Anda di halaman 1dari 36

LAPORAN KASUS

DEMAM TIFOID

Dokter Pembimbing
dr. H. Sukiman Rusli, Sp.PD

Disusun oleh :
Dera Seta Saputri
2013730024

Kepaniteraan Klinik Stase Ilmu Penyakit Dalam


PERIODE 12 MARET – 20 MEI 2018
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
KEPANITERAAN KLINIKMUHAMMADIYAH
UNIVERSITAS STASE OBSTETRI DAN GINEKOLOGI
JAKARTA
RUMAH SAKIT ISLAM JAKARTA CEMPAKA PUTIH
RSIJ SUKAPURA
PERIODE 25 JULI – 02 OKTOBER 2016
2018
IDENTITAS PASIEN
• Nama : Ny. UM
• Usia : 33 tahun
• Jenis Kelamin : Perempuan
• Status : Menikah
• Pekerjaan : Pegawai Swasta
• Agama : Islam
• Alamat : Kel. Tugu Utara, Jakarta Utara
• No RM : 002513**
• Tanggal masuk RS : 14 Maret 2018
Keluhan Utama
Demam sejak 7 hari SMRS
Riwayat Penyakit Sekarang

• Pasien datang ke RSIJ Sukapura dengan keluhan demam sejak 7 hari


SMRS, demam naik turun dan biasanya demam lebih tinggi pada sore
dan malam hari, demam dirasakan naik perlahan-lahan setiap harinya.
Pasien juga sudah minum obat penurun panas (paracetamol), namun
tidak ada perbaikan. Keluhan juga disertai dengan nyeri kepala seperti
ditusuk-tusuk, mual, nyeri otot dan sendi (hampir seluruh tubuh), dan
menggigil sejak 7 hari SMRS.
• Pasien juga mengeluhkan nafsu makan berkurang dan hanya BAB
(Buang Air Besar) 1 kali (konsistensi padat dan keras) sejak 7 hari SMRS.
Riwayat Penyakit Dahulu
Tidak pernah mengalami gejala yang sama sebelumnya.

Riwayat Penyakit Keluarga


Tidak ada anggota keluarga dengan gejala yang sama.

Riwayat Pengobatan
Pasien sudah minum obat penurun panas (paracetamol), namun
tidak ada perbaikan.
Riwayat Alergi
• Alergi cuaca, debu, makanan dan obat-obatan disangkal.

Riwayat Psikososial

• Pasien sering mengonsumsi makanan dari luar rumah (jajan


sembarangan).
PEMERIKSAAN FISIK

 Keadaan Umum : Tampak sakit sedang


 Kesadaran : Composmentis
 Tanda Vital
TD : 90/60 RR : 20 x/mnt
Nadi : 96 x/mnt Suhu : 39,1◦ C
 Status Antropometri
BB : 53 kg
TB : 157 cm
IMT : 21,5 kg/m2 (Normoweight)
STATUS GENERALIS

Kepala: Normocephal, rambut berwarna hitam, tidak mudah rontok.

Mata : Konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-), pupil isokor (bulat),
edema palpebra (-/-)

Hidung : Septum deviasi (-), sekret (-), epistaksis (-)

Telinga : Normotia, serumen (-/-), darah (-/-)

Mulut : Mukosa bibir kering, somatitis (-), perdarahan gusi (-), faring
hiperemis (-), tonsil T1/T1, lidah kotor/typhoid tounge (-)

Leher : Pembesaran KGB submandibula -/-, pembesaran kelenjar tiroid -/-


STATUS GENERALIS
Thorax
Inspeksi: Palpasi :
a. Pergerakan dinding dada a. Nyeri tekan (-/-), massa (-/-),
yang simetris antara krepitasi (-/-), vocal fremitus
kanan dan kiri, retraksi sama antara kanan dan kiri
dinding dada (-/-) b. Ictus cordis tidak teraba
b. Ictus cordis tidak terlihat
Perkusi : Auskultasi :
a. Sonor di kedua lapang a. Vesikuler (+/+), wheezing -/-,
paru. ronkhi (-/-),
b. Redup, batas jantung tidak b. Bunyi jantung I dan II reguler,
melebar. gallop (-), murmur (-).
 Batas atas : ICS III linea
parasternalis dextra
 Batas kanan : ICS IV linea
parasternalis dextra
 Batas kiri: ICS IV linea Suara napas
midclavicularis sinistra vesikuler
STATUS GENERALIS
 Abdomen :
Inspeksi : Distensi (-), pelebaran vena (-)
Auskultasi : Bising usus (+) normal
Palpasi : Nyeri tekan epigastrium (+), nyeri Mc.Burney (-),
hepatomegali (-),
splenomegali (-), nyeri ketok ginjal (-), turgor kulit normal (+)
Perkusi : Timpani (lambung), pekak (hepar)

Ekstremitas :
Atas : Akral hangat (+/+), edema (-/-), sianosis (-/-), CRT <2 detik (+)
PEMERIKSAAN PENUNJANG
14/3/2018
Pemeriksaan Hematologi Hasil Satuan Nilai Rujukan

Hemoglobin 15,2 g/dL 11,3-15,7

Leukosit 10,81 103/ul 3,98-10,04

Hematokrit 44,5 % 34,1-44,9

Trombosit 372 103/ul 182-369

Pemeriksaan Faal Ginjal Hasil Satuan Nilai Rujukan

Creatinin 0,8 mg/dL 0,6-1,1

Pemeriksaan Faal Hati Hasil Satuan Nilai Rujukan

SGOT 17 U/L < 31

Pemeriksaan GDS Hasil Satuan Nilai Rujukan

GDS 80 mg/dL < 120


PEMERIKSAAN PENUNJANG
9/3/2018 (Pemeriksaan laboratorium dilakukan di Laboratorium Klinik Ratu Damara
Raya)
Pemeriksaan Hematologi Hasil Satuan Nilai Rujukan

Hemoglobin 14,5 g/dL 10,8-15,6


Leukosit 6,15 103/ul 5-10
Hematokrit 43,5 % 33-45
Trombosit 198 103/ul 150-450

Pemeriksaan Widal Hasil Nilai Rujukan

Salmonella typhi O 1/160 Negatif

Salmonella typhi H Negatif Negatif


Salmonella paratyphi AO Negatif Negatif
Salmonella paratyphi BO Negatif Negatif
Salmonella paratyphi CO Negatif Negatif
Salmonella paratyphi AH Negatif Negatif
Salmonella paratyphi BH Negatif Negatif
Salmonella paratyphi CH Negatif Negatif
RESUME
• Ny. UM, 33 tahun, datang dengan keluhan demam sejak 7 hari SMRS,
demam naik turun dan biasanya demam lebih tinggi pada sore dan
malam hari dengan pola intermitten dan kenaikan suhu step-ladder.
Pasien juga sudah minum obat penurun panas (paracetamol), namun
tidak ada perbaikan. Keluhan juga disertai dengan cephalgia, nausea,
mialgia dan arthralgia (hampir seluruh tubuh), dan menggigil sejak 7
hari SMRS. Pasien juga mengeluhkan anoreksia dan konstipasi sejak 7
hari SMRS. Keluhan juga disertai dengan nyeri epigastrium sejak 3 hari
SMRS. 2 hari SMRS, pasien vomitus 1x (jumlah banyak, isi makanan dan
cairan).
• Pemeriksaan fisik = Keadaaan umum : tampak sakit sedang, Kesadaran :
composmentis, Pemeriksaan tanda-tanda vital : hipotensi, bradikardi
DAFTAR MASALAH
1. Diagnosis Sindrom : demam tifoid (typhoid fever)
2. Hasil pemeriksaan yang signifikan : bradikardi relatif
3. Symptom/keluhan pasien : febris, vomitus, konstipasi, intake
sulit
PEMBAHASAN
Berdasarkan data yang didapatkan dari hasil anamnesis, pemeriksaan
fisik, dan pemeriksaan penunjang, seperti :
• Demam naik turun dan biasanya demam lebih tinggi pada sore dan
malam hari, demam dirasakan naik perlahan-lahan setiap harinya.
• Nyeri kepala seperti ditusuk-tusuk, mual, nyeri otot dan sendi (hampir
seluruh tubuh), dan menggigil.
• Nafsu makan berkurang dan hanya BAB (Buang Air Besar) 1 kali
(konsistensi padat dan keras)
• Nyeri ulu hati
• Muntah
• Bradikardi relatif
PLANNING TERAPI
1. Jenis perawatan : Ruang 1. Terapi definitif : Levofloxacin
perawatan biasa 2x500 mg tab
2. Oksigenasi : tidak diberikan 2. Terapi pendukung :
3. Hidrasi : IVFD RL 500 cc/8 Lansoprazole 2x30 mg caps
jam 3. Terapi simptomatik :
4. Nutrisi : bubur diet Domperidone 3x10 mg tab
lambung 3
MONITORING DAN EVALUASI
Tanggal Subjective Objective Assesment Planning
15-3-2018 Mual (+), TD: 100/60 Demam tifoid •IFVD RL 500cc/8jam
mmHg •Levofloxacin 2x500
lemas N : 88 x/menit mg tab
R : 20 x/menit •Lansoprazole 2x30
S : 36,7 ̊C mg caps
•Domperidone 3x10
Status mg tab
generalisata =
NTE (+)
MONITORING DAN EVALUASI
Tanggal Subjective Objective Assesment Planning
16-3-2018 Lemas TD: 90/60 Demam tifoid •IFVD RL 500cc/8jam
mmHg •Levofloxacin 2x500
N : 84 x/menit mg tab
R : 20 x/menit •Lansoprazole 2x30
S : 36,5 ̊C mg caps
•Domperidone 3x10
Status mg tab
generalisata =
dbn
MONITORING DAN EVALUASI
Tanggal Subjective Objective Assesment Planning
17-3-2018 Lemas TD: 100/60 Demam tifoid •IFVD RL 500cc/8jam
mmHg •Levofloxacin 2x500
N : 88 x/menit mg tab
R : 20 x/menit •Lansoprazole 2x30
S : 36,4 ̊C mg caps
•Domperidone 3x10
Status mg tab
generalisata = •Pasien pulang
dbn
TINJAUAN PUSTAKA

Demam Tifoid
DEMAM TIFOID

DEFINISI
Demam tifoid disebut juga dengan Typus abdominalis atau typhoid fever.
Demam tifoid ialah penyakit infeksi akut yang biasanya terdapat pada saluran
pencernaan (usus halus) dengan gejala demam satu minggu atau lebih disertai
gangguan pada saluran pencernaan dan dengan atau tanpa gangguan
kesadaran

Demam Tifoid adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi
yang dapat ditularkan melalui konsumsi makanan atau minuman yang
terkontaminasi oleh tinja atau urin orang yang terinfeksi.
DEMAM TIFOID

EPIDEMIOLOGI

• Di negara berkembang, kasus


demam tifoid dilaporkan sebagai
penyakit endemis dimana 95%
merupakan kasus rawat jalan
sehingga insidensi yang sebenarnya
adalah 15-25 kali lebih besar dari
laporan rawat inap di rumah sakit.
• Indonesia mengalami peningkatan
jumlah kasus tifoid dari tahun ke
DEMAM TIFOID

ETIOLOGI
Salmonella typhi
• Bakteri gram (-)
• Bergerak dengan rambut getar,
• Tidak berspora. Berkapsul dan
mempunyai flagela
• Mempunyai sekurang-
kurangnya 3 macam antigen :
Antigen O
Antigen H
Antigen Vi
PATO F I S I O L O G I
MANIFESTASI KLINIS
• Masa inkubasi rata-rata bervariasi antara 7 – 20 hari, dengan masa inkubasi
Minggu pertama
terpendek 3 haridan
Keluhan dan gejala
terpanjang 60 hari. Minggu kedua
menyerupai penyakit
infeksi akut pada Minggu kedua, gejala/
umumnya, seperti tanda klinis menjadi
demam dengan pola makin jelas, berupa
intermitten dan demam continue, lidah
kenaikan suhu step- tifoid, pembesaran hati
ladder, nyeri kepala, dan limpa, perut
anoreksia, mual, muntah, kembung, mungkin
diare, konstipasi. Pada dapat disertai ganguan
pemeriksaan fisik, hanya kesadaran dari yang
ringan sampai berat.
PERJALANAN

Masa inkubasi Fase invasif Fase tifoid Penyembuhan


Asimtomatik Demam intermiten Demam menetap Karier
Nyeri kepala Bradikardi Relaps
Lesu,lelah Hepatomegali
Tidak nyaman di perut Splenomegali
Konstipasi Konstipasi
Diare Diare
Rose spot
Komplikasi
400C
370C

Hari -7 s/d -20 Hari 0 Hari 7 Hari 21

Mulai demam
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Darah perifer :
• Leukopenia/leukositosis/jumlah leukosit normal
• Limfositosis relatif
• Trombositopenia (biasanya ringan)
• Anemia
• Peningkatan LED
• Peningkatan enzim transaminase
Pemeriksaan Penunjang
Uji Widal adalah uji Uji widal adalah untuk menentukan adanya
serologi standar yang aglutinin dalam serum penderita tersangka demam
rutin digunakan tifoid yaitu;
untuk mengukur titer • Aglutinin O (dari tubuh kuman)
antibodi aglutinasi • Aglutinin H (flagel kuman)
terhadap antigen O • Aglutinin Vi (kapsul kuman).
dan H. (tidak Dari ketiga aglutinin tersebut hanya aglutinin O
direkomendasikan) dan H yang digunakan untuk diagnosis demam
tifoid. Semakin tinggi titernya semakin besar
kemungkinan terinfeksi kuman ini.
Keterbatas
an Negatif Palsu
Kultur darah
Positif Palsu
Reaksi silang dengan jenis bakteri lainnya
Yang positif kuman non S. typhi (bukan
tifoid)
Pemeriksaan Penunjang
Interpretasi hasil :
Tes Tubex • Nilai < 2 = Negatif .Tidak
Pemeriksaan ini menunjukkan infeksi tifoid aktif.
dilakukan untuk • Nilai 3 = Border line. Pengukuran
mendeteksi serum tidak dapat disimpulkan. Ulangi
antibodi IgM pengujian, bila masih meragukan
Salmonella typhi. ulangi beberapa hari kemudian.
• Skala 4-5 = Positif. Menunjukkan
infeksi tifoid aktif.
• Skala > 6 = Positif. Indikasi kuat
Pemeriksaan Penunjang

Bisa dilakukan pada spesimen :


a. Darah : pada minggu pertama sampai akhir
Kultur Salmonella
minggu ke-2 sakit, saat demam tinggi
typhi b. Feses : pada minggu ke-2 sakit
(gold standard) c. Urin : pada minggu ke-2 atau ke-3 sakit
d. Cairan empedu : untuk mendeteksi carrier
typhoid
Tatalaksana
PENGOBATAN NONFARMAKOLOGIS

Istirahat dan perawatan

Diet dan Nutrisi

• Bubur saring kemudian ditingkatkan menjadi bubur


kasar dan akhirnya diberikan nasi.
• Hindari sayuran yang berserat
Tatalaksana FARMAKOLOGIS

Simptomatik Pemilihan
Pemilihan Antimikrobal
Antibiotik padaKonas
Menurut Demam Tifoid
PETRI Menurut
2010 WHO 2011
pada Kondisi Khusus
 Antipiretik
 Antiemetik Pemilihan Antibiotik Menurut Konas PETRI 2010
KOMPLIKASI

– Perdarahan
Komplikasi Intestinal – Perforasi usus

– Hepatitis tifosa
– Pankreatitis tifosa
Komplikasi Ekstra-
Intestinal – Miokarditis
– Osteomielitis tifosa
– Nefritis tifosa
– Pericarditis tifosa
Indikasi vaksinasi

• Hendak mengunjungi daerah endemik, risiko terserang demam tifoid


semakin tinggi untuk daerah berkembang
• Orang yang terpapar dengan penderita karier tifoid
• Petugas laboratorium

Jenis Vaksin

• Vaksin parenteral : ViCPS (Typhim Vi/Pasteur Merieux)  Tersedia dalam


alat suntik 0,5 mL yang berisi 25 ug antigen Vi dalam buffer fenol isotonik.
(IM)

Efek Samping Vaksinasi

• Demam 6,7-24%, nyeri kepala 9-10% dan reaksi lokal nyeri, dan edema 3-
35% bahkan reaksi berat termasuk hipotensi, nyeri dada, dan syok
PROGNOSIS

Gejala biasanya membaik dalam waktu 2 sampai


4 minggu pengobatan. Hasilnya akan baik
dengan pengobatan lebih awal, tetapi akan
menjadi lebih buruk apabila timbulnya
komplikasi. Gejala dapat kembali jika
pengobatan ini tidak sepenuhnya sembuh dari
infeksi.
TERIMAKASIH