Anda di halaman 1dari 23

Placenta Previa

Farida Ulfa
15-057
Definition
• the placenta is located over or very near the internal os
• Plasenta yang letak nya abnormal yaitu pada Segmen Bawah Uterus
sehingga dapat menutupi sebagian atau seluruh pembukaan jalan
lahir
• When the placenta covers the opening in the mother's cervix.
Types
1. Total placenta previa. The internal cervical os is covered
completely by placenta.
2. Partial placenta previa. The internal os is partially covered
by placenta.
3. Marginal placenta previa. The edge of the placenta is at the
margin of the internal os.
4. Low-lying placenta. The placenta is implanted in the lower
uterine segment such that the placenta edge actually does
not reach the internal os but is in close proximity to it.
Menurut de Snoo, berdasarkan pembukaan 4 -5 cm
1. Plasenta previa sentralis (totalis) : pembukaan 4-5 cm teraba plasenta menutupi seluruh
ostea.
2. Plasenta previa lateralis: pembukaan 4-5 cm sebagian pembukaan ditutupi oleh plasenta,
dibagi 3 :
2.1 Plasenta previa lateralis posterior.
2.2 Plasenta previa lateralis anterior.
2.3 Plasenta previa marginalis.

• Penentuan macamnya plasenta previa tergantung pada besarnya pembukaan, misalnya


plasenta previa totalis pada pembukaan 4 cm mungkin akan berubah menjadi plasenta
previa parsialis pada pembukaan 8 cm, penentuan macamnya plasenta previa harus disertai
dengan keterangan mengenai besarnya pembukaan (Wiknjosastro, 2002).
Menurut Browne:
1. Tingkat I, Lateral plasenta previa :
• Pinggir bawah plasenta berinsersi sampai ke segmen bawah rahim,
namun tidak sampai ke pinggir pembukaan.
2. Tingkat II, Marginal plasenta previa:
• Plasenta mencapai pinggir pembukaan (Ostea).
Epidemiology
• plasenta previa lebih banyak terjadi pada kehamilan dengan paritas
tinggi
• usia di atas 30 tahun.
• negara maju angka kejadiannya kurang dari 1 %.
• Kejadian plasenta previa terjadi kira-kira 1/200 persalinan, insiden
dapat meningkat diantaranya sekitar 1 /20 persalinan pada ibu yang
paritas tinggi
Faktor predisposisi
1. Multiparitas
2. Usia ibu >/ = 35 tahun
2. Riwayat seksio sesarea
3. Smoking
4. endometrium yg terganggu (bekas operasi, bekas kuretage atau manual
plasenta, perubahan endometrium pada mioma uteri atau polip)
5. malnutrisi karena plasenta previa mencari tempat implantasi yang lebih
subur
6. placenta accrete (abnormally firm attachment of the placenta)
7. poorly developed decidua
Diagnosis
• Perdarahan tanpa nyeri, usia kehamilan > 22
minggu
• Darah segar
• Syok
• Tidak ada kontraksi uterus
• Bagian terendah janin tidak masuk pintu atas
panggul
• Kondisi janin normal atau terjadi gawat janin
• bagian depan tinggi
• biasanya ada bunyi jantung anak
• teraba jaringan plasenta
• robekan selaput marginal
Pemeriksaan Penunjang
• Pemeriksaan luar
Bagian terbawah janin belum masuk PAP
• Pemeriksaan in spekulo
Apakah perdarahan berasal dr oue/ kelainan serviks
• Px letak plasenta langsung
A finger is passed through the cervix and the placenta is palpated.
• Penegakkan diagnosis dibantu dengan pemeriksaan USG
Dengan USG, maka posisi plasenta dapat diidentifikasi, Selain itu dapat
dibedakan antara plasenta previa dengan plasenta letak rendah (tepi
plasenta berada kurang lebih 3cm dari ostium uteri internum
Pathophysiology
Tata laksana bergantung pada

• Keadaan umum pasien, kadar hb.


• Jumlah perdarahan yang terjadi.
• Umur kehamilan/taksiran BB janin.
• Jenis plasenta previa.
• Paritas clan kemajuan persalinan.
PENANGANAN EKSPEKTIF
Kriteria :
- Umur kehamilan kurang dari 37 minggu.
- Perdarahan sedikit
- Belum ada tanda-tanda persalinan
- Keadaan umum baik, kadar Hb 8 gr% atau lebih.
Rencana Penanganan :
1. Istirahat baring mutlak.
2. Infus D 5% dan elektrolit
3. Spasmolitik. tokolitik, plasentotrofik, roboransia.
4. Periksa Hb, HCT, COT, golongan darah.
5. Pemeriksaan USG.
6. Awasi perdarahan terus-menerus, tekanan darah, nadi dan denyut jantung janin.
7. Apabila ada tanda-tanda plasenta previa tergantung keadaan pasien ditunggu sampai kehamilan 37 minggu
selanjutnya penanganan secara aktif.
PENANGANAN AKTIF
Kriteria
• umur kehamilan >/ = 37 minggu, BB janin >/ = 2500 gram.
• Perdarahan banyak 500 cc atau lebih.
• Ada tanda-tanda persalinan.
• Keadaan umum pasien tidak baik ibu anemis Hb < 8 gr%.
• Untuk menentukan tindakan selanjutnya SC atau partus pervaginum,
dilakukan pemeriksaan dalam kamar operasi, infusi transfusi darah
terpasang.
INDIKASI SEKSIO SESAREA
• Plasenta previa totalis.
• Plasenta previa pada primigravida.
• Plasenta previa lateralis jika :
• Pembukaan masih kecil dan perdarahan banyak.
• Sebagian besar OUI ditutupi plasenta.
• Plasenta terletak di sebelah belakang (posterior).
• Profause bleeding, perdarahan sangat banyak dan mengalir dengan cepat.
PARTUS PER VAGINAM
Dilakukan pada plasenta previa marginalis atau lateralis pada multipara dan anak sudah
meninggal atau prematur.
1. Jika pembukaan serviks sudah agak besar (4-5 cm), ketuban dipecah (amniotomi) jika his
lemah, diberikan oksitosin drips.
2. Bila perdarahan masih terus berlangsung, dilakukan SC.
3. Tindakan versi Braxton-Hicks dengan pemberat untuk menghentikan perdarahan (kompresi
atau tamponade bokong dan kepala janin terhadap plasenta) hanya dilakukan pada keadaan
darurat, anak masih kecil atau sudah mati, dan tidak ada fasilitas untuk melakukan operasi.
Komplikasi
Komplikasi pada ibu:
• Anemia dan syok
• Meningkatnya risiko solusio plasenta pada kehamilan berikutnya
• Infeksi

• Komplikasi pada janin:


• Asfiksia
• Pertumbuhan janin terhambat
• Malformasi kongenital