Anda di halaman 1dari 38

MASALAH PENELITIAN

KEBIDANAN
Fenomena :
• Fenomena = gejala-gejala yang ditangkap oleh
panca indra (contoh; hari ini cerah, ruangan
gelap, kemacetan lalu lintas)

• Apakah semua fenomena itu


adalah masalah?
Masalah dalam Penelitian Kebidanan

Harapan; teori, visi, keinginan,


idealisme, cita2 dll (ideal
HARAPAN principle)

GAP

KENYATAAN Kenyataan; realita, praktik,


apa adanya dll (reality
principle)
Masalah Penelitian Kebidanan
Pengertian :
• Secara umum masalah kebidanan diartikan
sebagai kesejangan atau diskongruensi antara
kenyataan dan harapan di bidang layanan
kebidanan
• Berdasarkan konsep variabel masalah dapat
dimunculkan atas dasar asumsi bahwa perilaku
kebidanan atau perilaku bidan itu sendiri pada
umumnya ditentukan okeh faktor-faktor stimulus
(eksternal)atau faktor-faktor internal dan
projektif
• Apakah semua masalah
adalah masalah penelitian?
Kenapa?
Tidak semua masalah bisa diteliti:
• Sumber data tidak memadai (tidak bisa
diakses)
• Sumber daya tidak memungkinkan (dana,
waktu, orang, alat dll)
• Kebijakan institusi
• Tidak bisa diukur
Masalah dalam Penelitian Kebidanan

• Fokus = masalah sekitar layanan


kebidanan & aspek2 yg terkait di
dalamnya (klinik, pendidik, manajerial)
• Masalah kebidanan; kesenjangan antara
harapan dg kenyataan dibidang layanan
kebidanan
• Contoh; harapan ibu yg menjalani proses
persalinan dan kenyataan layanan yg
mereka terima
Aspek-aspek Penelitian Kebidanan
Substansi = Penelitian kesehatan memfokuskan
pada masalah kesehatan; kesehatan individu
yang berorientasi pada klinis (pengobatan) dan
berorientasi pada kelompok – masyarakat
(kesehatan masyarakat – pencegahan).
Terutama masalah2 kesehatan (kebidanan;
pendidik, klinik, manajemen dll)
Metodologi = ilmiah (akan dipelajari ???)
BioStatistik = pengumpulan data – analisis data
Area Permasalahan Penelitian Kebidanan
Pendidik;
• Proses pembelajaran
• Suasana akademik
• Sistem informasi (teknologi informasi)
• Sistem mutu
• Sarana & prasarana
• Kurikulum
• Pendanaan
• Kemahasiswaan
• Dosen
• Pengelolaan Program (manajemen)
• Penelitian
• Pengabdian masyarakat
• Lulusan
• Tata pamong (governance)
• Publikasi ilmiah
• DLL
Area Permasalahan Penelitian Kebidanan
Klinik;
Gawat Darurat maternal
Pembelajaran Keterampilan Klinik Kebidanan
KIE dan Konseling
Manajemen Klinik dan Rumah Bersalin
Kesehatan Reproduksi II
Costomer Service Kebidanan
Manajemen Program Partisipatif
Gender dan Seksualitas
Pelayanan KB & infertilitas
Area Permasalahan Penelitian Kebidanan
Manajemen;
• Manajemen Sumber Daya kebidanan
• Manajemen Mutu Pelayanan Kebidanan
• Manajemen Marketing Kebidanan
• DLL
Aspek2 Perumusan Masalah
• Sense of Problem=Kepekaan terhadap
masalah(magnetude)
• Gap=Jarak antara harapan dg kenyataan
• Justifikasi=Alasan2 pembenaran;
data2/fakta
• Ramifikasi=akar permasalah/penyebab
masalah
Gap dapat dilihat melalui 3 hal:
• Teori versus praktek (Contoh; kepatuhan
bidan terhadap standar pelayanan
kebidanan)
• Target versus pencapaian (Contoh;
jumlah kunjungan ANC dg jumlah yg
bersalin disuatu tempat)
• Hasil penelitian sebelumnya (konklusif);
(Contoh; kejadian penyakit
tempat/daerah satu dg yg lain)
Sumber Masalah Penelitian Kebidanan;

• TEXTBOOKS & JOURNALS


• PERTEMUAN ILMIAH
• PENGAMATAN LAPANGAN
• REKOMENDASI PAKAR
LANGKAH-2 FORMULASI MASALAH
• PERSIAPAN
– Pernyataan Analisa Situasi
– Identifikasi Kesenjangan
– Tinjauan Pustaka
– Ramifikasi Masalah
• REVIEW-AWAL RUMUSAN MASALAH
– Adakah Formulasi Adekuat?
– Apakah Rumusan Sulit Dijawab?
– Apakah Pertanyaan Studi Sudah Baik?
– Apakah Studi Dapat Dilaksanakan (Feasible) ?
• REVIEW OLEH (KOMISI) PAKAR
• REVISI AKHIR RUMUSAN MASALAH
Contoh Kasus :
• Pemberian Asi Eksklusif merupakan masalah
kesehatan bayi di Indonesia. Asi Eksklusif adalah
makanan yang paling cocok untuk bayi karena
dapat memberikan gizi yang paling sesuai untuk
kebutuhan bayi, melindungi dari berbagai infeksi,
memberikan hubungan kasih sayang yang
mendukung semua aspek perkembangan bayi,
termasuk kesehatan dan kecerdasan bayi. Akan
tetapi, sangat di sayangkan penggunaan Asi
Eksklusif di masyarakat belum dilaksanakan
secara baik, Asi yang dianjurkan adalah 0-6
bulan, bayi hanya di beri Asi kemudian diteruskan
setelah berumur 2 tahun (Budhiati, 2002).
Lanjutan …
Faktor yang terkait dengan Pemberian Asi Eksklusif
adalah karakteristik ibu meliputi usia, pendidikan,
status pekerjaan, dan perilaku ibu; karakteristik bayi
adalah status kesehatan bayi; serta faktor lingkungan
meliputi dukungan suami, saudara, lingkungan kerja,
petugas kesehatan dan lain-lain. Berdasarkan survey
di DKI ibu yang bekerja yang tidak memberikan Asi
Eksklusif sebanyak 51,1 % (Kasnodiharjo, 1996).
Jabotabek pada tahun 1995 yang dapat memberi Asi
Eksklusif hanya 5 %, padahal 98 % ibu-ibu tersebut
menyusui. Juga di dapat bahwa 70,4 % dari ibu-ibu
tersebut tidak pernah mendengar informasi Asi
Eksklusif (Utami Rusli, 2000).
Lanjutan…
Di Kelurahan Ciganjur Kecamatan Jagakarsa yang
memberikan Asi Eksklusif sebanyak 14,7 % dari 4743
per 32291 dikali 100% Berdasarkan Survei Demografi
Kesehatan Indonesia (SDKI) 1997, pencapaian ASI
ekslusif selama 4 bulan di Indonesia baru mencapai
52%. Pada 2002 meningkat sedikit menjadi 55%.
Angka ASI ekslusif, selama 6 bulan sebesar 42,4 %.
Angka tersebut, dikatakan Direktur Bina Gizi Keluarga
Depkes DR Rachmi Untoro, mencerminkan betapa
rendahnya kesadaran ibu untuk memberikan ASI
ekslusif.
Pertanyaan Penelitiannya:
• Tunjukan letak Gap-nya ?
• Tunjukan letak justifikasi ?
• Tunjukan ramifikasi ?
• Judul yang tepat menurut Anda berdasar
kasus di atas adalah ?
• Hipotesis-nya?
• Tujuan Penelitian?
• Pertanyaan Penelitian?
Gap-nya; Asi Eksklusif adalah makanan yang paling
cocok untuk bayi karena dapat memberikan gizi yang
paling sesuai untuk kebutuhan bayi, melindungi dari
berbagai infeksi, memberikan hubungan kasih sayang
yang mendukung semua aspek perkembangan bayi,
termasuk kesehatan dan kecerdasan bayi. Akan
tetapi, sangat di sayangkan penggunaan Asi Eksklusif
di masyarakat belum dilaksanakan secara baik, Asi
yang dianjurkan adalah 0-6 bulan, bayi hanya di beri
Asi kemudian diteruskan setelah berumur 2 tahun
• Justifikasi-nya; Berdasarkan survey di DKI ibu yang
bekerja yang tidak memberikan Asi Eksklusif
sebanyak 51,1 % (Kasnodiharjo, 1996). Jabotabek
pada tahun 1995 yang dapat memberi Asi Eksklusif
hanya 5 %, padahal 98 % ibu-ibu tersebut
menyusui. Juga di dapat bahwa 70,4 % dari ibu-ibu
tersebut tidak pernah mendengar informasi Asi
Eksklusif (Utami Rusli, 2000). Di Kelurahan Ciganjur
Kecamatan Jagakarsa yang memberikan Asi
Eksklusif sebanyak 14,7 % dari 4743 per 32291
dikali 100% Berdasarkan Survei Demografi
Kesehatan Indonesia (SDKI) 1997, pencapaian ASI
ekslusif selama 4 bulan di Indonesia baru mencapai
52%. Pada 2002 meningkat sedikit menjadi 55%.
Angka ASI ekslusif, selama 6 bulan sebesar 42,4 %.
Angka tersebut, dikatakan Direktur Bina Gizi
Keluarga Depkes DR Rachmi Untoro,
mencerminkan betapa rendahnya kesadaran ibu
untuk memberikan ASI ekslusif.
• Ramifikasi-nya; Faktor yang terkait
dengan Pemberian Asi Eksklusif adalah
karakteristik ibu meliputi usia,
pendidikan, status pekerjaan, dan
perilaku ibu; karakteristik bayi adalah
status kesehatan bayi; serta faktor
lingkungan meliputi dukungan suami,
saudara, lingkungan kerja, petugas
kesehatan dan lain-lain.
• Judul yang tepat adalah;
- Faktor2 yang berhubungan dengan
Pemberian Asi Eksklusif oleh Ibu
Menyusui di …
Faktor Eksternal Faktor Internal

Paritas

-Sosial ekonomi
Pre eklampsia Usia
Pemeriksaan
ANC kurang
Keturunan

Penyakit hipertensi sebelumnya

Kehamilan Ganda

Molahidatidosa
Gambar 1.1 Identifikasi Masalah
Diabtes Mellitus
Contoh Masalah penelitian

• Meningkatnya Diabetes Mellitus dalam kehamilan dari


(18,2%) menjadi (22,8%) peningakatannya (4,1%)
• Meningkatnya kejadian Pre Eklampsia dari (15,3%)
menjadi (22,8%) sehingga peningkatannya (7,5%).
• Meningkatnya Diabetes Mellitus dalam kehamilan dan
kejadian Pre Ekalmpsia dari (29,15%) menjadi
(36,75%) sehingga peningkatannya (7,6%) di URJ
Hamil 1 RSU Dr. Soetomo Surabaya.
Lanjutan Contoh masalah Penelitian

• Sehingga peneliti ingin mengetahui /meneliti


hubungan antara Diabetes Mellitus dalam
Kehamilan dengan kejadian Pre Eklampsia.
• Sehingga peneliti ingin mengetahui /
menelitipengaruh Diabetes Mellitus terhadap
kejadian Pre Eklampsia.
• Perbedaan ....
Contoh Judul penelitiannya
• Hubungan antara Diabetes Mellitus dalam Kehamilan
dengan kejadian Pre Eklampsia di RSU Dr.Soetomo
Surabaya
• Pengaruh Diabetes Mellitus terhadap kejadian Pre
Eklampsia RSU Dr.Soetomo Surabaya.
• Perbedaan PE dengan Diabetes Mellitus dengan PE
tanpa Diabetes Mellitus di RSU Dr.Soetomo Surabaya
Masalah
Prematur Genetik Malnutrisi

Tingginya Angka
BBLR ?
Daftar semua pertanyaan yg muncul!

• Mengapa angka BBLR masih tinggi?


• Apa determinan dari kejadian BBLR?
• Berapa angka kejadian BBLR di kab.
Lamongan?
• Bagaimana distribusi kejadian BBLR antar
kecamatan di kab. Lamongan?
• Apakah tingkat sosial-ekonomi merupakan
faktor dominan dari kejadian BBLR?
• Apa dampak dari BBLR?
• dsb.
1.2 RUMUSAN MASALAH
Rumusan masalah dilandasi oleh pemikiran teoritis yg
kebenarannya perlu dibuktikan. Yang menunjukan
keterkaitan dengan antar variabel.
Rumusan masalah merupakan masalah yg memerlukan
suatu penyelesaian segera. Setidakanya harus
mendudkung unsur:
Q: Question – pertanyaan;
S: Specific
S: Separated – terpiasah / tersendiri
• Titik awal suatu penelitian.
• Pertanyaan-pertanyaan penting yang ingin
dijawab dalam penelitian.
• Dirumuskan dari masalah yang sudah
diidentifikasi, dipilih dan atau dibatasi.
• Titik acuan untuk: penyusunan tujuan,
pengajuan hipotesis, analisis data, dan
kesimpulan.
Tujuan Perumusan Masalah :
• Meletakkan dasar untuk memecahkan
beberapa penemuan penelitian
sebelumnya ataupun dasar untuk
penelitian selanjutnya
• Untuk memudahkan pengajuan
hipotesis, analisis data dan kesimpulan.
• Memenuhi keinginan sosial
• Meyediakan sesuatu yang bermanfaat
Cara merumuskan masalah
• Dirumuskan dalam bentuk pertanyaan.
• Rumusan hendaknya jelas dan padat.
• Fokus pada variabel yang diteliti (baik
dependent/independent variables).
• Rumusan masalah harus berisi implikasi
adanya data untuk memecahkan masalah.
• Rumusan masalah dasar dalam membuat
hipotesa.
Contoh rumusan masalah: hubungan
• 1.Bagaimanakah kejadian Diabetes Mellitus
dalam Kehamilan di RSU Dr.Soetomo
Surabaya?
• 2.Bagaimanakah kejadian Pre Eklampsia di RSU
Dr.Soetomo Surabaya?
• 3.Apakah ada hubungan antara Diabetes Mellitus
dalam Kehamilan dengan kejadian Pre
Eklampsia di URJ Hamil I RSU
Dr. Soetomo Surabaya ?
Contoh rumusan masalah: pengaruh
1.Bagaimanakah kejadian Diabetes Mellitus
dalam Kehamilan di RSU Dr.Soetomo
Surabaya?
2.Bagaimanakah kejadian Pre Eklampsia di RSU
Dr.Soetomo Surabaya?
3.Apakah ada ada pengaruh Diabetes Mellitus
terhadap kejadian Pre Eklampsia.
Hipotesis-nya; misalnya;
- Ada hubungan antara usia
dengan Pemberian Asi Eksklusif oleh Ibu
Menyusui di …
- Ada hubungan antara pendidikan
dengan Pemberian Asi Eksklusif oleh Ibu
Menyusui di …
- Ada hubungan antara status kesehatan
bayi dengan Pemberian Asi Eksklusif oleh Ibu
Menyusui di …
• Tujuan Penelitian; Mengetahui Faktor2 yang
berhubungan dengan Pemberian Asi Eksklusif oleh Ibu
Menyusui di …
• Pertanyaan Penelitian;
- Apakah ada hubungan antara usia
dengan Pemberian Asi Eksklusif oleh Ibu
Menyusui di …
- Apakah ada hubungan antara pendidikan
dengan Pemberian Asi Eksklusif oleh Ibu
Menyusui di …
- Apakah ada hubungan antara status kesehatan
bayi dengan Pemberian Asi Eksklusif oleh Ibu
Menyusui di …
Dll.
Ulat bulu makan kedondong,
udah dulu dong …

Anda mungkin juga menyukai