Anda di halaman 1dari 20

MANAJEMEN BELANJA

DAERAH
OLEH :

Amanda Ayarinova (16919045)


Meyrina Nur Ivada (16919054)
Agenda Layout
1 Pengertian Belanja Daerah

2 Tujuan Belanja Daerah

3 Klasifikasi Belanja Daerah

Kebijakan dan Manajemen Belanja


4 Daerah
Belanja yang dalam
bahasa Inggrisnya
"expenditure" memiliki
makna yang lebih luas
PENDAHULUAN
karena mencakup biaya
(expense) dan
sekaligus cost.

Pada organisasi sektor


publik, khususnya
Tahun 2005 tentang
Standar Akuntansi
Pemerintahan
PENGERTIAN
BELANJA DAERAH
Semua pengeluaran
dari Rekening Kas
Umum Negara / Daerah
yang mengurangi
ekuitas dana lancar
dalam periode tahun
alat untuk memperinci
upaya untuk penggunaan sumber-
rasionalisasi atau
penyempurnaan sumber yang tersedia
gambaran
berbagai rencana menurut objek
kemampuan dan
kegiatan yang telah pembelanjaannya
penggunaan sumber-
dilaksanakan sehingga memudahkan
sumber finansial dan
sebelumnya . pengawasan atas
material
pengeluarannya.

TUJUAN BELANJA DAERAH

landasan yuridis formal alat untuk menampung,


dari penggunaan menganalisis, serta pedoman atau tolak
sumber penerimaan mempertimbangkan dalam ukur serta alat
yang dapat dilakukan membuat keputusan pengawasan atas
pemerintah serta seberapa besar alokasi pelaksanaan kegiatan,
sebagai alat untuk pembayaran program dan program dan proyek
pembatasan proyek yang diusulkan. yang dilakukan
pengeluaran pemerintah..
KLAFIKASI BELANJA DAERAH

Klasifikasi Menurut Peraturan


01 Klasifikasi Menurut Ketentuan
Undang-Undang di Bidang 02 Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005
tentang Standar Akuntansi
Keuangan Negara
Pemerintahan

Klasifikasi Menurut Peraturan


03 Klasifikasi Menurut Peraturan
Pemerintah Nomor 58 Tahun
2005 tentang Pengelolaan
04 Menteri Dalam Negeri Nomor 13
Tahun 2006 tentang Pedoman
Keuangan Daerah Pengelolaan Keuangan Daerah
Belanja Daerah dalam Anggaran Pendapatan
dan Belanja Daerah (APBD)
KELOMPOK BELANJA KELOMPOK BELANJA
BELANJA LANGSUNG BELANJA TIDAK
LANGSUNG TIDAK LANGSUNG
LANGSUNG
Belanja pegawai Kelompok belanja Kelompok belanja Belanja Pegawai
langsung merupakan tidak langsung
Belanja barang dan belanja yang merupakan belanja Belanja Bunga
jasa dianggarkan yang dianggarkan
terkait secara tidak terkait secara Belanja Subsidi
Belanja modal langsung dengan langsung dengan
pelaksanaan pelaksanaan Belanja Hibah
program dan program
kegiatan. dan kegiatan. Belanja Bantuan
Sosial

Belanja Bagi Hasil

Bantuan Keuangan

Belanja Tidak Terduga


.
KEBIJAKAN BELANJA DAERAH
Dituangkan dalam dokumen
perencanaan daerah
(Kebijakan Umum APBD,
Prioritas dan Plafon
Anggaran, RKPD, RPJMD)

Kunci kebijakan ekonomi


bertujuan pada tiga hal,
Arah kebijakan anggaran yaitu:
banyak dipengaruhi 1. Pertumbuhan ekonomi
kebijakan ekonomi yang 2. Pemerataan ekonomi
diambil pemerintah 3. Stabilitas ekonomi.
daerah
.
MANAJEMEN BELANJA DAERAH
TUJUAN

menjamin dilakukannya menjamin efisiensi


dilakukannya alokasi anggaran dan efektivitas
disiplin fiskal sesuai dengan alokasi anggaran
melalui kebijakan dan
pengendalian prioritas anggaran.
belanja
PRINSIP MANAJEMEN DAERAH
Insert the title of your subtitle Here

Perencanaan
belanja
A
Pengendalian belanja
.
B D Akuntabilitas belanja

C
Auditabilitas belanja
PERENCANAAN BELANJA
Insert the title of your subtitle Here

adanya koherensi antara


perencanaanaan belanja
dalam APBD dengan
dokumen perencanaan
daerah; A adanya analisis standar
belanja (ASB) untuk
B D menentukan kewajaran
adanya standar satuan
harga (SSH) yang belanja suatu program
C atau kegiatan;
merupakan standar
biaya per unit input.

adanya harga perkiraan sendiri


untuk menentukan kewajaran
belanja modal yang
pengadaannya ditenderkan;
PENGENDALIAN BELANJA
Setiap pengeluaran harus dapat
dilacak prosesnya mulai dari
adanya kelengkapan dokumen
anggaran , otorisasi dari pejabat
yang berwenang dan adanya bukti
transaksi yang valid.

Anggaran belanja
Anggaran belanja
seharusnya
harus digunakan
dilaksanakan tepat sesuai
waktu peruntukannya
AKUNTABILITAS
Akuntabilitas publikBELANJA
atas belanjaDAERAH
daerah
setidaknya meliputi:
akuntabilitas hukum
A
akuntabilitas B akuntabilitas
finansial C program

D akuntabilitas
manajerial
AUDITABILITAS BELANJA DAERAH
Verifikasi atau audit belanja daerah mencakup :
kelengkapan dokumen anggaran,
seperti DPA-SKPD, SPD, SPP,SPM,SPJ
dan dokumen pendukung lainnya yang
diperlukan A
adanya dokumen B dilakukannya pencatatan
transaksi yang valid C yang memadai

D dapat diuji silang antara


catatan dengan
keberadaan.
KASUS

BELANJA DAERAH : BELANJA PEGAWAI


KABUPATEN NGAWI
Realisasi Belanja Daerah Kabupaten Ngawi
Tahun 2009-2011
URAIAN REALISASI
TAHUN 2009 2010 2011

B. BELANJA DAERAH 803.673.798.000 1.041.015.546.100 1.078.529.104.903


1. BELANJA TIDAK LANGSUNG 605.657.206 728.460.676.550 750.351.128.595
a. Belanja Pegawai 479.018.719 689.575.003.250 692.120.049.191

b. Belanja Bunga 109.714 56.840.250 58.075.780


c. Belanja Hibah 77.959.156 11.567.000.000 18.638.102.000
d. Belanja Bantuan Sosial 5.588.807 6.399.000.000 4.204.750.000

e. Belanja Bagi Hasil Kepada Provinsi, 1.549.040 - 664.807.000


Kabupaten/Kota Dan Pemerintahan Desa
f. Belanja Bantuan Keuangan Kepada Provinsi, 41.431.770 20.691.273.150 34.207.344.625
Kabupaten/Kota Dan Pemerintah an Desa
g. Belanja Tidak Terduga - 171.559.900 458.000.000
2. BELANJA LANGSUNG 198.016.592 312.554.869.550 328.177.976.308

a. Belanja Pegawai 28.353.286 22.550.451.700 26.458.369.650


b. Belanja Barang Dan Jasa 67.991.864 121.967.561.900 145.991.701.876
c. Belanja Modal 168.036.855.950 155.727.904.782

Surplus (Defisit) (58.679.457.100) 51.990.989.609


AKIBAT BELANJA PEGAWAI TINGGI

anggaran untuk Kementerian


belanja modal Dalam Negeri
dan belanja mengancam akan
melikuidasi
barang dan jasa
Pemerintah
sangat rendah Kabupaten Ngawi,
serta porsi Jawa Timur,
pembangunan karena
di Kabupaten menganggarkan
Ngawi sangat komposisi belanja
terbatas pegawai yang
tidak wajar
AKIBAT BELANJA PEGAWAI TINGGI
Menurunnya pelayanan publik :

sub sector air sub sector sub sector air


drainase : sub sector
limbah persampahan : hygiene :
domestik : Masih terbatasnya Terdapat saluran
ketersediaan Sarana grey water yang Lemahnya
Masih belum ada kepedulian
& Prasarana masih tercampur
sarana dan pembuangan masyarakat dan
prasarana dengan saluran
sampah (Tempat pengambil
pengangkutan Pembuangan
drainase, bahkan
dijumpai kebijakan
limbah domestic Sampah/TPS),
pembuangan termasuk progam-
dari Pemerintah kendaraan
pengangkutan black water juga progam yang
Kabupaten Ngawi sampah sering rusak bersifat preventif
ke saluran
karena umur yang drainase dan promotif.
cukup tua
KESIMPULAN
Insert the title of your subtitle Here

Penganggaran yang efektif dan efisien itu


hendaknya dilakukan berdasarkan azas efisiensi, tepat
guna, tepat pelaksanaanya dan dapat dipertanggung
jawabkan. Dana yang tersedia harus dimanfaatkan
sebaik mungkin untuk meningkatkan pelayanan publik
dan kesejahteraan yang maksimal untuk kepentingan
masyarakat bukan hanya menguntungkan satu atau
beberapa pihak saja.
.
Thank you