Anda di halaman 1dari 35

TOTAL PARENTERAL

NUTRITION (TPN)
Disusun Oleh :
1. SRI WARYANTI (201505044)
2. WARDATUL MAKSUFAH (201505045)
3. WINDA WAHYUNINGSIH (201505046)
Pengertian TPN
• Total Parenteral Nutrition (TPN) adalah suatu bentuk
pemberian nutrisi yang diberikan langsung melalui
pembuluh darah tanpa melalui saluran pencernaan.
• Istilah Nutrisi Parenteral untuk menggambarkan suatu
pemberian makanan melalui pembuluh darah. Nutrisi
parenteral total (TPN) diberikan pada penderita
dengan gangguan proses menelan, gangguan
pencernaan dan absorbsi.
• Yang termasuk TPN yaitu karbohidrat, asam amino,
lemak termasuk asam lemak esensial, elektrolit,
vitamin, mineral, air dan aditif lainnya.
Tujuan Pemberian Nutrisi Parenteral
1. Untuk memberikan dukungan melalui jalur
intravena, bila rongga mulut tidak memadai, tidak
dapat diakses atau tidak berfungsi.
2. Untuk meminimalkan komplikasi yang berhubungan
dengan Total Nutrisi Pareriteral (TPN).
3. Menyediakan nutrisi bagi tubuh melalui intravena,
karena tidak memungkinkannya saluran cerna untuk
melakukan proses pencernaan makanan.
4. Total Parenteral Nutrition (TPN) digunakan pada
pasien dengan luka bakar yang berat, gangguan
saluran pencernaan, gagal hati, gagal ginjal akut dan
kronik, gagal nafas, operasi abdomen, trauma
pembedahan dan kanker.
5. Mencegah lemak subcutan dan otot digunakan oleh
tubuh untuk melakukan katabolisme energy.
6. Mempertahankan kebutuhan nutrisi.
Dasar Fisiologis
Pemberian dari nutrisi parenteral didasarkan atas
beberapa dasar fisiologis, yakni:

1) Apabila di dalam aliran darah tidak tercukupi


kebutuhan nutrisinya, kekurangan kalori dan
nitrogen dapat terjadi.
2) Apabila terjadi defisiensi nutrisi, proses
glukoneogenesis akan berlangsung dalam tubuh
untuk mengubah protein menjadi karbohidrat.
3) Kebutuhan kalori kurang lebih 1500 kalori/hari,
diperlukan untuk mencegah protein dalam tubuh
untuk digunakan.
4) Kebutuhan kalori meningkat terjadi pada pasien
dengan penyakit hipermetabolisme, demam, luka,
membutuhkan kalori sampai dengan 10.000
kalori/hari.
5) Proses ini menyediakan kalori yang dibutuhkan yang
langsung terdilusi ke dalam sistem intravena menjadi
nutrisi yang tepat sesuai toleransi tubuh.
Indikasi Utama Pemberian TPN

• Pasien kurang gizi yang kehilangan berat badan >


10% dari berat badan terakhir
• Saluran pencernaan tidak berfungsi sama sekali
• Tidak ada asupan makanan oral selama 3-5 hari
dengan status gizi buruk
Kontra Indikasi Parenteral Nutrisi

• Nutrisi parenteral tidak diberikan pada keadaan


sebagai berikut:
– 24 jam pasca-bedah/trauma
– Gagal napas
– Shock
– Demam tinggi
– Brain death (alasan cost-benefit)
Pertimbangan Pemberian TPN

- Meningkatkan status nutrisi penderita


- Mempertahankan sirkulasi
- Mencukupi dan mempertahankan keseimbangan dan
elektrolit
- Mencegah atau mengganti kehilangan cairan tubuh
Kondisi yang Memerlukan PN
• Ileus obstruksi
• Peritonitis
• Fistula enterokutan
• Sindrom malabsorpsi berat
• Vomitus
• Diare berat
• Malnutrisi protein atau protein-kalori
• Kanker
Team Nutrisi
• Dokter
• Farmasis
• Perawat
• Ahli gizi
• Pekerja sosial
Peranan Farmasi dalam Pelayanan TPN
• Menilai stabilitas dan ketercampuran larutan nutrisi
parenteral
• Membantu dokter dalam membuat formula,
penyiapan dan monitoring, nutrisi parenteral pada
pasien
• Berkoordinasi dalam pengaturan pemberian home
therapy nutrisi parenteral
Persiapan Pemberian TPN
• Catat BB pasien, tentukan status nutrisinya
• Menilai akses vena
• Periksa hasil laboratorium
• Hitung kebutuhan elektrolit
• Hitung kebutuhan cairan perhari
• Hitung cairan yang tersedia untuk Nutrisi Parenteral
Proses Penyiapan
• Volume kecil dengan syringe
• Volume besar dengan kantong / bag
Proses Pembuatan Larutan Nutrisi
Parenteral
• Ruangan steril dibersihkan dan disiapkan
• Semua permukaan kerja disterilkan dengan alkohol
70%
• Semua bahan dan alat yang sudah disteril
dimasukkan lewat pass box dan atur dalam laminar
air flow
Ketercampuran Nutrisi Parenteral
- Memahami sifat bahan yang digunakan
- pH larutan obat
- Konsentrasi
- Suhu
- Wadah obat
Cara Penyimpanan TPN

• Suhu 2-6 derajat celcius


• Jangan disimpan pada T
kamar lebih dari 24 jam
• Keluarkan 4-6 jam dari
lemari es sebelum
pemberian TPN dan
biarkan di suhu kamar
Isi Label TPN
• Nama pasien
• Ruang perawatan
pasien
• Komposisi produk
• No Batch
• Tanggal Pembuatan
• Tanggal Kedaluwarsa
• Cara penyimpanan
• Perhatian Khusus
Cara Pemberian Nutrisi Parenteral

Berdasarkan cara pemberian nutrisi parenteral dibagi menjadi 2


yaitu :

1. Nutrisi parenteral sentral ( untuk Nutrisi Parenteral Total ) :


Merupakan pemberian nutrisi melalui intravena dimana
kebutuhan nutrisi sepenuhannya melalui cairan infuse karena
keadaan saluran pencernaan klien tidak dapat digunakan.
Cairan yang dapat digunakan adalah cairan yang mengandung
karbohidrat seperti Triofusin E 1000, cairan ini yang
mengandung asam amino seperti Pan Amin G, dan cairan
yang mengandung lemak seperti intralipid
2. Nutrisi parenteral perifer ( untuk Nutrisi Parenteral
Parsial )
Merupakan pemberian sebagian kebutuhan nutrisi
melalui intravena. Sebagian kebutuhan nutrisi harian
pasien masih dapat dipenuhi melalui enteral.
Cairannya yang biasa digunakan dalam bentuk
dekstrosa atau cairan asam amino.
Cairan Nutrisi Parenteral
• Volume cairan
Jumlah cairan 2-2,5 liter/hari
Lebih banyak pada pasien perdarahan, muntah,
diare, demam, luka bakar
Dibatasi pada pasien gagal ginjal, hati, jantung,
hipoalbuminemia
Komponen TPN
• Protein (asam amino)
• Karbohidrat (dekstrosa)
• Lemak
• Elektrolit
• Vitamin
• Mineral
Protein
 Selain kalori yang dipenuhi dengan karbohidrat dan
lemak, tubuh masih memerlukanasam amino untuk
regenerasi sel, enzym dan visceral protein.
 Protein : 1 – 2,5 g/kg BB/hari
 Ada 20 macam Asam Amino untuk sintesa protein
 8 diantaranya adalah asam amino esensial
 1 g nitrogen = 6,25 g protein
 Protein dipecah hasil akhirnya urea, H+, SO4 dan
PO4
Karbohidrat
• Glukosa (dekstrosa)
• Konsentrasi lebih dari 12% diberikan secara vena
sentral
• Glukosa tidak boleh digunakan sebagai energi
tunggal karena :
- Resiko hiperglikemia dan glikosuria
- Infiltrasi lemak pada hati
- Produksi CO2 berlebihan
- Konsumsi O2 berlebihan
- Defisiensi asam lemak esensial
- Nyeri dan trombosis
• Oleh karena itu perlu diketahui dosis aman dari
masing-masing karbohidrat :
1) Glikosa ( Dektrose ) : 6 gram / KgBB /Hari.
2) Fruktosa / Sarbitol : 3 gram / Kg BB/hari.
3) Xylitol / maltose : 1,5 gram /KgBB /hari.
• Campuran GFX ( Glukosa , Fruktosa, Xylitol ) yang
ideal secara metabolik adalah dengan perbandingan
GFX = 4:2:1
Lemak
• Lemak : untuk mencegah defisiensi asam lemak
essensial dan sebagai sumber kalori
• Untuk memenuhi kebutuhan kalori, lemak diberikan
25-40% dari kalori total per hari
• Pemberian >60% menyebabkan ketoasidosis
• Dosis awal lemak : 1 g/kg/hari kemudian dinaikkan
setiap hari 0,5 g/kg/hari
• Pemberian harus lambat, habis dalam 24 jam
Efek samping Lemak
• Reaksi demam dan anafilaksis
• Kolestasis
• Sepsis
• Hiperlipidemia
Elektrolit
• Kebutuhan Na / hari 80-120 mmol , kecuali ginjal,
gangguan hati dan ginjal perlu jumlah yang lebih
besar
• Kebutuhan K = 80-120 mmol/hari
• Kebutuhan Ca = 5-10 mmol / hari
• Kebutuhan Mg = 5-14 mmol/hari terutama
ditambahkan pada pasien penyakit Gastrointestinal
yang berat
• Fosfat : 30 – 40 mmol/ hari
• Zink : 3 – 10 mg/ hari
Vitamin dan Mineral
Vitamin
Vit B1,B2,niasin,B6,Asam folat,B12,Vit A,C,D,E,dan vit K
Vitamin K ditambah seminggu sekali
Pada pasien dengan TPN yang lama maka ekstra
Vitamin B12 dapat diberikan setiap 3 bulan

Tujuan pemberian vitamin dalam TPN


Stress metabolik
Kerusakan organ spesifik
Mineral
Mineral : Kromium, Cu, Mangan, Fe, Se, Zn, F, Iodin
Hanya Zinc yang ditambahkan setiap pemberian TPN
Selenium ditambahkan setelah 1 bulan
Kebutuhan Energi
Kebutuhan energi orang dewasa diperhitungkan
dengan memperhatikan :
- Laju metabolik basal adalah energi yang diperlukan
untuk memelihara fungsi tubuh dasar pada saat
istirahat
- Stress
- Aktifitas
- Sasaran nutrisi parenteral
Energi
 Jika ada gangguan supply energi dari luar tidak
cukup maka cadangan energi tubuh akan dipakai
melalui proses katabolisme
 Energi paling besar tersimpan dalam lemak tubuh ( 8-
20% dari BB )
 Karbohidrat hanya memberikan simpanan energi
dalam waktu singkat ( hati dan glikogen otot )
 Simpanan glikogen hanya mampu
mempertahankan kadar glukosa selama beberapa
jam
 Lemak memberikan 9 kcal/g
Penghentian Nutrisi Parenteral
 TPN tidak boleh dihentikan secara tiba-tiba karena
akan terjadi hipoglikemia secara cepat
 Kecepatan infus harus diperlambat menjadi
setengahnya paling sedikit 12 jam sebelum
dihentikan
 Jika TPN terpaksa harus dihentikan tiba-tiba
karena komplikasi maka infus Dekstrosa 10%
harus segera diberikan
 Cek kadar glukosa darah 4 kali sehari setelah TPN
dihentikan
DAFTAR PUSTAKA
• Handbook Clinical Guidelines
Obstetrics And Gynaecology Bab
TPN, Perth Western Australia
• Total Parenteral Nutrisi, Dra. Nastiti .Sr
. Apt
• Parenteral Nutrisi ( Ppn & Tpn ),
Azwinar , Badan Pelayanan Kesehatan
RSU Dr. Pirngadi Kota Medan
TERIMA KASIH
ARIGATOU GOZAIMASU
MATUR NUWUN