinuklear
Diagnosis Banding
• Tinea kruris
• Kandidiasis
Bakteri corinebakteria menginvasi
sepertiga atas stratum kornea kulit,
dan tergantung kelembaban dan
Patofisiologi suhu kulit, kemudian organisme ini
berproliferasi. Stratum korneum
kemudian menebal. Organisme yang
menyebabkan eritrasma terlihat di
ruang interselular dan di dalam sel,
melarutkan serat keratin. Flouresensi
berwarna Coral-red dibawah lampu
wood dapat terlihatkarena produksi
dari porfirin oleh difteroid ini.
Tata laksana
Terlokalisir Luas dan sistemik
• Eritromisin 15 mg/kg BB 4 kali
• Sabun dan gel benzoil
sehari selama 5-10 hari
peroksida 5%
• Tetrasiklin dengan dosis sama
• Klindamisin atau

eritromisin (solusio 2%)
• Eritromisin 4 kali 250 mg
selama 7 hari
• Klaritromisin dosis tunggal
Prognosis
• Baik
• Asimtomatik selama bertahun-tahun
• Dapat terjadi eksaserbasi periodik