Anda di halaman 1dari 17

OPEN FRAKTUR

KELOMPOK 1 – 2B D4 KEPERAWATAN
PENGERTIAN

Fraktur terbuka merupakan suatu


fraktur dimana terjadi hubungan
dengan lingkungan luar melalui kulit
sehingga terjadi kontaminasi bakteri Luka pada kulit dapat berupa tusukan tulang
dan timbul komplikasi berupa infeksi yang tajam dan keluar menembus kulit (from
within) atau dari luar oleh karena tertembus
misal oleh peluru atau trauma langsung
(from without).
ETIOLOGI

Penyebab dari Fraktur terbuka


• Trauma langsung: benturan pada tulang dan mengakibatkan
fraktur pada tempat itu dan
• Trauma tidak langsung: bilamana titik tumpul benturan
dengan terjadinya fraktur berjauhan.

Hubungan dengan dunia luar dapat terjadi karena


• Penyebab rudapaksa merusak kulit, jaringan lunak dan tulang.
• Fragmen tulang merusak jaringan lunak dan menembus kulit.
KLASIFIKASI
KLASIFIKASI TIPE III
MANIFESTASI KLINIS

Keluhan umum penderita adalah nyeri, memar, dan pembengkakan


merupakan gejala yang sering ditemukan, tetapi gejala itu tidak
membedakan fraktur dari cedera jaringan lunak, sehingga perlu
diperhatikan ada tidaknya deformitas dan krepitasi karena lebih
mendukung terjadinya fraktur.

Penting juga menanyakan mengenai gejala-gejala cedera


yang berkaitan, seperti baal atau hilangnya gerakan, kulit
yang pucat atau sianosis, darah dalam urin, nyeri perut,
hilangnya kesadaran untuk sementara, juga tentang riwayat
cedera sebelumnya dan kemungkinan terjadinya fraktur di
daerah lain.
X-Ray : Dengan pemeriksaan klinis, Pemeriksaan khusus : CT scan
biasanya sudah dapat mencurigai melihat lebih detail bagian tulang
adanya fraktur. Walaupun demikian, sendi dengan membuat irisan foto
pemeriksaan radiologis diperlukan lapis demi lapis. MRI digunakan
untuk menentukan keadaan, lokasi untuk mengidentifikasi cidera pada
serta ekstensi fraktur dengan tendon, ligament, otot, tulang rawan,
mengingat rule of twos dan tulang.

PEMERIKSA
AN
PENUNJANG
TATALAKSANA
Debridement
Tujuan debridement adalah Fraktur dengan luka yang
menjadikan luka bersih dari benda
asing dan jaringan mati, hebat memerlukan reduksi
terbuka dengan fiksasi

Penanganan fraktur
menyisakan daerah untuk operasi
yang bersih serta jaringan yang eksterna tulang. Stabilisasi
memiliki perdarahan yang baik.
Penanganan fraktur terbuka terdiri fraktur penting dalam
dari eksisi pinggir luka seperlunya mengurangi terjadinya
sehingga meninggalkan pinggiran infeksi, meminimalisir
jaringan sehat.
trauma yang berlangsung,
dan membantu
penyembuhan jaringan
lunak.
Penutupan luka
Fraktur terbuka harus diobati dalam
waktu periode emasnya (6-8 jam Pada kebanyakan kasus, co-
mulai dari terjadinya kecelakaan). amoxiclav (1,2g / 8jam)

Pemberian antibiotik profilaksis


Dapat dilakukan split thickness
skin-graft atau local-distant flap atau cefuroxime(1,5g /
serta pemasangan drainase isap 8jam) (atau clindamycin
untuk mencegah akumulasi darah (600mg / 6 jam) jika
dan serum pada luka yang dalam. terdapat alergi penisilin)
Pada luka yang lebih berat atau
Gustilo grade yang lebih lanjut diberikan secepatnya. Pada
(III), dilakukan stabilisasi fraktur saat dilakukan debridement,
segera dan penutupan luka. gentamicin (1,5 mg/kgBB)
ditambahkan ke dosis kedua
dari antibiotik pertama.

TATALAKSANA
KOMPLIKASI
Komplikasi lokal
Umum Komplikasi lokal dini
lanjut

Yakni komplikasi yang terjadi


Syok, koagulopati difus atau Yakni komplikasi yang terjadi lebih dari 1 minggu pasca trauma.
gangguan fungsi pernapasan yang dalam 1 minggu pertama pasca Dapat berupa komplikasi pada
dapat terjadi dalam 24 jam pertama trauma, komplikasi pada waktu ini tulang, osteomyelitis kronis,
setelah trauma dan setelah dapat mengenai tulang, otot, kekakuan sendi, degenerasi sendi,
beberapa hari kemudian dapat jaringan lunak, sendi, pembuluh maupun nekrosis pasca trauma.
terjadi gangguan metabolisme darah, saraf, organ viseral maupun Dalam penyembuhan fraktur dapat
berupa peningkatan katabolisme. timbulnya sindrom kompartemen juga terjadi komplikasi berupa
atau nekrosis avaskuler. infeksi, nonunion, delayed union,
dan malunion.
KONSEP ASUHAN
KEPERAWATAN OPEN FRAKTUR
PENGKAJIAN

Riwayat kesehatan
 Riwayat kesehatan sekarang :
 Identitas pasien : meliputi nama, Tanyakan bagaimana terjadi
umur, jenis kelamin, pekerjaan, kecelakaan,apa yang menyebabkan
agama, alamat, penanggung kecelakaan, patah tulang
jawab dan hubungan dengan  Riwayat kesehatan dahulu : Adakah
pasien. dalam pasien pernah mengalami
trauma/fraktur sebelumnya
 Keluhan utama : Tanyakan pada
pasien keluhan apa yang  Riwayat kesehatan keluarga : Adakah
dirasakan pasien pada saat ini didalam keluarga yang pernah
mengalami trauma atau fraktur seperti
pasien atau penyakit yang
berhubungan dengan tulang lainnya.
PEMERIKSAAN FISIK

 Look (inspeksi) : Pembengkakan, memar, dan deformitas,


berupa penonjolan yang abnormal, angulasi, rotasi, ataupun
pemendekan, mungkin terlihat jelas, tetapi hal yang penting
adalah apakah kulit itu utuh atau tidak, kalau kulit robek dan
luka memiliki hubungan dengan fraktur menunjukkan  Movement (pergerakan) : Pergerakan dengan
bahwa fraktur tersebut merupakan fraktur terbuka mengajak penderita untuk menggerakkan secara aktif
(compound). dan pasif sendi paroksimal dan distal dari daerah
yang mengalami trauma. Pemeriksaan pergerakan
harus dilakukan secara hati-hati karena pada
 Feel (palpasi) : Palpasi dilakukan untuk memeriksa penderita dengan fraktur setiap gerakan akan
temperatur setempat, nyeri tekan, krepitasi, pemeriksaan menyebabkan nyeri hebat dan kerusakan pada
vaskuler pada daerah distal trauma berupa palpasi arteri jaringan lunak seperti pembuluh darah dan saraf.
radialis, arteri dorsalis pedis, arteri tibialis posterior atau
sesuai anggota gerak yang terkena, refilling atau pengisisann
arteri pada kuku, warna kulit pada bagian distal daerah
trauma, serta pengukuran tungkai terutama pada tungkai
bawah untuk mengetahui adanya perbedaan panjang tungkai.
PEMERIKSAAN SYSTEM

 1. Sistem kardiovaskular : hipertensi, hipotesi, vertigo, penyakit jantung


 2. Sistem neurologic : Perubahan kesadaran, headache, kehilangan kemampuan motorik
 3. Sistem pernafasan :hambatan jalan nafas, timbuklnya bernafas yang sulit
 4. Sistem integument : perubahan kuku dan rambut
 5. Sistem Musculoskeletal : tremor, gangguan koordinasi berjalan sempoyongan
 6. Sistem pencernaan : Vomitting, anoreksia, kehilangan rasa kecap.
DIAGNOSA KEPERAWATAN

 Nyeri akut b/d spasme otot, gerakan fragmen tulang, edema, cedera jaringan
lunak, pemasangan traksi, stress/ansietas.
 Risiko disfungsi neurovaskuler perifer b/d penurunan aliran darah (cedera vaskuler,
edema, pembentukan trombus)
 Gangguan pertukaran gas b/d perubahan aliran darah, emboli, perubahan
membran alveolar/kapiler (interstisial, edema paru, kongesti)
 Gangguan mobilitas fisik b/d kerusakan rangka neuromuskuler, nyeri, terapi
restriktif (imobilisasi)
 Gangguan integritas kulit b/d fraktur terbuka, pemasangan traksi (pen, kawat,
sekrup)
 Risiko infeksi b/d ketidakadekuatan pertahanan primer (kerusakan kulit, taruma
jaringan lunak, prosedur invasif/traksi tulang)
TERIMA
KASIH