Anda di halaman 1dari 20

Alur perizinan

apotek
healty farma
1. Amelia rizki astuti
2. Bq febria supana
3. Dadiana susanti
4. Hairul fahmi
5. M. Abdul mujib
6. Muliana
7. Rony yudia nuzla
8. Tia sri utami
9. Usmawati
Pendahuluan
• Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik
Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Standar
Pelayanan Kefarmasian Di Apotek. Apotek adalah
sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukan
praktik kefarmasian oleh Apoteker. Menurut Peraturan
Pemerintah Republik Indonesia Nomor 51 tahun 2009
tentang Pekerjaan Kefarmasian, yang dimaksud dengan
apotek adalah sarana pelayanan kefarmasian tempat
dilakukan praktek kefarmasian oleh apoteker.
Prosedur Perizinan Apotek

Untuk mendapatkan izin apotek, APA atau apoteker


pengelola apotek yang bekerjasama dengan pemilik
sarana harus siap dengan tempat, perlengkapan,
termasuk sediaan farmasi dan perbekalan lainnya.

Surat izin apotek (SIA) adalah surat yang diberikan


Menteri Kesehatan RI kepada apoteker atau
apoteker bekerjasama dengan pemilik sarana untuk
membuka apotek di suatu tempat tertentu.
Sesuai dengan Keputusan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia
No.1332/MenKes/SK/X/2002 Pasal 7
tentang Ketentuan dan Tata Cara
Pemberian Izin Apotek, yaitu:
PERSYARATAN PENDIRIAN
APOTEK
1. Salinan/foto copy Surat Izin Kerja Apoteker.
2. Salinan/foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP).
3. Salinan/foto copy denah bangunan.
4. Surat yang mengatakan status bangunan dalam
bentuk akte hak milik/sewa/ kontrak.
5. Daftar Asisten Apoteker dengan mencantumkan
nama, alamat, tanggal lulus dan nomor surat izin
kerja.
6. Asli dan salinan/foto copy daftar terperinci alat
perlengkapan Apotek.
Lanjutan
7. Surat pernyataan dari Apoteker Pengelola Apotek bahwa
tidak bekerja tetap pada Perusahaan Farmasi lain dan
tidak menjadi Apoteker Pengelola Apotek di Apotek lain.
8. Asli dan salinan/foto copy surat izin atasan (bagi pemohon
pegawai negeri, anggota ABRI, dan pegawai instansi
Pemerintah lainnya).
9. Akte perjanjian kerjasama Apoteker Pengelola Apotek
dengan Pemilik Sarana Apotek.
10. Surat pernyataan pemilik sarana tidak terlibat pelanggaran
peraturan perundang-undangan di bidang obat.
11. Izin HO (Hinder Ordonatie).
12. SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan).
13. NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak).
pembuatan Izin Gangguan atau HO

• Surat Izin Gangguan dan biasa juga disebut HO


(Hinderordonnantie) adalah surat keterangan
yang menyatakan tidak adanya keberatan dan
gangguan atas lokasi usaha yang dijalankan oleh
suatu kegiatan usaha di suatu tempat.

• Masa Berlaku izin gangguan adalah selama usaha


masih berjalan dan selama tidak terjadi
perubahan pada usaha tersebut, misalnya pindah
lokasi, berganti jenis usaha, dan sebagainya.
Berikut beberapa persyaratan untuk mengurus ijin HO pada umumnya
• Mengisi formulir permohonan bermaterai.
• Foto copy KTP pemohon atau pemilik usaha yang masih berlaku.
• Foto copy bukti kepemilikan tanah (sertifikat tanah).
• Surat pernyataan tidak keberatan dari pemilik tanah apabila tempat
usahanya bukan milik sendiri atau perjanjian sewa – menyewa para
pihak yang terkait.
• Foto copy akte pendirian bagi perusahaan yang berbadan hukum
(PT, CV, Yayasan, dan lain-lain)
• Foto copy pengesahan badan hukum.
• Fotokopi NPWP perusahaan
• Dokumen lingkungan (SPPL, UKL-UPL, AMDAL).
• Rekomendasi dari institusi terkait untuk usaha tertentu.
• Foto copy IMB.
• Bukti Lunas PBB Tahun Terakhir
• Surat Persetujuan Tetangga
• Surat Keterangan Domisili Usaha
RAB ( RENCANA ANGGARAN BIAYA )
APOTEK HEALTY FARMA
RAB
• Biaya barang tetap Rp 63.680.200,00
• Biaya perizinan Rp 2.000.000,00
• Biaya bangunan Rp 500.000.000,00
• Harga tanah Rp 210.000.000,00
• Modal obat Rp 220.000.000,00

TOTAL Rp 995.680.200,00
Sumber dana : tabungan sendiri
1. Jumlah biaya keseluruhan

Rp 1,5 M
2. Sisa anggaran
= jumlah biaya keseluruhan – (dengan anggaran keluar )
= Rp 1.500.000.000,00 – Rp 995.680.200,00
= Rp 504.319.800,00
Untuk dapat mengelola sebuah apotek
diperlukan tenaga kerja yang sesuai bidangnya,
oelh karena itu diperlukan sumber daya manusia
yang efektif dan efisian sehingga tujuan organisasi
tercapai.

Apotek HEALTY FARMA merekrut 8 karyawan


dengan susunan sebagai berikut :
- Apoteker Pengelola Apotek : 1 orang
- Apoteker pendamping : 1 orang
- Asisten Apoteker : 2 orang
- Pembantu Umum : 2 orang
- Akuntan : 2 orang
• jam kerja :08.00‐22.00, dibagi menjasi 2 shift
(masing‐masing 7 jam), yaitu jam 08.00‐15.00
dan jam 15.00‐22.00 (hari minggu dan hari
libur tutup)
TERIMA KASIH