Anda di halaman 1dari 20

Sucitra Setiawan 102008042

Varlye Kantohe 102010118


Marcella Oscar 102012003
Stefanie Haryanto 102012062
Uria Ricko Handen 102012199
Imelda Gunawan 102012205
Kelvin Rinaldo Khomalia 102012255
Silvani Dania 102012334
Orlando 102012430
Puti Khairina 102012465
Ny.A 30 tahun datang ke poliklinik FK UKRIDA
dengan keluhan lemas sejak 1 bulan yang lalu.
Keluhan ini dirasa memberat terutama jika sedang
beraktifitas, pasien mengaku belakangan ini hanya
mengkonsumsi sayuran . Pasien mengatakan tidak
adanya riwayat demam, paparan radioaktif dan
kencing berwarna seperti teh. Di keluarga pasien
tidak ada sakit seperti ini . Riwayat Obstetri ,
G0P0A0, dengan riwayat mens teratur
 Ny. A 30 tahun lemas sejak 1 bulan yang lalu ,
keluhan dirasa memberat jika beraktivitas dan
mengaku belakangan ini hanya
mengkonsumsi sayuran.
Anamnesis anemia secara umum:
 Gejala umum anemia: mudah lelah, dyspnea, palpitasi,
takikardi, sakit kepala, angina — jika ada coronary disease
sebelumnya.
 Onset, riwayat transfusi, nutritional habits, minuman
beralkohol, penurunan BB, kehamilan, menstruasi, riwayat
penggunaan obat (aspirin, NSAID).
 Laki-laki dewasa anemia  suspek perdarahan GI.
Gejala anemia defisiensi besi spesifik: koilonichia, pica,
pagophagia, angular cheilosis.
 Asimtomatik hingga anemia berat.
 Umum: konjungtiva & kulit pucat.
 Berat  takikardia, perbesaran jantung,
 Gejala klinis spesifik ADB.
Koilonychia Angular Cheilosis Anemic Conjunctiva
(spoon nails) (juga pada def vit B2 & B12) (pallor)
 Hemoglobin : 9g/dl
 Hematokrit : 35%
 Leukosit : 8000
▪ Diff Count : 1/1/0/73/15/2
 Trombosit : 250.000
 Retikulosit : 2%
 Gambaran darah tepi : Mikrositik hipokrom
 Kimia darah ;
 Total Iron Binding Capacity ( TIBC)
 Serum Iron
 Saturasi transferin dan ferritin
 Urinalisis
 Analisis tinja
 Anemia Penyakit Kronik
 Anemia Hemolitik
 Thalasemia
 Chronic Kidney Disease
Besi serum

Menurun Normal

TIBC↑↑ TIBC↓↓
Feritin normal
Feritin ↓↓ Feritin ↑↑

Elektroforesis Hb Ring sideroblas


Besi sumsum Besi Sumsum
HbA2↑ dalam sumsum
tulang negatif tulang positif
HbF↑ tulang

Anemia Defisiensi Anemia akibat Beta anemia


Thalassemia
besi penyakit kronik sideroblastik
Anemia defisiensi besi.

 Keadaan berkurangnya hingga di bawah nilai normal


jumlah SDM, kuantitas hemoglobin, & hematokrit per
100 ml darah.
 Kurangnya diet makanan mengandung Fe
 Peningkatan kebutuhan besi (Pertumbuhan&
kehamilan)
 Gangguan absorbsi besi : Gastrektomi, kolitis
kronik
 Menstruasi
 Perdarahan menahun pada :
 Traktus Digestivus
 Traktus Urogenital
 Traktus Respiratorius
Klasifikasi Afrika Amerika latin Indonesia

Laki-laki 6% 3% 16-50%
dewasa
Wanita tak 20% 17-21% 25-48%
hamil
Wanita hamil 60% 39-46% 46-92%
 Diet kaya besi
 Suplemen besi oral : ferrous sulfat Dosis 3x 200
mg. Diberikan saat lambung kosong
 Vitamin C 3x 100 mg / hari
 Mengobati penyebab perdarahan
 Mengkonsumsi daging (terutama daging merah)
seperti daging sapi.

 Zat besi juga dapat ditemukan pada sayuran


berwarna hijau gelap : bayam dan kangkung,
buncis, kacang polong, serta kacang-kacangan.

 Mengkonsumsi makanan bergizi seimbang dengan


asupan zat besi yang cukup untuk memenuhi
kebutuhan tubuh.
 Insufiensi koroner dan infark miokard.
 Cacat pada struktur dan fungsi jaringan epitel.
 Anak-anak:
 IQ rendah
 Defisit perhatian
 Pertumbuhan terganggu
 Pendidikan kesehatan, yaitu :
▪ Penyuluhan gizi
• Suplementasi besi terutama untuk ibu hamil
dan anak balita.
 Fortifikasi bahan makanan dengan besi.
 Anemia defisiensi besi lebih banyak diderita
oleh perempuan
 Evaluasi penyebab anemia harus dilakukan
dengan baik untuk menentukan tatalaksana
yang tepat.