Anda di halaman 1dari 46

MK LINGKUNGAN TAMBANG

AMDAL

Disampaikan Oleh :
ARIF NURWASKITO ST M.Si
INTI FILOSOFI
(Penjelasan Secara Langsung Di Kelas )

 Tidak dipungkiri bahwa Pertambangan akan


menimbulkan perubahan terhadap lingkungan.
 Perubahan bisa terjadi pada salah satu atau
semua komponen lingkungan.
 Perubahan itu akan berakibat negatif jika tidak
diantisipasi dan dilakukan perbaikan-
perbaikan.
 Itulah inti dari Filosofi AMDAL Pertambangan.
PENGERTIAN AMDAL
 AMDAL (Analisis Mengenai Dampak
Lingkungan Hidup) , adalah instrumen
yang sifatnya formal dan wajib (control
and command) yang merupakan kajian
bagi pembangunan proyek2 atau
kegiatan2 usaha yang kemungkinan akan
menimbulkan dampak besar dan penting
terhadap lingkungan
PENGERTIAN … (lanjutan)

 AMDAL merupakan bagian kegiatan studi


kelayakan rencana usaha dan/atau
kegiatan.
 Hasil AMDAL digunakan sebagai bahan
perencanaan pembangunan wilayah.
 Penyusunan AMDAL dapat dilakukan
melalui pendekatan studi terhadap usaha
dan/atau kegiatan tunggal, terpadu, atau
kegiatan dalam kawasan.
DEFINISI AMDAL
 Kajian mengenai dampak besar dan
penting suatu usaha dan/atau kegiatan
yang direncanakan pada lingkungan
hidup yang diperlukan bagi proses
pengambilan keputusan tentang
penyelenggaraan usaha dan/atau
kegiatan. (UU).
TUJUAN DAN MANFAAT AMDAL

 AMDAL bertujuan mengidentifikasi,


memperkirakan, dan mengevaluasi
dampak penting yang mungkin
terjadi dari suatu rencana kegiatan
pembangunan proyek atau kegiatan
usaha agar potensi dampak negatif
dari rencana kegiatan pembangunan
dapat dihindari atau diperkecil, dan
dampak positifnya dapat diperbesar.
Oleh karena itu manfaat
AMDAL adalah untuk :
 Menjamin suatu kegiatan
pembangunan layak lingkungan.
 Mengarahkan suatu kegiatan
pembangunan agar dapat
memanfaatkan dan mengelola SDA
secara efisien dan bijaksana.
 Melibatkan tanggung jawab semua
sektor terkait, dan bersifat preventif
mencegah kerusakan lingkungan
yang dapat ditimbulkan oleh suatu
kegiatan industri.
Oleh karena itu manfaat
AMDAL…. (2)
 Mengetahui faktor-faktor
penghambat dan pendukung
terhadap suatu kegiatan
pembangunan, sehingga dapat
dihindari kemunginan timbulnya
konflik atau tertundanya
pelaksanaan kegiatan
pembangunan
Oleh karena itu manfaat
AMDAL…. (3)
 Mengisi kebutuhan informasi yang
diperlukan untuk mengevaluasi
kembali kebijakan alokasi dan
pemanfaatan ruang, menentukan
intensitas kegiatan pembangunan
yang dapat dikembangkan sesuai
dengan daya dukung yang ada
(manfaat AMDAL bagi rencana
pengembangan wilayah).
Hasil-hasil kajian dari AMDAL menjadi
salah satu bahan masukan bagi para
pengambil keputusan dalam
menetapkan pelaksanaan kegiatan
pembangunan, perencanaan, dan
pengelolaan lingkungan yang harus
dilakukan oleh pemilik kegiatan
(pemrakarsa) pembangunan tersebut.
DASAR HUKUM PENYUSUNAN
AMDAL
 Sebagai instrumen pengelolaan
lingkungan hidup, maka AMDAL adalah
upaya hukum untuk mencegah agar tidak
terjadi pencemaran dan atau kerusakan
lingkungan. Artinya, AMDAL tidak bersifat
penanggulangan, melainkan bersifat
pencegahan pencemaran dan atau
perusakan lingkungan.
 Tidak semua peraturan lingkungan hidup
yang berlaku merupakan dasar hukum
penyusunan AMDAL walaupun peraturan
tersebut bernuansa lingkungan hidup.
DASAR HUKUM … ( 2 )
Peraturan lingkungan hidup sebagai dasar
hukum penyusunan AMDAL adalah :
 Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang
Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan
Hidup (UULH).
 Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 1999
tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan
Hidup (PP AMDAL).
 Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup
No. 17 Tahun 2001 tentang Jenis Usaha
dan/atau Kegiatan yang Wajib Dilengkapi dengan
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup.
 Peraturan-peraturan yang berhubungan dengan
Baku Mutu LH.
 dll, disesuaikan dengan Bidang Amdal yang dikaji
Ketiga jenis peraturan perundang-
undangan lingkungan hidup tersebut
diatas, MUTLAK keberadaannya dalam
dokumen Kerangka Acuan Amdal (KA-
AMDAL) dan dokumen Analisis
Dampak Lingkungan (ANDAL).

Jika salah satu peraturan diatas Tidak


Dicantumkan, maka dokumen akan ditolak.
Penolakan bersifat sementara, harus
diperbaiki dulu.
Secara Berurutan, hasil kajian studi AMDAL
dituangkan dalam empat dokumen, yaitu :

 Kerangka Acuan Analisis Dampak Lingkungan (KA-


ANDAL), adalah dokumen yang memuat ruang lingkup
studi sebagai acuan/arahan untuk penyusunan studi
ANDAL.
 Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL), adalah dokumen
yang berisi kajian secara cermat dan mendalam tentang
dampak penting suatu rencana kegiatan.
 Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL), adalah
dokumen yang berisikan upaya penanganan dampak
penting terhadap lingkungan hidup yang ditimbulkan oleh
rencana kegiatan.
 Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) adalah dokumen
yang mengandung upaya pemantauan komponen
lingkungan hidup yang terkena dampak penting yang
timbul dari rencana kegiatan.
DASAR ACUAN PENJELASAN
ISTILAH-ISTILAH

 Undang-Undang No. 32 Tahun 2009


tentang Pengelolaan Lingkungan
Hidup (UULH).
 Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun
1999 tentang AMDAL (PP AMDAL).
 KepMenLH No. 17 tahun 2001 tentang
Jenis Rencana Usaha Wajib AMDAL
PROSES AMDAL
BAHASAN UMUM
AMDAL didahului oleh
penapisan (screening) apakah
proyek akan memerlukan
AMDAL atau tidak.

Jika ternyata memerlukan, maka


Amdal HARUS DILAKSANAKAN
dengan beberapa langkah
Proses AMDAL
PELINGKUPAN PROSES AMDAL
Pelingkupan KA-ANDAL
adalah proses
pemusatan ANDAL
studi pada hal-
hal penting Kerangka
Acuan adalah RKL
yang berkaitan
dengan dampak ruang
Analisis RPL
potensial lingkup studi
Dampak
Analisis
Lingkungan
Dampak Rencana
adalah telaah
Lingk Pengelolaan
secara cermat
yg merpk Lingkungan
dan men- Rencana
hasil pe- adalah doku-
dalam tentang Pemantauan
lingkupan men arahan
dampak Lingkungan
penting suatu upaya pena- adalah dokumen
rencana U/K nganan arahan upaya
dampak pen- pemantauan
ting terhadap komponen
lingkungan yg lingkungan yg
ditimbulkan terkena dampak
penting
PROSEDUR AMDAL SEBAGAI SUATU SISTEM
RENCANA KEGIATAN

PENAPISAN

WAJIB AMDAL TIDAK WAJIB AMDAL

KERANGKA ACUAN UKL & UPL


(KA) ANDAL

ANDAL
IDENTIFIKASI IDENTIFIKASI
HAL PENTING DAMPAK PENTING

PELINGKUPAN Proses
Iterasi/Reiterasi Kemasyarakatan

PRAKIRAAN DAMPAK PENTING

ANALISIS DAN EVALUASI


DAMPAK PENTING

RENCANA PENGELOLAAN DAMPAK


RENCANA PEMANTAUAN DAMPAK
PROSEDUR PENYELENGGARAAN AMDAL
PROSEDUR PENYELENGGARAAN AMDAL … (2)

KEPUTUSAN TERHADAP PROYEK Menteri Negara LH


Gubernur
Bupati/Walikota

PELAKSANAAN (IMPLEMENTASI) Di luar kewenangan Komisi Penilai


RENCANA PENGENDALIAN DAN AMDAL
PENANGANAN DAMPAK Bagian dari kewenangan birokrasi
struktural
PARA PIHAK DALAM PENYELENGGARAAN AMDAL

Komisi Penilai AMDAL


Dokumen K.A. Andal;
Andal; Rkl; Dan Rpl Pemerintah

Masyarakat
Pemrakarsa
Lembaga Swadaya
Konsultan Masyarakat

Pemrakarsa Pakar

KEPUTUSAN :
Menteri, Gubernur, Bupati, Walikota

IMPELEMENTASI KEGIATAN/PROYEK :
Organisasi Struktural
PENAPISAN (SCREENING)

ADALAH MEMILAH RENCANA


PROYEK MANAKAH YANG DIANGGAP
AKAN MEMPUNYAI DAMPAK BESAR
DAN PENTING ATAU TIDAK
MEMPUNYAI DAMPAK BESAR DAN
PENTING, SEHINGGA APAKAH HARUS
DILENGKAPI DENGAN AMDAL
ATAU TIDAK.
DEFINISI DAMPAK

Pasal 1 butir 21 UU No. 23/1997 Pasal 1 butir 26 UU No. 32/2009

Dampak lingkungan adalah Dampak lingkungan hidup


pengaruh perubahan pada adalah pengaruh perubahan
lingkungan yang diakibatkan pada lingkungan hidup yang
oleh suatu usaha dan/atau diakibatkan oleh suatu usaha
kegiatan dan/atau kegiatan

Pasal 1 butir 2 PP. No. 51/1993 Pasal 1 butir 1 PP. No. 27/1999

Dampak penting adalah Dampak besar dan penting


perubahan lingkungan yang adalah perubahan lingkungan
sangat mendasar yang diakibat- hidup yang sangat mendasar
kan oleh suatu usaha atau yang diakibatkan oleh suatu
kegiatan usaha dan/atau kegiatan
SISTEM PENAPISAN

SETIAP RENCANA
USAHA / KEGIATAN UU 32/2009

KriterianUmum
(Pasal 3 ayat (1) PP 27/1999)

Penapisan TEKNIS
(Pasal 3 ayat (2) PP 27/1999)

TIDAK ADA ADA


DP DAMPAK Kepmen LH
PENTING No. 17 Tahun 2001

UKL-UPL AMDAL
PENAPISAN UMUM MENURUT PASAL 3 AYAT (1) PP AMDAL

PENAPISAN TEKNIS
Berisi daftar rencana kegiatan yang wajib AMDAL
(Lampiran KEP. MENLH No.17 Thn.2001)

Rencana Kegiatan Tercantum Rencana kegiatan


Dalam “DAFTAR Tidak Termasuk Dalam
PENAPISAN” “DAFTAR PENAPISAN”

Pertimbangan ilmiah tentang daya Pertimbangan ilmiah tentang daya


dukung dan daya tampung dukung dan daya tampung
lingkungan serta tipologi ekosistem lingkungan serta tipologi ekosistem
setempat diperkirakan tidak
setempat diperkirakan berdampak berdampak besar dan penting
besar dan penting

Wajib UKL - UPL


Wajib A M D A L
UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN DAN UPAYA
PEMANTAUAN LINGKUNGAN (UKL-UPL)

 Bukan bagian dari Amdal tidak perlu dinilai Komisi


Amdal
 Dokumen UKL dan UPL merupakan satu kesatuan
(satu paket) dan dibuat oleh pemrakarsa atau
dibantu konsultan
 Dokumen dibuat untuk rencana usaha atau kegiatan
yang tidak wajib Amdal
 Jenis rencana usaha atau kegiatan yang wajib
menyusun dokumen UKL dan UPL ditentukan
masing-masing departemen atau sektor
 Dokumen UKL dan UPL dibuat sebelum rencana
usaha atau kegiatan mulai berjalan
PELINGKUPAN
MERUPAKAN SUATU PROSES AWAL (DINI)
UNTUK MENENTUKAN LINGKUP PERMASALAHAN
DAN MENGIDENTIFIKASIKAN DAMPAK BESAR
DAN PENTING (HIPOTETIK) YANG TERKAIT
DENGAN RENCANA USAHA DAN ATAU KEGIATAN

1. Langsung mengarah pada hal-hal yang menjadi


pokok bahasan secara mendalam;
2. Menghindari konflik & tertundanya proyek;
3. EFISIENSI terhadap BIAYA, TENAGA, WAKTU;
4. Penyusunan ANDAL dapat lebih terarah berkat
MANFAAT adanya kejelasan:
* lingkup studi/kajian;
* kedalaman studi;
* strategi pelaksanaan studi.
PELINGKUPAN…
 PENENTUAN RUANG LINGKUP STUDI
ANDAL, YAITU BAGIAN AMDAL YANG
TERDIRI ATAS IDENTIFIKASI, PRAKIRAAN,
DAN EVALUASI DAMPAK.

 MEMEGANG PERANAN PENTING DALAM


PENENTUAN DATA YANG HARUS
DIKUMPULKAN.

 PENELITIAN JADI LEBIH FOKUS.


PELINGKUPAN …
 Untuk Dapat melakukan Pelingkupan
haruslah dilakukan identifikasi dampak.
 Pada tahap pertama, identifikasikan
dampak selengkapnya.
 Dari semua dampak teridentifikasi,
tentukan mana yang penting.
 Yang Dampak Penting, dimasukkan
kedalam ruang lingkup ANDAL.
 Dampak yang tidak penting, dikeluarkan
MACAM PELINGKUPAN

 Pelingkupan SOSIAL: penetapan dampak potensial


ber-dasarkan pandangan dan penilaian masyarakat.
Penilaian didasarkan kepentingan bagi masyarakat yang
ditinjau dari aspek sosek, sosbud, maupun estetika.
 Pelingkupan EKOLOGIS: penetapan dampak
potensial didasarkan pada nilai-nilai ekologis atau
peranannya dalam lingkungan hidup.
 Pelingkupan KEBIJAKSANAAN dan
PERENCA-NAAN: proses pelingkupan untuk
menetapkan secara cepat pilihan dari suatu pembangunan
(proyek), analisis masalah dari awal, dan selanjutnya akan
dihasilkan saran strategi lanjut tidaknya rencana proyek
pembangunan.
REVIEW
LITERATUR
KUNJUNGAN
LAPANGAN KE:
PELAJARI PROYEK SEJENIS
DATA
SEKUNDER

PRA SURVEI REVIEW PROYEK YG AKAN DIKAJI


DISKUSI DG PEMDA, PIMDESA
& KNOWLEDGEABLE PEOPLE # DISKUSI DG PEMRAKARSA
PPENGUMPULAN DATA SEKUNDER # DISKUSI DG TEKNISI AHLI
# DESKRIPSI PROYEK DETAIL

KUNJUNGAN LAPANGAN
DISKUSI DG PEMIMPIN INFORMAL ANALISIS
PUBLIC HEARINGS, WORKSHOP (BILA PERLU)
EVALUASI
WAWANCARA DG ORANG-ORANG TERPILIH (RELEVAN)
WALK AND TALK/PERSONAL INTERVIEW HASIL

RANGKUM MATERI & ISSU UTAMA

HASIL
Bagan Prosedur Pelingkupan Dampak Sosial
(Dengan Memperhatikan Pasal 34 PP No. 27 Tahun 1999)
Public Announcement
KETERLIBATAN
1
MASYARAKAT
dalam AMDAL
PELINGKUPAN 2 Sesuai PP No. 27 Tahun 1999
dan Pedoman Pelaksanaannya
Persetujuan KA-ANDAL
3
SARAN, PENDAPAT,
TANGGAPAN TERHADAP RU/K
Identifikasi, Prakiraan,
& Evaluasi ANDAL
4 KONSULTASI PUBLIK
Perencanaan
Kelola & Pantau DPL
PARTISIPASI MASYARAKAT
Melalui WAKIL-nya
Persetujuan 5 Di KOMISI PENILAI AMDAL
ANDAL, RKL, RPL
ELEMEN
KEGIATAN KONSULTASI MASYARAKAT
untuk PELINGKUPAN (KA) ANDAL
INFORMASI
Yang DIPEROLEH
(Saran, pendapat,
Keberatan, usulan)
SASARAN
TEKNIK KONSULTASI
Konsultasi
Masyarakat
PEMRAKARSA
INFORMASI
Yang DISAMPAIKAN

PENGELOLAAN HASIL
Konsultasi masyarakat KA - ANDAL
EVALUASI PEMUSATAN
DAMPAK (FOCUSING)
POTENSIAL DP

RUANG LINGKUP, KEDALAMAN,


IDENTIFIKASI DAN STRATEGI PELAKSANAAN
DAMPAK STUDI:
POTENSIAL 1. Batas Wilayah Studi
2. Jenis Data & Informasi
3. Jumlah sampel
4. Lokasi Pengamatan/Pengukuran
5. Metode Analisis Data
6. Metode Prakiraan & Evaluasi DP
7. Tenaga ahli yang dibutuhkan
PROSES PELINGKUPAN

1. IDENTIFIKASI DAMPAK POTENSIAL


Gali dan kembangkan melalui berbagai sumber, se-
perti: pemrakarsa, masyarakat, pakar, instansi
pemerintah, pustaka, tinjauan proyek serupa.

2. EVALUASI SEGENAP DAMPAK POTENSIAL


Untuk menghasilkan dampak besar dan penting (hipotetik)
dengan meniadakan dampak potensial yang TIDAK RELEVAN
atau kurang/tidak penting.

3. PEMUSATAN (FOCUSING)
Agar terancang lingkup dan kedalaman studi ANDAL yang
jelas dan sistematis dengan fokus bahasan pada DP
PELINGKUPAN

DESKRIPSI
KEGIATAN 1. KOMPONEN KEGIATAN YG HARUS
DITELAAH
IDENTIFIKASI
DPK POTENSIAL 2. KOMPONEN LH YG POTENSIAL
BERDAMPAK PENTING
EVALUASI DP
3. MASALAH UTAMA LINGKUNGAN YG
SKOPING AKAN TERKENA DAMPAK PENTING
FOCUSSING
4. PENENTUAN WILAYAH STUDI
LINGKUP STUDI
5. PENENTUAN METODA

6. PENENTUAN LINGKUP PAKAR


RONA
LINGKUNGAN 7. PENENTUAN LINGKUP WAKTU

8. PENENTUAN BIAYA STUDI

1. TELAAH PUSTAKA; 2. METODA PENDEKATAN SOSIAL; 3. ANALOGI;


4. DAFTAR UJI; 5. MATRIK INTERAKSI SEDERHANA; 6. BAGAN ALIR;
7. ANALISIS ISI; 8. INTERAKSI KELOMPOK.
PELINGKUPAN (IDENTIFIKASI) DAMPAK PENTING

A. PELINGKUPAN DAMPAK PENTING


B. PELINGKUPAN WILAYAH STUDI
C. PELINGKUPAN KEDALAMAN STUDI

METODE PELINGKUPAN
1. Daftar Uji (checklist) 5. Metoda ad hoc
2. Matrik Interaksi Sederhana 6. Pengamatan lapangan
3. Bagan Alir (flow diagram) 7. Analisis Isi
4. Telaah Pustaka 8. Interaksi Kelompok

1) Komponen kegiatan penyebab dampak dan komponen lingkungan


terkena dampak;
2) Batas wilayah studi: proyek, ekologis, sosial, dan administratif;
3) Metode pengumpulan dan analisis data; metode prakiraan dan
evaluasi dampak penting; tenaga ahli yang diperlukan.
LINGKUP RENCANA KEGIATAN
TAHAP KEGIATAN:
 TAHAP PRAKONSTRUKSI
 TAHAP KONSTRUKSI
 TAHAP OPERASIONAL
 TAHAP PASCA OPERASIONAL

MEMPERTIMBANGKAN:
 JENIS DAN VOLUME KEGIATAN
 JENIS, JUMLAH DAN KAPASITAS PERALATAN
 JENIS, VOLUME DAN SUMBER BAHAN DAN MATERIAL
 LOKASI RENCANA KEGIATAN

RENCANA KEGIATAN YANG DIPRAKIRAKAN MENIMBULKAN DAMPAK


 KEGIATAN YANG AKAN MENIMBULKAN PERUBAHAN NYATA
LINGKUP RONA LINGKUNGAN HIDUP

Komponen Fisik Kimia:


 Iklim, kualitas udara dan bising, fisiografi, hidrologi, kualitas air,
hidrooceanografi, ruang tanah dan lahan, transportasi, dsb.

Komponen Biologi:
 Biota darat dan perairan (flora, fauna)

Komponen sosial ekonomi budaya:


 Demografi, ekonomi, budaya, pertahanan keamanan, dsb.

Komponen Kesehatan Masyarakat:


 Penyakit, sanitasi, status gizi, dsb.

Komponen lingkungan yang diprakirakan terkena dampak:


 Parameter lingkungan yang akan berubah secara nyata
KA - ANDAL
 Adalah Uraian Tugas Yang Harus
Dilaksanakan Dalam Studi Andal.
 Dijabarkan dari Pelingkupan, sehingga KA
memuat Tugas-Tugas Yang Relevan
dengan Dampak Penting.
 Dengan KA yang demikian itu, studi
ANDAL menjadi terfokus pada Dampak
Penting.
ANDAL
 Hanya diprakirakan dan dievaluasi
Dampak Penting yang Teridentifikasi
dalam Pelingkupan dan tertera dalam KA
 Penelitian ANDAL terfokus pada Dampak
Penting saja.
 Dampak yang Tidak Penting, diabaikan.
RENCANA PENGELOLAAN
LINGKUNGAN (RKL)
 RKL, memuat upaya-upaya mencegah,
mengendalikan, dan menanggulangi
dampak besar dan penting lingkungan
yang negatif, dan meningkatkan yang
positip.
 Bisa dengan pendekatan : Teknologi,
Sosial Ekonomi, dan Institusi (misal dg
kerjasama antar intitusi).
 Berikan contoh !
RENCANA PEMANTAUAN
LINGKUNGAN (RPL)
 Berorientasi pada Data Sistematik, Berulang,
dan Terencana.
 Komponen yang dipantau hanyalah yang
mengalami perubahan mendasar atau terkena
dampak besar dan penting.
 Aspek-aspek yang dipantau perlu
memperhatikan benar dampak besar dan
penting yang dinyatakan dalam ANDAL.
 Perlu memuat tentang Kelembagaan Pemantau
(antar Intitusi).
SISTEMATIKA LAPORAN KA,
ANDAL, RKL-RPL
 Mengacu pada Keputusan Kepala Badan
Pengendalian Dampak Lingkungan
Nomor: 09 Tahun 2000.
Atau :
 Aturan lain, jika memang memungkinkan
TERIMA KASIH